I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
104
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Untuk
Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi School
Of Universe
Fitrah Febri Salam
a,1
, Nur Amalia Zahra
b,2
, Siti Mariyatul Koimah
c,3
a,b,c
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten
1
fitrahfebrisalam96@gmail.com;
2
araamalia21@gmail.com;
3
mariyatulkoimah@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 2 September 2024
Direvisi: 23 September 2024
Disetujui: 27 Oktober 2024
Tersedia Daring: 1 November 2024
Penelitian ini berfokus pada penerapan Kurikulum Merdeka dalam
pendidikan inklusi untuk anak berkebutuhan khusus di School of
Universe, sekolah yang mengadopsi sistem pendidikan inklusif. Masalah
yang diidentifikasi adalah bagaimana penerapan kurikulum ini dapat
disesuaikan untuk mendukung keberagaman kemampuan belajar siswa,
khususnya anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis strategi dan pendekatan yang digunakan dalam pengajaran,
serta peran guru dalam mendukung proses belajar siswa dengan
kebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
dengan pendekatan studi kasus, di mana data diperoleh melalui
wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian kurikulum, seperti
penggunaan metode pembelajaran yang fleksibel dan pemanfaatan
teknologi, dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan, dan hasil
belajar siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, dukungan yang diberikan
oleh guru melalui pendekatan individualisasi pengajaran sangat
berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Simpulan
penelitian ini menekankan pentingnya fleksibilitas dalam implementasi
kurikulum serta pelatihan guru yang berfokus pada pengembangan
keterampilan untuk menangani keberagaman kemampuan siswa di
sekolah inklusi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi
pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.
Kata Kunci:
Anak berkebutuhan khusus
Inklusi
Kurikulum Merdeka
Pendidikan inklusif
Strategi pengajaran
ABSTRACT
Keywords:
Inclusive education
Kurikulum Merdeka
Special needs children
Teaching strategies
Inclusion
This study focuses on the implementation of the Kurikulum Merdeka in
inclusive education for children with special needs at the School of Universe,
a school that adopts an inclusive education system. The identified problem is
how the curriculum can be adapted to support the diverse learning abilities
of students, particularly those with special needs. The aim of this study is to
analyze the strategies and approaches used in teaching, as well as the role of
teachers in supporting the learning process of students with special needs.
The research method employed is qualitative with a case study approach,
where data were collected through in-depth interviews, observations, and
analysis of relevant documents. The results show that curriculum
adjustments, such as the use of flexible teaching methods and the integration
of technology, can improve motivation, engagement, and learning outcomes
for students with special needs. Furthermore, the support provided by
teachers through individualized teaching approaches plays a significant role
in creating an inclusive learning environment. The conclusion of this study
highlights the importance of flexibility in curriculum implementation and the
need for teacher training focused on developing skills to manage diverse
student abilities in inclusive schools. This research makes an important
contribution to the development of inclusive education in Indonesia.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
105
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
©2024, Fitrah Febri Salam, Nur Amalia Zahra, Siti Mariyatul Koimah
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Di
Indonesia, sistem pendidikan terus mengalami perubahan dan pembaruan guna memenuhi
kebutuhan masyarakat yang beragam. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik, termasuk
mereka yang memiliki kebutuhan khusus (Singh, 2023). Dalam konteks ini, penting untuk
menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, di mana setiap anak, tanpa terkecuali,
dapat mengakses pendidikan yang berkualitas.
Dalam konteks pendidikan yang inklusif, penting untuk menciptakan lingkungan
belajar yang ramah dan mendukung bagi semua anak, tanpa terkecuali. Upaya ini mencakup
penyediaan fasilitas yang memadai, pelatihan guru untuk menangani berbagai kebutuhan
khusus, serta penerapan metode pembelajaran yang fleksibel (Sangiuliano Intra et al.,
2023). Setiap anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, memiliki akses yang
setara terhadap pendidikan berkualitas. Lingkungan belajar yang inklusif tidak hanya
meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga mendorong toleransi dan pemahaman di antara
siswa dari berbagai latar belakang. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional
Indonesia yang menekankan pada penguatan pendidikan karakter, seperti kejujuran, kerja
sama, dan rasa hormat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar lebih
kompetitif di tingkat global (Pakpahan et al., 2023).
Kurikulum Merdeka merupakan suatu pendekatan pendidikan yang memberikan
kebebasan kepada pendidik dan peserta didik untuk menentukan metode pembelajaran yang
paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing (Yulianti & Hadi, 2023).
Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel dan inovatif,
dengan fokus utama pada pengembangan potensi individu setiap peserta didik. Kurikulum
ini memungkinkan pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih relevan dan
kontekstual, serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam
menentukan cara belajar yang paling efektif bagi mereka (Alexiou, 2022).
Pendekatan Kurikulum Merdeka mendorong peserta didik untuk berperan aktif dalam
proses pembelajaran. Metode ini memungkinkan mereka menyesuaikan aktivitas belajar
dengan minat, bakat, dan ritme belajar masing-masing (Mirari, 2022). Dalam penerapannya,
peserta didik dapat memilih proyek atau tugas yang sesuai dengan minat mereka,
berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran, dan mengembangkan keterampilan
melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan
keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dengan memberikan kebebasan untuk
mengeksplorasi bidang yang diminati dan berkembang sesuai kecepatan belajar masing-
masing.
Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya berprestasi
secara akademis tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang dibutuhkan untuk
menghadapi tantangan masa depan (Muhammadiyah University Kotabumi et al., 2022).
Kurikulum ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, kreativitas, dan kemampuan
berpikir kritis. Dengan memberikan kebebasan dalam proses belajar, Kurikulum Merdeka
diharapkan dapat membentuk generasi muda yang mandiri, inovatif, dan siap berkontribusi
positif di masyarakat. Melalui pendekatan yang holistik dan inklusif, setiap peserta didik
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
106
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
diharapkan dapat mengembangkan potensi maksimal mereka dan siap bersaing di tingkat
global.
Menurut (Fauzan et al., 2021) Anak berkebutuhan khusus adalah individu yang
memiliki perbedaan dalam perkembangan fisik, mental, atau emosional yang memerlukan
perhatian dan dukungan khusus dalam proses pembelajaran. Kelompok ini mencakup
berbagai kondisi, seperti disabilitas intelektual, gangguan spektrum autisme, gangguan
pendengaran, dan gangguan belajar. Perbedaan ini dapat mempengaruhi kemampuan anak
untuk berpartisipasi dan merespon lingkungan belajar konvensional, sehingga memerlukan
pendekatan yang lebih spesifik dan sensitif terhadap kebutuhan mereka. Mengidentifikasi
dan memahami kebutuhan khusus ini merupakan langkah awal yang krusial dalam
menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Anak-anak berkebutuhan khusus sering kali mengalami lebih banyak kesulitan
dibandingkan dengan anak-anak lain dalam berinteraksi dengan lingkungan belajar yang
biasa. Kesulitan ini dapat berupa masalah komunikasi, keterbatasan dalam bergerak, atau
kesulitan dalam memahami instruksi dan materi pelajaran. Oleh karena itu, penting untuk
mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara
individual. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang diperlukan
sekaligus memastikan bahwa anak-anak tersebut memiliki kesempatan yang setara dalam
Pendidikan (Shlapko et al., 2022).
Agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, diperlukan
kurikulum yang disusun secara adaptif dan inklusif. Kurikulum ini seharusnya mencakup
metode pembelajaran yang beragam, alat bantu yang tepat, serta pengaturan lingkungan
belajar yang mendukung. Selain itu, pendidik harus dilengkapi dengan pengetahuan dan
keterampilan yang memadai untuk mengelola dan mendukung proses belajar anak
berkebutuhan khusus. Dengan pendekatan ini, anak-anak tersebut dapat belajar di
lingkungan yang aman dan kondusif, yang memungkinkan mereka untuk tumbuh sesuai
dengan potensi terbaik mereka.
Pentingnya merancang kurikulum yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus tidak
hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial
dan emosional. Partisipasi aktif dalam proses pembelajaran akan meningkatkan rasa
percaya diri dan kemandirian anak. Selain itu, kurikulum inklusif juga dapat mendorong
kesadaran dan pemahaman di antara siswa lainnya tentang pentingnya keragaman dan
inklusi (Dalgaard et al., 2022). Dengan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan anak
berkebutuhan khusus, diharapkan dapat tercipta lingkungan pendidikan yang lebih adil dan
setara, yang menghargai setiap individu tanpa kecuali.
Sekolah inklusi, yang berfungsi sebagai model pendidikan yang mengintegrasikan
anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak umum, menghadapi sejumlah tantangan
signifikan dalam implementasi kurikulum yang efektif. Keberagaman kebutuhan siswa
dalam konteks ini mengharuskan adanya pendekatan yang lebih strategis dan individual
untuk memastikan bahwa setiap anak, baik yang memiliki kebutuhan khusus maupun yang
tidak, memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi terbaik mereka.
Anak-anak berkebutuhan khusus sering kali menghadapi berbagai kesulitan dalam
proses belajar. Dalam aspek akademis, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam
memahami materi pelajaran yang disampaikan, mengikuti instruksi yang kompleks, atau
menyelesaikan tugas dengan batas waktu yang ditentukan. Kesulitan ini bisa disebabkan
oleh berbagai faktor, seperti gangguan belajar, keterlambatan perkembangan, atau masalah
komunikasi. Di sisi lain, dalam interaksi sosial, anak-anak ini sering mengalami tantangan
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
107
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
dalam berkomunikasi dengan teman sekelas, berpartisipasi dalam diskusi kelompok, atau
beradaptasi dengan dinamika sosial yang ada di kelas.
School of Universe, sebagai lembaga pendidikan inklusi, memiliki komitmen yang
kuat untuk menerapkan Kurikulum Kemerdekaan secara efektif. Namun, pelaksanaan
kurikulum ini menghadapi beberapa tantangan, seperti minimnya pelatihan yang diberikan
kepada guru untuk menangani keberagaman kebutuhan siswa, terbatasnya sumber daya
yang tersedia, serta kurangnya dukungan aktif dari orang tua dan masyarakat. Kendala-
kendala ini dapat memengaruhi kemampuan institusi untuk menyediakan pendidikan yang
inklusif dan responsif bagi semua siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pelaksanaan
Kurikulum Merdeka bagi anak berkebutuhan khusus di School of Universe sebagai lembaga
pendidikan inklusi. Dengan memahami pendekatan yang efektif, penelitian ini diharapkan
dapat menemukan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam
penerapan kurikulum ini, serta memberikan rekomendasi yang berguna bagi pendidik dan
pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan
mendukung bagi semua siswa.
Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan
pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Dengan
menganalisis pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan di School of Universe, hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam menciptakan sistem
pendidikan yang lebih inklusif. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan
memberikan manfaat langsung kepada para pendidik dan siswa di sekolah tersebut, tetapi
juga akan mendukung upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi
anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk
mengeksplorasi strategi implementasi Kurikulum Merdeka bagi anak berkebutuhan khusus
di School of Universe. Pendekatan kualitatif dipilih karena dapat memberikan pemahaman
mendalam tentang pengalaman dan pandangan dari berbagai pihak yang terlibat, seperti
guru, kepala sekolah, dan orang tua. Dalam konteks ini, penelitian difokuskan pada observasi
langsung serta wawancara semi-terstruktur untuk menggali data yang lebih kontekstual dan
relevan terkait pelaksanaan kurikulum di lingkungan sekolah inklusi.
Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa dengan
kebutuhan khusus yang terdaftar di School of Universe. Pemilihan lokasi penelitian ini
didasarkan pada statusnya sebagai contoh sekolah inklusi yang menerapkan Kurikulum
Merdeka dengan pengalaman dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur untuk memahami
pandangan dan pengalaman para guru serta orang tua, diikuti dengan observasi kelas untuk
melihat penerapan kurikulum dalam praktik nyata, serta analisis dokumen seperti rencana
pelajaran dan laporan perkembangan siswa.
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk
mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan yang relevan dengan strategi implementasi
kurikulum. Proses analisis ini memungkinkan peneliti untuk menyusun rekomendasi
berdasarkan temuan yang diperoleh, serta mengevaluasi keberhasilan dan tantangan yang
dihadapi selama implementasi Kurikulum Merdeka di School of Universe. Dengan demikian,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan
pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak berkebutuhan khusus di
lingkungan sekolah inklusi.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
108
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah inklusi
sangat bergantung pada penerapan pendekatan pembelajaran yang berbeda dan disesuaikan.
Para pendidik mengadopsi metode pembelajaran berbasis proyek yang mendorong siswa untuk
berkolaborasi dalam kelompok kecil (Hasan et al., 2023). Metode ini tidak hanya
meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa secara aktif, tetapi juga memberikan
kesempatan kepada mereka untuk mengekspresikan kreativitas dan kemampuan individu
mereka.
Sebagai contoh, dalam sebuah proyek, siswa diberikan tugas untuk menciptakan
presentasi tentang isu lingkungan. Mereka diberi kebebasan untuk memilih format presentasi
yang paling sesuai dengan gaya belajar mereka, seperti pembuatan video, poster informatif,
atau presentasi lisan. Pendekatan ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan motivasi
belajar dan rasa percaya diri siswa, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Dengan adanya pilihan format yang fleksibel, siswa dapat lebih mudah menyesuaikan
pembelajaran dengan kekuatan dan preferensi mereka masing-masing, sehingga tercipta
lingkungan belajar yang lebih inklusif dan suportif.
Penyesuaian materi ajar adalah strategi utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka
untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus
(Andini et al., 2020). Penelitian menunjukkan bahwa pendidik secara aktif menggunakan
berbagai alat bantu visual seperti gambar, diagram, dan video, yang membantu menjelaskan
konsep kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami Alat bantu visual ini memperkuat
pemahaman siswa dan membuat materi pelajaran lebih menarik. Integrasi teknologi
pendidikan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Pendidik menggunakan aplikasi
pembelajaran interaktif dan perangkat lunak khusus untuk menciptakan pengalaman belajar
yang lebih dinamis. Penyesuaian materi ajar ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas
informasi tetapi juga membantu siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan
pendekatan ini, diharapkan siswa merasa lebih termotivasi dan memiliki pengalaman belajar
yang lebih relevan dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif merupakan aspek fundamental dalam
implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menunjukkan bahwa para pendidik berusaha
keras membangun suasana kelas yang aman dan mendukung, di mana semua siswa merasa
dihargai dan diterima. Hal ini diwujudkan melalui berbagai strategi yang berfokus pada
inklusivitas dan kesejahteraan siswa.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah peran guru sebagai fasilitator yang mendorong
interaksi positif di antara siswa. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memfasilitasi diskusi
dan kerja sama dalam kelompok, menciptakan ruang bagi siswa untuk berbagi ide dan
memberikan umpan balik konstruktif, Guru harus secara aktif mendorong partisipasi siswa
melalui kegiatan yang menarik, yang menumbuhkan rasa kepemilikan dalam proses belajar
(Gui, 2024). Dalam kegiatan kelompok, siswa didorong untuk berpartisipasi aktif,
menyampaikan pendapat, dan mendengarkan perspektif teman-teman mereka. Ini membantu
mereka mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerjasama, dan empati.
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa lingkungan inklusif di kelas sangat penting
untuk perkembangan sosial dan emosional siswa, terutama bagi mereka yang berkebutuhan
khusus. Suasana kelas yang inklusif memberikan kesempatan bagi siswa dengan kebutuhan
khusus untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman sebaya mereka. Interaksi ini tidak
hanya memperkaya pengalaman belajar mereka tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan
kemampuan mereka dalam berkomunikasi (Chou, 2023). Misalnya, dalam kegiatan proyek,
siswa dengan kebutuhan khusus sering kali diberi peran yang sesuai dengan kekuatan mereka,
sehingga mereka dapat berkontribusi secara bermakna dalam kelompok.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
109
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
Dengan menciptakan lingkungan yang inklusif, para pendidik diharapkan dapat
membantu semua siswa merasa lebih termotivasi dan dihargai, sehingga mereka dapat
mencapai potensi maksimal mereka. Lingkungan belajar yang inklusif ini menjadi dasar
penting untuk memastikan bahwa setiap siswa, terlepas dari latar belakang dan kebutuhannya,
memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru merupakan faktor utama dalam
keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menunjukkan bahwa program
pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam
mengelola kelas inklusi dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif. Banyak guru
melaporkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan yang
berfokus pada teknik pengajaran yang inklusif dan adaptif. Selain itu, kolaborasi dengan ahli
pendidikan khusus memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang cara mendukung siswa
berkebutuhan khusus (Dillon et al., 2021). Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat lebih siap
menghadapi tantangan dalam pengajaran dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang
lebih baik bagi semua siswa.
Keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kompetensi guru
yang diperoleh melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Inti dari paragraf ini adalah
menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam mengelola kelas inklusi dan
menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, serta bagaimana kolaborasi dengan ahli
pendidikan khusus dapat meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri guru dalam menghadapi
tantangan pengajaran. Dengan demikian, pelatihan yang tepat tidak hanya meningkatkan
keterampilan guru tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi semua
siswa.
Penilaian yang fleksibel merupakan salah satu aspek penting dalam penerapan Kurikulum
Merdeka untuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan
penilaian berbasis kinerja, seperti penilaian proyek dan portofolio, memberikan gambaran
yang lebih menyeluruh mengenai kemajuan siswa. Penyesuaian kriteria kelulusan berdasarkan
kemampuan dan kebutuhan individu siswa juga sering diterapkan. penilaian yang fleksibel
tidak hanya membantu menciptakan suasana belajar yang lebih adil, tetapi juga mendorong
siswa untuk fokus pada proses belajar dan pengembangan diri mereka pentingnya penilaian
yang fleksibel dalam memberikan kesempatan yang lebih adil dan holistik bagi siswa
berkebutuhan khusus untuk menunjukkan pemahaman dan kemajuan mereka.
Kolaborasi dengan orang tua dan komunitas merupakan elemen kunci dalam mendukung
implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua
dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa. Sekolah
mendorong orang tua untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, seperti pertemuan
rutin dan workshop, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang
kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Selain itu, kemitraan dengan organisasi dan komunitas lokal juga memberikan sumber
daya tambahan dan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa. Melalui kolaborasi ini,
sekolah dapat memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di komunitas untuk mendukung
proses pembelajaran. melibatkan orang tua dan komunitas, sekolah dapat menciptakan
lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua siswa. pentingnya
keterlibatan orang tua dan kemitraan dengan komunitas dalam meningkatkan kualitas
pendidikan dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan pendekatan ini,
sekolah dapat menyediakan pengalaman belajar yang lebih holistik dan relevan bagi siswa,
sehingga mendukung keberhasilan mereka dalam pendidikan.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
110
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
4. Kesimpulan
Implementasi Kurikulum Merdeka untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi
menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan adaptif sangat diperlukan untuk
menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendukung. Melalui penerapan
pembelajaran yang diferensiasi, pendidik dapat memenuhi kebutuhan unik setiap siswa,
mendorong kolaborasi, dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Adaptasi
materi ajar dengan menggunakan alat bantu visual dan teknologi pendidikan juga terbukti
efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa berkebutuhan khusus.
Lingkungan belajar yang inklusif, yang dibangun atas dasar rasa aman dan saling
menghargai, berkontribusi pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Pelatihan dan
pengembangan profesional bagi guru menjadi kunci dalam meningkatkan keterampilan
mereka dalam mengelola kelas inklusi dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai.
Selain itu, penilaian yang fleksibel memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan
kemajuan mereka dengan cara yang lebih beragam dan sesuai dengan kemampuan individu.
Kolaborasi yang erat antara sekolah, orang tua, dan komunitas juga sangat penting dalam
mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan melibatkan semua pihak, sekolah
dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap
kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Secara keseluruhan, keberhasilan implementasi
Kurikulum Merdeka di sekolah inklusi sangat bergantung pada sinergi antara pendekatan
pedagogis yang tepat, dukungan emosional, dan keterlibatan aktif dari semua pemangku
kepentingan.
5. Daftar Pustaka
Alexiou, A. (2022, June 14). Using Active Learning to Teach Critical and Contextual Studies: One
Teaching Plan, Two Experiments, Three Videos. 8th International Conference on Higher
Education Advances (HEAd’22). Eighth International Conference on Higher Education Advances.
https://doi.org/10.4995/HEAd22.2022.14863
Andini, D. W., Rahayu, A., Budiningsih, C. A., & Mumpuniarti, M. (2020). The Curriculum Adaptation
Model in Fulfilling the Learning Need for Diverse Students at Inclusive Classroom. Universal
Journal of Educational Research, 8(3D), 115123. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.081716
Chou, M.-H. (2023). Strategies for interactive listening in modern foreign language learning. Language
Awareness, 32(1), 169191. https://doi.org/10.1080/09658416.2022.2047194
Dalgaard, N. T., Bondebjerg, A., Viinholt, B. C. A., & Filges, T. (2022). The effects of inclusion on
academic achievement, socioemotional development and wellbeing of children with special
educational needs. Campbell Systematic Reviews, 18(4), e1291. https://doi.org/10.1002/cl2.1291
Dillon, S., Armstrong, E., Goudy, L., Reynolds, H., & Scurry, S. (2021). Improving Special Education
Service Delivery Through Interdisciplinary Collaboration. TEACHING Exceptional Children,
54(1), 3643. https://doi.org/10.1177/00400599211029671
Fauzan, H. N., Francisca, L., Asrini, V. I., Fitria, I., Firdaus, A. A., & Dahlan, U. A. (n.d.). SEJARAH
PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) MENUJU INKLUSI.
Gui, Y. (2024). Research On Influencing Factors and Promoting Strategies of Teacher-Student Interaction
in Physical Education Classroom. Journal of Medicine and Physical Education, 1(2), 1820.
https://doi.org/10.62517/jmpe.202418203
Hasan, M., Arisah, N., Ratnah S, Ahmad, M. I. S., & Miranda. (2023). Experiential Learning Model for
the Development of Collaborative Skills through Project Based Learning Practicum. JPI (Jurnal
Pendidikan Indonesia), 12(2), 340349. https://doi.org/10.23887/jpiundiksha.v12i2.57376
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 1, No. 2, November 2024, page: 104-111
E-ISSN: 3064-0180
111
Fitrah Febri Salam et.al (Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka….)
Mirari, K. (2022). The Effectiveness of Adaptive Learning Systems in Personalized Education. Journal
of Education Review Provision, 2(3), 7076. https://doi.org/10.55885/jerp.v2i3.194
Muhammadiyah University Kotabumi, Lubis, S., Priyadi, M., & Muhammadiyah University Kotabumi.
(2022). IMPLEMENTATION OF THE INDEPENDENT LEARNING CURRICULUM IN
ELEMENTARY SCHOOL. SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED, 12(4),
356361. https://doi.org/10.24114/sejpgsd.v12i4.40962
Pakpahan, H. M., Suherni, S., Pujiati, L., & Girsang, R. (2023). Effectiveness of Indonesian Education
Curriculum Reform on the Quality of Processes in Learning. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA,
9(1), 564569. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i1.3930
Sangiuliano Intra, F., Nasti, C., Massaro, R., Perretta, A. J., Di Girolamo, A., Brighi, A., & Biroli, P.
(2023). Flexible Learning Environments for a Sustainable Lifelong Learning Process for Teachers
in the School Context. Sustainability, 15(14), 11237. https://doi.org/10.3390/su151411237
Shlapko, T. V., Filonenko, S. S., Kovalevskyi, M. M., & Hryb, A. A. (2022). International experience of
legal regulation of inclusive education. Analytical and Comparative Jurisprudence, 3, 7985.
https://doi.org/10.24144/2788-6018.2021.03.14
Singh, D. I. (2023). Culturally Responsive Practices in Special Education. Global International Research
Thoughts, 11(1), 4346. https://doi.org/10.36676/girt.2023-v11i1-09
Yulianti, Y., & Hadi, S. (2023). Policy analysis of independent curriculum in elementary schools. Jurnal
Bidang Pendidikan Dasar, 7(2), 126141. https://doi.org/10.21067/jbpd.v7i2.8388