I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
14
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
engembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Cerita
Rakyat Bali “Kebo Iwa”: Analisis Kevalidan dan
Kepraktisan pada Pembelajaran Bahasa Siswa Kelas
2 Sekolah Dasar
Salsabila Risqi Aulia
a,1*
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Azmi Aliyatur Rizqiyah
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur
60231
1
24010644168@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644461@mhs.unesa.ac.id
*
Corresponding Author: 24010644168@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sekolah
dasar terhadap kearifan lokal serta terbatasnya bahan ajar yang kontekstual,
khususnya pada keterampilan menyimak. Pembelajaran yang belum
mengintegrasikan budaya lokal menyebabkan siswa kurang mengenal nilai-
nilai di lingkungannya dan kurang terlibat aktif dalam proses belajar. Padahal,
integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran berperan penting dalam
membentuk karakter serta meningkatkan kebermaknaan belajar. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
berbasis kearifan lokal melalui cerita rakyat Bali Kebo Iwa” serta mengetahui
tingkat kevalidan dan kepraktisannya pada siswa kelas II sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development,
implementation, dan evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN
Kandangan III. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli,
angket respon guru, dan angket respon siswa. Teknik analisis data
menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan skala Likert dan Guttman
untuk menentukan tingkat kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh tingkat kevalidan sebesar
92% dengan kategori sangat valid. Tingkat kepraktisan berdasarkan respon
guru sebesar 91% dan respon siswa sebesar 86%, yang keduanya berada
pada kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis
kearifan lokal layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran
menyimak di kelas II sekolah dasar. Dengan demikian, pengembangan LKPD
ini tidak hanya mendukung peningkatan keterampilan menyimak, tetapi juga
berkontribusi dalam penanaman nilai-nilai budaya lokal serta menciptakan
pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Kata Kunci:
Kearifan lokal
Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD)
Keterampilan menyimak
Cerita rakyat Bali
Sekolah dasar
ABSTRACT
Keywords:
Local wisdom
Student worksheet
Listening skill
Balinese folktale
Elementary school
This study was motivated by elementary school students’ limited understanding
of local wisdom and the scarcity of contextual teaching materials, particularly
regarding listening skills. Learning that does not integrate local culture results
in students being less familiar with the values in their environment and less
actively engaged in the learning process. In fact, the integration of local wisdom
into learning plays a crucial role in character development and enhances the
meaningfulness of learning. This study aims to develop Student Worksheets
(LKPD) based on local wisdom using the Balinese folktale “Kebo Iwa” and to
determine their validity and practicality among second-grade elementary
school students. This study employed the Research and Development (R&D)
method using the ADDIE model, which includes the stages of analyze, design,
development, implementation, and evaluate. The research subjects were second-
grade students at SDN Kandangan III. Data collection was conducted using
expert validation sheets, teacher response questionnaires, and student response
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
15
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
questionnaires. Data analysis employed quantitative descriptive analysis using
Likert and Guttman scales to determine the product’s feasibility. The results
indicated that the developed worksheets achieved a validity rate of 92%,
classified as highly valid. The practicality rate, based on teacher responses, was
91%, and based on student responses, 86%, both falling into the highly practical
category. These findings indicate that the LKPD based on local wisdom is
suitable for use as teaching material in listening comprehension instruction for
second-grade elementary school students. Thus, the development of this LKPD
not only supports the improvement of listening skills but also contributes to
instilling local cultural values and creating contextual and meaningful learning.
©2026, Salsabila Risqi Aulia, Nurul Istiq’faroh, Azmi Aliyatur Rizqiyah
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Kearifan lokal merupakan nilai, pengetahuan, serta praktik budaya yang berkembang dan
diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut
mencerminkan identitas budaya, norma sosial, serta pedoman perilaku yang dapat dijadikan
sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda. Dalam konteks pendidikan, kearifan memiliki
peran penting untuk memperkuat pembentukan karakter serta menumbuhkan kesadaran peserta
didik terhadap budaya daerahnya (Amna Emda et al., 2024). Integrasi kearifan lokal dalam
pembelajaran juga dapat menjadikan proses belajar lebih kontekstual karena materi pembelajaran
dikaitkan dengan lingkungan sosial dan budaya yang dekat dengan kehidupan siswa (Muzdalipah
et al., 2023). Seperti yang dikemukakan Mufidah dkk. (2025), pendidikan merupakan proses
pewarisan nilai dan budaya dari generasi ke generasi, sehingga pendekatan berbasis budaya lokal
menjadi relevan untuk memperkuat pengalaman belajar sekaligus melestarikan warisan budaya.
Hal ini juga sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan juga pada hakikatnya bersifat
kontekstual dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Pemikiran K.H Ahmad Dahlan
menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya penguasaan pengetahuan saja, tetapi pada
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membentuk peserta didik tidak
hanya cerdas kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari
(Ratnawati, Eka. Hendratno. Istiq’faroh, 2023).
Pada jenjang sekolah dasar, pengenalan kearifan lokal perlu dilakukan sejak dini karena pada
tahap tersebut siswa sedang berada pada fase perkembangan awal dalam membangun
pengetahuan, sikap dan nilai-nilai sosial sejak dini (Widodo el al., 2020). Pembelajaran yang
mengaitkan materi dengan pengalaman serta budaya lokal dapat membantu siswa dalam
memahami pembelajaran secara lebih konkret dan bermakna. Dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia, khususnya pada keterampilan menyimak, siswa tidak hanya diharapkan mampu
memahami pesan lisan tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam teks
yang didengarkan. Oleh karena itu, pembelajaran menyimak pada siswa kelas rendah perlu
memanfaatkan sumber belajar yang kontekstual serta dekat dengan pengalaman peserta didik
agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna (Wijayanti & Rozie, 2024).
Menurut (Tupriya et al., 2025) Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran merupakan salah satu
strategi efektif dalam menanamkan nilai karakter pada siswa sekolah dasar. Melalui keterlibatan
dalam kegiatan budaya atau mendapatkan pengalaman yang mengaitkan tentang budaya kearifan
lokal sehingga mampu menginternalisasi nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah
air dll. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya lokal penting dalam
membentuk karakter siswa secara holistik.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
16
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Namun, pada kenyataannya pemahaman siswa terhadap kearifan lokal masih tergolong
rendah. Dari penelitian (Sari, 2020), disimpulkan banyak murid yang belum mengetahui jenis-
jenis kearifan lokal yang ada disekitar mereka. Hal ini disebabkan oleh mayoritas siswa yang
lebih suka bermain dengan perangkat elektronik dan terdampak dari berkembangnya IPTEK
yang cepat. Dini dkk. (2024) mengidentifikasi bahwa siswa sering merasa bosan dalam proses
pembelajaran bahasa karena strategi yang kurang menarik. Hal serupa terjadi pada pemahaman
kearifan lokal, di mana siswa lebih tertarik pada perangkat elektronik daripada budaya lokal.
Akibatnya, mereka tidak mengenal dan tidak terlibat dengan budaya lokal, terutama pada
kearifan lokal berupa cerita rakyat. Sebagaimana diungkapkan Ragil dkk. (2025), perkembangan
teknologi digital di era globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan,
yang membuka peluang sekaligus tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif
dan relevan. Temuan serupa juga diungkapkan (Saputri & Desstya, 2023) yang melakukan survei
terhadap siswa kelas V SD Negeri Teguhan bahwa banyak siswa belum mengetahui apa itu
kearifan lokal dan siswa tersebut belum mengetahui kearifan lokal yang ada di tempat mereka
tinggal.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan sebuah inovasi dalam mengembangkan LKPD
yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran di Sekolah
Dasar. Sebagaimana dikemukakan Donumo & Lestari (2024), mutu pendidikan dapat tercapai
apabila seluruh komponen pembelajaran digunakan secara maksimal, termasuk ketersediaan
bahan ajar yang memadai seperti LKPD. Salah satu bentuk LKPD yang dapat digunakan adalah
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang untuk membimbing aktivitas belajar siswa
secara terstruktur sehingga dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses
pembelajaran (Istiqomah, 2021). Penggunaan LKPD juga dapat membantu guru dalam
menyajikan materi pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam
kegiatan belajar (Fadilah & Effendi, 2023). Oleh karena itu, pengembangan LKPD berbasis
kearifan lokal melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kebo Iwa” menjadi salah satu alternatif LKPD
yang digunakan dalam pembelajaran menyimak pada siswa kelas II sekolah dasar agar
pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Hal ini sesuai dengan kriteria bahan ajar
berbasis cerita yang baik, yaitu memuat nilai-nilai moral, menyajikan tampilan menarik, serta
mampu mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak Damayanti dkk. (2023).
Integrasi cerita rakyat Kebo Iwa ke dalam LKPD berbasis menyimak dapat mampu
menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Penyajian pembelajaran dengan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini upaya yang dilakukan guru dalam membimbing peserta
didik dengan langkah-langkah terstruktur melalui kegiatan belajar yang diharapkan bisa
meningkatkan minat peserta didik sehingga berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran
(Fadilah & Effendi, 2023). Melalui teks aural atau cerita yang didengarkan, siswa tidak hanya
memahami informasi lisan, tetapi juga diajak untuk menangkap pesan moral, mengidentifikasi
tokoh dan peristiwa, serta mengaitkan isi cerita dengan pengalaman dan perasaan mereka sendiri.
Dengan demikian, pembelajaran menyimak tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi
juga afektif dan karakter peserta didik.
Selain itu, ketersediaan LKPD yang dirancang untuk mendukung pembelajaran menyimak
secara aktif dan kontekstual masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya inovasi dalam
pengembangan LKPD yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas rendah. Hal ini sejalan dengan
pendapat (Muzdalipah et al., 2023) keuntungan yang didapatkan oleh peserta didik apabila
pembelajaran menggunakan LKPD yaitu menarik minat belajar peserta didik sehingga tujuan
pembelajaran dapat dicapai. Pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan relevan terbukti bahwa
kebutuhan peserta didik mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dalam membentuk karakter
dan keterampilan abad-21 melalui integrasi nilai-nilai moral dalam proses belajar (Koimah et al.,
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
17
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
2024). Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal
cerita rakyat Bali “Kebo Iwa” untuk siswa kelas II sekolah dasar.
Secara umum, Keterampilan menyimak di Sekolah Dasar masih belum memperoleh
perhatian yang maksimal dan sering belum terdapat media pendukung perupa LKPD yang
kontekstual, terutama pada kelas rendah. Pada penelitian (Kurniawan Otang, 2018), “Penerapan
Strategi Bercerita Mampu Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Kelas III SD
Muhammadiyah 6 Pekanbaru” menunjukkan bahwa penggunaan strategi bercerita mampu
meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Namun, penelitian tersebut berfokus pada
penerapan metode melalui penelitian tindakan kelas dan belum mengarah kepad apengembangan
produk LKPD yang mengintegrasikan kearifan lokal serta Capaian Pembelajaran Fase A,
khususnya dalam aspek mengenali perasaan.
Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengembangkan LKPD berbasis
kearifan lokal cerita rakyat Bali “Kebo Iwa” yang tidak hanya melatih pemahaman informasi
lisan, tetapi memperkuat emosional siswa melalui LKPD yang sudah diuji dari segi kevalidan
dan kepraktisannya. Selain itu, dengan mengembangakan LKPD berbasis kearifan lokal, guru
bisa meningkatkan rasa tanggung jawab siswa dalam melestarikan budaya yang ada di Indonesia,
yang penting dilakukan saat siswa masih berada di kelas rendah. Hal tersebut sejalan dengan
temuan Yusta Purnamaningtyas dkk. (2024) yang menyatakan bahwa pelestarian budaya lokal
merupakan hal penting untuk menjaga jati diri bangsa dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,
terutama di tengah arus globalisasi yang kian kuat. Dengan demikian kebaruan penelitian ini
terletak pada inovasi pengembangan LKPD menyimak yang kontekstual, berbasis budaya lokal,
dan selaras dengan tuntutan kurikulum kelas II sekolah dasar.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD) berbasis kearifan lokal memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran. Tarigan & Surip (2025) mengembangkan LKPD berbasis kearifan lokal pada
materi teks berita untuk siswa SMA menggunakan pendekatan Research and Development
(R&D), dalam penelitiannya ia menemukan bahwa produk yang dihasilkan berada pada kategori
sangat layak. Pemanfaatan E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal juga dapat digunakan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar untuk mendukung pemahaman siswa terhadap
teks informatif (Trikandi dkk., 2025). Ishengoma & Vaaland dalam Istiq’faroh dkk. (2024) juga
menyatakan bahwa memasukkan kearifan lokal kedalam Pendidikan dapat meningkatkan
relevansi dan daya tarik pembelajaran bagi siswa.
Meskipun demikian, terdapat sejumlah kesenjangan penelitian yang masih dapat
diidentifikasi dari berbagai studi terdahulu. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Tarigan &
Surip (2025) yang melakukan penelitian mengenai pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal
dilakukan pada jenjang sekolah menengah, sehingga pengembangan LKPD pada kelas rendah,
khususnya kelas II SD, masih relatif terbatas. Padahal, penelitian oleh Mazura dkk. (2025)
menunjukkan bahwa fase awal sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan
keterampilan dasar berbahasa siswa, karena pada tahap ini siswa mulai mengembangkan
kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang menjadi dasar bagi keberhasilan
belajar pada jenjang selanjutnya.
Tidak hanya itu, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, banyak penelitian yang berfokus
pada keterampilan membaca dan menulis, seperti penelitian yang dilakukan oleh Laili & Saputri
(2024) dengan judul Pengembangan LKPD Berbasis Whole Language Pada Pembelajaran
Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas 2 Di SD Al Alawi
Langkat”. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD dalam pembelajaran
membaca permulaan dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, pemahaman konseptual,
dan keterampilan membaca permulaan. Sedangkan pengembangan LKPD yang secara khusus
menargetkan elemen keterampilan menyimak masih jarang ditemukan. Kemampuan menyimak
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
18
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
merupakan keterampilan dasar yang bertindak sebagai pengembangan keterampilan
berbahasa siswa Ubaidillah dkk. (2025). Oleh karena itu, kemampuan menyimak sebenarnya
menjadi pondasi penting dalam proses komunikasi dan pembelajaran, terutama bagi peserta didik
kelas rendah yang masih berada pada tahap awal perkembangan literasi. Dari sisi tujuan
penelitian, sebagian besar studi terdahulu juga lebih menekankan pada peningkatan hasil belajar
atau pengujian efektivitas produk. Oleh karena itu, masih terdapat ruang pengembangan
penelitian yang berfokus pada pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal cerita rakyat Bali
“Kebo Iwa” bagi siswa kelas II SD dengan analisis yang lebih menekankan pada aspek kevalidan
dan kepraktisan produk sebagai indikator kualitas LKPD dalam konteks pembelajaran kelas
rendah.
Berdasarkan uraian tersebut, pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
kearifan lokal cerita rakyat Bali “Kebo Iwa” pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II
sekolah dasar menjadi langkah sebuah inovasi dalam melakukan pengembangan untuk
menghasilkan LKPD yang sesuai dengan karakteristik kelas rendah, serta untuk mengetahui
tingkat kevalidan produk melalui penilaian ahli dan tingkat kepraktisan berdasarkan respon guru
dan peserta didik setelah digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi untuk
memperkaya tentang pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal pada pembelajaran
menyimak di sekolah dasar, khususnya kelas rendah. Secara praktis, penelitian ini menyediakan
produk LKPD yang valid dan praktis bagi guru kelas II sebagai alternatif LKPD kontekstual.
Dari segi kebudayaan, penelitian ini mendukung pelestarian dan internalisasi nilai-nilai budaya
Bali melalui integrasi cerita rakyat “Kebo Iwa” dalam pembelajaran formal. Sedangkan dari segi
pedagogis, penelitian ini membantu mewujudkan capaian pembelajaran yang menekankan sikap
menjadi pendengar yang penuh perhatian serta pemahaman pesan lisan secara bermakna. Dengan
demikian, pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal ini diharapkan mampu menjawab
kebutuhan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta
didik kelas II sekolah dasar.
2. Metode
Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D (Research and Development), model ini dipilih
untuk menghasilkan produk berupa LKPD. Produk yang dikembangkan kemudian diuji
kelayakan melalui uji validitas dan diuji kepraktisan untuk mengetahui tingkat kemudahan,
keterpakaian, dan kemenarikan produk saat digunakan dalam pembelajaran. Model yang
digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Menurut Branch (2009) model ADDIE
terdiri dari lima langkah, yaitu analyze (analisis), design (perancangan), development
(pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluate (evaluasi). Data yang
dikumpulkan berupa penilaian kevalidan dan kepraktisan LKPD sedangkan sumber datanya
adalah wali kelas dan siswa kelas II SDN Kandangan III sebagai pengguna produk yang
dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan angket kepada guru selaku validator dan
siswa. Peneliti menggunakan angket respon dengan skala likert 1-4 untuk mengukur kevalidan
dan kepraktisan yang ditujukan kepada guru dan menggunakan angket respon skala guttman
untuk mengukur kepraktisan yang ditujukan kepada siswa. Teknik dalam menganalisis data
menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menghitung skor hasil penilaian yang
diberikan pada setiap indikator. Skor hasil validasi LKPD digunakan untuk mengetahui
Kevalidan produk LKPD, sedangkan skor angket digunakan untuk mengetahui tingkat
kepraktisan LKPD setelah diimplementasikan dalam pembelajaran. Hasil perhitungan skor
disajikan dalam bentuk kategori kelayakan yang berbentuk tabel untuk menunjukkan tingkat
validitas dan kepraktisan produk yang dikembangkan.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
19
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
3. Hasil dan Pembahasan
Lembar Kerja Peserta Didik yang didesain dalam penelitian ini berupa LKPD berbasis
kearifan lokal dengan mengintegrasi cerita rakyat “Kebo Iwa” yang berasal dari Bali.
Pengembangan LKPD ini melalui 5 tahap ADDIE yang terdiri atas Analyze, Design,
Development, Implementation, dan Evaluate, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat
kevalidan dan kepraktisan-nya. Berikut adalah hasil dari pengembangan LKPD berbasis
kearifan lokal cerita rakyat “Kebo Iwa”.
Adapun model pembelajaran yang digunakan dalam LKPD ini adalah inkuiri terbimbing,
yang terdiri dari beberapa sintaks, yakni: 1) orientasi, 2) Merumuskan masalah, 3) Merumuskan
hipotesis, 4) Mengumpulkan data, 5) Menguji hipotesis, dan 6) Merumuskan kesimpulan. Dalam
penelitian ini, data dikumpulkan melalui tiga instrumen: 1) lembar validasi ahli, 2) angket
kepraktisan guru, dan 3) angket kepraktisan oleh siswa. Validasi LKPD dilakukan oleh ahli
materi, yaitu guru kelas II SDN Kandangan III. Kriteria guru yang dapat melakukan uji validasi
diantaranya adalah bersertifikat pengajar dan ASN. Pernyataan dalam lembar validasi sebanyak
23 butir dengan 5 aspek, yaitu identitas dan tujuan LKPD (butir 1-4), isi dan kesesuaian materi
(butir 5-9), petunjuk dan langkah kegiatan (10-13), soal latihan (butir 14-18), dan penyajian
(butir 19-23). Skala penilaian yang digunakan adalah skala liker (1-4), dimana 1=tidak baik dan
4=sangat baik.
Tabel 1. Hasil Validasi
Aspek
Jumlah
Butir
Skor
Maksimal
Persentase
Identitas dan Tujuan LKPD
4
16
81%
Isi dan Kesesuaian Materi
5
20
100%
Petunjuk dan Langkah
Kegiatan
4
15
87%
Soal Latihan
5
20
90%
Penyajian LKPD
5
20
100%
Total
23
91
92%
Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa guru memberikan skor penilaian diantara 3 dan
4 di setiap butirnya, pada aspek identitas dan tujuan LKPD memperoleh persentase 81% , aspek
isi dan kesesuaian materi 100% , aspek petunjuk dan langkah kegiatan 87% , aspek soal latihan
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
20
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
90% dan aspek penyajian LKPD 100%. Dari kelima keseluruhan persentase sebesar 90%.
Berdasarkan tabel kriteria menurut Riduwan dalam Pattimura dkk. (2020), hal ini menunjukkan
bahwa LKPD dinilai sangat praktis dan sangat baik digunakan. Capaian ini mengindikasikan
bahwa LKPD memenuhi hampir seluruh kriteria kelayakan yang ditetapkan, meskipun masih
terdapat ruang perbaikan pada aspek identitas dan tujuan LKPD (81%) serta petunjuk dan
langkah kegiatan (87%).
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Sofiana dkk. (2021) yang mengembangkan
LKPD berbasis Problem Solving dan memperoleh kategori valid dari para validator. Demikian
pula penelitian Nuraini & Fauziah (2025) tentang pengembangan LKPD berbasis buku cerita
bergambar menunjukkan bahwa kelayakan LKPD oleh ahli materi mencapai 93% dan oleh ahli
media 94,3% dengan kategori sangat layak. Tingginya tingkat validitas dalam penelitian ini
dapat dijelaskan melalui teori pengembangan LKPD dari Nieveen (1999) dalam Angka dkk.
(2020) yang menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dikatakan valid
jika apakah perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pada state of art
pengetahuan (validitas isi) dan apakah semua komponen dari perangkat pembelajaran berkaitan
secara konsisten antara yang satu dengan yang lainnya (validitas konstruk).
Aspek identitas dan tujuan yang memperoleh persentase 81%, terendah di antara kelima
aspek, mengindikasikan bahwa masih terdapat ruang perbaikan pada kejelasan identitas LKPD.
Hal tersebut sejalan dengan komentar ahli media yang memvalidasi LKPD ini, yaitu tujuan
pembelajaran harus jelas, siswa diharapkan dapat menceritakan kembali isi cerita dengan
bahasanya sendiri setelah menyimak cerita dari guru. Meskipun demikian, capaian 81% tetap
berada pada kategori sangat valid menurut Riduwan dalam Pattimura dkk. (2020) (80%-100%).
Kevalidan LKPD ini juga diperkuat oleh integrasi nilai-nilai kerifan lokal Bali yang relevan
dengan pengalaman budaya siswa. Aspek isi dan kesesuaian materi yang mencapai 100%
menunjukkan bahwa cerita “Kebo Iwa” dinilai sangat sesuai dengan tingkat perkembangan
siswa kelas II SD, bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami, serta mendukung
keterampilan menyimak. Hal ini sesuai dengan teori pembelajaran kontekstual yang
menekankan pentingnya keterkaitan materi dengan lingkungan budaya siswa untuk menciptakan
pembelajaran yang bermakna (Johnson, 2002). Penelitian El Puang dkk. (2025) juga
mengonfirmasi bahwa pengintegrasian budaya lokal dalam LKPD IPAS memperoleh validasi
sangat valid dari ahli materi (88%), ahli desain media (99,3%), dan ahli kearifan lokal (89,6%).
Lebih lanjut, angket kepraktisan oleh guru diisi oleh guru kelas II SDN Kandangan III,
berjumlah 21 butir yang mencakup tiga aspek: tampilan LKPD (butir 1-7), isi LKPD (butir 8-
14), dan kebermanfaatan LKPD (butir 15-21). Skala penilaian menggunakan skala likert 5 poin
(1=sangat tidak setuju, 5=sangat setuju).
Tabel 2. Hasil Kepraktisan Guru
Aspek
Jumlah Butir
Skor Maksimal
Skor Perolehan
Persentase
Tampilan LKPD
7
35
32
91%
Isi LKPD
7
35
31
88,5%
Kebermanfaatan
LKPD
7
35
33
94%
Total
21
105
96
91%
Hasil pada Tabel 2 menunjukkan bahwa guru memberikan skor di antara 4 dan 5 pada setiap
butirnya. Pada aspek tampilan LKPD diperoleh persentase 91%, aspek isi LKPD 88,5%, dan
kebermanfaatan LKPD 91%. Dari ketiga aspek tersebut, diperoleh persentase keseluruhan
sebesar 91%. Berdasarkan tabel kriteria menurut Riduwan dalam Pattimura dkk. (2020), hal ini
mengindikasikan bahwa LKPD dinilai sangat praktis dan sangat baik digunakan.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
21
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Sudiana dkk. (2025) yang mengembangkan
E-LKPD Bahasa Indonesia interaktif berbasis Tri Hita Karana dalam upaya meningkatkan
kemampuan literasi dan pencegahan Bullying siswa SD di Bali memperoleh persentase
kepraktisan sebesar 92,74% dengan kategori sangat praktis. Demikian pula penelitian (Mulyani
dkk., 2024) menunjukkan bahwa guru dan siswa memberikan respons positif terhadap LKPD
Digital Liveworksheet dengan presentasi 83,33% dengan kategori praktis.
Guru menilai bahwa LKPD ini memudahkan dalam melaksanakan pembelajaran menyimak
berbasis kearifan lokal, membantu siswa memahami isi cerita rakyat melalui kegiatan menyimak
yang terstruktur, serta dapat digunakan secara fleksibel (di dalam maupun di luar kelas).
Penelitian Karimah & Suprayitno (2025) juga menemukan bahwa LKPD berbasis budaya lokal
mampu menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pelestarian budaya lokal, meningkatkan
keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta mendorong terbentuknya kemampuan
berpikir kritis dan reflektif.
Lebih lanjut, guru menekankan bahwa LKPD ini efektif dalam meningkatkan kemampuan
menyimak siswa serta menumbuhkan rasa cinta dan pengenalan budaya lokal Bali. Aspek ini
menjadi kebaruan (novelty) penelitian, karena belum banyak LKPD Bahasa Indonesia di tingkat
SD yang secara eksplisit mengintegrasikan cerita rakyat lokal sebagai muatan utama dalam
pembelajaran menyimak. Penelitian Saenab dkk. (2025) juga membuktikan bahwa integrasi
LKPD berbasis kearifan lokal melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT)
efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, dengan peningkatan signifikan
dari kategori rendah (skor 7,63) menjadi tinggi (skor 16,53) setelah penerapan. Dengan
demikian, meskipun tidak mencapai 100%, capaian 91% pada kepraktisan oleh guru tetap
menegaskan bahwa LKPD ini sangat praktis dan layak digunakan secara luas dalam
pembelajaran menyimak di kelas II SD berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, angket kepraktisan siswa diisi oleh 26 responden, yang merupakan siswa
kelas II SDN Kandangan III. Angket respon terdiri dari 15 butir soal dengan skala Guttman
(1=Ya, 0=Tidak). Angket kepraktisan ini terdiri dari 5 aspek, yaitu pemahaman/keterbacaan
(butir 1-4), kemenarikan (butir 5-7), desain (butir 8-9), kemudahan penggunaan (butir 10-12),
dan kemanfaatan LKPD (butir 13-15).
Tabel 3. Hasil Kepraktisan Siswa
Aspek
Jumlah
butir
Skor
maksimal
Skor
perolehan
Persentase
pemahaman/keterbacaan
4
104
87
84%
kemenarikan
3
78
72
92%
desain
2
52
50
96%
kemudahan penggunaan
3
78
58
74%
kemanfaatan LKPD
3
78
70
90%
Total
15
390
337
86%
Hasil pada Tabel 3 menunjukkan bahwa siswa memberikan skor pada setiap aspek dengan
jawaban iya=1 dan tidak=0. Pada aspek pemahaman/keterbacaan diperoleh persentase 84%,
aspek kemenarikan 92%, desain 96%. kemudahan penggunaan 74%, dan kemanfaatan LKPD
90%. Dari kelima aspek tersebut, diperoleh persentase keseluruhan sebesar 86%. Berdasarkan
tabel kriteria menurut Riduwan dalam Pattimura dkk. 2020, hal ini mengindikasikan bahwa
LKPD dinilai pada sebagian aspek sangat praktis dan sangat baik untuk digunakan. Namun,
terdapat aspek yang memerlukan perhatian atau revisi ulang, yaitu aspek kemudahan
penggunaan. Mandela dkk. (2024) mengungkapkan bahwa keragaman karakter siswa
merupakan tantangan terberat guru. Hal ini tercermin dalam temuan penelitian ini, di mana
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
22
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
aspek kemudahan penggunaan LKPD hanya memperoleh 74%, mengindikasikan perlunya
perhatian lebih pada keragaman kemampuan siswa.
Temuan tersebut sejalan dengan Utariadi dkk. (2021) yang mengembangkan LKPD dengan
menggunakan pendekatan saintifik, dengan tingkat kepraktisan tinggi sebesar 61,04 dalam
kategori sangat praktis. Selanjutnya berdasarkan penelitian (Widiyanti & Fitrotun Nisa, 2021)
mengembangkan e-LKPD memperoleh respon kepraktisan sebesar 81,1% dengan skala kecil
dan 82,3% dengan uji coba skala besar. Temuan lain penelitian dari (N.F. et al., 2022)
mengembangkan LKPD interaktif dengan model ADDIE memperoleh hasil angket respon siswa
rata-rata sebesar 93% dengan kategori sangat praktis.
Berdasarkan hasil kepraktisan siswa. LKPD yang dikembangkan memuat beberapa aspek
penilaian. Pada aspek pemahaman/keterbacaan, diperoleh persentase sebesar 84% yang berada
pada kategori sangat praktis. Hasil tersebut, menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam
LKPD memenuhi prinsip keterbacaan yang sederhana, praktis, komunikatif dan sesuai dengan
tingkat perkembangan kognitif siswa di sekolah dasar. Menurut teori perkembangan kognitif,
yang dikembangkan oleh (Piaget 1927) siswa kelas rendah seperti kelas 2 berada pada tahap
operasional konkret, sehingga membutuhkan penyajian materi yang jelas dan kontekstual.
Temuan ini sejalan dengan penelitian (Ningrum dkk., 2024) menyatakan bahwa tingkat
keterbacaan yang baik pada LKPD mempengaruhi signifikasi terhadap kemudahan siswa dalam
memahami materi pembelajaran.
Aspek kemenarikan diperoleh persentase sebesar 92% yang berada pada kategori sangat
praktis, dimana pada LKPD tersebut siswa memiliki daya tarik yang tinggi dalam
mempelajarinya. hal ini didukung dengan adanya tampilan penggunaan ilustrasi, variasi warna,
serta aktivitas menyimak yang kontekstual. Secara teoritis, media pembelajaran yang tepat yaitu
memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, hal dijelaskan pada
penelitian (Husna & Supriyadi, 2023). Dijelaskan pada penelitian (Salam dkk., 2024)
penggunaan media visual atau berbagai gambar dan teknologi terbukti membuat pembelajaran
lebih menarik dan relevan. serta menunjukkan LKPD mampu meningkatkan minat serta
partisipasi aktif siswa.
Pada aspek desain , diperoleh persentase sebesar 96% yang merupakan persentase tertinggi
diantara aspek lainnya. Menunjukkan bahwa LKPD memenuhi prinsip desain pembelajaran
yang baik, meliputi keterpaduan tata letak, keseimbangan elemen visual serta konsistensi format
(Husna & Supriyadi, 2023). Desain yang sistematis dan estetik berperan dalam menciptakan
pengalaman belajar yang mendukung interaksi siswa dengan LKPD. Temuan ini konsisten
dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas desain LKPD berkontribusi
terhadap efektivitas penggunaan dan kenyamanan belajar siswa (Oktavia dkk, 2024).
Aspek kemudahan penggunaan memperoleh persentase sebesar 74% yang merupakan nilai
terendah dibandingkan aspek lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat kendala
dalam memahami petunjuk atau langkah kegiatan dalam LKPD. Menurut prinsip bahan ajar
yang baik, instruksi harus disusun secara sederhana, sistematis, dan mudah dipahami oleh siswa
(Prastowo, 2015). Hasil ini menyatakan bahwa kompleksitas instruksi dapat menghambat
kemandirian siswa dalam belajar.
Sementara itu, aspek kemanfaatan LKPD memperoleh persentase sebesar 90%, yang
menunjukkan bahwa LKPD memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung
pembelajaran, khususnya dalam pengembangan keterampilan menyimak. LKPD berbasis
aktivitas diketahui mampu meningkatkan keterampilan berbahasa dan keterlibatan siswa dalam
proses pembelajaran (Tarigan, 2015). Hal ini juga didukung oleh penelitian yang menyatakan
bahwa penggunaan LKPD dapat membantu siswa dalam memahami materi secara lebih aktif
dan mandiri (Lestari & Yudhanegara, 2017).
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
23
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa LKPD berbasis keterampilan
menyimak memiliki tingkat kepraktisan yang sangat tinggi dan layak digunakan pembelajaran.
Temuan ini memperkuat hasil penelitian (Novalentia, D. dkk, 2025) bahwa LKPD yang
dikembangkan secara sistematis dengan memperhatikan aspek keterbacaan, desain, dan
kemanfaatan akan menghasilkan produk yang efektif dan praktis digunakan. Tingkat
kepraktisan yang tinggi menunjukkan bahwa LKPD mudah digunakan dan mampu mendukung
keterlibatan siswa dalam pembelajaran. pada temuan (Imama dkk., 2025) mengindikasikan
penggunaan LKPD berbasis kearifan lokal berpotensi tidak hany meningkatkan kualitas
pembelajaran, tetapi juga mendukung pembentukan karakter siswa apalagi kelas rendah melalui
pengalaman belajar kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret salah satunya
dengan menyusun pembelajaran yang mendorong kesadaran sosial, serta penguatan pendekatan
berbasis nilai-nilai lokal agar pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pengembangan LKPD berbasis kearifan lokal cerita rakyat
Bali "Kebo Iwa" untuk pembelajaran menyimak siswa kelas II SD, dapat disimpulkan bahwa
produk yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dari segi kevalidan dan kepraktisan.
LKPD dinyatakan sangat valid dengan persentase 92% berdasarkan penilaian ahli materi, serta
sangat praktis menurut penilaian guru (91%) dan siswa (86%). Dengan demikian,
pengembangan LKPD ini terbukti mampu menjawab permasalahan terbatasnya bahan ajar
menyimak yang kontekstual dan terintegrasi dengan budaya lokal untuk siswa kelas rendah.
Penelitian ini berimplikasi bahwa integrasi kearifan lokal melalui cerita rakyat dapat dijadikan
sebagai strategi inovatif dalam menciptakan pembelajaran bermakna sekaligus melestarikan
budaya daerah. Bagi guru, LKPD ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar menyimak
yang terstruktur dan mudah diimplementasikan. Bagi pengembang selanjutnya,
direkomendasikan untuk melakukan uji efektivitas produk guna mengukur dampak LKPD
terhadap peningkatan hasil belajar menyimak siswa, serta memperbaiki aspek kemudahan
penggunaan (74%) yang masih menjadi catatan dari respon siswa. Selain itu, pengembangan
serupa pada cerita rakyat dari daerah lain juga perlu dilakukan untuk memperkaya khasanah
bahan ajar berbasis kearifan lokal di Indonesia.
5. Daftar Pustaka
Amna Emda, Suriana, Mukhlis, & Nafisah Hanim. (2024). Strategi Pembelajaran Berbasis
Kearifan Lokal. Jka, 1(2), 18. https://doi.org/10.26811/mv0p5344
Angka, K., Dassa, A., & Djadir. (2020). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika
dengan Pendekatan Open Ended Berorientasikan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pokok
Bahasan Pembuktian Induksi Matematika Di Kelas XI. Universitas Negeri Makasar.
Dini, L. A. S., Sudirman, A., & Riandi. (2024). The Effect of Anagram Game Towards Students’
Vocabulary Mastery at the Eighth Grade of SMPN 6 Malingping Lebak Banten in the
Academic Year 2023/ 2024. IMEJ Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(1),
143150.
Damayanti, M. I., Sukartiningsih, W., Hendratno, H., Subrata, H., Rukmi, S., & Istiq’faroh, N.
(2023). KELAYAKAN BUKU CERITA ANAK KARYA MAHASISWA PGSD UNESA
UNTUK PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA. JURNAL EDUCATION AND
DEVELOPMENT, 11(2), 432437. https://doi.org/10.37081/ed.v11i2.4664
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
24
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Donumo, M., & Lestari, D. I. (2024). Perencanaan Sarana Prasarana dan Perannya dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan. J Innovations in Multidisciplinary Education Journal,
1(1), 2228.
El Puang, D. M., Soludale, A. M. N., & Maran, M. A. O. (2025). Development of LKPD IPAS
with local culture of Sikka Regency in the lodong me and tung piong traditions for grade IV
elementary school. JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar), 13(1),
154168. https://doi.org/10.22219/jp2sd
Fadilah, S. R., & Effendi, K. N. S. (2023). Analisis Kebutuhan LKPD Interaktif Pada Materi
Aljabar SMP Selama Pembelajaran Daring. Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 8(1),
41.
Husna, K., & Supriyadi, S. (2023). Peranan Manajeman Media Pembelajaran Untuk
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-
ISSN 2745-4584), 4(1), 981990. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.4273
Imama, M. L., Pribadi, P., & Herdiman, H. (2025). Pemikiran Pendidikan Kritis dari Barat ke
Timur: Telaah Teoritis dan Praksis dalam Pendidikan Indonesia. Innovations in
Multidisciplinary Education Journal, 2(2), 5058. https://doi.org/10.61476/b1g4bn19
Istiq’faroh, N., Rabia, S. F., Abidin, Z., Hendratno, H., Wibowo, A. H., & Hoang, M. T. T. (2024).
Local Wisdom-Based Articulate Storyline Application: A New Way to Improve Reading
Literacy for Elementary School Students in the West Papua Region. Journal of Innovation
in Educational and Cultural Research, 5(2), 180187.
https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i2.1114
Istiqomah, E. (2021). Analisis Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Sebagai Bahan Ajar Biologi.
ALVEOLI: Jurnal Pendidikan Biologi, 2(1), 115.
https://doi.org/10.35719/alveoli.v2i1.17
Karimah, I., & Suprayitno. (2025). PENGEMBANGAN LKPD BUDAYA LOKAL TARI
JARAN BODHAG PADA PEMBELAJARAN IPAS MATERI INDONESIAKU KAYA
BUDAYA KELAS IV SD. JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR (JPPGSD), 13(9), 23072219.
Koimah, S. M., Zahra, N. A., & Putri, M. F. J. L. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka di
Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka: Membentuk Generasi Berkarakter dan Kompetitif dalam
Pendidikan Islam. Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(2), 7279.
https://doi.org/10.61476/1xh8b088
Laili, N., & Saputri, I. A. (2024). Pengembangan LKPD Berbasis Whole Language Pada
Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas
2 Di SD Al Alawi Langkat. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan
Budaya, 2(1), 267278. https://doi.org/10.47861/jdan.v2i1.823
Mandela, R. Y., Paturahman, S. H., & Irma, A. (2024). Analisis Kompetensi Pedagogik Guru di
SDN 37 Pekanbaru: Dengan Fokus Pada Tantangan Yang Dihadapi dan Solusi. IMEJ
Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(2), 112119.
Mazura, R. Z. N., Delvia, E., Febrianty, L., & Noviyanti, S. (2025). Hakikat Bahasa, Urutan
Pembelajaran Kelas Rendah SD, dan Hubungannya dengan Penggunaan Bahasa di
Lingkungan Sekolah Dasar: Gambar Lengkap Pembangunan Kemampuan Bahasa Awal.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 27272732.
https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3887
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
25
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Mufidah, I., Widodo, W., & Gunansyah, G. (2025). Implementasi Budaya Nyadran Sebagai
Sumber Belajar Etnopedagogi Di Sekolah Dasar. IMEJ Innovations in Multidisciplinary
Education Journal, 2(1), 814.
Muzdalipah, I., Rustina, R., Patmawati , H., Yulianto, E. (2023). Pengembangan Bahan Ajar
Dengan Menggunakan Geogebra Pada Materi Segitiga dan Segiempat. JurnalTeorema, 8(1),
181-195.
N.F., I. A., Roesminingsih, M. V., & Yani, M. T. (2022). Pengembangan LKPD Interaktif Berbasis
Liveworksheet untuk Meningkatankan Hasil Belajar IPS Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu,
6(5), 81538162. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3762
Ningrum, R. A., Qomaria, N., Hadi, W. P., Ahied, M., & Sutarja, M. C. (2024). Kelayakan E-
Lkpd Berbasis Literasi Sains Materi Getaran Dan Gelombang. Jurnal Natural Science
Educational Research, 7(1), 121128.
Oktavia, L., Fatqurhohman, F., AH, N. I., & Agustina, Lady. (2024). Pengembangan LKPD
Berbasis RME Dengan Pendekatan Etnomatematika Pada Materi Garis dan Sudut. JURNAL
MathEdu (Mathematic Education Journal), 7(2), 97106.
https://doi.org/10.37081/mathedu.v7i2.6251
Nuraini, F., & Fauziah, M. (2025). PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD) BERBASIS BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN
KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SD MUHAMMADIYAH
WIROBRAJAN I YOGYAKARTA. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP UNIVERSITAS
MANDIRI, 11(02).
Pattimura, Maimunah, & Hutapea, N. M. (2020). PENGEMBANGAN PERANGKAT
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH UNTUK MEMFASILITASI PEMAHAMAN MATEMATIS PESERTA
DIDIK. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika.
Putri, A. I., Rohimajaya, N. A., & Munawaroh, T. (2024). The effect of ELSA Speak Application
Towards Students’ Speaking Skill at the Eighth Grade of SMPN 4 Cijaku Lebak-Banten in
the Academic Year 2023/2024. Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(2),
4147. https://doi.org/10.61476/016gj255
Ragil, A., Kartika, A., Rahma Azhara, N., Asia Aswat, N., & Puspita Sari, R. (2025). Pemanfaatan
Media Digital dalam Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Penguatan Etika Sosial di
Kalangan Remaja. IMEJ Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 2(2), 6469.
Ratnawati, Eka. Hendratno. Istiq’faroh, N. (2023). Pemikiran Pendidikan Islam K . H . Ahmad
Dahlan dan. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 1(1), 4350.
Sabrifha, E. (2025). Budaya Organisasi Islami dalam Membentuk Iklim Sekolah yang Kondusif
di Madrasah. Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 2(2), 92100.
https://doi.org/10.61476/gv9x5j06
Saenab, S., Ramadani, I., Yunus, S. R., & Saleh, A. R. (2025). Integrasi LKPD Berbasis Kearifan
Lokal Kajang melalui Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Keterampilan
Berpikir Kritis Peserta didik SMP. Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi,
9(1), 118. https://doi.org/10.33369/diklabio.9.1.1-18
Sari, N. (2020). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Membentuk Karakter Siswa Sekolah
Dasar. Jurnal Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran: JPPP, 1(1), 27.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
26
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Saputri, A. N., & Desstya, A. (2023). Implementasi Pembelajaran IPA Sekolah Dasar Berbasis
Kearifan Lokal di Kabupaten Sragen. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal
Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 7(2), 154165.
https://doi.org/10.30651/else.v7i2.18280
Salam, F. F., Zahra, N. A., & Koimah, S. M. (2024). Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka
Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi School Of Universe. Innovations in
Multidisciplinary Education Journal, 1(2), 104111. https://doi.org/10.61476/573q9f88
Sofiana, E., Veronika Roesminingsih, M., & Sigit Widodo, B. (2021). MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI DINAMIKA KEPENDUDUKAN
DI INDONESIA. Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan,
9.
Sudiana, I. N., Darmayanti, I. A. M., Dewantara, I. P. M., Sukmayasa, I. M. H., & Wati, N. N. K.
(2025). Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Analisis Kepraktisan Pengembangan E-LKPD
Bahasa Indonesia Interaktif Berbasis THK untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan
Pencegahan Bullying Siswa SD di Bali. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(2), 101113.
https://doi.org/10.55115/edukasi.v6i2.344
Tarigan, P. E., & Surip, M. (2025). PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATERI TEKS BERITA BERBANTUAN
LIVEWORKSHEETS KELAS XI Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra). Bahasa dan Sastra),
10(4), 2025.
Trikandi, S., Hikmah, N., & Sintasari, D. P. (2025). Pemanfaatan E-LKPD Berbasis Kearifan
Budaya Lokal pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Lampung Utara. Jurnal
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 10(2).
Tupriya, Puspita, A. M. I., Istiq’faroh, N., & Purwoko, B. (2025). Local Character Values in Remo
Dance Extracurricular Activities: Efforts to Cultivate Cultural Appreciation in Primary
School Students. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(3), 1224
1231. https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i3.1526
Ubaidillah, M. I., Masripah, M., & Holis, A. (2025). Kemampuan Menyimak sebagai Pondasi
Pengembangan Keterampilan Berbahasa Siswa Kelas Rendah pada Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(1), 439448.
https://doi.org/10.53299/jppi.v5i1.1404
Utariadi, Gunamantha, I. M., & Suastika, I. N. (2021). Pengembangan LKPD Berbasis Pendekatan
Saintifik untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah Siswa pada Tema 9 Subtema 1 Muatan Pelajaran
IPA Kelas V. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan Indonesia |, 11(2), 129137.
Widiyanti, T., & Fitrotun Nisa, A. (2021). Pengembangan E-Lkpd Berbasis Pendekatan Saintifik
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Ipa Kelas V Sekolah
Dasar. TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 8(1), 12691283.
https://doi.org/10.30738/trihayu.v8i1.11136
Widodo, A., Indraswati, D., Sutisna, D., Nursaptini, N., & Anar, A. P. (2020). Pendidikan
IPS Menjawab Tantangan Abad 21: Sebuah Kritik Atas Praktik Pembelajaran IPS di
Sekolah Dasar. ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu
Sosial, 2(2), 185198.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 14-27
E-ISSN: 3064-0180
27
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Wijayanti, R. N., & Rozie, F. (2024). Pengembangan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning
Terintegrasi Kearifan Lokal Sumenep Kelas IV Sekolah Dasar. Metodik Didaktik, 19(2),
152-163.
Yusta Purnamaningtyas, D., Widodo, W., & Istiq’faroh, N. (2024). Pelestarian Budaya Lokal:
Peran Bersih Desa Dan Langen Bekso Dalam Menanamkan Cinta Tanah Air Di Desa
Lengkong Kabupaten Nganjuk. Journal of Contemporary Issues in Primary Education
(JCIPE), 2(2), 101107.