I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
28
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Pengembangan LKPD berbasis Tradisi Sambatan
pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD
Faza Achsana Dinina
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Naura Suci Amalia Putri
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60231
1
24010644300@mhs.unesa.ac.id;
2
24010644300@mhs.unesa.ac.id
3
24010644286@mhs.unesa.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik
kelas V sekolah dasar dalam menulis teks laporan hasil observasi serta
keterbatasan bahan ajar yang relevan dengan lingkungan siswa. Tujuan
utama penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD) berbasis kearifan lokal tradisi Sambatan serta menguji tingkat
kevalidan dan kepraktisannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode
yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and
Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development,
Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
lembar validasi ahli materi dan media serta angket respon guru dan siswa,
yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa LKPD berbasis tradisi Sambatan dinyatakan valid
dengan persentase rata-rata 69,4%. Tingkat kepraktisan produk masuk
dalam kategori sangat praktis, dengan rata-rata skor respon siswa sebesar
85,3% dan respon guru mencapai 95,0%. Temuan penelitian mengungkap
bahwa integrasi konten lokal efektif dalam mereduksi beban kognitif siswa
dan meningkatkan motivasi belajar melalui materi yang kontekstual.
Simpulan penelitian menegaskan bahwa LKPD ini layak digunakan sebagai
sarana literasi budaya sekaligus instrumen akademik yang fungsional.
Implikasi penelitian ini menyarankan pentingnya pendampingan intensif
pada tahap awal adaptasi format laporan ilmiah berbasis kearifan lokal untuk
mengoptimalkan pemahaman siswa.
Kata Kunci:
Bahasa Indonesia
Kearifan Lokal
LKPD
Teks Laporan Hasil Observasi
Tradisi Sambatan
ABSTRACT
Keywords:
Indonesian Language
Local Wisdom
Student Worksheet
Observation Report Text
Sambatan Tradition
This research is motivated by the low ability of fifth-grade elementary school
students in writing observation report texts and the limited availability of
teaching materials relevant to the students' environment. The primary objective
of this study is to develop a Student Worksheet (LKPD) based on the local
wisdom of the Sambatan tradition and to test its validity and practicality in
Indonesian language learning. The method employed is Research and
Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development,
Implementation, and Evaluation). Data collection techniques included
validation sheets from material and media experts, as well as teacher and
student response questionnaires, which were then analyzed descriptively. The
results indicated that the Sambatan tradition-based LKPD was declared valid
with an average percentage of 69.4%. The practicality level of the product fell
into the highly practical category, with a student response score of 85.3% and a
teacher response score of 95.0%. The research findings reveal that the
integration of local content is effective in reducing students' cognitive load and
increasing learning motivation through contextual materials. The study
concludes that this LKPD is feasible for use as both a cultural literacy tool and a
functional academic instrument. The implications of this research suggest the
importance of intensive guidance during the initial stages of adapting cultural-
based scientific report formats to optimize student understanding.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
29
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
©2026, Faza Achsana Dinina, Nurul Istiq’faroh, Naura Suci Amalia Putri
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memegang peranan krusial sebagai fondasi
utama dalam pengembangan literasi peserta didik. Keterampilan berbahasa yang meliputi
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis bukan sekadar aktivitas linguistik, melainkan
sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Pada
kurikulum kelas V, salah satu capaian pembelajaran yang esensial adalah kemampuan
menyusun Teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Teks ini melatih peserta didik untuk
melakukan pengamatan objektif terhadap fenomena di sekitarnya dan menuangkannya ke dalam
struktur teks yang terdiri dari definisi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat (Putri et
al., 2021; Asiyah & Oktaviani, 2021). Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya
kesenjangan antara tuntutan kurikulum dengan kemampuan nyata siswa. Rendahnya
kemampuan menulis teks LHO menjadi isu yang persisten dalam pendidikan dasar. Hasil
penelitian Amari et al. (2026) mengonfirmasi bahwa ketuntasan klasikal siswa dalam menulis
teks ilmiah masih jauh dari harapan, di mana siswa cenderung kesulitan mengeksplorasi
deskripsi objek secara mendalam. Masalah ini berakar pada pemahaman struktur yang dangkal
serta keterbatasan kosakata teknis yang sesuai dengan kaidah kebahasaan (Putri et al., 2021).
Kondisi ini diperparah oleh pola pembelajaran yang masih bersifat teoretis-konvensional, di
mana siswa diminta menulis laporan berdasarkan imajinasi atau teks di buku paket, bukan
berdasarkan pengalaman sensorik langsung melalui observasi nyata.
Ketergantungan pada bahan ajar yang kurang variatif dan abstrak menjadi faktor
penghambat efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi berupa Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) yang dirancang secara sistematis. LKPD bukan sekadar kumpulan soal,
melainkan instrumen instruksional yang memandu siswa melalui langkah-langkah penemuan
konsep secara mandiri maupun kolaboratif (Santika et al., 2023; Asmaryadi, 2025). Penggunaan
LKPD yang terstruktur terbukti mampu mereduksi beban kognitif siswa dan meningkatkan
keterlibatan aktif dalam proses konstruksi pengetahuan (Pristiwanti et al., 2024; Cahyani et al.,
2023). Agar LKPD memiliki daya tarik dan kebermaknaan bagi siswa, integrasi kearifan lokal
menjadi strategi yang sangat relevan. Pembelajaran berbasis kearifan lokal (ethnopedagogy)
memungkinkan siswa untuk mengaitkan konsep abstrak dengan realitas sosiokultural di
lingkungan mereka (Anggrayni et al., 2024; Mufidah et al., 2025). Salah satu kearifan lokal yang
sarat akan nilai pendidikan karakter namun mulai terlupakan oleh generasi muda adalah tradisi
Sambatan. Tradisi ini merupakan manifestasi gotong royong dalam masyarakat Jawa, di mana
warga bekerja bersama tanpa pamrih untuk membantu sesama, seperti dalam pembangunan
rumah atau persiapan upacara adat. Integrasi tradisi Sambatan ke dalam LKPD Bahasa Indonesia
memberikan dua keuntungan sekaligus: menyediakan objek observasi yang konkret dan nyata,
serta menginternalisasi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial sejak dini (Ramadhani &
Hendratno, 2024; Lestari & Istiq’faroh, 2024).
Meskipun penelitian mengenai bahan ajar berbasis kearifan lokal telah banyak dilakukan,
terdapat research gap yang perlu diisi. Penelitian sebelumnya oleh Cahyani et al. (2023) lebih
fokus pada kearifan lokal dalam materi sains (Bioteknologi), sementara penelitian Pristiwanti et
al. (2024) berfokus pada motif batik untuk berpikir kritis. Belum ditemukan penelitian yang
secara spesifik mengembangkan LKPD Bahasa Indonesia materi teks LHO dengan mengangkat
tradisi Sambatan sebagai konteks utama bagi siswa kelas V SD. Hal ini penting karena teks LHO
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
30
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
membutuhkan objek pengamatan yang dinamis dan memiliki proses, yang mana tradisi
Sambatan sangat memenuhi kriteria tersebut sebagai objek observasi yang kaya akan detail
aktivitas dan interaksi sosial. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan produk berupa LKPD berbasis tradisi Sambatan yang memenuhi standar
kelayakan secara ilmiah. Melalui model pengembangan yang sistematis, diharapkan produk ini
tidak hanya teruji secara kevalidan melalui penilaian ahli, tetapi juga teruji kepraktisannya
dalam implementasi pembelajaran di kelas. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi
praktis bagi pendidik untuk menciptakan ekosistem pembelajaran bahasa yang lebih efektif,
kontekstual, dan mampu melestarikan budaya lokal di tengah arus digitalisasi (Fitriyeni, 2023;
Yunita Herlianti et al., 2025; Laili & Mulyati, 2024). Kebaruan penelitian ini terletak pada
pengembangan LKPD berbasis tradisi Sambatan sebagai konteks utama dalam pembelajaran
teks laporan hasil observasi di sekolah dasar yang belum banyak dikaji secara spesifik pada
penelitian sebelumnya.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang dikenal sebagai Research and
Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah sistematis, yaitu
Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi (Dick et al., 2021). Langkah
analisis bertujuan untuk menentukan kebutuhan dalam pembelajaran, langkah desain untuk
merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), langkah pengembangan untuk menciptakan
produk, langkah implementasi untuk menguji materi di kelas, serta langkah evaluasi untuk
menilai kelayakan produk. Model ini dipilih karena memberikan struktur yang jelas dan
sistematis dalam menciptakan produk pembelajaran yang efektif melalui proses evaluasi yang
berkelanjutan di masing-masing tahap. Selain itu, pengembangan ini juga mempertimbangkan
strategi guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter dengan menggunakan materi yang sesuai
dengan kurikulum yang berlaku (Ramadhan et al., 2025). Tujuan utama dari pengembangan ini
adalah menghasilkan LKPD berbasis tradisi Sambatan yang layak digunakan dalam materi teks
laporan hasil observasi untuk siswa kelas V di sekolah dasar.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif bertujuan untuk mengukur seberapa valid dan praktis produk tersebut,
sementara data kualitatif berupa masukan deskriptif dari para ahli digunakan untuk melakukan
perbaikan produk. Pilihan metode ini sejalan dengan prinsip-prinsip penelitian pendidikan yang
bertujuan mengeksplorasi potensi kearifan lokal dengan mendalam (Mufidah et al., 2025).
Subjek dalam penelitian ini melibatkan dua validator (ahli materi dan ahli media), satu guru
kelas V, dan 26 siswa kelas V di SDN Mojorangagung Sidoarjo sebagai pengguna untuk
menguji seberapa praktis produk tersebut di lapangan. Pelaksanaan uji coba di lapangan sangat
tergantung pada terciptanya suasana sekolah yang mendukung sehingga implementasi produk
dapat berjalan dengan optimal (Sabrifha, 2025).
Teknik pengumpulan informasi dilaksanakan melalui instrumen lembar validasi dan
kuesioner umpan balik pengguna yang dibentuk menggunakan skala Likert dengan empat
tingkat (Sugiyono, 2023). Pemilihan alat yang tepat sangat penting untuk menilai motivasi serta
respon pembelajaran peserta didik terhadap pendekatan pengajaran yang inovatif (Hidayati &
Setiyaningsih, 2025). Lembar validasi dibuat untuk mendapatkan informasi terkait kelayakan
produk dari sisi konten, presentasi, penggunaan bahasa, dan tata grafik. Sementara itu, kuesioner
umpan balik berfungsi untuk mengevaluasi kemudahan serta daya tarik LKPD saat diterapkan
dalam proses pembelajaran di lingkungan kelas. Informasi yang telah dikumpulkan dianalisis
dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil evaluasi dari para validator dan
responden diproses dalam bentuk persentase, kemudian ditafsirkan berdasar kategori kelayakan
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
31
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
produk. Suatu produk dianggap valid dan praktis apabila mencapai nilai persentase minimum
61% untuk aspek kevalidan dan 81% untuk aspek kepraktisan (Wulandari & Qomaria, 2024).
Prosedur analisis ini dilakukan agar LKPD yang dikembangkan benar-benar memenuhi kriteria
kualitas bahan ajar yang berlandaskan kearifan lokal yang efektif bagi siswa tingkat dasar (Putri
& Subrata, 2024). Hal ini bertujuan supaya produk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi
juga mampu memperkuat identitas serta etika sosial siswa di tengah era globalisasi (Marisa et
al., 2025).
3. Hasil dan Pembahasan
Berikut adalah visualisasi dari LKPD yang dikembangkan:
Gambar 1 dan 2, Tampilan LKPD Berbasis Tradisi Sambatan
LKPD yang dikembangkan disusun berdasarkan tahapan model ADDIE yang meliputi
analysis, design, development, implementation, dan evaluation. LKPD memuat materi teks
laporan hasil observasi yang dikaitkan dengan kearifan lokal tradisi Sambatan. Penyajian materi
dilengkapi dengan gambar, aktivitas pengamatan, serta latihan yang disusun secara sistematis
untuk membantu siswa memahami struktur teks secara bertahap. Penggunaan konteks budaya
lokal dalam LKPD bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan
dekat dengan kehidupan siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa
pembelajaran berbasis budaya lokal mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa
(Mufidah et al., 2025).
Uji Kevalidan Produk
Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk mengukur kelayakan
instrumen sebelum diimplementasikan. Data hasil validasi disajikan pada Tabel 1, berikut ini:
Tabel 1. Hasil Validasi LKPD oleh Ahli
No
Aspek Penilaian
Skor Total
Presentase
1
Kelayakan Isi
14/20
70%
2
Kebahasaan
12/16
75%
3
Penyajian
12/20
60%
4
Kegrafikan
12/16
75%
Rata-rata
50/72
69,4%
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
32
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Uji kepraktisan dilaksanakan untuk menilai seberapa mudah LKPD dapat diterapkan dalam
proses belajar mengajar di kelas. Dari hasil kuesioner siswa, diperoleh rata-rata nilai 3,41
dengan persentase 85,3%. Sementara itu, kuesioner respon guru mencatat skor 38 dari 40 atau
setara dengan 95,0%. Dari sisi statistik, angka ini menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi.
Namun, jika diteliti lebih jauh, ada beberapa poin dengan nilai yang lebih rendah, seperti pada
aspek kejelasan bahasa (82,7%) dan pemahaman materi awal (80,8%). Ini menunjukkan bahwa
meskipun secara keseluruhan sudah praktis, siswa masih memerlukan bimbingan guru yang
lebih intensif untuk beradaptasi dengan format LKPD yang baru.
Uji Kepraktisan
Uji kepraktisan dinilai melalui angket respon siswa (Tabel 2) dan respon guru (Tabel 3),
berikut ini:
Tabel 2. Hasil Angket Respon Siswa terhadap LKPD
Pernyataan
Skor Total
Rata-rata
%
LKPD mudah dipahami
84
3,23
80,8%
Petunjuk penggunaan LKPD mudah diikuti
87
3,35
83,7%
Tugas dalam LKPD mudah dikerjakan
92
3,54
88,5%
Bahasa dalam LKPD jelas dan mudah
dimengerti
86
3,31
82,7%
Materi tentang sambatan dan sedekah bumi
menarik
88
3,38
84,6%
LKPD membantu memahami teks laporan hasil
observasi
89
3,42
85,6%
Gambar dalam LKPD membantu memahami
materi
90
3,46
86,5%
Tampilan LKPD menarik
92
3,54
88,5%
Saya semangat belajar menggunakan LKPD ini
90
3,46
86,5%
LKPD membuat saya lebih aktif dalam belajar
89
3,42
85,6%
Total
887
3,41
85,3%
Hasil survei terhadap siswa pada Tabel 2 menunjukkan tingkat kemudahan mencapai 85,3%
(Sangat Efektif). Penemuan khusus menunjukkan bahwa pernyataan nomor 3 (tugas mudah
dikerjakan) dan nomor 8 (desain menarik) memperoleh persentase tertinggi sebesar 88,5%. Hal
ini menunjukkan bahwa penerapan konteks tradisi Sambatan memudahkan siswa untuk
mengenali objek pengamatan tanpa tekanan kognitif. Selain itu, komponen semangat belajar dan
pentingnya gambar mendapatkan nilai 86,5%, yang menandakan bahwa visualisasi dari tradisi
lokal dapat memicu rasa ingin tahu siswa. Sebaliknya, aspek kemudahan dalam pemahaman
awal (80,8%) menjadi nilai terendah, menandakan bahwa peralihan dari teks biasa ke lembar
kerja berbasis budaya membutuhkan adaptasi pengajaran yang lebih mendalam di awal
pembelajaran. Secara keseluruhan, informasi ini menunjukkan bahwa siswa merasa sangat
terbantu dan termotivasi melalui penggunaan media yang sesuai dengan lingkungan mereka.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
33
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Tabel 3. Hasil Angket Respon Guru terhadap LKPD
No
Pernyataan
Skor
1
LKPD mudah dipahami
4
2
Petunjuk penggunaan LKPD mudah diikuti
4
3
Tugas dalam LKPD mudah dikerjakan
4
4
Bahasa dalam LKPD jelas dan mudah dimengerti
3
5
Materi tentang sambatan dan sedekah bumi menarik
4
6
LKPD membantu memahami teks laporan hasil observasi
4
7
Gambar dalam LKPD membantu memahami materi
4
8
Tampilan LKPD menarik
4
9
Saya semangat belajar menggunakan LKPD ini
3
10
LKPD membuat peserta didik lebih aktif dalam belajar
4
Total
38/40 = 95,0%
Data mengenai kepraktisan dari perspektif guru pada Tabel 3 mencapai angka 95,0%
(Sangat Praktis). Deskripsi mendetail menunjukkan bahwa hampir semua indikator memperoleh
nilai maksimal (skor 4), terutama pada aspek efektivitas dalam membantu pemahaman teks LHO
serta peningkatan keterlibatan siswa. Guru berpendapat bahwa materi tradisi Sambatan
merupakan dorongan yang sangat baik untuk memicu diskusi di kelas. Namun ada catatan kecil
pada aspek kejelasan bahasa dan motivasi siswa dalam belajar (skor 3), di mana guru merasa
beberapa istilah teknis dalam laporan masih memerlukan penjelasan verbal agar tulisan siswa
lebih sesuai dengan kaidah. Skor total 95% ini menunjukkan bahwa LKPD ini tidak hanya
menarik bagi siswa, tetapi juga sangat berguna bagi pengajar dalam mencapai tujuan
pembelajaran Kurikulum Merdeka yang berbasis konteks. Materi Teks LHO di kelas V SD
seringkali terkendala oleh kurangnya objek pengamatan yang jelas untuk siswa. Pengembangan
LKPD yang berbasis Sambatan ini muncul sebagai jawaban atas masalah rendahnya
kemampuan eksplorasi siswa terhadap teks ilmiah. Penulis melihat bahwa angka validitas 69,4%
pada Tabel 1 menunjukkan bahwa proses pengilmiahan budaya merupakan tantangan yang
valid. Ini sejalan dengan konsep profesionalisme pengajaran yang dibahas oleh Istiq'faroh
(2022), yang menekankan bahwa instrumen pembelajaran yang terstruktur dengan baik dan
telah divalidasi secara memadai adalah syarat mutlak untuk membangun ekosistem belajar yang
efektif dan mendukung pengembangan keterampilan dasar pengajaran.
Berdasarkan informasi tentang praktik siswa (85,3%), terlihat dengan jelas bahwa konten
lokal lebih menarik dibandingkan dengan konten dari buku teks umum. Penemuan ini
mendukung teori yang diungkapkan oleh Istiq’faroh et al. (2024) yang menyatakan bahwa
menggabungkan nilai-nilai lokal dalam media pembelajaran dapat secara signifikan
meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis siswa di tingkat sekolah dasar. Melalui tradisi
Sambatan, siswa menyadari bahwa menulis laporan bukan sekadar memenuhi kewajiban,
melainkan sebuah cara untuk mendokumentasikan kearifan sosial yang mereka warisi dari
generasi ke generasi. Skor kepraktisan bagi guru yang mencapai 95,0% menunjukkan bahwa
LKPD ini efektif dalam menyederhanakan alur informasi. Berdasarkan pandangan Setiawan,
Istiq’faroh, dkk. (2023), inovasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia perlu memperhatikan
teori pembelajaran sibernetika, yaitu pengelolaan informasi agar siswa dapat dengan mudah
menyerapnya. LKPD ini beroperasi dengan prinsip sibernetik dengan mengubah kegiatan
Sambatan yang interaktif menjadi poin observasi yang terorganisir, sehingga memudahkan para
guru dalam memfokuskan perhatian peserta didik.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
34
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Meskipun disuguhkan dalam format tercetak, filosofi pengembangan LKPD ini mendukung
kemampuan siswa dalam multiliterasi. Seperti yang dijelaskan oleh Istiq’faroh et al. (2026),
penerapan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kearifan lokal terbukti berhasil
meningkatkan multiliterasi karena siswa dapat mengaitkan teks dengan pemahaman sosial yang
mereka miliki. Gambar yang divisualisasikan dalam LKPD (dengan skor 86,5% pada Tabel 2)
membantu siswa beralih dari pemahaman visual ke kompetensi linguistik yang lebih rumit.
Secara kritis, penulis menilai bahwa tingginya angka kepraktisan (85,3% - 95%) jika
dibandingkan dengan validasi awal (69,4%) menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan di
dunia pendidikan akan materi ajar yang relevan. Baik guru maupun siswa cenderung
memberikan nilai tinggi pada inovasi yang mencerminkan identitas mereka. Temuan ini sejalan
dengan studi yang dilakukan oleh Istiq'faroh & Sholikhah (2021) yang menegaskan bahwa
bahan ajar yang berfokus pada literasi budaya serta kewarganegaraan sangat penting untuk
menjadikan landasan karakter siswa dalam memahami peran sosial mereka sekaligus mencapai
tujuan akademis. Sebagai ringkasan, penggabungan data dari ketiga tabel menunjukkan bahwa
LKPD yang berlandaskan Sambatan merupakan alat yang sahih dan sangat fungsional.
Walaupun ada sedikit catatan mengenai kejelasan bahasa (82,7% pada Tabel 2), hal ini adalah
bagian dari proses penyesuaian siswa terhadap format laporan ilmiah. Dukungan teori dari
penelitian Dr. Nurul Istiq'faroh memastikan bahwa langkah-langkah pengembangan ini efektif
dalam menghadapi tantangan pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan, inklusif, dan
berfokus pada pelestarian budaya bangsa.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis tradisi Sambatan pada materi Teks Laporan Hasil
Observasi (LHO) kelas V sekolah dasar telah memenuhi kriteria kelayakan. Pertama, dari aspek
kevalidan, produk dinyatakan Valid dengan rata-rata persentase sebesar 69,4% berdasarkan
penilaian ahli materi dan media terhadap aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan.
Kedua, dari aspek kepraktisan, produk dikategorikan Sangat Praktis dengan rata-rata respon
siswa sebesar 85,3% dan respon guru sebesar 95,0%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
integrasi tradisi Sambatan efektif dalam mereduksi beban kognitif siswa karena objek observasi
bersifat konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, penggunaan LKPD
ini mampu meningkatkan motivasi serta keaktifan siswa melalui visualisasi budaya lokal yang
menarik. Implementasi produk ini mendukung penguatan multiliterasi dan literasi budaya di
tingkat sekolah dasar. Sebagai rekomendasi, pendidik dapat menggunakan LKPD ini sebagai
alternatif bahan ajar kontekstual, dan peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan uji
efektivitas dalam skala yang lebih luas untuk melihat dampak signifikan terhadap hasil belajar
siswa secara kognitif. LKPD ini dapat dijadikan alternatif bahan ajar kontekstual yang tidak
hanya mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga menanamkan nilai kearifan lokal
kepada peserta didik.
5. Daftar Pustaka
Amari, A., Ibrahim, I., & Halu Oleo, U. (2026). Analisis kemampuan menulis teks laporan hasil
observasi siswa kelas VIII SMP. Jurnal BASTRA (Bahasa dan Sastra), 11(1).
https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/index
Anggrayni, M., Khairita, M. N., & Riski, F. A. (2024). Pengembangan E-LKPD berbasis kearifan
lokal mata pelajaran IPAS bab 5 kelas IV SDN 02 Sungai Rumbai. Jurnal Inovasi
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
35
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI), 5(2), 444452.
https://doi.org/10.52060/jipti.v5i2.2304
Asmaryadi. (2025). The effectiveness of interactive worksheets in improving student learning
outcomes. JINEA: Journal of Innovation in Education and Learning, 1(1), 1-8.
Asiyah, S., & Oktaviani, D. (2021). Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas
VII-5 SMPN 14 Kota Bengkulu. Jurnal Lateralisasi, 9(2).
http://jurnal.umb.ac.id/index.php/lateralisasi
Cahyani, G., Enawaty, E., Erlina, E., Muharini, R., & Ulfah, M. (2023). Pengembangan Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal pada materi bioteknologi di SMPN 1
Jagoi Babang. Jurnal Basicedu, 7(5), 30043017.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i5.6095
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2021). The systematic design of instruction (9th ed.). Pearson.
Eliza, E., Ilham, A., Ma, A., & Filahanasari, D. E. (2025). Pengembangan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal pembelajaran IPAS materi Indonesiaku kaya budaya
di kelas IV SDN 06 Sitiung. Journal Binagogik, 12(2), 235245.
Faiz, R. M. E., Widodo, W., & Gunansyah, G. (2025). Warisan leluhur dalam tetesan gula:
Etnografi ekonomi gula aren di Dusun Balibak, Bawean. IMEJ: Innovations in
Multidisciplinary Education Journal, 2(1), 3140.
Fitriyeni, F. (2023). Pengembangan LKPD digital berbasis etnosains Melayu Riau pada muatan
IPA sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(1), 441451.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4399
Hidayati, I. S., & Setiyaningsih, E. (2025). Pengaruh pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) terhadap motivasi belajar siswa MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur.
IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 2(1), 4148.
Imama, M. L., Pribadi, P., & Herdiman, H. (2025). Pemikiran pendidikan kritis dari Barat ke
Timur: Telaah teoritis dan praksis dalam pendidikan Indonesia. IMEJ: Innovations in
Multidisciplinary Education Journal, 2(2), 5058.
Istiq’faroh, N. (2022). The profile of students’ basic teaching skills through blended learning in
microteaching courses during Covid-19 pandemic. Jurnal Basicedu, 6(2), 25862596.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2420
Istiq’faroh, N., Hendratno, H., Veruna Enun Kharisma, N., Susetyo Rukmi, A., Rusanti, M., Aini,
N., & Hadi Wibowo, A. (2026). Effectiveness of personalized learning model using digital
flipbooks with Sidoarjo local wisdom to improve multiliteracy of elementary school students
in the digital era. IJORER: International Journal of Recent Educational Research, 7(1),
475487. https://doi.org/10.46245/ijorer.v7i1.1099
Istiq’faroh, N., Rabia, S. F., Abidin, Z., Hendratno, H., Wibowo, A. H., & Hoang, M. T. T. (2024).
Local wisdom-based articulate storyline application: A new way to improve reading literacy
for elementary school students in the West Papua region. Journal of Innovation in
Educational and Cultural Research, 5(2), 180187.
https://doi.org/10.46843/jiecr.v5i2.1114
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
36
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Kurniawan, D., & Subrata, H. (2024). Pengembangan LKPD berbasis observasi lingkungan untuk
meningkatkan kemampuan menulis laporan. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary
Education Journal, 1(2), 150165.
Laili, T. S., & Mulyati, Y. (2024). Pembelajaran integratif dalam pendidikan bahasa Indonesia:
Sebuah tinjauan literatur sistematis. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan
Pengajarannya, 7(4), 603612. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i4.1012
Lestari, W. D., & Istiq’faroh, N. (2024). Implementation of character education through local
wisdom in primary education. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal,
1(1), 8598. https://journal.unusida.ac.id/index.php/imej
Mufidah, I., Widodo, W., & Gunansyah, G. (2025). Implementasi budaya nyadran sebagai sumber
belajar etnopedagogi di sekolah dasar. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education
Journal, 2(1), 814. https://doi.org/10.61476/3jfq1f33
Muslim, M. A., Widodo, W., & Gunansyah, G. (2025). Pengaruh Think Talk Write berbantuan
teori Jerome Bruner terhadap literasi sains siswa SD. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary
Education Journal, 2(1), 1530.
Pristiwanti, D., Hendrayana, A., & Nulhakin, L. (2024). Pengembangan E-LKPD berbasis
kearifan lokal motif batik kota Serang dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
sekolah dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(3), 18501856.
https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i3.1352
Putra, R. D., & Hendratno. (2024). Inovasi media pembelajaran bahasa Indonesia melalui
pendekatan kontekstual. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(1),
4155.
Putri, A. L., Yulistio, D., & Utomo, P. (2021). Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi
pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma. Jurnal Ilmiah KORPUS, 5(1), 4551.
https://doi.org/10.33369/jik.v5i1.13449
Putri, A. S. A., & Subrata, H. (2024). Analisis kelayakan bahan ajar berbasis kearifan lokal untuk
siswa sekolah dasar. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(1), 115.
https://journal.unusida.ac.id/index.php/imej
Putri, M. F. J. L., Rahman, A., Rahmawati, E., Ningsih, I. F., & Hidayat, W. (2024). Bela negara
sebagai implementasi nilai pancasila bagi generasi muda. IMEJ: Innovations in
Multidisciplinary Education Journal, 1(1), 1521.
Ragil, A., Kartika, A., Azhara, N. R., Aswat, N. A., & Sari, R. P. (2025). Pemanfaatan media
digital dalam pendidikan kewarganegaraan untuk penguatan etika sosial di kalangan remaja.
IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 2(2), 6469.
Ramadhani, F., & Hendratno. (2024). Internalization of gotong royong values in elementary
school Indonesian language materials. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education
Journal, 1(2), 120134.
Santika, Y., Kurniaman, O., Munjiatun, M., & Zufriady, Z. (2023). Development of students
worksheets based on local wisdom of the Kampar community for social studies learning of
elementary school. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 15(3), 32273238.
https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i3.3146
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 28-37
E-ISSN: 3064-0180
37
Salsabila Risqi Aulia et.al (Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan….)
Sari, M. P., & Subrata, H. (2024). The effectiveness of using student worksheets (LKPD) based
on local culture in elementary schools. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education
Journal, 1(1), 7082. https://journal.unusida.ac.id/index.php/imej
Setiawan, R., et al. (2023). Jurnal kajian pendidikan dan hasil penelitian. Jurnal Review
Pendidikan Dasar, 9(2). http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD
Sugiyono. (2023). Metode penelitian pendidikan (Kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D dan
penelitian pendidikan). Alfabeta.
Susanti, E., & Istiq’faroh, N. (2024). Practicality analysis of contextual learning module in
elementary school. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(2), 168
180.
Wulandari, A. Y. R., & Qomaria, N. (2024). Analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis dengan
SPSS. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Wulandari, S. (2024). Integrasi literasi budaya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas
tinggi sekolah dasar. IMEJ: Innovations in Multidisciplinary Education Journal, 1(1), 135
148. https://journal.unusida.ac.id/index.php/imej
Yunita Herlianti, N., Istiq, N., & Subrata, H. (2025). Pengaruh media blooket berbasis gamifikasi
terhadap penguasaan kosakata bahasa Indonesia siswa bilingual sekolah dasar. Jurnal
Pendidikan, 13(11), 31013115.