I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
38
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Keefektifan Media Canva Materi Mitigasi Bencana
Kekeringan Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Inggrid Imania Hidayat
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Afrizal Hadi Syahputra
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Rektorat Unesa Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Jawa Timur, 60231
1
24010644084@mhs.unesa.ac.id
2
nurulistiq’faroh@unesa.ac.id;
3
24010644087@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sekolah
dasar terhadap materi mitigasi bencana kekeringan serta masih terbatasnya
penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan media digital berbasis
Canva dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi mitigasi bencana
kekeringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe one-group pretest-
posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar dengan jumlah
23 siswa. Instrumen penelitian berupa tes objektif sebanyak 15 butir soal
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi uji
normalitas, uji paired sample t-test, serta perhitungan N-Gain untuk
mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa data berdistribusi normal dan terdapat perbedaan yang signifikan
antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi < 0,05. Selain itu,
hasil uji N-Gain memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,8013 dengan kategori
tinggi, yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan
setelah penggunaan media digital berbasis Canva. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa media digital berbasis Canva efektif digunakan dalam
pembelajaran mitigasi bencana kekeringan di sekolah dasar karena mampu
meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan hasil belajar siswa secara
optimal.
Canva
Media Digital
Mitigasi Bencana
Pembelajaran IPA
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Canva
Digital Media
Disaster Mitigation
Elementary School
Science Learning
This Study employs a quantitative approach using a quasi-experimental design
with a one-group pretest-posttest model. The subjects of the study were 23
fourth-grade elementary school students. The research instrument consisted of
15 objective test items that had been tested for validity and reliability. Data
analysis techniques included the normality test, paired sample t-test, and N-Gain
calculation to determine the level of improvement in students’ learning
outcomes. The results showed that the data were normally distributed and there
was a significant difference between pretest and posttest scores, with a
significance value of < 0.05. In addition, the N-Gain test result showed an
average score of 0.8013, which falls into the high category, indicating a
significant improvement in learning outcomes after the use of Canva-based
digital media. Thus, it can be concluded that Canva-based digital media is
effective in teaching drought disaster mitigation in elementary schools, as it
enhances students’ understanding, engagement, and learning outcomes
optimally.
©2026, Inggrid Imania Hidayat, Nurul Istiq’faroh, Afrizal Hadi Syahputra
This is an open access article under CC BY-SA license
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
39
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
1. Pendahuluan
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kerentanan yang tinggi
terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan badai tropis,
yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, iklim tropis, serta perubahan iklim global. Kondisi
geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah tropis menyebabkan
perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang meningkatkan potensi terjadinya bencana alam. Oleh
karena itu, mitigasi bencana menjadi aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini melalui
pendidikan formal, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Edukasi mitigasi bencana pada
siswa sekolah dasar bertujuan untuk membentuk pengetahuan, sikap, serta kesiapsiagaan
terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar (Fauzi & Rahman, 2021; Vieira & Tenreiro-
Vieira, 2021). Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiyono (2019) yang menyatakan bahwa
pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang mampu mengaitkan materi pembelajaran
dengan konteks kehidupan nyata peserta didik. Selain itu, Trianto (2010) juga menegaskan
bahwa pembelajaran yang bermakna terjadi ketika siswa terlibat aktif dalam proses
menemukan dan memahami pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dengan demikian,
integrasi materi mitigasi bencana dalam pembelajaran di sekolah dasar perlu dilakukan melalui
pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman, sehingga siswa tidak hanya memahami
konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana tersebut adalah Kota Surabaya.
Meskipun merupakan wilayah perkotaan, beberapa daerah di Surabaya masih berpotensi
mengalami kekeringan pada musim kemarau akibat keterbatasan sumber air dan perubahan
lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa perlu memiliki pemahaman yang baik
mengenai mitigasi bencana kekeringan sebagai bagian dari literasi lingkungan sejak dini.
Namun, proses pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung menggunakan metode
konvensional yang berpusat pada guru, sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih
rendah. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap materi,
termasuk materi mitigasi bencana. Seiring dengan adanya perkembangan teknologi,
penggunaan media pembelajaran digital menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran. Media digital mampu menyajikan informasi secara visual, interaktif,
dan menarik sehingga dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam proses
pembelajaran (Hidayati & Kusuma, 2022; Widodo & Susanti, 2022).
Media sebagai alat bantu belajar mengajar berkembang seiring dengan kemajuan
teknologi. Variasi dan jenis media pun cukup melimpah, sehingga bisa dimanfaatkan sesuai
dengan kebutuhan, antara lain melihat situasi dan kondisi, waktu, keuangan, serta materi yang
akan diajarkan (Cecep & Bambang, 2011).Salah satu platform yang dapat digunakan dalam
pengembangan media pembelajaran digital adalah Canva. Canva merupakan aplikasi desain
grafis yang menyediakan berbagai fitur untuk membuat media pembelajaran seperti presentasi
interaktif, infografis, dan bahan ajar visual lainnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan
bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Canva dapat meningkatkan minat belajar dan
mempermudah pemahaman siswa karena penyajiannya yang menarik dan komunikatif (Utami
& Wibowo, 2023; Pratiwi & Setiawan, 2022).
Meskipun demikian, hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian mengenai penggunaan
media digital dalam pembelajaran mitigasi bencana pada jenjang sekolah dasar masih terbatas.
Sebagian besar penelitian lebih berfokus pada peningkatan hasil belajar secara umum tanpa
mengaitkannya dengan konteks mitigasi bencana (Septiana & Hidayat, 2020; Yuliana &
Hartono, 2022). Selain itu, belum banyak penelitian yang secara khusus mengkaji keefektifan
media berbasis Canva dalam pembelajaran mitigasi bencana kekeringan pada siswa sekolah
dasar. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut.
Kebaruan (novelty) dalam penelitian ini terletak pada penggunaan media digital berbasis
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
40
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Canva yang dikembangkan secara interaktif untuk pembelajaran mitigasi bencana kekeringan
pada siswa sekolah dasar. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi,
tetapi juga dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa melalui tampilan visual dan
aktivitas interaktif dalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui keefektifan media digital berbasis Canva dalam meningkatkan
pemahaman siswa sekolah dasar terhadap materi mitigasi bencana kekeringan. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran inovatif
yang relevan dengan kebutuhan siswa serta menjadi referensi bagi guru dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran, khususnya dalam edukasi mitigasi bencana sejak dini (Utami &
Wibowo, 2023; Widodo & Susanti, 2022).
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu
(quasi-experimental) tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Desain ini dilakukan dengan
memberikan tes awal (pretest) sebelum perlakuan dan tes akhir (posttest) setelah perlakuan
untuk mengetahui efektivitas suatu media pembelajaran (Sugiyono, 2020; Creswell, 2017).
Selain itu, desain eksperimen semu dinilai tepat digunakan dalam penelitian pendidikan karena
mampu mengukur perubahan hasil belajar secara langsung melalui perbandingan kondisi
sebelum dan sesudah perlakuan (Fraenkel & Wallen, 2009; Arikunto, 2018). Dengan
demikian, desain ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang jelas mengenai
pengaruh penggunaan media digital berbasis Canva terhadap pemahaman siswa. Data yang
digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh langsung dari subjek
penelitian, yaitu siswa kelas IV sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar
objektif sebanyak 15 butir soal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Instrumen yang
baik harus memenuhi kriteria valid dan reliabel agar mampu mengukur kemampuan siswa
secara tepat (Arikunto, 2018; Sudijono, 2015). Selain itu, penggunaan tes objektif dinilai
efektif dalam mengukur ranah kognitif siswa secara sistematis dan terstruktur (Sudjana, 2016;
Gronlund, 2009). Tes ini digunakan untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi
mitigasi bencana kekeringan sebelum dan sesudah penggunaan media digital berbasis Canva,
serta didukung oleh teknik observasi untuk memperkuat data penelitian.
Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan statistik. Tahap pertama adalah
uji normalitas untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal sebagai syarat penggunaan
uji parametrik (Ghozali, 2018; Field, 2013). Tahap kedua adalah uji hipotesis menggunakan
Paired Sample T-Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk mengetahui perbedaan
yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (Sugiyono, 2020; Santoso, 2014). Selain itu,
untuk mengukur tingkat peningkatan hasil belajar siswa secara lebih akurat, digunakan analisis
N-Gain Score (Hake, 1999; Meltzer, 2002). Hasil analisis ini digunakan untuk menentukan
kategori peningkatan hasil belajar siswa serta memberikan gambaran objektif mengenai
efektivitas penggunaan media digital berbasis Canva dalam pembelajaran.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil Media Produk Media Digital Berbasis Canva Materi Mitigasi Bencana Kekeringan
Untuk Siswa Di Sekolah Dasar
Proses pembelajaran merupakan sebuah proses komunikasi antara guru dengan siswa
melalui bahasa verbal sebagai media primer dalam penyampaian materi pelajaran (Wina
Sanjaya, 2011:2). Pembelajaran mitigasi bencana di sekolah dasar memerlukan media yang
mampu menyajikan informasi secara konkret dan menarik agar mudah dipahami oleh siswa.
Hal ini penting karena materi mitigasi bencana, khususnya kekeringan, bersifat abstrak dan
membutuhkan visualisasi agar siswa dapat membangun pemahaman yang tepat. Menurut
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
41
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Arsyad (2021) dan Richard E. Mayer, penggunaan media pembelajaran berbasis visual dan
multimedia dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih efektif dibandingkan
dengan pembelajaran berbasis teks. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa
kelas IV sekolah dasar, ditemukan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah
penggunaan media digital berbasis Canva. Pada tahap awal (pretest), sebagian besar siswa
masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yang menunjukkan bahwa
pemahaman awal siswa terhadap materi mitigasi bencana kekeringan masih rendah. Kondisi
ini disebabkan oleh pembelajaran yang sebelumnya cenderung menggunakan metode
konvensional dengan sumber belajar terbatas sehingga siswa kesulitan memahami materi
secara mendalam. Setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan media digital berbasis
Canva, terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan pada hampir seluruh siswa. Data hasil
pretest dan posttest siswa disajikan pada Tabel 1, berikut ini:
Table 1. Hasil Tabel Test Of Normality
Kolmogrov- Smirnov Shapiro - Wilk
Statistic
statistic
df sig
Pretest
,165 23 ,107 ,960 23 ,469
Posttest
,174 23 ,129 ,933 23 ,129
Berdasarkan Tabel 1, hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan
Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal. Hal ini dapat
dilihat dari nilai signifikansi pada uji Kolmogorov-Smirnov untuk pretest sebesar 0,107 dan
posttest sebesar 0,129, serta pada uji Shapiro-Wilk untuk pretest sebesar 0,469 dan posttest
sebesar 0,129. Seluruh nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas. Dengan terpenuhinya asumsi normalitas,
maka analisis dapat dilanjutkan ke uji statistik parametrik untuk mengetahui perbedaan antara
hasil pretest dan posttest. Secara deskriptif, nilai posttest siswa menunjukkan adanya
peningkatan dibandingkan nilai pretest. Hampir seluruh siswa mengalami kenaikan skor, yang
mengindikasikan bahwa penggunaan media digital berbasis Canva mampu membantu siswa
memahami materi mitigasi bencana kekeringan secara lebih konkret, sistematis, dan menarik.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Utami dan Wibowo (2023) yang menunjukkan bahwa
media pembelajaran berbasis Canva efektif dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta
hasil belajar siswa karena mampu menyajikan materi secara visual dan interaktif sehingga
memudahkan pemahaman konsep yang bersifat abstrak. Selain itu, Pratiwi dan Setiawan (2022)
juga menyatakan bahwa penggunaan media visual berbasis Canva dapat meningkatkan
partisipasi siswa serta membantu mereka mengonstruksi pengetahuan secara lebih bermakna
melalui integrasi teks, gambar, dan elemen interaktif dalam satu platform pembelajaran.
Peningkatan hasil belajar ini juga didukung oleh hasil analisis statistik yang menunjukkan
adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Secara pedagogis,
temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis visual dan interaktif dapat
memfasilitasi proses konstruksi pengetahuan siswa secara lebih optimal. Canva sebagai media
pembelajaran mampu mengintegrasikan teks, gambar, warna, dan elemen visual lainnya
sehingga dapat meningkatkan perhatian serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Utami dan Wibowo (2023) yang menyatakan bahwa
penggunaan media pembelajaran berbasis Canva dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara
signifikan karena mampu menyajikan materi secara visual dan komunikatif. Selain itu, penelitian
Pratiwi dan Setiawan (2022) juga menunjukkan bahwa Canva efektif dalam meningkatkan
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
42
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
pemahaman konsep serta literasi digital siswa sekolah dasar melalui tampilan yang interaktif dan
mudah diakses. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan
sesudah penggunaan media digital berbasis Canva, dilakukan uji hipotesis menggunakan Paired
Sample T-Test. Hasil uji tersebut disajikan pada Tabel’ 2.
Table 2. Tabel Hasil Paired Samples Test
Paired Samples Test
Paired Differences t df
sig.(2- tailed)
Mean
Std.
Definiti
on
Std.Error
95%Confidence
Interval of the
Difference
Lower upper
Pair 1
pretest -
posttest
-32,47826
14,08374 2,93666 -38,56853 -26,38799 -11,060 22 <,001
Berdasarkan hasil uji Paired Sample t-Test, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) <
0,05 baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang diterapkan mampu memberikan
dampak positif terhadap pemahaman siswa, baik dari segi rata-rata nilai maupun kemampuan
dalam menguasai materi. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana yang menyatakan bahwa nilai
signifikansi di bawah 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Selain itu, Arikunto dan
Sugiyono juga menegaskan bahwa hasil yang signifikan dalam uji statistik menunjukkan adanya
pengaruh perlakuan yang diberikan secara sistematis, bukan terjadi secara kebetulan.
Table 3. Tabel Hasil Uji N- Gain
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
N- Gain
23 ,47 1.00 ,8013 ,17149
N- Gain Persen
Valid N (listwise)
23 46,67 100,00 80,1346 17,14918
Berdasarkan Tabel 3 hasil uji N-Gain, diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 0,8013
atau 80,13% dengan jumlah sampel 23 siswa. Nilai tersebut berada pada kategori tinggi, yang
menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa setelah perlakuan tergolong sangat baik.
Selain itu, nilai minimum sebesar 0,47 dan maksimum mencapai 1,00 menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis canva yang diterapkan memiliki tingkat efektivitas
yang tinggi dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
43
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Efektivitas Multimedia Interaktif dalam Proses Kognitif
Keberhasilan peningkatan hasil belajar siswa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
penggunaan multimedia interaktif memiliki peran penting dalam proses kognitif peserta didik.
Hasil analisis data pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang
signifikan setelah penggunaan media digital berbasis Canva. Hal ini mengindikasikan bahwa
media yang digunakan mampu membantu siswa dalam memahami materi mitigasi bencana
kekeringan secara lebih optimal. Temuan ini sejalan dengan hasil uji statistik yang menunjukkan
adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan, sehingga dapat disimpulkan
bahwa media yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa (Sugiyono,
2020; Creswell, 2017).
Secara teoretis, keberhasilan tersebut didukung oleh prinsip bahwa siswa belajar lebih baik
ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata-kata dan gambar dibandingkan hanya teks
saja. Canva sebagai media pembelajaran mampu mengintegrasikan teks, gambar, serta elemen
interaktif yang membantu siswa dalam memproses informasi secara lebih efektif. Hal ini sejalan
dengan teori Multimedia Learning yang menyatakan bahwa desain pembelajaran yang
menggabungkan visual dan verbal dapat mengoptimalkan kapasitas memori kerja siswa (Mayer,
2021). Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang menarik secara visual juga dapat
meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa dalam memahami konsep yang bersifat
abstrak (Arsyad, 2021).Lebih lanjut, penggunaan elemen interaktif seperti kuis dan game
edukatif dalam media Canva memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan
bermakna bagi siswa. Pembelajaran yang dikemas secara interaktif dapat meningkatkan
keterlibatan aktif siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Hal ini didukung
oleh penelitian yang menyatakan bahwa media berbasis game edukatif mampu meningkatkan
hasil belajar serta motivasi siswa karena menciptakan suasana belajar yang tidak monoton
(Rahmawati, 2022). Tak hanya itu penelitian oleh Windawati (2021) menunjukkan bahwa media
pembelajaran berbasis game memperoleh validasi tinggi dari ahli materi dan ahli media, yang
menandakan bahwa media interaktif memiliki kualitas yang baik dalam mendukung proses
pembelajaran.
Kebaruan dan Relevansi dengan Kurikulum Merdeka
Table 4. Tabel Produk Media Interaktif Canva
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
44
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital berbasis Canva tidak
hanya efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga memiliki nilai kebaruan dalam
konteks pembelajaran di sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian
materi mitigasi bencana kekeringan dengan media digital interaktif yang dirancang sesuai
karakteristik siswa sekolah dasar. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih
kontekstual dan bermakna karena mengaitkan materi pembelajaran dengan kondisi nyata di
lingkungan sekitar siswa. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran kontekstual yang
menekankan keterkaitan antara materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik (Sugiyono,
2019; Trianto, 2010). Pendidikan memegang peran krusial dalam mengembangkan potensi
intelektual, emosional, dan motorik (Al Anan & Sutriyani, 2023).
Selain itu, penggunaan Canva sebagai media pembelajaran juga mendukung penguatan
literasi digital siswa sejak dini. Di era perkembangan teknologi, kemampuan dalam
memanfaatkan media digital menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta
didik. Media berbasis Canva mampu menyajikan informasi secara visual, interaktif, dan
komunikatif sehingga dapat meningkatkan minat belajar serta keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran. Hal ini didukung oleh penelitian yang menyatakan bahwa media digital dapat
meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran (Pratiwi & Setiawan, 2022;
Utami & Wibowo, 2023).Lebih lanjut, hasil penelitian ini relevan dengan implementasi
Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa serta memberikan
ruang bagi guru untuk berinovasi dalam merancang pembelajaran. Penggunaan media interaktif
berbasis Canva memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih fleksibel, kreatif, dan
menyenangkan, sehingga siswa dapat belajar secara aktif dan mandiri. Hal ini sejalan dengan
konsep Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran bermakna serta pengembangan
kompetensi abad ke-21 pada peserta didik (Fadillah, 2023; Hidayat & Abdillah, 2020). Dengan
demikian, media digital berbasis Canva tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan hasil
belajar siswa, tetapi juga menjadi solusi inovatif yang relevan dengan tuntutan kurikulum saat
ini. Integrasi antara teknologi, materi kontekstual, dan pendekatan pembelajaran yang berpusat
pada siswa menjadikan media ini sebagai alternatif yang efektif dalam mendukung kualitas
pembelajaran di sekolah dasar (Arsyad, 2021; Mayer, 2021).
4. Kesimpulan
Media digital berbasis Canva efektif digunakan dalam pembelajaran mitigasi bencana
kekeringan pada siswa kelas IV sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan
pemahaman siswa secara signifikan setelah penggunaan media tersebut, berdasarkan hasil uji
paired sample t-test (signifikansi < 0,05) serta nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,8013 dalam
kategori tinggi. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan media Canva
dalam meningkatkan pemahaman siswa tercapai. Sebagai rekomendasi, guru diharapkan dapat
mengintegrasikan media digital berbasis Canva dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi
kebencanaan, guna menciptakan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berpusat pada
siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media serupa perlu terus
dilakukan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta memperkuat literasi digital
siswa sejak dini. Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan kelompok kontrol dan cakupan
materi yang lebih luas guna menguji efektivitas secara lebih komprehensif.
5. Daftar Pustaka
Aditya, R., & Hidayat, T. (2022). Digital learning media in elementary education: Opportunities
and challenges. Journal of Educational Technology, 16(2), 112120.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
45
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Aisyah, N., & Lestari, D. (2023). Interactive learning media using Canva to improve student
engagement in primary schools. International Journal of Instructional Technology, 10(1),
4556.
Amruddin, Priyanda, R., Agustina, T. S., Ariantini, N. S., & Rusmayani, N. G. A. L. (2022).
Metode penelitian kuantitatif. Pradina Pustaka.
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2021). Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
Badudu, J. S., & Zain, S. M. (1994). Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan.
Bagus, L. (2002). Kamus filsafat. Jakarta: Gramedia.
Branch, R. M. (2020). Instructional design: The ADDIE approach. New York: Springer.
Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods
approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Fadillah, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jakarta: Ar-Ruzz
Media.
Fauzi, A., & Rahman, M. (2021). Disaster mitigation education in elementary school curriculum.
Journal of Disaster Education, 6(1), 2331.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. Indiana University.
Hamalik, O. (1998). Media pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hendratno, H., Amalia, E., Istiq’faroh, N., Siswanto, B. E., & Mufidah, Z. R. (2025). Pelatihan
literasi digital Canva untuk guru sekolah dasar. Kontribusi: Jurnal Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 222231.
Hidayat, R., & Abdillah. (2020). Ilmu pendidikan: Konsep, teori dan aplikasinya. Medan:
LPPPI.
Jalaludin, & Abdullah. (1997). Filsafat pendidikan. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Naim, N. (2009). Menjadi guru inspiratif: Memberdayakan dan mengubah jalan hidup siswa.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pratiwi, E. T., & Setiawan, A. (2022). Pengembangan media pembelajaran berbasis Canva untuk
meningkatkan literasi digital. Jurnal Inovasi Pendidikan, 6(2), 145158.
Rahma, D. Z., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengembangan media e-flashcard untuk keterampilan
menulis huruf kapital siswa kelas II sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru
Sekolah Dasar (JPPGSD), 13(9), 25222536.
Rahmawati, D. (2022). Efektivitas media game edukasi terhadap hasil belajar IPA siswa sekolah
dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 2234.
Rohani, A., & Ahmad, A. (2006). Pengelolaan pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Sadiman, A. (2007). Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 38-46
E-ISSN: 3064-0180
46
Inggrid Imania Hidayat et.al (Keefektifan Media Canva Materi….)
Sari, L., & Nugroho, Y. (2021). Digital media in elementary education: Opportunities and
challenges. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 98108.
Sayuti, A. S. L., Berliani, M. K., Lestari, S., Saputra, D. D., Amalia, H., Istiq’faroh, N., &
Zahroh, U. A. (2025). Efektivitas media pembelajaran digital LiBeRu dalam membangun
lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Tumoutou Social Science Journal,
2(1), 2741.
Septiana, N., & Hidayat, T. (2020). Disaster mitigation education in schools to improve students’
preparedness. Journal of Disaster Education, 5(1), 3341.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Thoifuri. (2007). Menjadi guru inisiator. Semarang: RaSAIL Media Group.
Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Kencana.
Utami, R., & Wibowo, A. (2023). Canva-based learning media for elementary students. Journal
of Educational Multimedia, 11(2), 144156.
Warsita, B. (2008). Teknologi pembelajaran: Landasan & aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Widyalistyorini, D., Istiq'faroh, N., & Hendratno, H. (2023). Implementasi teori pendidikan Ki
Hajar Dewantara: Tinjauan praktik pembelajaran dan dampaknya pada peningkatan
kualitas pendidikan dasar. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 1(1), 3643.
Windawati, S. (2021). Pengembangan game edukasi berbasis Android untuk meningkatkan hasil
belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 4552.
Yuliwinarti, E. M., Hendratno, & Istiq’faroh, N. (2023). Implementasi pendidikan karakter Ki
Hadjar Dewantara di sekolah dasar kelas awal pada era digital. Journal of Contemporary
Issues in Primary Education, 1(2), 6880.