I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
65
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana
Kebakaran sebagai Upaya Pencegahan Dini Kelas 3
Sekolah Dasar
Lucya Anastasia
a,1*
, Sebastian Valerian P.K
b,2
, Rheno Fadilah Akbar
c,3
Nurul Istiq’faroh
d,4
a,b,c,d
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya 60273, Indonesia
*1
24010644213@mhs.unesa.ac.id;
2
240106442309@mhs.unesa.ac.id;
3
24010644320@mhs.unesa.ac.id
4
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id
*
Lucya Anastasia
a,1
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Bencana kebakaran merupakan ancaman serius yang dapat terjadi kapan saja di
lingkungan manapun, terutama di sekolah, namun peserta didik sekolah dasar
umumnya belum memiliki pemahaman mitigasi yang memadai dan sering
mengalami kepanikan saat situasi darurat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) edukatif berbasis mitigasi
bencana kebakaran sebagai inovasi bahan ajar yang interaktif untuk siswa kelas
III Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and
Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define,
Design, Develop, dan Disseminate. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 20
siswa kelas III UPT SDN 233 Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD
yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase validasi
ahli materi sebesar 94,04% dan validasi ahli media sebesar 77,17%. Selain itu,
tingkat kepraktisan produk berada pada kategori sangat tinggi, dibuktikan
dengan hasil angket respon guru sebesar 96,8% dan respon siswa sebesar 94,8%.
Simpulan dari penelitian ini adalah LKPD berbasis permainan edukatif mitigasi
bencana kebakaran ini valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran.
Produk ini efektif untuk membantu siswa memahami prosedur keselamatan
secara kontekstual melalui pengalaman belajar yang menarik sehingga dapat
meminimalisir risiko bencana sejak dini.
Kata Kunci:
Kebakaran
LKPD Edukatif
Mitigasi Bencana
Pendidikan Dasar
Pengembangan
ABSTRACT
Keywords:
Development
Disaster Mitigation
Educational LKPD
Elementary Education
Fire
Fire disasters pose a serious threat that can occur at any time in the school
environment, yet elementary school students generally lack adequate mitigation
understanding and often experience panic during emergency situations. This
research aims to develop educational Student Worksheets (LKPD) based on fire
disaster mitigation as an interactive teaching material innovation for grade 3
elementary school students. The research method used is Research and Development
(R&D) with the 4D development model consisting of the Define, Design, Develop, and
Disseminate stages. The trial subjects in this study were 20 third-grade students of
UPT SDN 233 Gresik. The results showed that the developed LKPD met the very
feasible criteria with material expert validation percentage of 94.04% and media
expert validation of 77.17%. Furthermore, the practicality level of the product is in
the very high category, evidenced by teacher response questionnaire results of
96.8% and student responses of 94.8%. The conclusion of this study is that the
educational game-based fire disaster mitigation LKPD is valid and very practical for
use in learning. This product is effective in helping students understand safety
procedures contextually through engaging learning experiences, thereby
minimizing disaster risks from an early age.
©2026, Lucya Anastasia, Sebastian Valerian P.K, Rheno Fadilah Akbar, Nurul Istiq’faroh
This is an open access article under CC BY-SA license
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
66
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
1. Pendahuluan
Bencana merupakan kejadian yang tidak dapat diduga atau diprediksi kapan terjadinya,
termasuk di antaranya adalah bencana kebakaran (Irawan et al., 2024). Oleh karena itu,
diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menanggulangi bencana secara
cepat, tepat, dan efektif guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan (Kharisna et al., 2023).
Permasalahan kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan pemukiman dan lahan, tetapi juga
mengancam lingkungan sekolah yang merupakan tempat berkumpulnya ribuan anak setiap
harinya. Kebakaran sendiri merupakan ancaman serius yang dapat terjadi kapan saja dan
menimbulkan dampak mengkhawatirkan, mulai dari kerugian materil hingga dampak psikologis
serta sosial yang mendalam bagi siswa. Kurangnya kesadaran dan pemahaman mengenai bahaya
api, seperti kasus kebakaran akibat anak-anak bermain korek api, menunjukkan bahwa edukasi
mitigasi harus ditanamkan sejak dini untuk membangun kesiapsiagaan dan menekan risiko
bencana (Irawan dkk., 2024).
Peserta didik umumnya belum memahami penanganan bencana kebakaran yang mungkin
terjadi di sekitar mereka, karena belum pernah dilakukan sosialisasi yang memadai di lingkungan
sekolah. Banyak siswa belum tanggap terhadap bencana; seringkali mereka panik, kebingungan,
dan melarikan diri tidak terarah pada saat terjadi bencana karena kurangnya pengetahuan tentang
edukasi mitigasi bencana. Kondisi inilah yang mendorong pentingnya pengembangan sebuah
instrumen pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah dasar, yakni Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis permainan edukatif. Edukasi
bencana di usia dini terbukti tidak hanya meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang prosedur
keselamatan, tetapi juga secara signifikan mengurangi tingkat kepanikan dan cedera saat terjadi
kebakaran.
Urgensi mitigasi bencana kebakaran di tingkat Sekolah Dasar (SD) didasari oleh fakta
bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dan sering menjadi korban karena
keterbatasan pengetahuan serta keterampilan dalam menghadapi situasi darurat (Sa'ban dkk.,
2023). Namun, materi mitigasi yang selama ini disampaikan melalui modul ajar konvensional
dinilai kurang diminati oleh siswa, sehingga mereka sering merasa panik dan bingung saat
bencana terjadi. Sebagai solusinya, diperlukan inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif,
seperti penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikombinasikan dengan strategi
active learning melalui permainan teka-teki dan simulasi. Media yang kreatif dan aplikatif seperti
LKPD berbasis simulasi atau permainan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa
secara signifikan, karena memungkinkan mereka belajar melalui pengalaman langsung (learning
by doing) yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia SD (Setyanugrah & Setyadi,
2017).
Penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran mitigasi bencana telah banyak
dilakukan dan menjadi landasan bagi penelitian ini. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh
Irawan et al. (2024) mengenai edukasi mitigasi bencana kebakaran di sekolah dasar
menunjukkan bahwa penggunaan metode pretest dan posttest pada siswa SD menghasilkan
peningkatan pemahaman yang signifikan tentang mitigasi bencana kebakaran setelah diberikan
edukasi dan simulasi bersama petugas pemadam kebakaran. Kedua, penelitian oleh Kharisna et
al. (2023) menyimpulkan bahwa program peningkatan kesiapsiagaan siswa SD terhadap bencana
gempa bumi dan kebakaran perlu dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan agar
pengetahuan siswa dapat dipertahankan dalam jangka panjang (Kharisna et al., 2023). Ketiga,
studi oleh Amanda et al. (2024) mengenai pengembangan E-LKPD berbasis masalah pada materi
mitigasi bencana menegaskan bahwa pengembangan LKPD elektronik merupakan upaya untuk
menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas, dengan hasil validasi ahli media mencapai
skor 100% dan ahli materi 95%. Dapat ditarik kesimpulan dari penelitian-penelitian tersebut
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
67
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
memberikan landasan kuat bahwa pengembangan LKPD berbasis permainan peran ini
merupakan solusi yang tepat.
Perbedaan penelitian ini dengan peneliti terdahulu terletak pada spesifikasi materi yang
difokuskan pada permainan edukatif interaktif bergambar serta kegiatan simulasi kebakaran
gedung sekolah dengan penyesuaian instruksi yang didesain khusus untuk karakteristik kognitif
siswa kelas 3 SD. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan inovasi baru terhadap variasi model
pembelajaran berbasis permainan. Tujuan dibuatnya LKPD ini untuk menambahkan opsi baru
kepada bahan ajar yang terkesan masih menganut metode konvensional. Tidak hanya itu, melalui
belajar pengalaman langsung dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait mitigasi bencana
kebakaran (Setyanugrah & Setyadi, 2017).
2. Metode
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D)
yang bertujuan menghasilkan produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
mitigasi bencana kebakaran untuk siswa kelas III Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan
adalah model pengembangan 4D , yang terdiri atas empat tahap, yaitu Define (pendefinisian),
Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Data dalam
penelitian ini meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dan
masukan validator, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil penilaian angket validasi dan
respons siswa. Sumber data terdiri atas ahli materi, ahli media, praktisi pendidikan (guru kelas
III SD), dan siswa kelas III SD sebagai subjek uji coba. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui angket validasi untuk mengukur kelayakan produk, angket respons siswa untuk
mengukur kepraktisan. Uji coba dilakukan pada siswa kelas III UPT SDN 233 Gresik yang
berjumlah 20 siswa.
Jumlah subjek ini sesuai dengan pendapat Sadiman pada (Oktaviara & Pahlevi, 2019) yang
mengatakan bahwa sampel lebih dari 20 maka dianggap data yang diperoleh berlebihan, namun
jika sampel kurang dari 10 maka dianggap kurang memenuhi target. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini terdiri atas lembar validasi ahli materi dan ahli media serta lembar uji
kepraktisan yang ditujukan kepada guru dan siswa. Lembar validasi ahli materi digunakan untuk
menilai kelayakan isi produk, yang dilakukan oleh seorang guru dari SD Santo Carolus Surabaya.
Lembar validasi ahli media juga digunakan, yang dilakukan oleh seorang guru dari SD Santo
Carolus Surabaya. Selain itu, lembar uji kepraktisan disusun untuk mengetahui tingkat
kemudahan penggunaan dan keterlaksanaan produk dalam pembelajaran. Seluruh penilaian
dalam instrumen tersebut menggunakan skala Likert dengan rentang skor dalam tabel berikut.
Table 1. Skala Penilaian Validasi dan Angket Respon Siswa
Skor
Kriteria
5
Sangat Baik
4
Baik
3
Sedang
2
Buruk
1
Buruk
Sekali
Sumber : Riduwan dalam (Oktaviara & Pahlevi, 2019)
Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung
persentase skor validasi dan respons siswa berdasarkan skala Likert. Berikut merupakan
pedoman analisis data validasi oleh ahli materi serta ahli media.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
68
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
Gambar 1. Analisis Data Validasi Ahli Materi dan Ahli Media
Sumber : Riduwan dalam (Oktaviara & Pahlevi, 2019)
Kriteria penilaian menggunakan skala Likert dimanfaatkan untuk mengelompokkan hasil
persentase dari validasi ahli materi, ahli media, serta uji kepraktisan oleh guru dan siswa terhadap
produk yang dikembangkan. Kriteria ini berfungsi untuk menentukan tingkat kelayakan dan
kepraktisan media pembelajaran berdasarkan penilaian yang diberikan oleh para responden.
Adapun rincian kategori penilaian tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel 2.
Table 2. Kriteria Penilaian Validasi dan Angket Respon Siswa
Penilaian
Kriteria
0%-20%
Sangat Lemah
21%-40%
Lemah
41%-60%
Cukup
61%-80%
Kuat
81%-100%
Sangat Kuat
Sumber : Riduwan dalam (Oktaviara & Pahlevi, 2019)
Mengacu pada kriteria yang telah ditentukan, tingkat kelayakan produk yang
dikembangkan dapat dilihat dari hasil skor validasi yang diperoleh. Secara konseptual, media
pembelajaran ayak apabila persentase hasil penilaian dari validator mencapai sekurang-
kurangnya 61% atau lebih. Selain itu, analisis terhadap guru dan siswa dilakukan untuk
mengetahui tanggapan mereka terhadap penggunaan media yang dikembangkan. Hal ini
bertujuan untuk mengukur tingkat kepraktisan media berdasarkan pengalaman pengguna selama
pembelajaran berlangsung. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan
rumus perhitungan persentase untuk memperoleh kategori kepraktisan sesuai dengan rumus dan
kriteria yang telah ditetapkan dalam gambar 2 dan tabel 3.
Gambar 2. Rumus Kepraktisan Angket Respon Guru dan Siswa
Sumber : Riduwan & Sunarto dalam (Wulandari et al., 2025)
Table 3. Kriteria Penilaian Kepraktisan Angket Respon Guru dan Siswa
Penilaian
85%-100%
75%-84%
65%-74%
55%-64%
0%-54%
Sumber :Riduwan & Sunarto dalam (Wulandari et al., 2025)
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
69
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
Berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan, kategori hasil uji kepraktisan dapat
ditetapkan melalui persentase skor yang diperoleh dari angket respon guru dan siswa. Suatu
media pembelajaran dikatakan praktis apabila persentase nilai yang diperoleh mencapai
sekurang-kurangnya 75% atau lebih.
3. Hasil dan Pembahasan
Tingkat kevalidan LKPD yang dikembangkan ditinjau berdasarkan beberapa aspek
penilaian, yaitu aspek media dan aspek materi yang dinilai oleh validator ahli secara menyeluruh.
Proses penilaian dilakukan oleh dua orang validator yang merupakan guru dari SDK Santo
Carolus Surabaya sesuai dengan bidang keahliannya. Hasil dari kegiatan validasi terhadap LKPD
yang telah dikembangkan kemudian disajikan pada tabel berikut.
Table 4. Hasil Validasi Ahli
Validator
Ahli
Total
Skor Max
Presentase
Validator
Ahli
Materi
79
84
94,04%
Validator
Ahli
Media
71
92
77,17%
Sumber : Hasil validasi oleh validator ahli materi dan media
Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh validator ahli, diperoleh data
sebagaimana disajikan pada Tabel 4. Nilai persentase validasi ahli materi sebesar 94,04%,
sedangkan validasi ahli media sebesar 77,17%. Persentase tersebut diperoleh melalui
perhitungan perbandingan antara skor yang diperoleh dengan skor maksimum, kemudian
dikalikan 100%. Mengacu pada kriteria penilaian skala Likert yang telah ditetapkan, persentase
sebesar 94,04% berada pada rentang 81%–100% sehingga termasuk dalam kategori “sangat
kuat”. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis mitigasi bencana kebakaran yang
dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan materi secara optimal, baik dari segi kesesuaian
isi, keakuratan konsep, maupun keterkaitan dengan tujuan pembelajaran. Hal ini menunjukkan
produk yang dikembangkan dinilai sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran
tanpa memerlukan revisi yang signifikan. Sementara itu, hasil validasi ahli media memperoleh
persentase sebesar 77,17%, yang berada pada rentang 61%80% sehingga termasuk dalam
kategori “kuat”. Kategori ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi
kriteria kelayakan dari aspek tampilan, desain, serta keterbacaan media. Meskipun demikian,
masih terdapat beberapa aspek yang perlu disempurnakan. Namun, hasil validasi dari kedua
aspek tersebut menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria
kelayakan dengan kategori kuat hingga sangat kuat, sehingga dapat dinyatakan layak untuk
diujicobakan pada tahap selanjutnya. Hasil ini sejalan dengan pendapat Riduwan pada
(Wulandari et al., 2025) yang menyatakan bahwa suatu produk pembelajaran dapat dikategorikan
layak apabila memperoleh persentase penilaian di atas 61%, serta semakin tinggi persentase yang
diperoleh menunjukkan kualitas produk yang semakin baik.
Table 5. Hasil Angket Respon Siswa
Responden
S1
S2
S3
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
70
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
S4
S5
S6
S7
S8
S9
S10
S11
S12
S13
S14
S15
S16
S17
S18
S19
S20
Berdasarkan data hasil angket kepraktisan yang diberikan kepada 20 siswa, diperoleh total
skor sebesar 1.442 dari keseluruhan item pernyataan. Setiap siswa menjawab 15 butir pernyataan
dengan rentang skor 15 menggunakan skala Likert. Dengan demikian, skor maksimum yang
mungkin diperoleh adalah 1.500. Selanjutnya, tingkat kepraktisan dihitung menggunakan rumus
persentase pada gambar 2. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai kepraktisan yang
diperoleh sebesar 94,8%, yang berada pada kategori “sangat praktis” berdasarkan kriteria
penilaian yang telah ditetapkan berada pada rentang (85%-100%).
Hal ini mengindikasikan bahwa LKPD berbasis mitigasi bencana kebakaran yang
dikembangkan memiliki tingkat kemudahan penggunaan yang sangat tinggi dan dapat diterima
dengan baik oleh siswa dalam proses pembelajaran. Tingginya nilai kepraktisan ini menunjukkan
bahwa siswa merasa LKPD mudah dipahami, menarik, serta membantu mereka dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran secara aktif. Selain itu, LKPD juga dinilai mampu memfasilitasi
keterlibatan siswa melalui aktivitas yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah dasar. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa media
pembelajaran yang praktis ditandai dengan kemudahan penggunaan, kejelasan instruksi, serta
kemampuan media dalam meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung
(Sahidu et al., 2021).
Selain itu, kepraktisan yang tinggi juga mencerminkan bahwa produk dapat digunakan
tanpa memerlukan banyak penyesuaian atau kesulitan teknis, baik oleh siswa maupun guru
(Akker et al., 2013). Dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi
aspek kepraktisan dan layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas III Sekolah Dasar.
Table 6. Hasil Uji Kepraktisan Oleh Guru
Uji Kepraktisan Guru i
Total
Skor Max
Presentas
e
Guru I
121
125
96,8%
Sumber : Hasil uji kepraktisan oleh guru
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
71
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
Hasil uji kepraktisan yang dilakukan oleh guru kelas III menunjukkan bahwa Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) berbasis mitigasi bencana kebakaran yang dikembangkan memiliki
tingkat kepraktisan yang sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, total skor yang
diberikan oleh guru adalah sebesar 121 dari skor maksimal 125. Apabila dihitung menggunakan
rumus persentase kepraktisan, diperoleh nilai sebesar 96,8%. Nilai tersebut kemudian
diinterpretasikan berdasarkan kriteria penilaian kepraktisan yang mengacu pada pendapat
Riduwan (Wulandari et al., 2025), yang menyatakan bahwa rentang persentase 85%100%
termasuk dalam kategori “sangat praktis”. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dapat
dikategorikan sebagai media pembelajaran yang sangat praktis untuk digunakan dalam kegiatan
pembelajaran di kelas.
Tingginya nilai kepraktisan ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki
kemudahan dalam penggunaan, baik dari segi petunjuk pengerjaan, kejelasan isi, maupun
keterpaduan antara materi dan aktivitas yang disajikan. Selain itu, LKPD juga dinilai mampu
membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara lebih efektif dan efisien. Hal
ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa media pembelajaran yang praktis ditandai
dengan kemudahan penggunaan, keterlaksanaan dalam pembelajaran, serta tidak memerlukan
waktu atau usaha yang berlebihan dalam penerapannya (Akker et al., 2013) .Dapat disimpulkan
bahwa LKPD berbasis mitigasi bencana kebakaran yang dikembangkan tidak hanya layak secara
isi dan tampilan, tetapi juga memiliki tingkat kepraktisan yang sangat tinggi sehingga efektif
untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis
mitigasi bencana kebakaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria layak dan sangat
praktis untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas III SD. Hal ini ditunjukkan oleh hasil
validasi ahli materi dan ahli media yang berada pada kategori kuat (≥61%), serta hasil uji
kepraktisan oleh guru dan siswa yang berada pada kategori sangat praktis (≥85%). Temuan ini
menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan mudah digunakan serta mampu meningkatkan
keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Hendratno (Hendratno et al., 2023) yang menyatakan bahwa penggunaan metode
dan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar
siswa secara signifikan.
Hasil uji kepraktisan yang menunjukkan kategori sangat praktis baik dari guru maupun
siswa menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan mampu mendukung keterlaksanaan
pembelajaran secara efektif. Hal ini didukung oleh penelitian lain yang juga dilakukan oleh
Hendratno (Hendratno et al., 2025) yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran
yang dirancang sesuai dengan karakteristik siswa dapat meningkatkan keterlibatan dan
pemahaman siswa dalam pembelajaran. Dalam konteks ini, LKPD berbasis mitigasi bencana
kebakaran memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dengan kehidupan siswa sehari-
hari. Hal tersebut memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami materi serta
meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak dini. Selain itu, hasil
penelitian ini juga menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penggunaan LKPD sangat positif.
Hal ini ditunjukkan dari skor kepraktisan yang tinggi, yang berarti siswa merasa terbantu,
tertarik, dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini memperkuat pendapat bahwa
media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Penelitian ini menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan produk, tetapi juga memperkuat
temuan penelitian sebelumnya bahwa penggunaan media pembelajaran yang inovatif, dan
interaktif mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
4. Kesimpulan
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
72
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
Penelitian pengembangan ini menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
mitigasi bencana kebakaran yang terbukti valid dan sangat praktis sebagai media pembelajaran
untuk siswa kelas III UPT SDN 233 Gresik. Kedua tujuan penelitian telah tercapai: produk
dinyatakan layak secara konten berdasarkan validasi ahli materi (94,04%, kategori sangat kuat)
dan ahli media (77,17%, kategori kuat), sekaligus terbukti dapat diterima dan digunakan dengan
baik oleh pengguna, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji kepraktisan guru (96,8%) dan siswa
(94,8%) yang keduanya berada dalam kategori sangat praktis. Bukan hanya dari sekadar
memenuhi standar kelayakan teknis, LKPD ini berhasil menjawab permasalahan mendasar yang
selama ini dihadapi dalam pembelajaran mitigasi bencana di SD, yaitu rendahnya keterlibatan
dan pemahaman siswa terhadap prosedur keselamatan kebakaran akibat dominasi pendekatan
konvensional. Dengan mengintegrasikan konteks kebakaran gedung sekolah dan permainan
edukatif bergambar yang dirancang khusus sesuai karakteristik kognitif kelas III SD, produk ini
mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual. Temuan ini
membawa implikasi penting dimana sekolah dasar perlu menjadikan pendidikan mitigasi
bencana kebakaran sebagai bagian dari program pembelajaran yang terencana dan berkelanjutan,
bukan sekadar kegiatan insidental. LKPD yang dikembangkan dapat menjadi instrumen utama
dalam program tersebut karena tidak membutuhkan infrastruktur khusus maupun instruktur
eksternal untuk operasionalisasinya. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan uji
efektivitas guna mengukur dampak penggunaan LKPD terhadap peningkatan pengetahuan dan
kesiapsiagaan siswa secara terukur, serta pengembangan produk serupa untuk jenis bencana lain
yang relevan dengan kondisi geografis dan risiko lokal masing-masing sekolah.
5. Daftar Pustaka
Akker, J. Van Den, Bannan, B., Kelly, A. E., Nieveen, N., & Plomp, T. (2013). Educational
Design Research.
Amanda, Y. A., Kurnianto, F. A., Pangastuti, E. I., Astutik, S., & Nurdin, E. A. (2024).
Pengembangan E-LKPD Berbasis WebGIS Inarisk Menggunakan Model Problem Based
Learning (PBL) Pada Bencana Banjir Materi Mitigasi Bencana Siswa SMA/MA.
MAJALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI, 7(1), 1.
https://doi.org/10.19184/pgeo.v7i1.46164
Aliyah, A., & Istiq’faroh, N. (2022). PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK PADA
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI FABEL PADA SISWA KELAS
IV SEKOLAH DASAR. In Jurnal Muassis Pendidikan Dasar (Vol. 1, Issue 1).
BNPB. (2024). Data informasi bencana Indonesia (DIBI). Badan Nasional Penanggulangan
Bencana. https://dibi.bnpb.go.id/
Setyanugrah, F., & Setyadi, D. I. (2017). Perancangan board game sebagai media pembelajaran
mitigasi kebakaran untuk anak sekolah dasar usia 8-12 tahun di Surabaya. Jurnal Sains
dan Seni ITS, 6(1), F62-F68.
Hendratno, Istiq’faroh, N., Yasin, F. N., Wibowo, A. H., & Ghofur, A. (2025). Students
Comprehensions Ability on a Digital Storybook : a Quasi Experiment Research with Fry
Readability Analysis. 9(1), 114131.
Hendratno, Yasin, F. N., Damayanti, M. I., Subrata, H., & Istiq’faroh, N. (2023). Field Trip
Learning Method to Improve the Ability of Writing Descriptive Paragraph in Elementary
School Students. 7(4), 594607.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 65-73
E-ISSN: 3064-0180
73
Lucya Anastasia et.al (Pengembangan LKPD Edukatif Mitigasi Bencana....)
Hendratno, Istiq Faroh, N., & Yasin, F. N. (2025). Effectiveness of local culture supplement
books in improving students’ ecoliteracy in coastal areas. Perspektivy Nauki i
Obrazovania, 73(1), 202216. https://doi.org/10.32744/pse.2025.1.13
Ilmu, J., & Negara, A. (2023). Penanaman Pengetahuan Mitigasi Bencana Kebakaran Pada
Siswa Sekolah. 11(2). https://doi.org/10.47828/jianaasian.v11i2.176
Istiq’faroh, N., Kiettikunwong, N., Setiawan, R., & Muhimmah, H. A. (2024). Educational
Games as Learning Media in the 21st Century for Elementary School Students: A
Systematic Literature Review. ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal, 12(1), 1.
https://doi.org/10.21043/elementary.v12i1.22636
Irawan, B., Handayani, N., & Qurrotaini, L. (2024). Edukasi Mitigasi Bencana Kebakaran di
Sekolah Dasar Islam Plus Baitul Maal. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian
Kepada Masyarakat, 9(2), 272278. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v9i2.5933
Kharisna, D., Wardah, W., Safitri, D., Andriyani, D., Masyita, S., Erica, L., & Gulo, W. A.
(2023). Peningkatan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Bencana
Gempa Bumi dan Kebakaran. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 6(2), 191198. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v6i2.14882
Oktaviara, R. A., & Pahlevi, T. (2019). Pengembangan E-modul Berbantuan Kvisoft Flipbook
Maker Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Menerapkan Pengoperasian Aplikasi
Pengolah Kata Kelas X OTKP 3 SMKN 2 Blitar Rhesta Ayu Oktaviara Triesninda
Pahlevi. 07.
Sahidu, H., Susilawati, Zuhdi, M., & Rokhmat, J. (2021). Student score and responses to the
analogy approach in learning physics in terms of gender and parents work Student
score and responses to the analogy approach in learning physics in terms of gender and
parents ’ work. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1816/1/012070
Setiawan, R., Muhimmah, H. A., Subrata, H., Istiq’faroh, N., Abidin, Z., Firdha Noerdiana,
A., & Surabaya, U. N. (2023). Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian. Jurnal
Review Pendidikan Dasar, 9(2). http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD
Wulandari, A., Lubis, R., & Harahap, M. S. (2025). Analisis validitas dan praktikalitas e-lkpd
berbsis wizer.me untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis. 8(3), 191200.
Zakaria Lutfi, M., & Istiq, N. (2025). Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA HEALTH
LITERACY PROFILE ON BALANCED NUTRITION FOR GRADE V
ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS. In EDUPROXIMA (Vol. 7, Issue 4).
http://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/eduproxima