I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
47
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
Pengembangan LKPD Ramah Disgrafia untuk
Meningkatkan Keterampilan Menulis Permulaan
Siswa Kelas II Sekolah Dasar
Farah Dwi Agustina Wigati
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Siti Nur Kholifah
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur
60213,
Indonesia
1
24010644157@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644214@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan anatara capaian
pembelajaran menulis permulaan dengan kemampuan nyata siswa sekolah dasar,
khususnya siswa yang menunjukkan gejala disgrafia. Selain itu, kurangnya media
pembelajaran yang relevan juga turut melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
ramah disgrafia sebagai solusi dalam mengatasi hambatan menulis permulaan
pada siswa sekolah dasar. Disgrafia merupakan gangguan atau kesulitan dalam
keterampilan menulis yan ditandai dengan tulisan yang tidak terbaca, tidak
proporsional serta lemahnya koordinasi motorik halus. Penelitian ini
menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model
pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan,
implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian ini terdiri dari ahli media dan lima
siswa kelas II sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Lembar Kerja Peserta Didik ramah disgrafia memiliki tingkat validitas
sebesar 93,75% dengan kategori sangat valid, serta tingkat kepraktisan sebesar
90,7% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, hasil implementasi
menunjukkan rata-rata performa siswa sebesar 90% dengan kategori sangat baik
yang mengindikasikan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan kemampuan
menulis siswa. Fitur scaffolding visual seperti menebalkan (tracing) dan
penggunaan garis bantu tiga baris terbukti mampu membanu siswa dalam
aktivitas mandiri. Media ini mampu meningkatkan kemandirian belajar dan
memberikan respon afektif positif siswa. Dengan demikian, Lembar Kerja
Peserta Didik ramah disgrafia dinyatakan layak, praktis dan efektif digunakan
dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
Disgrafia,
LKPD Adaptif,
Menulis Permulaan,
Scaffolding Visual,
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Dysgraphia,
Adaptive LKPD,
Beginning Writing,
Visual Scaffolding,
Elementary School
This research is motivated by the gap between the achievement of early
writing learning and the real ability of elementary school students, especially
students who show symptoms of dysgraphia. In addition, the lack of relevant
learning media also contributed to the background of this research. The
purpose of this study is to develop a dysgraphia-friendly Student Worksheet
(LKPD) as a solution in overcoming barriers to beginning writing in
elementary school students. Dysgraphia is a disorder or difficulty in writing
skills that is characterized by illegible, disproportionate writing and weak fine
motor coordination. This research uses the Research and Development (R&D)
method with the ADDIE development model which includes the stages of
analysis, design, development, implementation and evaluation. The subjects of
this study consisted of media experts and five elementary school grade II
students. Data collection techniques are carried out through observation,
interviews, questionnaires and documentation. The results of the study showed
that the dysgraphia-friendly Student Worksheet had a validity rate of 93.75%
with a very valid category, and a practicality level of 90.7% with a very
practical category. In addition, the results of the implementation showed an
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
48
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
average student performance of 90% with the excellent category which
indicates that this media is effective in improving students' writing skills.
Visual scaffolding features such as thickening (tracing) and the use of three-
line auxiliary lines have been proven to be able to assist students in
independent activities. This media is able to increase learning independence
and provide positive affective responses for students. Thus, the Dysgraphia-
friendly Student Worksheet is declared feasible, practical and effective to be
used in learning Indonesian in Elementary Schools.
©2026, Farah Dwi Agustina Wigati, Nurul Istiq’faroh, Siti Nur Kholifah
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang sekolah dasar memiliki kedudukan strategis
sebagai sarana komunikasi dan fondasi utama bagi penguasaan ilmu pengetahuan lainnya.
Secara global, pengembangan literasi pada anak usia dini menjadi fokus utama guru untuk
mencetak generasi yang mampu berkomunikasi secara efektif (Fadillah, 2021). Di tingkat
nasional, Kurikulum Merdeka menuntut adanya curriculum design and development yang
mampu merespons perbedaan kemampuan setiap individu siswa secara adaptif (Wahyuni,
dkk., 2025). Lebih jauh, keterampilan permulaan di kelas rendah bukan sekadar aktivitas
mekanik menyalin persepsi visual, memori kerja, dan kontrol motorik halus yang presisi
(Lestari dkk., 2023). Fenomena yang ditemukan berdasarkan hasil wawancara dengan guru
kelas di sekolah dasar wilayah Kabupaten Pati menunjukkan adanya kesenjangan antara
capaian pembelajaran yang diharapkan dengan realitas kemampuan siswa. Meskipun siswa di
wilah tersebut dikategorikan sebagai siswa reguler, terdapat indikasi kuat mengenai hambatan
grafomotorik atau gejala disgrafia, seperti tulisan yang tidak terbaca dan ukuran huruf yang
tidak proporsional (Amirudin, 2022). Kondisi ini selaras dengan temuan Wahyuni, dkk.
(2025) yang yang menegaskan bahwa kesalahan bahasa tulis pada anak dengan gejala
disgrafia yang sering mencakup penghilangan huruf atau ketidakmampuan mengikuti garis
lurus. Problematika ini diperkuat oleh fakta bahwa banyak siswa kelas rendah yang belum
memiliki kemandirian dalam menulis akibat ketergantungan pada instruksi guru yang belum
terfasilitasi oleh upaya kreatif dalam pembelajaran (Sihombing, dkk., 2025).
Analisis terhadap penyebab kesulitan belajar ini menunjukkan faktor internal dan
eksternal di mana ketiadaan perangkat ajar yang spesifik di sekolah reguler menjadi faktor
utama penghambat perkembangan motorik halus siswa (Setiyono, 2022). Sejalan dengan
pandangan Fauzia dkk. (2022), penggunaan model dan media pembelajaran yang inovatif
secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa dan meminimalisir
kejenuhan di kelas. Hal ini mendesak karena pengembangan modul ajar yang terstruktur
secara sistematis sangat krusial untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan literasi
mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum (Mukhlis dkk., 2025). Pengembangan
perangkat ajar saat ini mulai mengarah pada modul atau bahan ajar spesifik yang dirancang
untuk mengatasi hambatan belajar tertentu. Sebagaimana disarankan oleh Aftana (2024),
strategi penanganan hambatan menulis di kelas reguler harus melibatkan media yang
partisipatif dan mampu memandu siswa secara teknik langkah demi langkah. Temuan ini juga
didukung oleh penelitian terhadulu yang menunjukkan bahwa perlakuan dengan media
interaktif terbukti efektif dalam mengurangi kesalahan menulis siswa kelas rendah secara
signifikan. Mukhlis dkk. (2025) menekankan bahwa pengembangan modul ajar yang
terstruktur secara sistematis sangat krusial untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan
literasi mencapau kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Realita yang ditemukan
adalah masih minimnya perangkat ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
49
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
didesain dengan prinsip “Ramah Disgrafia” untuk diterapkan secara klasikal di sekolah umum
guna mencegah hambatan menulis lebih lanjut. Oleh karena itu, pengembangan perangkat ajar
spesifik berbasis modul ini menjadi solusi yang urgen dalam ekosistem pendidikan dasar
(Mukhlis dkk., 2025).
Penelitian ini menawarkan keterbaruan melalui pengembangan “LKPD Ramah
Disgrafia”, penggunaan garis bantu tiga baris untuk mengukur proporsi huruf, serta tahapan
latihan dari menebalkan hingga menulis mandiri untuk meningkatkan kemandirian belajar
(Lestari dkk., 2023). Pendekatan ini bertujan untuk memberikan hak yang sama (equity) bagi
seluruh siswa agar dapat memiliki keterampilan menulis yang rapi dan terukur (Fauzia dkk.,
2022). Riset ini sangat mendasar untuk dilakukan guna menghasilkan media pembelajaran
yang valid, praktis, dan efektif, yang pada akhirnya memberikan kontribusi nyata bagi
pengembangan strategi guru dalam menangani hambatan menulis di kelas reguler (Aftana,
2024).
2. Metode
Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu Research &
Development (RnD). Research & Development (RnD) adalah proses atau langkah yang
digunakan untuk mengembangkan produk baru dan atau menyempurnakan produk yang sudah
ada. RnD memainkan peran penting dalam inovasi, penciptaan teknologi, produk, layanan,
atau sistem baru (Judijanto, dkk. 2024). Penelitian RnD merupakan penelitian yang bertujuan
untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji keefektifan produk tersebut sebelum
digunakan secara luas (Sugiyono, 2019). Dalam konteks Pendidikan, RnD digunakan untuk
mengembangkan dan memvalidasi suatu produk Pendidikan. Proses ini melibatkan siklus
yang terdiri dari mempelajari temuan penelitian yang berhubungan dengan produk yang akan
dikembangkan, menguji produk di lapangan dan melakukan revisi untuk memperbaiki
kekurangan produk saat di lapangan (Okpatrioka, 2023). Prosedur penelitian ini menggunakan
model pengembangan ADDIE. ADDIE merupakan kepanjangan dari Analysis, Design,
Development, Implementation and Evaluations. Model ADDIE membangun kinerja dasar
dalam pembelajaran, yaitu konsep mengembangkan suatu desain produk pembelajaran.
ADDIE merupakan desain instruksional yang berpusat pada pembelajaran individu yang
memiliki fase langsung dan jangka panjang serta menggunakan pendekatam sistem
pengetahuam dan pembelajaran manusia. Desain insruksional ADDIE berfokus pada
pengetahuan kompleks dan masalah nyata. (Hidayat, F., dkk. 2021). Data dalam penelitian ini
terdiri data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan saran dari
para ahli terkait pengembangan produk. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif. Setelah data diperoleh
dilakukan analisis dan hasilnya berupa pemaparan gambaran mengenai situasi yang diteliti
dalam bentuk uraian naratif. Tujuan analisis kualitatif deskriptif adalah untuk membuat
deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta serta
hubungan antar fenomena yang diselidiki. (Jailani, M. S, dkk. 2024).
3. Hasil dan Pembahasan
Lembar penilaian validasi media pembelajaran LKPD ramah disgrafia pada tahap
validasi ahli menggunakan skor 1, 2, 3, dan 4 (1=Tidak Setuju, 2=Kurang Setuju, 3= Cukup
Setuju dan 4 = Setuju). Lembar validitas juga berisi penilaian, masukan, tanggapan serta kritik
dan saran dari validator. Menurut (Aliyah & Istiq’faroh, 2022) suatu media harus melalui
proses uji validasi kelayakan oleh validator untuk mengetahui kelayakan media tersebut,
sehingga dapat digunakan dengan baik.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
50
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
Tabel 1. Validitas Media
Skor
Validitas
Keterangan
85,00%-100%
Sangat valid
Dapat digunakan tanpa revisi
70,00%-<85,00%
Valid
Dapat digunaka namun perlu revisi kecil
50,00%-<70,00%
Kurang Valid
Tidak digunakan karena perlu revisi
besar
01,00%-<50,00%
Tidak Valid
Tidak boleh dipergunakan
Analisis mengenai hasil validitas memiliki beberapa rentang skor dan penggolongan.
Hal ini sejalan dengan pendapat Akbar dalam (R.RRR Putri et al., 2022) yang menyatakan
bahwa suatu media dapat dikatakan sangat valid jika memiliki rentang skor 85,00%-100%.
Rentang skor ini menunjukkan bahwa suatu media dapat digunakan tanpa melalui proses
revisi. Rentang skor 70,00%-<85,00% dikatakan valid dengan keterangan dapat digunakan
namun perlu sedikit revisi. Rentang skor 50,00%-<70,00% dikatakan kurang calid dengan
keterangan tidak digunakan karena perlu revisi besar. Kemudian rentang skor 01,00%-
<50,00% dikatakan tidak valid dan tidak boleh dipergunakan.
Tabel 2. Hasil Uji Validitas
Nomor Butir
Skor Penilai
1.1
3
1.2
4
1.3
4
2.1
4
3.1
4
3.2
4
3.3
3
4.1
4
4.2
3
4.3
4
45
48
93,75%
Berdasarkan uji validitas yang telah dilakukan oleh ahli media, diperoleh hasil
presentase sebesar 93,75%. Berdasarkan tabel 1 maka hasil uji validitas termasuk dalam
kategori sangat valid sehingga dapat digunakan tanpa revisi. Menurut Wulandzari dalam
(Rahma & Istiq’faroh, 2025) hasil evaluasi ahli media dan ahli materi dalam media ini
mengindikasikan bahwa media ini telah mencapai standar kelayakan yang tinggi dan relevan.
Secara umum, ahli media menyatakan bahwa materi dalam LKPD sesuai dengan capaian
pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas dua dan materi yang disajikan
mendukung tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, materi yang disajikan sesuai
untuk siswa yang memiliki kesulitan dalam menulis. Sehingga hal ini dapat melatih dan
memudahkan siswa yang memiliki kesulitan dalam menulis. Keunggulan dari media ini yaitu
mudah digunakan, dibawa, dipindahkan dan cukup relevan digunakan dalam beberapa kali
pertemuan. Secara visual, desain LKPD menarik dan mampu membuat siswa antusias untuk
memahami suatu konsep. Hal ini sejalan dengan penelitian (Nurfadhillah et al., 2021) yang
menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis visual dapat meningkatkan daya
tarik dan memusatkan perhatian siswa selama proses pembelajaran. Suatu media juga dapat
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
51
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
dikatakan memiliki kelayakan jika mampu meningkatkan keaktifan, keterlibatan, pemahaman
siswa dan manfaat praktis lainnya. (I L Muniroh & N Istiq’faroh, 2025). Media visual dinilai
lebih efektif dan dapat mengoptimalkan kegiatan belajar siswa. Penggunaan media visual
terutama menebali huruf dan garis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat
huruf, menulis dan meningkatkan daya ingat (Aftana, 2024). Lembar penilaian kepraktisan
media pembelajaran LKPD ramah disgrafia pada tahap uji kepraktisan oleh ahli media
menggunakan skor 1, 2, 3, dan 4 (1 = Tidak Sesuai, 2 = Kurang Sesuai, 3 = Sesuai dan 4 =
Sangat Sesuai). Lembar kepraktisan juga berisi penilaian, masukan, tanggapan serta kritik dan
saran dari ahli media.
Tabel 3. Kepraktisan Media
Skor
Validitas
Keterangan
75,00%-100%
Sangat Praktis
Dapat digunakan tanpa revisi
50,00%-<75,00%
Praktis
Dapat digunakan dengan revisi
25,00%-<50,00%
Kurang Praktis
Disarankan untuk tidak
dipergunakan
00,00%-<25,00%
Tidak Praktis
Tidak dapat digunakan
Setelah dilakukan uji validitas, suatu media harus melalui uji kepraktisan. Menurut
Akbar dalam (R.RRR Putri et al., 2022), pengujian kepraktisan memiliki beberapa
penggolongan berdasarkan hasil presentase yang diperoleh. Media yang memiliki rentang
skor kepraktisan sebesar 75,00%-100% dinyatakan sebagai suatu media yang sangat praktis.
Dengan demikian, media tersebut dapat digunakan tanpa revisi. Media dengan rentang skor
kepraktisan sebesar 50,00%-<75,00% dinyatakan sebagai suatu media yang praktis dan dapat
digunakan namun dengan revisi. Media dengan rentang skor sebesar 25,00%-<50,00%
dinyatakan kurang praktis dan disarankan untuk tidak dipergunakan. Sedangkan media
dengan rentang skor 00,00% - <25,00% dinyatakan tidak praktis dan tidak dapat digunakan.
Tabel 4. Hasil Uji Kepraktisan
Aspek
Nomor Butir
Skor Penilai
Kemudahan Penggunaan
1.1
4
1.2
4
1.3
1
1.4
2
Kebermanfaatan Penggunaan LKPD
2.1
4
2.2
3
2.3
1
2.4
4
Penyajian dan Daya Tarik
3.1
3
3.2
1
3.3
3
3.4
1
Efisiensi dan Kemandirian
4.1
3
4.2
1
4.3
3
4.4
1
Skor Total
39
Skor Maksimal
43
Presentase
90,7%
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
52
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
Berdasarkan hasil uji kepraktisan yang telah dilakukan oleh ahli media, diperoleh hasil
kepraktisan sebesar 90,7%. Menurut tabel 2, presentase 90,7% dalam uji kepraktisan termasuk
dalam kategori sangat praktis. Sehingga media LKPD ramah disgrafia dapat digunakan tanpa
revisi. Ahli media menyatakan bahwa media LKPD ramah disgrafia memiliki berbagai
kemudahan dalam penggunaannya. Media ini dapat dengan mudah dibawa, dipindahkan dan
disimpan. Selain itu, petunjuk pengerjaan dan urutan langkah pembelajaran dalam LKPD juga
dapat dipahami dengan mudah. Manfaat dari media ini yaitu dapat membantu siswa dalam
mengatasi kesulitan menulis huruf dan angka serta mendorong siswa untuk belajar secara
mandiri. Berdasarkan desain media, media ini juga tergolong menarik dari segi warna dan
gambar sehingga dapat menarik perhatian siswa. Dari nilai kepraktisan, ahli media
menyatakan bahwa media ini sangat praktis dan efisien karna dapat mudah dibawa dan tidak
perlu membutuhkan banyak bantuan guru.
Hal ini sejalan dengan pendapat (Faradayanti, 2020) yang menyatakan bahwa suatu
media dapat dikatakan praktis jika memenuhi beberapa kriteria. Seperti ketersediaan
format/media, hemat biaya, hemat waktu dan dapat dipahami oleh instruktur. Kepraktisan
media juga dipengaruhi oleh desain yang menarik dan interaktif yang dapat meningkatkan
keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang interaktif dan mudah
digunakan dapat meningkatkan partisipasi siswa. (Putra et al., 2020). Sehingga dapat ditarik
kesimpulan bahwa LKPD ramah disgrafia ini termasuk dalam kategori sangat praktis dan
dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Implementasi dan Respon Peserta Didik
Uji coba produk dilakukan kepada lima orang siswa (S1, S2, S3, S4, dan S5) untuk
mengukur kepraktisan LKPD dari sudut pandang pengguna. Tahap ini bertujuan untuk melihat
efektivitas fitur adaptif LKPD dalam membantu hambatan menulis permulaan secara
langsung. Berdasarkan hasil observasi pengerjaan LKPD dan pengisian lembar refleksi diri,
diperoleh performa sebagai berikut.
Tabel 5. Rekapitulasi Performa Menulsi dan Respon Afektif Siswa
Kode Siswa
Kemampuan
Menebalkan
Ketepatan
Menulis
Total Skor
Kategori
Respon
Afektif
S1
4
3
87,5%
Sangat Baik
Senang
S2
3
3
75%
Baik
Senang
S3
4
4
100%
Sangat Baik
Senang
S4
4
4
100%
Sangat Baik
Senang
S5
4
3
87,5%
Sangat Baik
Senang
Rata-rata
3,8
3,4
90%
Sangat Baik
Pembahasan ini merupakan bagian krusial untuk memaknai bagaimana fitur-fitur dalam
LKPD bekerja sebagai instrument intervensi bagi siswa dengan hambatan menulis.
Berdasarkan hasil kerja Siswa 1 sampai Siswa 5, ditemukan beberapa temuan signifikan yang
berkaitan dengan teori dan penelitian terdahulu. Fokus utama analisis terletak pada bagaimana
fitur scaffolding dalam LKPD mampu meminimalisir hambatan menulis pada siswa.
Analisis Capaian Performa Kuantitatif
Berdasarkan Tabel 3, hasil implementasi secara keseluruhan menunjukkan rata-rata
klasikal sebesar 90,0%. Merujuk pada kriteria efektivitas menurut Akbar (2016), pencapaian
ini berada pada kategori sangat baik/sangat efektif. Temuan ini membuktikan bahwa LKPD
Ramah Disgrafia yang dikembangkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap
kemampuan menulis siswa kelas II. Sejalan dengan Fadlillah, Rhman, & Istiq’faroh (2024),
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
53
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
pengembangan bahan ajar yang terstruktur sangat krusial untuk membantu siswa
mencapai kompetensi yang ditetapkan melalui media yang adaptif. Capaian sempurna pada S3
dan S4 menunjukkan bahwa desain intervensi dalam LKPD berhasil memfasilitasi transisi
siswa dari tahap motorik kasar ke tahap penulisan simbol yang presisi. Berdasarkan data
Tabel 5, seluruh subjek (S1-S5) menunjukkan performa yang sangat baik dalam aktivitas
menebalkan garis bagun datar dan angka. Hasil kerja S1 dan 23 menunjukkan tarikan garis
yang sangat presisi di atas titik-titik bantu. Hal ini membuktikan bahwa stimulus visual
beruapa tracing efektif dalam mengoordinasikan gerakan tangan dan mata siswa.
Sebagaimana dijelaskan dalam Lestari dkk. (2023) pada bagian pendahuluan, menulis
permulaan adalah proses kognitif yang melibatkan kontrol motorik halus yang presisi.
Temuan ini didukung oleh kajian Widyaningrum & Hasanudin (2019) yang menegaskan
bahwa latihan motorik halus yang terstruktur melalui metode menebalkan merupakan tahap
preventif krusial dalam Membaca Menulis Permulaan (MMP). Dengan adanya panduan titik-
titik, beban kognitif siswa berkurang sehingga mereka dapat fokus pada koordinasi gerak
tangan. Aktivitas ini menjadi fondasi penting sebelum siswa masuk ke tahap menulis mandiri.
Efektivitas Garis Bantu Tiga Baris
Temuan paling signifikan ditemukan pada hasil kerja S4 dan S5. Sebelum intervensi,
siswa cenderung menulis dengan ukuran huruf yang tidak seragam. Namun, melalui fitur garis
bantu tiga baris pada halaman 2 dan 3, S4 mampu menuliskan kata “AYAM” dan “KURSI”
dengan sangat rapi dan posisi huruf yang konsisten. Hal ini membuktikan bahwa garis bantu
berfungsi sebagai scaffolding visual yang memberikan batasan ruang gerak pensil, sehingga
siswa dapat membedakan proporsi huruf kapital dan kecil dengan jelas. Hal ini menjawab
permasalahan yang diangkat oleh Hulwah & Ahmad (2022), bahwa hambatan utama disgrafia
adalah ketidakmampuan menjaga alur garis dan ukuran huruf yang tidak seimbang. Menurut
Rahma & Istiq’faroh (2025) yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran yang
menarik dan fokus dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dalam penggunaan huruf
kapital di sekolah II sekolah dasr. Hal ini memvalidasi temuan bahwa bantuan visual yang
terukur mampu mengurangi beban kognitif siswa dalam mengingat proporsi huruf.
Peningkatan Kemandirian dan Respon Afektif
Salah satu tujuan utama yang diuraikan dalam pendahuluan adalah meningkatkan
kemandirian belajar siswa kelas rendah. Data Tabel 2 menunjukkan bahwa S3 dan S4 telah
mencapai tingkat “Mandiri” dalam mengerjakan LKPD. Hal ini membuktikan bahwa desain
instruksional dalam LKPD ini mudah dipahami oleh siswa tanpa harus terus-menerus
bergantung pada instruksi verbal guru. Selain itu, respon “Senang” dari 100% siswa
memvalidasi padangan Fauzia dkk. (2022) bahwa media pembelajaran yang inovatif dapat
meminimalisir kejenuhan di kelas dan memberikan hak yang sama (equity) bagi siswa untuk
terampil menulis. Hal ini sejalan dengan penelitian Hendratno dkk., (2024) yang menekankan
bahwa pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada aktivitas siswa dapat
secara signifikan meningkatkan hasil belajar serta keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran di sekolah dasar. Rasa percaya diri (self-efficacy) yang muncul saat siswa
berhasil menyelesaikan setiap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tanpa bergantung pada
guru menjadi indikator kunci keberhasilan media ini sebagai instrumen intervensi disgrafia di
kelas reguler.
Respon Afektif dan Kebaruan Penelitia
Secara keseluruhan, penelitian ini telah menjawab urgensi ketersediaan perangkat ajar
yang spesifik di sekolah reguler. LKPD ini tidak hanya valid secara materi, tetapi efektif
secara praktis karena mampu menjembatani transisi dari kegiatan mekanik (menebalkan) ke
proses kognitif (menulis kata mandiri). Perasaan mampu (self-efficacy) yang muncul saat
berhasil menebalkan huruf kapital sangat penting untuk membangun kepercayaan diri siswa
yang sering merasa tertekan dengan tugas menulis tangan. Kebaruan penelitian ini terletak
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
54
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
pada efektivitas penggunaan LKPD adatif di sekolah reguler yang ternyata mampu
memberikan dampak positif yang signifikan tanpa harus melalui penganganan di kelas inklusi
atau khusus. Integrasi antara latihan motorik (tracing) dan panduan proporsi tiga garis menjadi
solusi praktis bagi guru dalam menangani keberagaman kemampuan siswa secara mandiri.
Keberhasilan siswa dalam melengkapi kegiatan menujukkan bahwa integrasi antara fitur
adaptif dan pendekatan partisipatif adalah kunci dalam menangani gejala disgrafia secara
klasikal di sekolah umum (Aftana, 2024).
4. Kesimpulan
Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pengembangan LKPD Ramah Disgrafia
menjadi solusi instruksional yang efektif dalam mengatasi hambatan menulis permulaan di
sekolah dasar reguler. Media pembelajaran LKPD ramah disgrafia yang dikembangkan dalam
penelitian ini memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Kevalidan media LKPD ramah
disgrafia berdasarkan ahli media diperoleh presentase sebesar 93,75% yang diklasifikasikan
dalam kategori sangat valid. Sedangkan hasil uji kepraktisan oleh ahli media diperoleh
presentase sebesar 90,7% yang diklasifikasikan dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan
hasil implementasi, media ini mampu menjawab permasalahan ketidakproporsionalan huruf
dan rendahnya kemandirian menulis siswa melalui inetegrasi fitur scaffolding visual yang
sistematis. Peningkatan performa siswa yang mencapai rata-rata klasikal 90% menunjukkan
bahwa transisi dari kegiatan mekanik (tracing) ke proses kognitif (menulis mandiri) dapat
terfasilitasi dengan baik melalui panduan garis bantu tiga garis. Implementasi dari penilitian
ini menegaskan bahwa penanganan gejala disgrafia tidak harus selalu dilakukan di kelas
inklusi, melainkan dapat diintervensi secara klasikal di kelas reguler dengan perangkat ajar
yang adaptif. Oleh karena itu, direkomendasikan bagi guru sekolah dasar untuk
mengintegrasikan LKPD berasis scaffolding visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
guna memberikan hak pendidikan yang setara (equity) bagi siswa dengan keberagaman
kemampuan motorik. Penilitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan media serupa
dengan cakupan materi yang lebih luas serta berbasis platform digital untuk menyesuaikan
dengan kebutuhan pembelajaran modern.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dr. Nurul
Istiq’faroh, M.Pd selaku dosen pengampu yang tekah memberikan bimbingan, arahan dan
dukungan selama penelitian. Penulis juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada
ahli media yang telah memberikan bimbingan, penilaian, kritik dan saran yang membangun
untuk penelitian ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh pihak yang
telah membantu dan mendukung pelaksanaan penelitian ini. Semoga penelitian ini dapat
memberikan manfaat bagi pengembangan Pendidikan di masa yang akan datang.
6. Daftar Pustaka
Aftana, A. (2024). Strategi Guru dalam Menangani Siswa Disgrafia di Kelas VI SDN 26 Bukit
Putus Dalam. Perspektif: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Bahasa, 2(2), 0816.
Aftana, A. (2024). Strategi Guru dalam Menangani Siswa Disgrafia di Kelas VI SDN 26 Bukit
Putus Dalam. Perspektif: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Bahasa, 2(2), 0816.
Aliyah, A., & Istiq’faroh, N. (2022). Pengembangan Media FlipBook Bahasa Indonesia Materi
Fabel Kelas IV SD. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 1(1), 19.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
55
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
Amiruddin, M. Z. (2022). Analisis Pelayanan Pendidikan Inklusi Anak Disgrafia Studi Kasus Pada Siswa
Kelas Iii Sd. INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 5(2), 99105.
https://doi.org/10.24176/jino.v5i2.7724
Artikel, I., & Info, A. (2025). 1,2,3 ,. 18(1), 191202.
Fadillah, N. (2021). Mengurangi Kesalahan Menulis Berbantuan Media Pembelajaran Interaktif Pada
Anak Disgrafia Kelas II SD Negeri 060952 Medan. Prosiding Seminar Nasional IKIP Budi
Utomo, 2(01), 573594. https://doi.org/10.33503/prosiding.v2i01.1446
Fadlillah, M., Rahman, B., & Istiq’faroh, N. (2024). Development of teaching materials with agricultural
insight to introduce of agriculture in primary school students. Journal of Education and Learning,
18(4), 12241233. https://doi.org/10.11591/edulearn.v18i4.21641
Fany Isti Fauzia, Ilma Siti Salamah, Rifqi Taufiqul Hakim, & Muhamad Fikri Zulfikar. (2022).
Efektivitas Penggunaan Model Dan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan
Keterampilan Menulis Siswa SD. Naturalistic: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan
Dan Pembelajaran, 7(1), 13701384. https://doi.org/10.35568/naturalistic.v7i1.2170
Faradayanti, K. A. (2020). KEPRAKTISAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB UNTUK
MENUNJANG E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN INSTALASI MOTOR
LISTRIK DI SMK Kiki Ayu Faradayanti Endryansyah , Joko , Achmad Imam Agung. Jurnal Pendidikan
Teknik Elektro, 9(3), 675683. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-teknik-
elektro/article/view/36450
Hendratno, Wiryanto, Istiq’faroh, N., & Primaniarta, M. G. (2024). The effect of ethnography-
based outdoor learning methods on elementary students’ activities and learning outcomes.
International Journal of Evaluation and Research in Education, 13(6), 40534061.
https://doi.org/10.11591/ijere.v13i6.29256
Hidayat, F., & Nizar, M. (2021). Model Addie (Analysis, Design, Development, Implementation and
Evaluation) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Addie (Analysis, Design, Development,
Implementation and Evaluation) Model in Islamic Education Learning. J. Inov. Pendidik. Agama
Islam, 1(1), 28-37.
I L Muniroh, & N Istiq’faroh. (2025). Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis IKA (Interaktif,
Kreatif, dan Aktif) Materi Majas Kelas V SD. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset
Pendidikan, 4(2), 1138111387. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3645
Ironita, V., Sihombing, C., & Damaianti, V. S. (2022). Primary : Jurnal Pendidikan Guru
Volume 11 Nomor 3 Juni 2022 Upaya Guru Dalam Mengatasi Disgrafia ( Kesulitan
Menulis ) Teacher S Efforts in Overcoming Dysgraphia for Students At the Low-Grade
Level Primary : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah. 11, 790795.
Irwan, & Kamarudin. (2021). Jurnal basicedu. Jurnal Basicedu,. Jurnal Basicedu, 5(5), 3(2), 524532.
https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/971
Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Tehnik analisis data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian
ilmiah. Jurnal Genta Mulia, 15(2), 79-91.
Judijanto, L., Muhammadiah, M. U., Utami, R. N., Suhirman, L., Laka, L., Boari, Y., ... & Yunus,
M. (2024). Metodologi Research and Development: Teori dan Penerapan Metodologi
RnD. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Mukhlis, M., Sohnui, S., Yuliawan, T., Shafina, V., Riau, U. I., Riau, U. I., Riau, U. I., Riau,
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 47-56
E-ISSN: 3064-0180
56
Farah Dwi Agustina Wigati et.al (Pengembangan LKPD Ramah….)
U. I., & Riau, U. I. (2025). DEVELOPMENT OF AN INDONESIAN LANGUAGE TEACHING
MODULE FOR GRADE X DYSLEXIC STUDENTS IN AN INCLUSIVE SCHOOL
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BAHASA INDONESIA SISWA DISLEKSIA. 13, 292
305.
Nurfadhillah, S., Nurfalah, K., Amanda, M., & Anggraeni, R. W. (2021). Penerapan Media Pembelajaran
Visual untuk Siswa Kelas V. EDISI: Jurnal Edukasi Dan Sains, 3, 225242.
Nyoman Ayu Putri Lestari. (2023). Pengembangan Lembar Kerja Siswa Bahasa Indonesia
Berorientasi Keterampilan Proses Dalam. 10, 413420.
https://jurnalilmiahcitrabakti.ac.id/jil/index.php/jil/article/view/1264
Okpatrioka, O. (2023). Research and development (R&D) penelitian yang inovatif dalam
pendidikan. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(1),
86-100.
R.RRR Putri, Kaspul, K., & Arsyad, M. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Modul Elektronik
(E-Modul) Berbasis Flip Pdf Professional Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Kelas XI
SMA. JUPEIS : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(2), 93104.
https://doi.org/10.55784/jupeis.vol1.iss2.46
Rahma, Z., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengembangan Media E-Flashcard Untuk Keterampilan
Menulis Huruf Kapital Siswa Kelas II Sekolah Dasar. 13(9), 25222536.
Rahma, Z., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengembangan Media E-Flashcard Untuk Keterampilan
Menulis Huruf Kapital Siswa Kelas II Sekolah Dasar. 13(9), 25222536.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian dan Pengembangan Research dan Development. Bandung: Alfabeta
Widyaningrum, H. K., & Hasanudin, C. (2019). Kajian Kesulitan Belajar Membaca Menulis Permulaan
(MMP) di Sekolah Dasar. Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 8(2), 189199.
https://doi.org/10.21070/pedagogia.v8i2.2219