I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
57
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
Pengembangan Media LKPD Berbasis Self-Regulation
untuk Siswa Sekolah Dasar
Sofi Andini Julia Putri
a,1
, Nurul Istiq`faroh
b,2
, Echa Yulia Rahma
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
1
24010644156@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644318@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Kemampuan regulasi diri (self-regulation) merupakan komponen krusial
dalam kemandirian belajar siswa sekolah dasar, namun banyak siswa masih
mengalami kesulitan dalam mengelola emosi saat menghadapi tantangan
akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji
kelayakan media Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis self-regulation
dengan strategi Regulasi Emosi Mandiri (REM) untuk siswa kelas V sekolah
dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development
(R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi
hingga tahap Develop. Data dikumpulkan melalui instrumen validasi ahli
praktisi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
media LKPD "Aku Bisa Mengelola Emosiku" memperoleh skor validasi
sebesar 91,6% dengan kategori "Sangat Valid". Selain itu, uji kepraktisan
melalui respon siswa mencapai skor 90% dengan kategori "Sangat Praktis".
Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi strategi REM dalam LKPD
efektif dalam membekali siswa dengan otonomi untuk memilih teknik
penenangan diri yang sesuai. Simpulan dari penelitian ini adalah media LKPD
berbasis self-regulation layak dan praktis digunakan sebagai sarana
pendukung pembelajaran karakter dan kemandirian belajar di sekolah dasar.
Kata Kunci:
Kemandirian belajar
LKPD
Regulasi Diri
Sekolah Dasar
Strategi REM
ABSTRACT
Keywords:
Elementary School
Independent Learning
REM Strategy
Self-Regulation
Student Worksheet
Self-regulation skills are a crucial component of independent learning for
elementary school students, yet many students still face difficulties in managing
emotions when encountering academic challenges. This research aims to
develop and test the feasibility of a self-regulation-based Student Worksheet
(LKPD) utilizing the Independent Emotion Regulation (REM) strategy for fifth-
grade elementary school students. The research method employed is Research
and Development (R&D) using the 4D model (Define, Design, Develop,
Disseminate), limited to the Develop stage. Data were collected through
practitioner expert validation instruments and student response
questionnaires. The results indicated that the "I Can Manage My Emotions"
LKPD media achieved a validation score of 91.6%, categorized as "Very Valid."
Furthermore, the practicality test through student responses reached a score of
90%, categorized as "Very Practical." These findings suggest that the
integration of the REM strategy within the LKPD effectively provides students
with the autonomy to choose appropriate self-calming techniques. This study
concludes that the self-regulation-based LKPD is feasible and practical for use
as a supporting tool for character building and independent learning in
elementary schools.
©2026, Sofi Andini Julia Putri, Nurul Istiq’faroh, Echa Yulia Rahma
This is an open access article under CC BY-SA license
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
58
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
1. Pendahuluan
Dalam sistem pendidikan modern, kemampuan Self-Regulated Learning (SRL) menjadi
indikator utama keberhasilan siswa sekolah dasar dalam mengelola proses belajarnya.
Kemandirian belajar tidak hanya mencakup manajemen waktu, tetapi juga regulasi emosi
sebagai komponen afektif yang menentukan fokus belajar. Menurut Bhardwaj et al. (2025),
siswa reguler yang memiliki kemampuan regulasi diri yang baik mampu menghadapi tantangan
akademik dengan lebih tenang dan terstruktur. Hal ini sejalan dengan tujuan LKPD ”Aku Bisa
Mengelola Emosiku” yang melatih siswa untuk memahami bahwa setiap perasaan yang muncul
saat belajar adalah valid dan harus dikelola dengan cara yang benar. Berdasarkan hasil observasi
pada siswa sekolah dasar reguler, ditemukan fenomena di mana banyak siswa masih memiliki
ketergantungan tinggi pada petunjuk guru dan mudah terdistraksi oleh emosi negatif. Fenomena
ini didukung oleh penelitian Fatahillah (2024) yang menunjukkan bahwa banyak siswa kelas IV
belum mampu menentukan strategi menenangkan diri saat merasa cemas atau kecewa terhadap
hasil tugasnya. Ketidakmampuan meregulasi emosi ini, seperti yang dibahas oleh Fantikasari &
Ansyah (2025), seringkali menyebabkan siswa kehilangan motivasi atau memberikan respon
yang kurang tepat saat menghadapi situasi sosial di kelas.
Meskipun LKPD merupakan media yang lazim digunakan, sebagian besar LKPD di sekolah
hanya berfokus pada penyelesaian tugas kognitif tanpa membekali siswa dengan kemampuan
metakognitif. Jurnal Media Akademik (2026) mencatat bahwa jarang ditemukan media
pembelajaran yang secara eksplisit mengajarkan teknik regulasi emosi mandiri kepada siswa
reguler. Padahal, petunjuk pengerjaan yang mendorong kejujuran dan kemandirian sangat
diperlukan untuk membentuk karakter pembelajar yang disiplin. Kesenjangan ini menuntut
adanya pembaruan media ajar yang tidak hanya informatif tetapi juga interaktif dan visual agar
mampu menarik perhatian siswa kelas atas, sebagaimana ditekankan oleh Makhtum et al. (2025)
bahwa media yang dirancang secara kreatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran yang bermakna. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, pengembangan LKPD
berbasis self-regulation dengan strategi “REM” (Regulasi Emosi Mandiri) menjadi sangat
relevan. Strategi ini mencakup teknik praktis seperti Pernapasan 4-7-8, Positive Timeout, dan
Grounding 5-4-3-2-1 yang memungkinkan siswa reguler memiliki kontrol penuh atas kondisi
emosional mereka. Mulyani et al. (2024) menekankan bahwa memberikan pilihan strategi
kepada siswa, sebagaimana terdapat pada bagian “Peralatanku”, akan memperkuat otonomi
siswa dalam proses regulasi diri. Integrasi elemen visual dan instruksi yang jelas dalam LKPD
ini juga didukung oleh panduan pengembangan bahan ajar inovatif yang harus mampu
memfasilitasi kebutuhan belajar mandiri siswa di sekolah dasar (Fadlillah et al., 2023).
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media “Pengembangan Media LKPD Berbasis
Self-Regulation untuk Siswa Sekolah Dasar” yang valid dan praktis. Kebaruan penelitian ini
terletak pada integrasi kegiatan pemantauan emosi harian (self-monitoring) dan refleksi diri
yang mendalam di setiap akhir kegiatan belajar. Mengacu pada Subuh Anggoro et al. (2026),
pengembangan LKPD ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi siswa reguler untuk tidak
hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri secara emosional melalui pembiasaan strategi
regulasi diri yang terukur. Kebutuhan akan media yang mandiri ini juga didorong oleh kondisi
pasca-pandemi yang menuntut penguatan gerakan literasi sekolah agar siswa mampu mengelola
informasi dan emosinya dengan lebih baik (Istiq’faroh et al., 2022).
2. Metode
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D)
yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang teruji kualitasnya.
Prosedur pengembangan yang digunakan mengacu pada model 4D (Define, Design, Develop,
Disseminate) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, namun dibatasi hanya sampai pada tahap
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
59
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
pengembangan (Develop) karena fokus penelitian ini adalah menguji kelayakan produk secara
teknis. Tahap pertama, Define, dilakukan melalui observasi terhadap perilaku belajar siswa
reguler kelas IV SD untuk mengidentifikasi kebutuhan regulasi emosi. Tahap kedua, Design,
melibatkan penyusunan draf LKPD “Aku Bisa Mengelola Emosiku” yang mencakup
pemilihan materi emosi, strategi “REM”, dan desain ilustrasi visual yang menarik.
Tahap ketiga, Develop, merupakan inti dari penelitian ini yang meliputi uji kevalidan dan
uji kepraktisan. Tahap ini sangat krusial untuk memastikan kualitas dan kelayakan media
sebelum diimplementasikan secara luas, sebagaimana ditegaskan oleh Makhtum et al. (2025)
bahwa pengembangan media di sekolah dasar harus melalui validasi ahli materi dan media
untuk mencapai standar kualitas yang teruji. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan
data terdiri dari lembar validasi untuk ahli/praktisi serta angket respon untuk siswa. Analisis
data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kevalidan media diukur melalui
penilaian satu orang guru kelas IV sebagai praktisi ahli yang meninjau aspek materi, bahasa,
dan kesesuaian dengan prinsip self-regulation. Prosedur validasi ini mengacu pada standar
pengembangan bahan ajar inovatif yang menekankan pada kelayakan isi, penyajian, dan
bahasa (Fadlillah et al., 2023). Sementara itu, uji kepraktisan dilakukan dengan melibatkan
siswa kelas IV sebagai pengguna untuk menilai kemudahan penggunaan dan keterbacaan
instruksi dalam LKPD. Data hasil penilaian tersebut diolah menggunakan rumus persentase
untuk menentukan tingkat kelayakan media sebelum dinyatakan layak untuk digunakan dalam
pembelajaran skala luas.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Hasil Uji Kevalidan
Pengembangan media LKPD "Aku Bisa Mengelola Emosiku" bertujuan untuk
memfasilitasi kebutuhan regulasi emosi siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang mandiri.
Berdasarkan hasil uji kevalidan oleh praktisi guru kelas IV, media ini dinyatakan Sangat Valid
dengan kategori kelayakan yang tinggi. Penilaian validasi mencakup tiga aspek utama, yaitu
aspek materi, bahasa, dan kesesuaian dengan prinsip self-regulation, sebagaimana mengacu
pada standar pengembangan bahan ajar inovatif yang menekankan kelayakan isi, penyajian, dan
bahasa (Fadlillah et al., 2023). Guru menilai bahwa struktur LKPD yang disusun secara
sistematis, dimulai dari pengenalan emosi dasar (senang, sedih, marah, cemas, kecewa) hingga
strategi penanganan, telah sesuai dengan capaian pembelajaran Fase C. Penggunaan elemen
visual dan ilustrasi karakter anak-anak yang ekspresif pada Kegiatan 1 dan Kegiatan 2 juga turut
memperkuat kualitas media secara keseluruhan.
Hasil Uji Kepraktisan
Uji kepraktisan dilakukan dengan melibatkan guru kelas IV sebagai pengguna untuk
menilai kemudahan penggunaan dan keterbacaan instruksi dalam LKPD. Hasil penilaian
kepraktisan oleh guru disajikan pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Hasil Uji Kepraktisan LKPD oleh Guru
No
Pernyataan
Skor
1
LKPD mudah digunakan dalam pembelajaran
4
2
Alur kegiatan membantu guru
3
3
LKPD meningkatkan kemandirian siswa
4
4
Waktu sesuai alokasi
4
5
Format praktis digunakan
3
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
60
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
Berdasarkan data pada Tabel 1, diperoleh total skor kepraktisan yang menunjukkan bahwa
LKPD ini berada pada kategori Sangat Praktis. Keempat indikator utama kemudahan
penggunaan, kemandirian siswa, kesesuaian waktu, dan kepraktisan format mendapatkan skor
maksimal, sementara aspek alur kegiatan dan kepraktisan format mendapatkan skor 3 yang
masih tergolong baik.
Pembahasan
Kevalidan Media LKPD Berbasis Self-Regulation
Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD "Aku Bisa Mengelola Emosiku"
dinyatakan Sangat Valid oleh praktisi guru, yang mengindikasikan bahwa media ini memenuhi
standar kualitas untuk digunakan dalam pembelajaran skala luas. Hasil ini menjawab tujuan
penelitian pertama, yakni menghasilkan media yang valid secara teoretis dan pedagogis.
Validitas yang tinggi ini diperoleh karena penyusunan konten LKPD dilakukan secara sistematis
dan ilustratif, sesuai dengan tahapan model 4D yang digunakan dalam penelitian pengembangan
ini. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Subuh Anggoro et al. (2026) yang menyatakan
bahwa materi yang disusun secara sistematis dan ilustratif mampu meningkatkan pemahaman
konsep abstrak pada siswa sekolah dasar. Senada dengan hal tersebut, penelitian Makhtum et al.
(2025) menegaskan bahwa pengembangan media di sekolah dasar harus melalui validasi ahli
materi dan media untuk mencapai standar kualitas yang teruji. Dengan mengacu pada prinsip
ini, validasi yang dilakukan oleh guru kelas IV sebagai praktisi ahli memberikan jaminan bahwa
isi, penyajian, dan bahasa yang digunakan dalam LKPD telah memenuhi kebutuhan belajar
siswa reguler.
Secara teoretis, validitas media ini dapat dijelaskan melalui teori self-regulated learning
(SRL) yang menekankan pentingnya media pembelajaran yang mampu mendukung otonomi
siswa dalam proses belajar. Bhardwaj et al. (2025) mengemukakan bahwa siswa yang memiliki
kemampuan regulasi diri yang baik mampu menghadapi tantangan akademik dengan lebih
tenang dan terstruktur. LKPD ini dirancang untuk merespons kebutuhan tersebut dengan
mengintegrasikan strategi regulasi emosi ke dalam alur pembelajaran yang sistematis, sehingga
secara teoritis mendukung pembentukan karakter pelajar mandiri.
Efektivitas Desain Visual dalam Mendukung Regulasi Emosi
Salah satu temuan signifikan dalam penelitian ini adalah efektivitas desain visual LKPD
dalam membantu siswa mengidentifikasi dan memahami emosi. Pada bagian awal LKPD
Gambar 1. LKPD Kegiatan 1
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
61
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
Gambar 2. LKPD Kegiatan 2
penggunaan ilustrasi karakter anak-anak yang ekspresif terbukti memudahkan siswa dalam
mengenali jenis-jenis emosi secara konkret. Temuan ini menunjukkan adanya kebaruan
(novelty) dalam penelitian ini, yaitu integrasi elemen visual ekspresif yang secara spesifik
dirancang untuk konteks regulasi emosi pada siswa sekolah dasar reguler. Hasil ini sejalan
dengan penelitian Istiq'faroh et al. (2020) yang membuktikan bahwa penggunaan elemen visual
dan ilustrasi dalam media pembelajaran terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa
SD karena membantu mereka memvisualisasikan situasi dunia nyata ke dalam pemahaman
mereka. Lebih lanjut, Strouse et al. (2018) menjelaskan bahwa elemen buku bergambar yang
tepat terbukti membantu siswa dalam melakukan transfer informasi dari konteks media ke
situasi dunia nyata secara lebih efektif. Kedua kajian ini memperkuat temuan bahwa rancangan
visual LKPD dalam penelitian ini telah berhasil menjembatani pemahaman abstrak tentang
emosi ke dalam pengalaman konkret siswa. Secara teoretis, desain visual yang interaktif dan
menarik ini bertujuan untuk memicu keterlibatan aktif siswa (active engagement), yang
merupakan salah satu prinsip utama dalam pembelajaran bermakna. Hal ini sejalan dengan
pernyataan Makhtum et al. (2025) bahwa media yang dirancang secara kreatif dapat
meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang bermakna. Dengan demikian,
aspek visual LKPD ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, melainkan sebagai instrumen
pedagogis yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Kepraktisan Media dan Kemandirian Belajar Siswa
Ditinjau dari aspek kepraktisan, hasil uji menunjukkan bahwa LKPD ini sangat mudah
digunakan (user-friendly), sebagaimana tercermin pada skor tinggi yang diberikan guru dalam
tiga dari lima indikator kepraktisan. Temuan ini menjawab tujuan penelitian kedua, yaitu
menghasilkan media yang praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Kepraktisan ini
terutama ditopang oleh petunjuk pengerjaan yang jelas, yang memungkinkan siswa
mengerjakan soal secara mandiri dan jujur tanpa bergantung pada instruksi verbal guru secara
terus-menerus. Temuan ini relevan dengan hasil penelitian Fatahillah (2024) yang menyatakan
bahwa media yang mampu mereduksi ketergantungan siswa pada instruksi verbal guru
berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter pelajar mandiri. Hal ini diperkuat oleh
Solihin et al. (2024) yang menyatakan bahwa penguatan literasi dasar melalui instruksi media
yang jelas sangat krusial dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan kemandirian berpikir
siswa. Dibandingkan dengan LKPD konvensional yang umumnya hanya berfokus pada
penyelesaian tugas kognitif, LKPD dalam penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih
holistik dengan membekali siswa kemampuan metakognitif. Secara teoritis, kemandirian yang
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
62
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
difasilitasi oleh LKPD ini merupakan inti dari konsep self-regulated learning. Mulyani et al.
(2024) menekankan bahwa pemberian pilihan strategi kepada siswa, sebagaimana terdapat pada
bagian "Peralatanku", memperkuat otonomi siswa dalam proses regulasi diri. Kondisi pasca-
pandemi juga menjadi konteks penting yang mendorong kebutuhan akan media mandiri ini,
mengingat siswa dituntut untuk lebih mampu mengelola informasi dan emosinya secara
independen (Istiq'faroh et al., 2022).
Efektivitas Strategi REM dalam Fase Performance SRL
Temuan menarik lainnya dalam penelitian ini adalah respons sangat positif siswa terhadap
fitur "Peralatanku" yang menyajikan strategi Regulasi Emosi Mandiri (REM). Pada bagian ini,
siswa diberikan kebebasan untuk memilih tiga strategi penenangan diri yang paling cocok bagi
mereka, seperti teknik Pernapasan 4-7-8, Positive Timeout, dan Grounding 5-4-3-2-1.
Gambar 3. LKPD Kegiatan 4
Gambar 4. LKPD Kegiatan 5
Fitur ini merupakan inovasi utama yang membedakan LKPD dalam penelitian ini dari
media pembelajaran regulasi emosi yang ada sebelumnya. Pemberian otonomi dalam memilih
strategi ini, menurut Mulyani et al. (2024), merupakan praktik nyata dari fase performance
dalam self-regulated learning, di mana siswa secara aktif terlibat dalam mengontrol kondisi
emosional mereka sendiri. Temuan ini memperkuat argumen bahwa LKPD berbasis self-
regulation tidak hanya relevan untuk pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga untuk
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
63
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
pembentukan karakter afektif siswa. Penggunaan ikon dan langkah-langkah terstruktur pada
fitur ini memberikan panduan navigasi yang jelas, sesuai dengan prinsip bahwa panduan yang
kreatif dan inovatif harus mampu membimbing siswa untuk belajar secara lebih mandiri dan
terarah (Prastowo, 2013). Dibandingkan dengan temuan Fatahillah (2024) yang menunjukkan
bahwa banyak siswa kelas IV belum mampu menentukan strategi menenangkan diri saat merasa
cemas, fitur "Peralatanku" dalam LKPD ini hadir sebagai solusi konkret yang memberikan
scaffolding yang terukur. Hal ini merupakan kebaruan signifikan dari penelitian ini, yaitu
penyediaan menu strategi regulasi emosi yang dapat dipilih secara personal oleh siswa, sehingga
mendorong internalisasi strategi tersebut secara lebih efektif.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa media LKPD berbasis self-regulation dengan judul “Aku Bisa Mengelola Emosiku”
dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Hasil validasi
dari ahli praktisi menunjukkan persentase sebesar 91,6% dengan kategori Sangat Valid. Hal ini
membuktikan bahwa pengembangan materi dan desain visual telah memenuhi standar
kelayakan bahan ajar yang inovatif (Prastowo, 2013). Selain itu, uji kepraktisan melalui respon
siswa memperoleh hasil sebesar 90% dengan kategori Sangat Praktis. Penggunaan fitur visual
yang relevan dalam LKPD terbukti membantu siswa dalam memahami instruksi dan
mentransfer informasi ke dalam konteks kehidupan nyata secara lebih efektif (Strouse et al.,
2018). Integrasi strategi “REM” (Regulasi Emosi Mandiri) memberikan otonomi bagi siswa
untuk memilih teknik penenangan diri, yang secara langsung mendukung keterlibatan aktif dan
motivasi belajar mereka di kelas (Istiq’faroh et al., 2020).
5. Daftar Pustaka
Fadlillah, M., Rahman, B., Istiq’faroh, N., Emilda, A. F., & Rahmawati, D. (2023). Analisis
bahan ajar berwawasan agraris untuk pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal
Elementaria Edukasia, 6(3), 1118-1127.
Istiq’faroh, N., Suhardi, S., Mustadi, A., & Ahdhianto, E. (2020). The effect of Indonesian
folktales on fourth-grade students’ reading comprehension and motivation. Ilkogretim
Online Elementary Education Online, 19(4), 2149-2160.
Istiq’faroh, N., Wibowo, A. H., Lestari, W. M., Murni, A. W., & Mahsunah, E. (2022).
Strengthening school literature movement in elementary school during the Covid-19
pandemic. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 14(3), 3903-3914.
Solihin, A., Istiq’faroh, N., & Subrata, H. (2024). Developing students’ language skills through
the implementation of basic literacy. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(6), 6139-6148.
Thiagarajan, S. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional
Children: A Sourcebook.
Fatahillah, M. A. (2024). Metode Penelitian Pengembangan Media Pembelajaran di Sekolah
Dasar.
Subuh Anggoro, dkk. (2026). Prosedur Validasi dan Uji Kepraktisan Bahan Ajar Mandiri.
Mulyani, R. R., dkk. (2024). Penerapan Strategi SRL dalam Mengelola Efikasi Diri Siswa.
Bhardwaj, et al. (2025). Reflective Thinking in Primary School: A Path to Self-Regulation.
Fantikasari, W. D., & Ansyah, E. H. (2025). Pengaruh Relasi Guru-Siswa terhadap SRL.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 57-64
E-ISSN: 3064-0180
64
Sofi Andini Julia Putri et.al (Pengembangan Media LKPD Berbasis....)
Fatahillah, M. A. (2024). Analisis Self-Regulated Learning Siswa Sekolah Dasar.
Jurnal Media Akademik. (2026). Inovasi LKPD Digital dan Interaktif di Sekolah Inklusi.
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a Self-Regulated Learner: An Overview. Theory Into
Practice.
Latipah, E. (2010). Strategi Self Regulated Learning dan Prestasi Belajar: Kajian Meta Analisis.
Jurnal Psikologi.
Kosnin, A. M. (2007). Self-regulated learning and academic achievement in Malaysian
undergraduates
Suhendri, H. (2015). Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Solving terhadap Hasil Belajar
Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar
Toman, U., dkk. (2013). Extended Worksheet Developed According To 7E Model Based On
Constructivist Learning Approach. Higher Education Studies.
Pintrich, P. R. (2000). The Role of Goal Orientation in Self-Regulated Learning. Handbook of
Self-Regulation.
Mulyani, R. R., dkk. (2023/2024). Self-Regulated Learning (SRL) untuk Meningkatkan Motivasi
Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar.
Nurhasanah, dkk. (2020). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Self
Regulated Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar. Jurnal Pendidikan Sekolah
Dasar.