pembentukan karakter afektif siswa. Penggunaan ikon dan langkah-langkah terstruktur pada
fitur ini memberikan panduan navigasi yang jelas, sesuai dengan prinsip bahwa panduan yang
kreatif dan inovatif harus mampu membimbing siswa untuk belajar secara lebih mandiri dan
terarah (Prastowo, 2013). Dibandingkan dengan temuan Fatahillah (2024) yang menunjukkan
bahwa banyak siswa kelas IV belum mampu menentukan strategi menenangkan diri saat merasa
cemas, fitur "Peralatanku" dalam LKPD ini hadir sebagai solusi konkret yang memberikan
scaffolding yang terukur. Hal ini merupakan kebaruan signifikan dari penelitian ini, yaitu
penyediaan menu strategi regulasi emosi yang dapat dipilih secara personal oleh siswa, sehingga
mendorong internalisasi strategi tersebut secara lebih efektif.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa media LKPD berbasis self-regulation dengan judul “Aku Bisa Mengelola Emosiku”
dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Hasil validasi
dari ahli praktisi menunjukkan persentase sebesar 91,6% dengan kategori Sangat Valid. Hal ini
membuktikan bahwa pengembangan materi dan desain visual telah memenuhi standar
kelayakan bahan ajar yang inovatif (Prastowo, 2013). Selain itu, uji kepraktisan melalui respon
siswa memperoleh hasil sebesar 90% dengan kategori Sangat Praktis. Penggunaan fitur visual
yang relevan dalam LKPD terbukti membantu siswa dalam memahami instruksi dan
mentransfer informasi ke dalam konteks kehidupan nyata secara lebih efektif (Strouse et al.,
2018). Integrasi strategi “REM” (Regulasi Emosi Mandiri) memberikan otonomi bagi siswa
untuk memilih teknik penenangan diri, yang secara langsung mendukung keterlibatan aktif dan
motivasi belajar mereka di kelas (Istiq’faroh et al., 2020).
5. Daftar Pustaka
Fadlillah, M., Rahman, B., Istiq’faroh, N., Emilda, A. F., & Rahmawati, D. (2023). Analisis
bahan ajar berwawasan agraris untuk pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal
Elementaria Edukasia, 6(3), 1118-1127.
Istiq’faroh, N., Suhardi, S., Mustadi, A., & Ahdhianto, E. (2020). The effect of Indonesian
folktales on fourth-grade students’ reading comprehension and motivation. Ilkogretim
Online – Elementary Education Online, 19(4), 2149-2160.
Istiq’faroh, N., Wibowo, A. H., Lestari, W. M., Murni, A. W., & Mahsunah, E. (2022).
Strengthening school literature movement in elementary school during the Covid-19
pandemic. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 14(3), 3903-3914.
Solihin, A., Istiq’faroh, N., & Subrata, H. (2024). Developing students’ language skills through
the implementation of basic literacy. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(6), 6139-6148.
Thiagarajan, S. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional
Children: A Sourcebook.
Fatahillah, M. A. (2024). Metode Penelitian Pengembangan Media Pembelajaran di Sekolah
Dasar.
Subuh Anggoro, dkk. (2026). Prosedur Validasi dan Uji Kepraktisan Bahan Ajar Mandiri.
Mulyani, R. R., dkk. (2024). Penerapan Strategi SRL dalam Mengelola Efikasi Diri Siswa.
Bhardwaj, et al. (2025). Reflective Thinking in Primary School: A Path to Self-Regulation.
Fantikasari, W. D., & Ansyah, E. H. (2025). Pengaruh Relasi Guru-Siswa terhadap SRL.