dan bermakna sejak tahap pendidikan dasar (Fitriani et al., 2021; Wardani & Kurniawan, 2023).
Kurikulum Merdeka menekankan urgensi pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan
peningkatan karakter siswa melalui pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal (Kemendikbudristek,
2022). Kearifan lokal mencakup tradisi serta budaya yang dianut masyarakat, dengan fokus dalam
penelitian ini pada budaya Banyuwangi di Jawa Timur. Implementasi budaya lokal dalam proses
pendidikan diharapkan dapat menyediakan materi yang lebih berkaitan dengan kehidupan sehari-
hari siswa sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna (Pertiwi & Sukartono, 2022).
Melalui pendekatan yang berfokus pada budaya ini, siswa tidak hanya mempelajari bahasa tetapi
juga mengenali identitas sosial serta nilai-nilai luhur yang ada di sekitar mereka (Nisa et al., 2023).
Masalah pokok dalam penelitian ini didasarkan pada temuan awal yang dilakukan di SDN
Lancar Abadi, yang memperlihatkan bahwa murid kelas III mengalami tantangan dalam
berkonsentrasi ketika menyimak, disebabkan oleh minimnya media yang menarik dan relevan.
Siswa cenderung pasif dan cepat merasa jenuh jika materi hanya disampaikan melalui ceramah
tanpa menggunakan alat peraga interaktif (Prastyo & Anggrani, 2021). Kesenjangan ini dipertegas
oleh ketiadaan sumber belajar yang mengintegrasikan kekayaan kearifan lokal Banyuwangi secara
komprehensif ke dalam materi menyimak di sekolah tersebut. Kondisi ini memerlukan inovasi
dalam media pembelajaran yang dapat menggabungkan elemen audio-visual untuk meningkatkan
fokus dan ketertarikan siswa dalam mencerna isi pesan (Hidayah & Setyaningrum, 2023; Nurrita
& Sujarwo, 2022). Secara teoretis, penerapan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia
dapat memperbaiki pemahaman serta memori siswa terhadap materi yang diajarkan (Ramadhani
et al., 2022). Proses pembelajaran akan lebih efektif jika informasi disampaikan menggunakan
perpaduan teks, gambar, dan audio secara terintegrasi untuk mengurangi beban kognitif siswa
(Putri & Ismet, 2021). Dengan elemen multimedia, siswa dapat lebih mudah memahami materi
yang disampaikan karena ditampilkan dengan cara yang menarik dan tidak hanya bergantung pada
penjelasan dari guru. Ini mendukung terbentuknya suasana belajar yang mandiri dan berfokus pada
siswa sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini (Aulia & Rahayu, 2023).
Salah satu perangkat yang efektif untuk mengembangkan media interaktif adalah Articulate
Storyline, yang memungkinkan para pengembang untuk menggabungkan berbagai komponen
animasi dan kuis interaktif dalam satu platform (Lestari & Jannah, 2022). Dalam proses
pengembangannya, menggunakan model pengembangan ADDIE sebagai kerangka kerja
sistematis yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi
(Pratama & Setyaningsih, 2022). Pemilihan model ini didasarkan pada fakta bahwa setiap
langkahnya memiliki proses evaluasi yang berkelanjutan, sehingga produk yang dihasilkan benar-
benar teruji dan terarah. Penerapan model ADDIE dalam media berbasis teknologi terbukti dapat
menciptakan perangkat pembelajaran yang berkualitas tinggi bagi siswa di tingkat sekolah dasar
(Saputro et al., 2023). Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Basicedu menunjukkan bahwa
penggunaan media digital interaktif memberikan dampak positif yang signifikan terhadap
keterlibatan serta hasil belajar para siswa (Indriani & Nasution, 2021). Namun, pengembangan
media yang secara khusus menonjolkan kearifan lokal Banyuwangi dalam materi mendengarkan
untuk siswa kelas III SD masih cukup minim. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Articulate Storyline yang terintegrasi dengan
kearifan lokal Banyuwangi pada materi menyimak. Penilaian terhadap media ini akan berfokus
pada aspek validitas dan kepraktisan untuk menciptakan solusi yang inovatif sesuai dengan
kebutuhan pendidikan di abad ke-21 (Utami & Hasanah, 2022; Wijaya & Dahlan, 2023.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and
Development) yang bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran digital berbasis