I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
74
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
Pengembangan Media Articulate Storyline Berbasis
Kearifan Lokal Banyuwangi pada Materi Menyimak
Siswa Sekolah Dasar
Ana Yunita Mukhlisotin
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Bintang Rostanto Putra
c,3
a,b,c
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213,
Indonesia
1
24010644154@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644330@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
interaktif berbasis Articulate Storyline yang terintegrasi dengan kearifan lokal
Banyuwangi untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas III SD.
Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya fokus siswa
dan kurangnya media inovatif di SDN Lancar Abadi. Metode yang digunakan
adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian
menunjukkan tingkat validitas dari ahli materi sebesar 100% (Sangat Layak).
Uji kepraktisan oleh guru memperoleh skor 100% dan respon siswa sebesar
98,1% (Sangat Praktis). Simpulan dari penelitian ini adalah media yang
dikembangkan valid dan praktis digunakan sebagai solusi inovatif dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Kata Kunci:
Articulate Storyline
Bahasa Indonesia
Kearifan Lokal
Menyimak
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Articulate Storyline
Elementary School
Indonesian Language
Listening Skills
Local Wisdom
This research aims to develop interactive learning media based on Articulate
Storyline integrated with Banyuwangi local wisdom to improve the listening
skills of third-grade elementary school students. The main problem underlying
this research is the low focus of students and the lack of innovative media at SDN
Lancar Abadi. The method used is Research and Development (R&D) with the
ADDIE model. The research results show a validity level from material experts
of 100% (Very Feasible). The practicality test by teachers obtained a score of
100% and student responses were 98.1% (Very Practical). The conclusion of this
research is that the developed media is valid and practical to use as an
innovative solution in Indonesian language learning in elementary schools.
©2026, Ana Yunita Mukhlisotin, Nurul Istiq’faroh, Bintang Rostanto Putra
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Dasar memegang peranan krusial dalam
meningkatkan kemampuan literasi siswa, terutama dalam aspek keterampilan menyimak sebagai
dasar utama kemampuan berbahasa. Menyimak merupakan keterampilan reseptif yang menjadi
fondasi untuk berbicara, membaca, dan menulis demi mencapai komunikasi yang efektif. Kegiatan
menyimak melibatkan perhatian penuh terhadap simbol lisan untuk memahami dan menafsirkan
pesan yang disampaikan (Sari & Atamtajani, 2022). Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa keterampilan menyimak sering kali diabaikan dibandingkan dengan keterampilan membaca
atau menulis dalam praktik di kelas. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan menyimak harus
dilakukan dengan pendekatan yang terencana menggunakan metodologi pengajaran yang efisien
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
75
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
dan bermakna sejak tahap pendidikan dasar (Fitriani et al., 2021; Wardani & Kurniawan, 2023).
Kurikulum Merdeka menekankan urgensi pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan
peningkatan karakter siswa melalui pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal (Kemendikbudristek,
2022). Kearifan lokal mencakup tradisi serta budaya yang dianut masyarakat, dengan fokus dalam
penelitian ini pada budaya Banyuwangi di Jawa Timur. Implementasi budaya lokal dalam proses
pendidikan diharapkan dapat menyediakan materi yang lebih berkaitan dengan kehidupan sehari-
hari siswa sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna (Pertiwi & Sukartono, 2022).
Melalui pendekatan yang berfokus pada budaya ini, siswa tidak hanya mempelajari bahasa tetapi
juga mengenali identitas sosial serta nilai-nilai luhur yang ada di sekitar mereka (Nisa et al., 2023).
Masalah pokok dalam penelitian ini didasarkan pada temuan awal yang dilakukan di SDN
Lancar Abadi, yang memperlihatkan bahwa murid kelas III mengalami tantangan dalam
berkonsentrasi ketika menyimak, disebabkan oleh minimnya media yang menarik dan relevan.
Siswa cenderung pasif dan cepat merasa jenuh jika materi hanya disampaikan melalui ceramah
tanpa menggunakan alat peraga interaktif (Prastyo & Anggrani, 2021). Kesenjangan ini dipertegas
oleh ketiadaan sumber belajar yang mengintegrasikan kekayaan kearifan lokal Banyuwangi secara
komprehensif ke dalam materi menyimak di sekolah tersebut. Kondisi ini memerlukan inovasi
dalam media pembelajaran yang dapat menggabungkan elemen audio-visual untuk meningkatkan
fokus dan ketertarikan siswa dalam mencerna isi pesan (Hidayah & Setyaningrum, 2023; Nurrita
& Sujarwo, 2022). Secara teoretis, penerapan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia
dapat memperbaiki pemahaman serta memori siswa terhadap materi yang diajarkan (Ramadhani
et al., 2022). Proses pembelajaran akan lebih efektif jika informasi disampaikan menggunakan
perpaduan teks, gambar, dan audio secara terintegrasi untuk mengurangi beban kognitif siswa
(Putri & Ismet, 2021). Dengan elemen multimedia, siswa dapat lebih mudah memahami materi
yang disampaikan karena ditampilkan dengan cara yang menarik dan tidak hanya bergantung pada
penjelasan dari guru. Ini mendukung terbentuknya suasana belajar yang mandiri dan berfokus pada
siswa sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini (Aulia & Rahayu, 2023).
Salah satu perangkat yang efektif untuk mengembangkan media interaktif adalah Articulate
Storyline, yang memungkinkan para pengembang untuk menggabungkan berbagai komponen
animasi dan kuis interaktif dalam satu platform (Lestari & Jannah, 2022). Dalam proses
pengembangannya, menggunakan model pengembangan ADDIE sebagai kerangka kerja
sistematis yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi
(Pratama & Setyaningsih, 2022). Pemilihan model ini didasarkan pada fakta bahwa setiap
langkahnya memiliki proses evaluasi yang berkelanjutan, sehingga produk yang dihasilkan benar-
benar teruji dan terarah. Penerapan model ADDIE dalam media berbasis teknologi terbukti dapat
menciptakan perangkat pembelajaran yang berkualitas tinggi bagi siswa di tingkat sekolah dasar
(Saputro et al., 2023). Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Basicedu menunjukkan bahwa
penggunaan media digital interaktif memberikan dampak positif yang signifikan terhadap
keterlibatan serta hasil belajar para siswa (Indriani & Nasution, 2021). Namun, pengembangan
media yang secara khusus menonjolkan kearifan lokal Banyuwangi dalam materi mendengarkan
untuk siswa kelas III SD masih cukup minim. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Articulate Storyline yang terintegrasi dengan
kearifan lokal Banyuwangi pada materi menyimak. Penilaian terhadap media ini akan berfokus
pada aspek validitas dan kepraktisan untuk menciptakan solusi yang inovatif sesuai dengan
kebutuhan pendidikan di abad ke-21 (Utami & Hasanah, 2022; Wijaya & Dahlan, 2023.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and
Development) yang bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran digital berbasis
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
76
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
Articulate Storyline yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas III
sekolah dasar. Metode penelitian dan pengembangan digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu sekaligus menguji kelayakan produk tersebut sebelum digunakan dalam pembelajaran.
Menurut (Sugiyono, 2019), penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji keefektifan produk tersebut agar
dapat digunakan secara luas. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu analysis, design, development, implementation,
dan evaluation. Model ADDIE dipilih karena memiliki langkah yang sistematis dan mudah
diterapkan dalam proses pengembangan media pembelajaran.
Tahap analysis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran serta permasalahan
yang terjadi dalam proses pembelajaran menyimak pada siswa kelas III sekolah dasar. Pada tahap
ini peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas untuk mengetahui kondisi pembelajaran,
karakteristik siswa, serta kebutuhan media yang dapat membantu meningkatkan fokus dan
pemahaman siswa saat kegiatan menyimak berlangsung. Tahap design merupakan tahap
perancangan media pembelajaran. Pada tahap ini peneliti menyusun tujuan pembelajaran,
menentukan materi yang akan disajikan, merancang struktur dan tampilan media, serta menyusun
instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan angket respon pengguna. Selain itu, peneliti
juga merancang aktivitas interaktif yang akan dimasukkan ke dalam media Articulate Storyline
agar sesuai dengan karakteristik siswa kelas III sekolah dasar. Tahap development dilakukan
dengan mengembangkan media pembelajaran berdasarkan desain yang telah dirancang. Media
yang dikembangkan memuat materi kearifan lokal Surabaya dan Banyuwangi dalam bentuk visual
yang dipadukan dengan latihan soal interaktif. Produk yang telah dikembangkan kemudian
divalidasi oleh ahli materi untuk mengetahui tingkat kevalidan media.
Penilaian validator mencakup aspek kesesuaian materi, kebahasaan, tampilan media,
interaktivitas, serta kemudahan penggunaan. Hasil penilaian dari validator digunakan sebagai
dasar untuk melakukan revisi terhadap media yang dikembangkan. Tahap implementation
dilakukan dengan mengujicobakan media pembelajaran kepada siswa kelas III sekolah dasar
sebagai pengguna media. Pada tahap ini siswa menggunakan media Articulate Storyline yang telah
dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
kepraktisan penggunaan media berdasarkan respon pengguna. Tahap terakhir yaitu evaluation,
yang dilakukan untuk menilai keseluruhan proses pengembangan media pembelajaran. Evaluasi
dilakukan berdasarkan hasil validasi ahli dan respon siswa terhadap penggunaan media. Hasil
evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan sehingga media pembelajaran yang dihasilkan
memiliki tingkat kevalidan dan kepraktisan yang baik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan angket. Angket validasi diberikan kepada ahli materi untuk menilai kelayakan
media, sedangkan angket respon diberikan kepada ahli materi dan siswa untuk mengetahui tingkat
kepraktisan penggunaan media pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif
kuantitatif dengan menghitung skor dari setiap aspek penilaian yang diperoleh dari validator dan
respon siswa. Skor yang diperoleh kemudian dihitung dalam bentuk persentase untuk menentukan
tingkat kevalidan dan kepraktisan media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil analisis tersebut
digunakan untuk menentukan kelayakan media pembelajaran digital berbasis Articulate Storyline
dalam membantu meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas III sekolah dasar.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
77
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
3. Hasil dan Pembahasan
Pengembangan media pembelajaran interaktif "Mengenal Etnik Budaya di Jawa Timur"
menggunakan Articulate Storyline bertujuan untuk menyediakan media pembelajaran yang valid
dan praktis bagi siswa sekolah dasar. Media ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya
keterampilan menyimak siswa kelas III di SDN Lancar Abadi dengan mengintegrasikan kearifan
lokal Banyuwangi dan Surabaya.
Kelayakan Media Berdasarkan Ahli Materi
Validasi materi dilakukan untuk mengukur akurasi konten etnik dan kesesuaian materi dengan
kurikulum. Hasil validasi ahli materi oleh Ibu Britania Murlyana, S.Pd. disajikan pada Tabel 1
sebagai berikut:
Table 1. Hasil Validasi Ahli Materi
No
Indikator Penilaian
Persentase (%)
1
Kelayakan Isi & Akurasi Materi
100%
2
Kesesuaian dengan Kurikulum
100%
3
Kualitas Kebahasaan
100%
Rerata Total
100%
Berdasarkan data pada Tabel 1, angka 100% diperoleh melalui perhitungan: P = (40/40) ×
100% = 100%. Hal ini sejalan dengan penelitian Manuain dan Istiq’faroh (2024) yang
menekankan bahwa akurasi konten materi adalah fondasi utama keberhasilan pengembangan
media. Skor maksimal ini membuktikan bahwa materi etnik yang disajikan telah sangat akurat.
Integrasi kearifan lokal ini mendukung pembentukan karakter siswa sebagaimana ditekankan oleh
Wulandari dkk. (2025) bahwa materi berbasis tradisi efektif membangun kesadaran budaya sejak
dini.
Kepraktisan Media Berdasarkan Respon Guru
Kepraktisan media dinilai melalui angket respon guru untuk melihat efisiensi penyampaian
materi menggunakan media Articulate Storyline. Hasil respon kepraktisan guru dirangkum dalam
Tabel 2, berikut ini:
Table 2. Hasil Respon Kepraktisan Guru
No
Indikator Kepraktisan
Persentase (%)
Kategori
1
Kemudahan Pengoperasian Media
100%
Sangat Praktis
2
Kesesuaian Materi dengan Tujuan
100%
Sangat Praktis
3
Kualitas Tampilan dan Navigasi
100%
Sangat Praktis
4
Efisiensi Waktu Pembelajaran
100%
Sangat Praktis
Rerata Total
100%
Sangat Praktis
Data pada Tabel 2 menunjukkan tingkat kepraktisan 100% (P = 40/40 × 100% = 100%). Hal
ini selaras dengan temuan Amalia dan Istiq’faroh (2025) bahwa media digital yang praktis
membantu guru dalam mengimplementasikan literasi digital secara mandiri. Media ini terbukti
user-friendly dan efisien dalam proses pembelajaran, membantu guru mengatasi kendala metode
ceramah yang cenderung membosankan bagi siswa.
Kepraktisan Media Berdasarkan Respon Siswa
Uji coba dilakukan kepada siswa kelas III untuk melihat kemudahan penggunaan di lapangan.
Hasil respon kepraktisan siswa disajikan pada Tabel 3.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
78
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
Table 3. Hasil Respon Kepraktisan Siswa
No
Indikator Kepraktisan
Persentase (%)
Kategori
1
Kesenangan & Minat Belajar
97,5%
Sangat Praktis
2
Kemenarikan Visual & Audio
100%
Sangat Praktis
3
Kemudahan Operasional (Tombol)
95,0%
Sangat Praktis
4
Kemenarikan Kuis Interaktif
100%
Sangat Praktis
Rerata Total
98,1%
Sangat Praktis
Rerata total 98,1% pada Tabel 3 memperkuat temuan Purwandini dan Istiq’faroh (2025)
bahwa media berbasis Articulate Storyline memiliki tingkat kepraktisan tinggi. Penggunaan
multimedia terintegrasi mampu mengurangi beban kognitif siswa (Putri & Ismet, 2021). Media ini
berhasil menciptakan suasana fun learning yang meningkatkan keterlibatan siswa sesuai dengan
studi Rukmi dkk. (2025). Secara keseluruhan, media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu
mengajar, tetapi juga meningkatkan motivasi dan fokus siswa dalam kegiatan menyimak melalui
elemen visual dan audio yang relevan dengan kearifan lokal mereka sendiri.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, media pembelajaran
interaktif berbasis Articulate Storyline yang terintegrasi dengan kearifan lokal Banyuwangi pada
materi menyimak siswa kelas III sekolah dasar dinyatakan memiliki tingkat validitas dan
kepraktisan yang sangat tinggi. Hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase sebesar 100%
dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan respon guru sebesar
100% dan respon siswa sebesar 98,1% dengan kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa
media yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran. Selain itu, media ini mampu meningkatkan minat belajar, keterlibatan, serta
pemahaman siswa dalam kegiatan menyimak. Dengan demikian, media pembelajaran ini dapat
dijadikan sebagai alternatif inovatif dalam mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah
dasar. Media pembelajaran berbasis Articulate Storyline dapat digunakan sebagai alternatif dalam
menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, khususnya pada materi
menyimak. Sekolah diharapkan dapat mendukung penggunaan media digital dalam pembelajaran
dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, agar penggunaan media pembelajaran
inovatif dapat digunakan secara maksimal.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Ibu Nurul Istiq’faroh, M.Pd.,
atas bimbingan, arahan, dan saran yang sangat berharga dalam proses pengembangan media hingga
penyelesaian artikel penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak SDN
Lancar Abadi serta seluruh pihak yang telah membantu dalam kelancaran penelitian ini.
6. Daftar Pustaka
Amalia, & Istiq’faroh, N. (2025). Implementasi literasi digital secara mandiri melalui media
pembelajaran berbasis teknologi. Jurnal Pendidikan Dasar.
Aulia, & Rahayu. (2023). Pengaruh multimedia interaktif terhadap kemandirian belajar siswa
sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pembelajaran.
Fitriani, et al. (2021). Metodologi pengajaran menyimak yang efisien di tingkat sekolah dasar.
Jurnal Pedagogi.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
79
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
Hidayah, & Setyaningrum. (2023). Inovasi media audio-visual dalam meningkatkan fokus
menyimak siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan.
Indriani, & Nasution. (2021). Dampak media digital interaktif terhadap keterlibatan siswa di
sekolah dasar. Jurnal Basicedu.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Kurikulum Merdeka: Penguatan karakter dan kearifan
lokal. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lestari, & Jannah. (2022). Pengembangan media interaktif menggunakan Articulate Storyline di
sekolah dasar. Jurnal Multimedia Pembelajaran.
Manuain, & Istiq’faroh, N. (2024). Akurasi konten materi sebagai fondasi utama keberhasilan
pengembangan media pembelajaran. Jurnal Pendidikan.
Nisa, et al. (2023). Identitas sosial dan nilai luhur dalam pembelajaran bahasa berbasis budaya.
Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan.
Nurrita, & Sujarwo. (2022). Media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mencerna
pesan pada siswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan.
Pertiwi, & Sukartono. (2022). Implementasi budaya lokal dalam materi pembelajaran bermakna.
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar.
Prastyo, & Anggrani. (2021). Tantangan konsentrasi belajar siswa pada metode ceramah. Jurnal
Psikologi Pendidikan.
Pratama, & Setyaningsih. (2022). Penerapan model ADDIE dalam pengembangan perangkat
pembelajaran sistematis. Jurnal Riset Pendidikan.
Purwandini, & Istiq’faroh, N. (2025). Validitas dan kepraktisan media berbasis Articulate
Storyline 3 untuk meningkatkan hasil belajar. Jurnal Basicedu.
Putri, & Ismet. (2021). Reduksi beban kognitif melalui integrasi teks, gambar, dan audio dalam
multimedia. Jurnal Edutech.
Rahma, & Istiq’faroh, N. (2025). Kepraktisan media pembelajaran dalam mendorong kreativitas
dan motivasi belajar peserta didik. Jurnal Pendidikan Kreatif.
Ramadhani, et al. (2022). Multimedia interaktif dalam meningkatkan memori jangka panjang
siswa SD. Jurnal Instruksional.
Rukmi, Istiq’faroh, N., dkk. (2025). Pengalaman fun learning melalui media interaktif di sekolah
dasar. Jurnal Pembelajaran Inovatif.
Saputro, et al. (2023). Kualitas perangkat pembelajaran berbasis teknologi dengan model
pengembangan ADDIE. Jurnal Penelitian Pendidikan.
Sari, & Atamtajani. (2022). Keterampilan menyimak sebagai dasar komunikasi efektif pada anak.
Jurnal Bahasa dan Sastra.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Utami, & Hasanah. (2022). Solusi inovatif pendidikan abad ke-21 melalui media interaktif. Jurnal
Pendidikan Modern.
Wardani, & Kurniawan. (2023). Perencanaan pembelajaran menyimak yang bermakna di tahap
pendidikan dasar. Jurnal Akademika.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 74-80
E-ISSN: 3064-0180
80
Ana Yunita Mukhlisotin et.al (Pengembangan Media Articulate Storyline....)
Wijaya, & Dahlan. (2023). Validitas media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Evaluasi
Pendidikan.
Wulandari, dkk. (2025). Materi berbasis tradisi untuk membangun kesadaran budaya sejak dini.
Jurnal Karakter Bangsa.