I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
90
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi Sumber
Daya Manusia
Heri Kurnia
a,1
, Dewi Purnama Sari
b,2
a,b
Universitas Pamulang, Jl. Puspitek, Buaran, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
1
dosen03087@unpam.ac.id;
2
dosen1569@unpam.ac.id
*
dosen03087@unpam.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi
sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan pengetahuan,
keterampilan, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi terhadap
perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan
dalam meningkatkan kompetensi SDM di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
dan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif
untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai implementasi
pendidikan dalam pengembangan kompetensi SDM. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendidikan berperan dalam meningkatkan kompetensi
guru dan tenaga kependidikan melalui pendidikan formal, pelatihan,
workshop, seminar, dan berbagai program pengembangan profesional.
Program-program tersebut mampu meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, profesionalisme, etika kerja, kemampuan memanfaatkan
teknologi, serta penerapan hasil pembelajaran dalam pelaksanaan tugas
sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan,
efektivitas kerja, dan produktivitas organisasi sekolah. Penelitian juga
menemukan beberapa tantangan dalam pelaksanaan pengembangan
kompetensi, yaitu keterbatasan waktu, kesempatan mengikuti pelatihan,
sarana dan prasarana pendukung, serta tuntutan adaptasi terhadap
perkembangan teknologi. Meskipun demikian, tantangan tersebut dapat
diatasi melalui dukungan sekolah, penyelenggaraan pelatihan yang
berkelanjutan, pemerataan kesempatan pengembangan kompetensi, dan
komitmen guru serta tenaga kependidikan untuk terus belajar. Dengan
demikian, pendidikan tetap menjadi faktor utama dalam membentuk
sumber daya manusia yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu
menghadapi perubahan di lingkungan kerja.
Kata Kunci:
Pendidikan
Sumber Daya Manusia
Pengembangan Kompetensi
ABSTRACT
Keywords:
Education
Human Resources
Competency Development
Education plays a strategic role in improving human resource (HR)
competency through the development of knowledge, skills, professional
attitudes, and the ability to adapt to change. This study aims to analyze the
role of education in improving HR competency at SMAN 3 South Tangerang
City. The study used a qualitative approach with descriptive methods and a
case study approach. Data were collected through interviews, observations,
and document analysis, then analyzed descriptively to gain a deep
understanding of the implementation of education in developing HR
competency. The results of the study indicate that education plays a role in
improving the competency of teachers and education personnel through
formal education, training, workshops, seminars, and various professional
development programs. These programs can improve knowledge, skills,
professionalism, work ethics, the ability to utilize technology, and the
application of learning outcomes in carrying out tasks, thus impacting the
quality of educational services, work effectiveness, and school organizational
productivity. The study also found several challenges in implementing
competency development, namely limited time, opportunities to participate in
training, supporting facilities and infrastructure, and demands for adaptation
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
91
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
to technological developments. However, these challenges can be overcome
through school support, the implementation of ongoing training, equal
opportunities for competency development, and the commitment of teachers
and education personnel to continue learning. Thus, education remains the
main factor in forming human resources that are competent, professional,
adaptive, and able to face changes in the work environment.
©2026, Heri Kurnia, Dewi Purnama Sari
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan dipandang sebagai penyumbang yang sangat besar terhadap kemajuan suatu
bangsa, serta merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta
kesadaran dalam membangun watak bangsa. Pendidikan juga merupakan sebuah aktifitas yang
memiliki maksud atau tujuan tertentu yang diarahkan untuk mengembangkan potensi yang
dimiliki manusia baik sebagai manusia ataupun sebagai masyarakat dengan sepenuhnya.
Proses pembelajaran juga bertujuan untuk mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Terkadang, masalah pendidikan
merupakan salah satu bidang yang berkembang pesat, ini di buktikan dengan banyak
penelitian yang di laksanakan yang tidak lain bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan,
oleh karena itu peran pendidikan sangat penting bagi masyarakat dan menjadi peran terhadap
berkembangnya kompetensi masyarakat (Wibowo, 2017).
Dalam menentukan baik buruknya suatu pekerjaan ditunjang oleh Sumber daya manusia
yang ada karena sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang paling penting dan
paling menentukan dalam setiap organisasi. Sumber daya manusia adalah sumber daya yang
penting dalam suatu organisasi maupun masyarakat. Tujuan perusahaan tidak akan tercapai
tanpa didukung sumber daya manusia yang handal meskipun didukung dengan sarana dan
prasarana serta sumber yang memadai (Yuliana D, 2020). Rendahnya kualitas sumber daya
manusia menyebabkan turunnya efektifitas kerja karyawan/pegawai, yang secara tidak
langsung menyebabkan turunnya semangat kerja dan keputusan kerja. Hal ini selanjutnya akan
berdampak pada iklim organisasi yang akan mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi dan
efektivitas yang telah direncanakan. Pengembangan sumber daya manusia mengandung tugas
untuk mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu lembaga secara
optimal, sehingga sumber daya manusia dapat bekerja secara maksimal untuk bersama-sama
mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Oleh karena itu, pengembangan dan
peningkatan kompetensi SDM menjadi hal yang sangat penting.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan (diklat), maupun
pengembangan non-diklat seperti pembinaan, penilaian kinerja, dan pengelolaan karier secara
tepat. Berdasarkan kajian dari berbagai penelitian, pendidikan terbukti memiliki peran penting
dalam meningkatkan kompetensi SDM, baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun
sikap kerja. Pendidikan dan pelatihan yang efektif mampu meningkatkan produktivitas kerja
serta daya saing individu dalam dunia kerja. Selain itu, pendidikan juga berkontribusi terhadap
pembangunan manusia dan peningkatan kualitias hidup masyarakat. Adapun sitasi dalam
penelitian ini yang dikatakan oleh (Runtu et al., n.d.) yang hasilnya adalah Sumber daya
manusia yang dimiliki staf tenaga kependidikan pada bagian akademik Universitas Sam
Ratulangi Manado, sudah baik dan dalam pelaksanaan tugas setiap hari dan penuh rasa
tanggungjawab.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
92
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
Adapun novelty dalam kajian ini terletak pada pendekatan yang digunakan, yaitu tidak
hanya menekankan pendidikan formal sebagai faktor utama dalam meningkatkan kompetensi
SDM, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan non-formal seperti pelatihan, pembinaan, dan
manajemen karier. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti keterkaitan antara
pendidikandengan iklim organisasi, produktivitas kerja, serta pembentukan karakter individu.
Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai peran pendidikan
dalam meningkatkan kualitas SDM, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang
menuntut kemampuan adaptasi dan inovasi (Sugiyono, 2022).
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan memiliki
peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Melalui
proses pendidikan yang terarah, baik formal maupun non-formal, individu mampu
mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang dibutuhkan dalam dunia
kerja. Dengan demikian, semakin baik kualitas pendidikan yang diterima, maka semakin tinggi
pula tingkat kompetensi SDM yang dihasilkan, yang pada akhirnya berdampak pada
peningkatan produktivitas dan daya saing. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan,
kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan
individu maupun organisasi. Kompetensi yang tinggi tidak terbentuk secara instan, melainkan
melalui proses yang salah satunya diperoleh dari pendidikan (Sudarmanto, 2018). Oleh karena
itu, pendidikan berperan sebagai fondasi utama dalam membentuk dan mengembangkan
kompetensi SDM, sehingga upaya peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah strategis
dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
2. Metode
Metode merupakan suatu cara untuk pengumpulan data pada suatu kegiatan penelitian
secara mendalam dan terstruktur dengan kegunaan dan tujuan tertentu dengan suatu
pendekatan yang telah dipilih oleh seorang peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan yang menyelidiki makna,
pemahaman, dan pengalaman individu. Penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan
langsung, yaitu melalui interaksi dengan individu, kunjungan ke lokasi, serta pengamatan dan
pendengaran terhadap fenomena yang terjadi. Mnurut (Mulyadi, 2011) penelitian kualitatif
merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistik (fenomenologis).ualitatif
merupakan landasan teori yang digunakan untuk menggambarkan secara umum latar belakang
penelitian, metode ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
analisis dokumen, dan kemudian menginterpretasikan data tersebut untuk menghasilkan
pemahaman yang lebih mendalam. (Mulyadi, 2019).
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memperdalam tentang pengembangan
karakter dan kompetensi Sumber Daya Manusia, maka metode yang relevan untuk penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. (Ilhami et al.,
2024) studi kasus adalah adalah mempelajari suatu kejadian, situasi, peristiwa atau disebut
dengan fenomena sosial yang bertujuan untuk mengungkap kekhasan atau keunikan
karakteristik yang terdapat didalam kasus yang diteliti.
3. Hasil dan Pembahasan
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi sumber
daya manusia. Sebagai proses pembelajaran, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan
secara teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan, sikap profesional, dan kemampuan
individu dalam menghadapi berbagai tuntutan dalam pekerjaan. Melalui pendidikan formal
maupun pelatihan, individu dapat mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kualitas kinerja, produktivitas, serta kemampuan beradaptasi dengan
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
93
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Lestari S, 2018). Pengembangan kompetensi
sumber daya manusia dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
kerja yang profesional. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi,
serta etika kerja dipelajari melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. Selain itu,
pelatihan yang memiliki hubungan pada kebutuhan kerja membantu individu menguasai
keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi digital, kemampuan administrasi, serta pemecahan
masalah. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membentuk sumber daya manusia
yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi
maupun masyarakat.
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan menjadi
sarana penting dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, baik bagi guru maupun
tenaga kependidikan. Pendidikan berperan sebagai wadah pengembangan pengetahuan,
keterampilan, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan
teknologi dan tuntutan pekerjaan. Melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, workshop,
dan pengembangan profesional, guru dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan untuk
meningkatkan kompetensi yang mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
di lingkungan sekolah. Salah satu sarana yang paling efektif dalam meningkatkan kompetensi
sumber daya manusia adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Pendidikan
tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya untuk
mengembangkan keterampilan, sikap profesional, etika kerja, serta kemampuan individu
dalam menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan. Melalui pendidikan formal, pelatihan,
workshop, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya, individu memperoleh bekal yang
diperlukan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas kerja.
A. Peran Pendidikan terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia diSMAN 3 Kota
Tangerang Selatan
Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengetahuan, tetapi juga sebagai
proses suatu pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan, sikap, dan profesionalisme kerja. Dalam lingkungan sekolah,
pendidikan berperan sangat penting dalam meningkatkan kualitas seorang guru dan tenaga
kependidikan agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif.
Melalui pendidikan formal dan berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan
kompetensi, individu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan yang
relevan dengan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan zaman. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia, diantaranya sebagai berikut:
1) Meningkatkan Pengetahuan dan ilmu Profesional
Pendidikan bertujuan untuk sarana utama dalam meningkatkan pengetahuan dan
ilmu profesional guru maupun tenaga kependidikan. Melalui pendidikan formal dan
berbagai pelatihan yang diikuti, individu memperoleh pemahaman yang lebih luas
mengenai tugas, tanggung jawab, serta perkembangan terbaru yang berkaitan dengan
bidang pekerjaannya. Bagi guru, pendidikan dan pelatihan dapat mmeberikan
pengetahuan baru mengenai metode pembelajaran, media pembelajaran, serta strategi
pengajaran yang lebih inovatif. Di sisi lain, bagi tenaga kependidikan, pendidikan
membantu meningkatkan pemahaman mengenai administrasi sekolah, pelayanan
publik, dan pengelolaan data yang lebih efektif. Dengan meningkatnya pengetahuan
dan wawasan profesional, sumber daya manusia di lingkungan sekolah mampu
melaksanakan tugasnya secara lebih optimal dan berkualitas.
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
94
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
2) Pengembangan Keterampilan Kerja
Melalui berbagai pelatihan dan workshop, guru dapat meningkatkan keterampilan
mengajar, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta kemampuan
memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, tenaga kependidikan
memperoleh keterampilan dalam pengelolaan administrasi, penggunaan sistem
administrasi berbasis digital, pelayanan kepada masyarakat sekolah, serta kemampuan
bekerja sama dalam tim. Pengembangan keterampilan ini membantu meningkatkan
kualitas pelayanan pendidikan dan administrasi di sekolah.
3) Meningkatkan Sikap Profesionalisme Kerja
Melalui pendidikan dan pelatihan, guru dan tenaga kependidikan memperoleh
pemahaman yang lebih baik mengenai standar profesional yang harus diterapkan
dalam lingkungan kerja. Pendidikan membantu meningkatkan kesadaran akan
pentingnya etika profesi, pelayanan yang berkualitas, serta tanggung jawab dalam
menjalankan tugas. Dengan demikian, pendidikan menjadi faktor penting dalam
membentuk sumber daya manusia yang profesional dan mampu memberikan
kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan sekolah.
4) Penguatan Kemampuan Teknologi dan Pemecahan Masalah
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut guru dan tenaga
kependidikan untuk terus meningkatkan kompetensinya agar mampu beradaptasi
dengan perubahan yang terjadi. Melalui pelatihan teknologi informasi dan administrasi
digital, guru dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan berbagai perangkat
teknologi untuk mendukung proses pembelajaran maupun pelayanan administrasi.
B. Pelaksanaan Pendidikan dalam Dunia Kerja di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan
Dalam implementasinya, pendidikan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan tidak hanya
diperoleh melalui pendidikan formal yang ditempuh oleh guru dan tenaga kependidikan, tetapi
juga melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi seperti pelatihan, workshop,
seminar, diklat, dan program peningkatan profesionalisme yang diselenggarakan oleh sekolah
maupun instansi terkait. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang
memberikan pengalaman nyata bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan
kualitas kerja, mengembangkan keterampilan profesional, serta menyesuaikan diri dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berubah. Menurut hasil
penelitian, pelaksanaan pendidikan dalam dunia kerja berfungsi sebagai sarana pengembangan
kompetensi sumber daya manusia yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan
kinerja dan profesionalisme guru maupun tenaga kependidikan.
1) Mengembangkan Pengetahuan dan Kompetensi Profesional
Pendidikan menjadi sarana utama dalam meningkatkan pengetahuan dan
kompetensi profesional guru serta tenaga kependidikan. Melalui berbagai pelatihan
dan program pengembangan, guru memperoleh wawasan baru mengenai metode
pembelajaran, media pembelajaran berbasis teknologi, serta strategi evaluasi yang
lebih efektif. Sementara itu, tenaga kependidikan memperoleh pemahaman yang lebih
baik mengenai administrasi sekolah, pengelolaan data, dan pelayanan pendidikan.
2) Mengembangkan Kterampilan Kerja dan Beradaptasi pada Teknologi
Inti dari pelaksanaan pendidikan dalam dunia kerja adalah pengembangan
keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Pendidikan dan pelatihan
memberikan kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan
kemampuan teknis maupun nonteknis yang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.
3) Menerapkan Hasil Pendidikan dan Pelatihan dalam Lingkungan Kerja
Pelaksanaan pendidikan dalam dunia kerja ditunjukkan melalui penerapan hasil
pelatihan dan pendidikan dalam aktivitas sehari-hari. Guru menerapkan berbagai
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
95
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
metode pembelajaran yang diperoleh dari pelatihan untuk meningkatkan kualitas
proses belajar mengajar. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan media digital
dalam pembelajaran menjadi salah satu bentuk nyata implementasi hasil pendidikan
yang telah diikuti. Pada tenaga kependidikan, hasil pelatihan diterapkan melalui
peningkatan kualitas administrasi sekolah, pengelolaan dokumen berbasis digital, serta
pelayanan yang lebih cepat dan efektif kepada warga sekolah. Penerapan hasil
pendidikan tersebut menunjukkan bahwa proses pengembangan kompetensi
memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kinerja individu maupun
organisasi.
C. Tantangan yang dihadapi dalam Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Danusia di
SMAN 3 Kota Tangerang Selatan
Di lingkungan sekolah, peran pendidikan sangat penting, banyak program pelatihan dan
pendidikan yang telah di dukung oleh sekolah dan dilaksanakan untuk meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia. Dengan adanya program pelatihan/pendidikan yang selalu
berjalan dengan lancar, guru dan staff tata usaha masih mengalami sejumlah tantangan yang
menghambat pencapaian tujuan tersebut. Terdapat beberapa tantangan utama yang dihadapi
dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan,
yaitu sebagai berikut:
a. Keterbatasan waktu dalam mengikuti Program Pendidikan/Pelatihan
Guru memiliki tanggung jawab utama dalam melaksanakan proses pembelajaran,
sementara itu, tenaga kependidikan juga memiliki beban kerja administratif yang
cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan,
seminar, atau kegiatan pengembangan kompetensi menjadi terbatas. Padatnya aktivitas
kerja sering kali membuat guru dan tenaga kependidikan kesulitan membagi waktu
antara pelaksanaan tugas rutin dengan kegiatan peningkatan kompetensi.
b. Keterbatasan Kesempatan untuk mengikuti Pelatihan/Pendidikan
Tidak semua guru dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan yang sama
untuk mengikuti kegiatan pelatihan karena adanya keterbatasan kuota peserta, jadwal
kegiatan, maupun kebijakan penyelenggara. Akibatnya, proses peningkatan
kompetensi belum dapat dirasakan secara merata oleh seluruh sumber daya manusia di
lingkungan sekolah.
c. Keterbatasan Sarana dan Prasarana
Perkembangan teknologi dan tuntutan digitalisasi pendidikan membutuhkan sarana
dan prasarana yang memadai. Namun, ketersediaan fasilitas pendukung terkadang
masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program pengembangan kompetensi.
d. Beradaptasi terhadap Perkembangan Teknologi
Kemajuan teknologi yang sangat cepat menuntut guru dan tenaga kependidikan
untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Tidak semua individu
memiliki kemampuan adaptasi yang sama terhadap penggunaan teknologi baru.
Tantangan ini mengharuskan sekolah untuk menyediakan pelatihan yang relevan agar
seluruh tenaga pendidik dan kependidikan mampu mengikuti perkembangan teknologi
yang semakin dinamis. Hambatan-hambatan tersebut tidak menghambat upaya
peningkatan kompetensi sumber daya manusia, tetapi menjadi faktor yang perlu
dikelola secara efektif. Dukungan sekolah melalui penyelenggaraan pelatihan,
penyediaan fasilitas yang memadai, pemberian kesempatan yang merata, serta
penguatan budaya belajar berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mengatasi
berbagai hambatan tersebut. Dengan demikian, pengembangan kompetensi sumber
daya manusia di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan dapat terus berjalan secara optimal
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
96
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
dan mampu menghasilkan guru serta tenaga kependidikan yang kompeten,
profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan tentang
peran pendidikan terhadap kompetensi Sumber Daya Manusia maka dapat dibuat kesimpulan
sebagai berikut:
a. Peran spesifik pendidikan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia
melalui pendidikan formal, pelatihan, workshop, seminar, dan berbagai program
pengembangan profesional, guru dan tenaga kependidikan memperoleh peningkatan
pengetahuan, keterampilan, serta wawasan yang mendukung pelaksanaan tugas dan
tanggung jawabnya. Pendidikan juga berperan dalam membentuk sikap profesional,
etika kerja, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan
teknologi dan tuntutan dunia kerja.
b. Pelaksanaan Pendidikan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia
berfungsi sebagai peningkatan pengetahuan dan profesionalisme, pengembangan
keterampilan kerja, peningkatan profesionalisme, kemampuan pemanfaatan teknologi,
serta penerapan hasil pendidikan dan pelatihan dalam lingkungan kerja. Kompetensi
yang diperoleh melalui pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas individu, tetapi
juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, efektivitas kerja, dan
produktivitas organisasi sekolah secara keseluruhan.
c. Meskipun dalam program pendidikan/pelatihan sudah berjalan dengan efektivitas, tetapi
pada pelaksanaan nya memiliki tantangan. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan
waktu untuk mengikuti program pengembangan kompetensi, keterbatasan kesempatan
pelatihan, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, serta tuntutan adaptasi
terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat. Walaupun terdapat tantangan,
hal tersebut dapat diatasi melalui dukungan sekolah, penyediaan program pelatihan yang
berkelanjutan, pemerataan kesempatan pengembangan kompetensi, serta komitmen
guru dan tenaga kependidikan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Dengan
demikian, pendidikan tetap menjadi faktor utama dalam membentuk sumber daya
manusia yang kompeten, profesional, dan mampu menghadapi perubahan di lingkungan
kerja.
Saran
Berdasarkan temuan tersebut, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:
a. Bagi Sekolah
Disarankan untuk terus meningkatkan program pengembangan kompetensi bagi guru
dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, workshop, seminar, dan kegiatan
pengembangan profesional lainnya secara berkelanjutan. Sekolah juga perlu
memberikan kesempatan yang merata kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan
untuk mengikuti program peningkatan kompetensi, serta menyediakan sarana dan
prasarana yang mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam
bidang teknologi dan digitalisasi pendidikan.
b. Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
Guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk terus meningkatkan kompetensi diri
melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugas
masing-masing. Selain itu, hasil pendidikan dan pelatihan yang diperoleh hendaknya
diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari agar dapat
meningkatkan kualitas kinerja, pelayanan, dan profesionalisme. Sikap proaktif dalam
I M E J
Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Vol. 3, No. 1, Mei 2026, page: 90-97
E-ISSN: 3064-0180
97
Heri Kurnia et.al (Peran Pendidikan Terhadap Kompetensi....)
belajar serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi juga perlu terus
dikembangkan untuk menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
Guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk terus meningkatkan kompetensi diri
melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan bidang tugas
masing-masing. Selain itu, hasil pendidikan dan pelatihan yang diperoleh hendaknya
diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari agar dapat
meningkatkan kualitas kinerja, pelayanan, dan profesionalisme. Sikap aktif dalam
belajar serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi juga perlu terus
dikembangkan untuk menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
5. Daftar Pustaka
Anwar, P. M. (2017). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. PT Remaja Rosdakarya.
Doktor, N., Pendidikan, I., Negeri, U., Dosen, J., Biasa, L., Tarbiyah, J., & Purwokerto,
Fakultas, D., & Umn, E. (n.d.). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap
Efektivitas Kerja Karyawan Pada Pt. Kawasan Wisata Pantai Cermin Theme Park Dan
Resort Hotel Rukmini Sri Murniyanti.
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia (Edisi Revisi). PT Bumi
Aksara.
Ilhami, M. W., Vera Nurfajriani, W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, W. (2024).
Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana
Pendidikan, 10(9), 462469. https://doi.org/10.5281/zenodo.11180129
Lestari, S. (2018). Peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Deepublish.
Mulyadi, M. (2011). Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar
Menggabungkannya (Vol. 15, Number 1).
Mulyasa, E. (2017). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan
menyenangkan. PT Remaja Rosdakarya.
Notoatmodjo, S. (2015). Pengembangan sumber daya manusia. PT Rineka Cipta.
Runtu, A. C., Mandey, J., & Ogotan, M. (n.d.). Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan Pada Bagian Akademik
Universitas Sam Ratulangi Manado.
Sudarmanto. (2018). Kinerja dan pengembangan kompetensi SDM. Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Sutrisno, E. (2016). Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kompetensi sumber daya
manusia. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 12(2), 145156.
Wibowo. (2017). Manajemen kinerja (Edisi ke-5). PT RajaGrafindo Persada.
Yuliana, D. (2020). Peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di
era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 4556.