Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 30 -
Artikel Penelitian
Naskah dikirim: 12/02/2026 Selesai revisi: 24/03/2026Disetujui: 18/05/2026Diterbitkan:01/06/2026
Efektivitas Media Digital Grok.ai dan Canva Mitigasi Longsor dalam
Meningkatkan Keterampilan Menyimak Kelas 3
Nadia Ramadhani Islamiyah Bakri, Nurul Istiq’faroh, Rasya Junesta Alzara, Jihan Putri Nuriyanti
Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
E-mail: 24010644196@mhs.unesa.ac.id, nurulistiqfaroh@unesa.ac.id, 24010644197@mhs.unesa.ac.id,
24010644199@mhs.unesa.ac.id
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menyimak siswa sekolah dasar yang
disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Selain itu,
pentingnya edukasi mitigasi bencana tanah longsor sejak dini juga menjadi perhatian dalam pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan serta mengetahui keefektifan media
digital berbasis Grok.ai dan Canva dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas III sekolah
dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain one group pretestposttest.
Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest,
kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test, serta perhitungan N-Gain. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 56,97 meningkat menjadi 83,64 pada posttest.
Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan, serta nilai N-
Gain sebesar 0,6617 dalam kategori sedang. Dengan demikian, media digital berbasis Grok.ai dan Canva
efektif meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Penelitian ini berimplikasi pada pemanfaatan
teknologi berbasis AI dalam pembelajaran yang inovatif dan berpotensi dikembangkan pada materi lainnya.
Kata kunci: keterampilan menyimak; media digital; Grok.ai; Canva; mitigasi bencana longsor
The Effectiveness of Grok.ai and Canva Digital Media for Landslide Mitigation in Improving
Listening Skills in Grade 3 Students
Abstract: This research is motivated by the low listening skills of elementary school students caused by the
lack of use of interesting and interactive learning media. In addition, the importance of early landslide
disaster mitigation education is also a concern in learning. This study aims to describe the development
process and determine the effectiveness of digital media based on Grok.ai and Canva in improving the
listening skills of third-grade elementary school students. This study used a descriptive quantitative method
with a one-group pretest-posttest design. The research subjects were 22 students. Data collection
techniques were carried out through pretest and posttest tests, then analyzed using normality tests, paired
sample t-tests, and N-Gain calculations. The results showed that the average pretest score of 56.97
increased to 83.64 in the posttest. The t-test results showed a significance value <0.05, indicating a
significant difference, and the N-Gain value of 0.6617 is in the moderate category. Thus, digital media
based on Grok.ai and Canva are effective in improving students' listening skills. This research has
implications for the use of AI-based technology in innovative learning and has the potential to be developed
into other materials.
Keywords: listening skills; digital media; Grok.ai; Canva; landslide disaster mitigation
Hak Cipta©2026 Nadia Ramadhani Islamiyah Bakri, Nurul Istiq’faroh, Rasya Junesta Alzara,
Jihan Putri Nuriyanti
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 31 -
1. Pendahuluan
Kemampuan menyimak merupakan salah satu keterampilan dasar dalam pembelajaran bahasa yang
perlu dikembangkan sejak dini, karena keterampilan menyimak adalah sebuah fondasi utama dalam
membangun kompentensi berbahasa yang utuh (Fadhilah, 2025). Melalui kegiatan menyimak, seseorang
memperoleh informasi, memahami konteks komunikasi, dan mengembangkan kosakata serta struktur
bahasa secara alami (Aulia et al., 2024). Dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar, sebagian besar
instruksi dan penjelasan guru disampaikan secara verbal, sehingga kemampuan menyimak yang baik sangat
menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses belajar. Oleh karena itu, penguatan keterampilan
menyimak perlu mendapat perhatian sejak dini agar siswa mampu memahami informasi secara tepat dan
efektif (Putrayasa, 2025). Namun dalam praktiknya, masih menunjukkan adanya berbagai tantangan. Hal
ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya perhatian siswa, terbatasnya strategi pengajaran
menyimak yang efektif, serta kurangnya media pendukung yang sesuai (Fadhilah, 2025). Oleh karena
itu, diperlukan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan unsur visual dan verbal secara
bersamaan. Pembelajaran akan lebih efektif ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata (verbal) dan
gambar (visual) dibandingkan hanya satu saluran saja (Soleha et al., 2026).
Di sisi lain, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tanah longsor
yang cukup tinggi. Salah satu jenis bencana di Indonesia yang berpotensi merusak lingkungan, merugikan
harga benda dan menimbulkan korban jiwa adalah bencana longsor (Isnaini, 2019). Mengingat banyaknya
anak Indonesia yang setiap hari berada di sekolah dan melanjutkan pendidikan mulai dari taman kanak-
kanak hingga perguruan tinggi, maka pendidikan mitigasi bencana sejak dini sangat diperlukan di sektor
pendidikan karena guru sebagai orang dewasa memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan anak-
anak ketika terjadi bencana di lingkungan sekolah (Atmojo,2020). Edukasi mitigasi tidak hanya bertujuan
memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa dalam
menghadapi potensi bencana alam di lingkungan sekitar mereka. Dengan menyalurkan pendidikan
mengenai kebencanaan, anak-anak dapat diberdayakan untuk berkontribusi dalam upaya penyelamatan diri
dan melindungi masyarakat sekitar (Qurrotaini et al., 2022).
Dalam revolusi industri ke-4, era teknologi informasi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI)
menjadi faktor kunci dalam membentuk perubahan di dunia pendidikan (Istiq’faroh et al., 2025). Pada era
digital saat ini, media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)
memberikan berbagai keuntungan dan peluang dalam proses pembelajaran (Mukti, 2023). Penggunaan
Grok.ai dan Canva memungkinkan pengembangan naskah cerita, dialog, serta materi audio edukatif yang
kontekstual dan sesuai dengan karakteristik siswa. Gambar ilustrasi berbasis AI dirancang menggunakan
Canva sehingga menghasilkan gambar yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan materi mitigasi
bencana. Gambar-gambar tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam Grok.ai untuk dikembangkan
animasi edukatif dengan tambahan narasi, dialog, serta efek suara. Meskipun proses pengembangannya
melibatkan dua platform, produk akhir yang akan digunakan dalam pembelajaran adalah video animasi
yang telah terintegrasi secara utuh. Video animasi dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa dan
membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Animasi adalah salah satu cara yang
luar biasa untuk membantu menanamkan kepribadian baik pada anak (Aeni,2022).Video animasi ini
memadukan unsur visual bergerak dan audio naratif sehingga mampu menghadirkan pengalaman belajar
yang lebih konkret. Dengan demikian, integrasi Grok.ai dan Canva tidak hanya menghasilkan media yang
menarik secara visual, tetapi juga efektif dalam melatih keterampilan menyimak siswa kelas 3 melalui
penyajian materi yang kontekstual dan interaktif.
Beberapa penelitian sebelumnya juga telah mengembangkan media pembelajaran mitigasi tanah
longsor dalam berbagai bentuk media. Penelitian pertama menunjukkan media interaktif berbasis Canva
efektif untuk meningkatkan pengetahuan mitigasi tanah longsor pada anak PAUD (5-6 tahun) melalui
desain pre eksperimental, namun penelitian tersebut menekankan peningkatan aspek pengetahuan tentang
mitigasi tanah longsor, bukan keterampilan berbahasa khususnya menyimak (Latif et al., 2025). Penelitian
lain mengembangkan model simulasi 3D untuk meningkatkan pemahaman mitigasi longsor pada siswa
sekolah dasar kelas V dan menunjukkan efektivitas kategori sedang berdasarkan uji N-gain. Namun, media
yang digunakan masih berbasis media fisik dan belum mengarah pada penguatan keterampilan berbahasa
menyimak berbasis digital (Wiluyana et al., 2024). Sementara itu, pengembangan media digital berbasis
Articulate Storyline telah dilakukan pada materi mitigasi longsor dengan model ADDIE, tetapi hanya
sampai tahap pengembangan tanpa implementasi penuh serta diujicobakan pada siswa jenjang SMA bukan
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 32 -
SD. Penelitian tersebut juga lebih menekankan aspek kelayakan media daripada dampaknya terhadap
keterampilan berbahasa (Safitri et al., 2023).
Berdasarkan ketiga penelitian tersebut, terlihat bahwa pengembangan media mitigasi longsor telah
banyak dilakukan, namun masih berfokus pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman konseptual.
Belum ditemukan penelitian yang secara khusus mengembangkan media digital berbasis integrasi
kecerdasan buatan dan desain visual interaktif untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah
dasar kelas III dalam konteks mitigasi longsor. Oleh karena itu, diperlukan penelitian pengembangan media
digital berbasis Grok.ai dan Canva yang secara spesifik dirancang untuk meningkatkan keterampilan
menyimak melalui materi mitigasi longsor pada siswa kelas III sekolah dasar. Adapun tujuan dari penelitian
ini yaitu: (1) Mendeskripsikan proses pengembangan media digital berbasis Grok.ai dan Canva pada materi
mitigasi bencana longsor untuk siswa kelas III sekolah dasar, dan (2) Mengetahui keefektifan media
tersebut dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
2. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di SD Negeri III Lidah Kulon, Surabaya pada bulan Maret 2026. Subjek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri III Lidah Kulon tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 29
siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus (total sampling) yaitu seluruh anggota
populasi dijadikan sebagai subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Penelitian ini menggunakan metode
Kuantitatif Deskriptif, proses dimulai dengan analisis kurikulum dan materi mitigasi bencana tanah longsor,
dilanjutkan perancangan storyboard, naskah, alur cerita, dan instrumen penelitian. Media dikembangkan
melalui pembuatan ilustrasi berbasis AI menggunakan Canva, kemudian diolah menjadi video animasi
edukatif melalui Grok.ai dengan penambahan narasi dan efek suara. Produk yang dihasilkan selanjutnya
diuji coba pada siswa kelas 3 menggunakan desain one group pretestposttest. One-group pretest-posttest
design adalah sebuah design penelitian yang memberikan pretest terlebih dahulu sebelum dilakukan
perlakuan, kemudian setelah dilakukan perlakuan akan diberikan posttest (Sugiyono, 2022). Teknik analisis
data hasil keefektifan dilakukan secara kuantitatif menggunakan skor pretest dan posttest. Data dianalisis
dengan menghitung nilai N-Gain untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak siswa setelah
penggunaan media. Interpretasi N-Gain mengacu pada kategori peningkatan rendah, sedang, dan tinggi
untuk menentukan tingkat efektivitas media pembelajaran. Tahap evaluasi dalam model ADDIE dilakukan
melalui penilaian hasil pengembangan dan pengukuran peningkatan hasil belajar setelah penggunaan
media.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, subjek penelitiannya yakni sebanyak 22 siswa kelas 3 di
SDN Balas Klumprik I. Keefektifan media digital berbasis Canva dan Grok.ai terhadap keterampilan
menyimak dapat dilihat dengan memberikan pre-test (sebelum perlakuan) dan post-test (sesudah diberikan
perlakuan) kepada siswa pada materi mitigasi bencana tanah longsor. Penelitian ini menggunakan desain
One Group Pretest-Posttest, sehingga untuk mengetahui keefektifan media digunakan dua jenis tes yaitu
pretest dan posttest. Pretest diberikan sebelum penggunaan media digital berbasis Canva dan Grok.ai,
sedangkan posttest diberikan setelah pembelajaran. Sebelum melakukan uji hipotesis pada penelitian ini,
terdapat variabel-variabel yang perlu dianalisis dengan teliti. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini
yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu media digital berbasis
Canva dan Grok.ai, sedangkan variabel terikatnya yaitu keterampilan menyimak siswa. Untuk menganalisis
kedua variabel tersebut, dapat menggunakan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t-test). Untuk
melakukan uji t sampel berpasangan tersebut, hal pertama yang harus dilakukan yaitu memeriksa bahwa
data hasil penelitian harus memenuhi syarat analisis tersebut. Salah satu cara memeriksa data hasil
penelitian tersebut yaitu dengan cara uji normalitas. Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk
menentukan data terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas menjadi langkah yang penting
sebelum melakukan uji t (paired sample test). Uji normalitas ini dilakukan menggunakan perangkat lunak
IBM SPSS 26. Data uji normalitas dapat dikatakan normal apabila hasil data penelitian memiliki nilai lebih
dari 0,05. Sebelum dilakukan uji normalitas, peneliti terlebih dahulu akan menunjukkan hasil nilai siswa
pada pre-test dan post-test sebagai gambaran awal keterampilan menyimak siswa sebelum dan sesudah
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 33 -
diberikan perlakuan. Hasil nilai tersebut digunakan untuk melihat adanya peningkatan keterampilan
menyimak siswa. Berikut hasil nilai pre-test dan post-test siswa.
Gambar 1. Media Pembelajaran
Tabel 1. Nilai Pretest dan Posttest Siswa
Siswa
Nilai
Prestest
Siswa
Nilai
Posttest
1
40
1
66.67
2
46.67
2
73.33
3
53.33
3
80.00
4
60
4
86.67
5
66.67
5
93.33
6
46.67
6
73.33
7
53.33
7
80
8
60
8
86.67
9
66.67
9
93.33
10
73.33
10
100
11
40
11
66.67
12
53.33
12
80
13
60
13
86.67
14
66.67
14
93.33
15
73.33
15
100
16
46.67
16
73.33
17
53.33
17
80
18
60
18
86.67
19
66.67
19
93.33
20
73.33
20
100
21
40
21
66.67
22
53.33
22
80
Tabel 2. Tests of Normality uji Shapiro-Wilk
Kolmogorov-Smirnov
a
Shapiro-Wilk
df
Sig.
Statistic
df
Sig.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 34 -
pretest
.133
22
.200
*
.931
22
.128
posttest
.133
22
.200
*
.931
22
.129
Berdasarkan hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, diperoleh nilai signifikansi pre-test sebesar 0,128 dan
post-test sebesar 0,129. Kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data
pre-test dan post-test berdistribusi normal. Dengan demikian, data telah memenuhi syarat untuk dilakukan
uji selanjutnya yaitu uji paired sample t-test.
Tabel 3. Paired Samples Statistic
Mean
N
Std. Deviation
Std. Error
Mean
Piar 1
PRE TEST
56.9695
22
10.83314
2.30963
POTS TEST
83.6364
22
10.83279
2.30956
Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 56,97, sedangkan nilai rata-rata
post-test sebesar 83,64. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menyimak siswa
setelah menggunakan media digital berbasis Canva dan Grok.ai.
Tabel 4. Paired Samples Correlations
N
Correlation
Sig.
Pair 1 PRE TEST & POST TEST
22
1.000
<,001
Berdasarkan hasil uji korelasi, diperoleh nilai korelasi sebesar 1,000 dengan nilai signifikansi <
0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara nilai pre-test
dan post-test siswa.
Tabel 5. Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confifence Interval of
the Difference
Mean
Std.
Deviation
Std.
Error
Mean
Lower
Upper
t
df
Sig (2-
tailed)
Pair
1
PRE TEST -
POST TEST
-
26.6668
2
.00477
.00102
-26.66893
-26.66470
-
26236.
680
21
<,001
Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar < 0,001 yang
lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Hal ini menunjukkan bahwa
penggunaan media digital berbasis Canva dan Grok.ai efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak
siswa, seperti pada tabel 6 berikut ini:
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 35 -
Tabel 6. Uji N Gain
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Ngain_Score
22
.44
1.00
.6617
.18003
Ngain_Persen
22
44.45
100.00
66.1683
18.00256
Valid N (listwise)
22
Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain, diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,6617 yang termasuk dalam
kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan menyimak siswa berada pada
tingkat sedang, sehingga media digital yang digunakan cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan
menyimak siswa.
Pembahasan
Pembahasan ini berisi tentang hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas III C SDN Balas
Klumprik I/434 Surabaya dengan menggunakan media video pembelajaran digital pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia materi mitigasi bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas media digital berbasis Canva dan Grok.ai terhadap keterampilan menyimak siswa. Penggunaan
media digital dalam pembelajaran sejalan dengan perkembangan teknologi yang dapat menciptakan
pembelajaran lebih menarik dan interaktif sehingga meningkatkan keterlibatan siswa (Hendratno et al.,
2025). Sebelum diberikan perlakuan, peneliti melakukan uji normalitas menggunakan nilai pretest. Hasil
uji Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikansi pretest sebesar 0,128 > 0,050 dan posttest sebesar 0,129
> 0,050, sehingga keduanya berdistribusi normal. Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian memenuhi
syarat untuk dilakukan uji lanjutan.
Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 56,97 meningkat menjadi 83,64 pada
posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran digital mampu membantu siswa
memahami materi dengan lebih baik. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa penggunaan media
pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan hasil belajar siswa
(Aliyah & Istiq’faroh, 2022). Nilai korelasi sebesar 1,000 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara
nilai pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi < 0,001 yang berarti hubungan tersebut signifikan. Selain
itu, hasil uji paired samples test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha
diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada keterampilan menyimak sebelum
dan sesudah penggunaan media digital.
Temuan ini memperkuat bahwa pembelajaran inovatif berbasis teknologi dapat meningkatkan
kualitas proses belajar siswa (Setiawan et al., 2023). Berdasarkan perhitungan N-Gain diperoleh nilai rata-
rata sebesar 0,6617 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa media digital berbasis Canva dan
Grok.ai cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran juga dinilai mampu mendukung perkembangan kemampuan siswa di era digital melalui
penyajian materi yang lebih variatif dan menarik (Yuliwinarti et al., 2023).
4. Simpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, media digital berbasis Grok.ai dan Canva pada materi mitigasi bencana
tanah longsor berhasil dikembangkan secara sistematis melalui tahapan perancangan hingga implementasi
dalam pembelajaran. Media yang dihasilkan mampu menyajikan materi secara menarik dan interaktif sesuai
dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, media tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan
keterampilan menyimak siswa kelas III. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata dari
56,97 pada pre-test menjadi 83,64 pada post-test, serta hasil uji paired sample t-test yang menunjukkan
nilai signifikansi < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai N-Gain sebesar 0,6617 yang
termasuk kategori sedang menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan menyimak berada pada tingkat
cukup efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media digital berbasis teknologi
memiliki implikasi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya keterampilan menyimak
siswa sekolah dasar.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 36 -
Saran
Berdasarkan temuan penelitian, guru disarankan untuk memanfaatkan media digital berbasis
teknologi seperti Grok.ai dan Canva sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan interaktif guna
meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Sekolah juga diharapkan dapat mendukung penggunaan
teknologi melalui penyediaan fasilitas yang memadai. Secara teoritis, penelitian ini dapat menjadi referensi
dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam integrasi kecerdasan buatan di
sekolah dasar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan desain eksperimen yang lebih kuat
dengan melibatkan kelompok kontrol agar hasil penelitian lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat
dikembangkan pada materi lain atau keterampilan berbahasa yang berbeda untuk mengetahui konsistensi
efektivitas media digital dalam berbagai konteks pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Aeni, A. N., Hermawan, D. A., Aiska, F. F., & Ulfana, K. T. (2024). A s - S A B I Q U N. Jurnal Pendidikan
Islam Anak Usia Dini, 6(4), 569583. https://doi.org/https://doi.org/10.36088/assabiqun.v6i4.4802
Aliyah, A., & Istiq’faroh, N. (2022). Pengembangan Media FlipBook Bahasa Indonesia Materi Fabel Kelas
IV SD. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 1(1), 19.
Fadhilah, A. H. (2025). ANALISIS KETERAMPILAN MENYIMAK SEBAGAI KOMPONEN
PENTING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA. Jurnal Inovasi Pedagogis & Teknologi, 3(2),
4449.
Hendratno, H., Amalia, E., Istighfaroh, N., Siswanto, B. E., & Mufidah, Z. R. (2025). Pelatihan Literasi
Digital Canva untuk Guru Sekolah Dasar. Kontribusi: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada
Masyarakat, 5(2), 222231. https://doi.org/10.53624/kontribusi.v5i2.524
Isnaini, R. (2019). Analisis Bencana Tanah Longsor di Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Islamic
Management and Empowerment Journal, 1(2), 143160. https://doi.org/10.18326/imej.v1i2.143-
160
Istiq’faroh, N., Damayanti, M. I., Hendratno, H., Rukmi, A. S., Murni, A. W., & Wibowo, A. H. (2025).
Developing Artificial Intelligence (AI)-Based Children’s Story-books through Fry Readability for
Elementary Students (Issue Icei 2024). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-
360-3_85
Latif, Y. A., Lubis, M., & Anggarasari, N. H. (2025). Efektivitas media interaktif berbasis Canva dalam
meningkatkan pemahaman mitigasi bencana longsor pada anak usia 56 tahun. JECIE (Journal of
Early Childhood and Inclusive Education), 9(1), 176178.
Mukti, D. F. (2023). Transformasi Pendidikan Di Sekolah Dasar: Pemanfaatan Media Pembelajaran
Berbasis Kecerdasan Buatan Dalam Era Digital. Dirasatul Ibtidaiyah, 3(2), 229240.
Oktopiani, L., & Haniati, U. (2025). Edukasi Mitigasi Bencana Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan
Kesiapsiagaan Siswa Melalui Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan di SMP N 6 Purwokerto. Jurnal
Relawan Dan Pengabdian Masyarakat REDI, 2(4), 3038. https://doi.org/10.69773/n6vjdb93
Safitri, W. S., Soekamto, H., Irawan, L. Y., Sumarmi, & Pertiwi, E. (2023). Pengembangan media
pembelajaran digital berbasis articulate storyline pada materi mitigasi bencana longsor. Jurnal
Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 3(3), 253266.
Setiawan, R., Muhimmah, H. A., Subrata, H., Istiq’faroh, N., Abidin, Z., & Noerdiana, A. F. (2023). Metode
Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Inovatif Tingkat Sekolah Dasar Dengan Teori Belajar
Sibernetika. Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Hasil Penelitian,
9(2), 117122. https://doi.org/10.26740/jrpd.v9n2.p117-122
Soleha, A. F., Putri, H. N., Wahyuni, W., & Sari, L. R. (2026). EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL
DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
INDONESIA. 3(2022), 15. https://doi.org/https://doi.org/10.00000/hafayz20
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Journal of Contemporary Issues in Primary Education (JCIPE)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 30-37
E-ISSN: 3026-4014
- 37 -
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wiluyana, A. I., Juhadi, Sanjoto, T. B., & Sidiq, W. A. B. N. (2024). Pembelajaran mitigasi bencana tanah
longsor dengan simulasi 3D pada siswa sekolah dasar. GEOGRAPHY: Jurnal Kajian, Penelitian dan
Pengembangan Pendidikan, 12(2), 817831.
Windu Tri Mukherna, Chandra Chandra, & Inggria Kharisma. (2025). Analisis Kemampuan Memahami
Makna Konotasi dan Denotasi pada Siswa Kelas VI SD. Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan,
Bahasa Dan Budaya, 3(2), 8695. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i2.1645
Yuliwinarti, E. M., Hendratno, & Istiq’faroh, N. (2023). Implementasi pendidikan karakter Ki Hadjar
Dewantara di Sekolah Dasar kelas awal pada era digital. Journal of Contemporary Issues in Primary
Education, 1(2), 6880. https://doi.org/10.61476/zdgbsb94