Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN: 3032-274X
Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan Kinerja Karyawan
Pada Karyawan Taru Martani 1918 Caffe & Resto Yogyakarta
Mutiara
1
, Uju Suji’ah
2
1
Program Studi Manajemen Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, Indonesia
2
Program Studi Manajemen Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, Indonesia
Article History
Received : 06-May-2025
Revised : 27-July-2025
Accepted : 21-September-2025
Published : 01-October-2025
Keywords:
Work Ethic; Work Discipline; Employee
Performance
Corresponding author:
tiarashanticka@gmail.com
ujusuji@gmail.com
DOI:
https://doi.org/10.61476/5gg4m949
A B S T R A C T
The study aims to determine the influence of work ethics and work
discipline on employee performance. The sampling technique used
saturated sampling with 50 respondents who were employees at Taru
Martani Cafe & Resto Yogyakarta. The data collection method used a
questionnaire. Instrument testing techniques included validity,
reliability, and classical assumption tests. Data analysis techniques
used multiple linear regression, coefficient of determination (Adjusted
R
2
), while hypothesis testing used partial significance (t-test), and
simultaneous significance (f-test). The results of the study indicate that:
1). Partial significance test: work ethics has a positive but insignificant
effect on employee performance variables; work discipline has a positive
but insignificant effect on employee performance variables; 2).
Simultaneous significance test: work ethics and work discipline have a
positive but insignificant effect on employee performance variables. 3).
The multiple linear regression equation is Y = 39.360 + 0.045X
1
+
0.183X
2
; The Adjusted R
2
value is 0.010, or 1 percent. This indicates
that work ethic and work discipline influence employee performance by
1 percent, while the remaining 99 percent is influenced by other factors
not examined in this study.
A B S T R A K
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika kerja,
disiplin kerja dengan kinerja karyawan. Teknik pengambilan
sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah 50
responden yang merupakan karyawan pada Taru Martani Caffe
& Resto Yogyakarta. Metode pengumpulan data dengan
kuesioner. Teknik pengujian instrumen dengan uji validitas, uji
reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Teknik analisis data dengan uji
regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (adjusted r
2
),
sedangkan uji hipotesis dengan uji signifikansi parsial (uji t), dan
uji signifikasi simultan (uji f). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: 1). Uji signifikansi parsial: etika kerja memiliki pengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap variabel kinerja karyawan;
disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap variabel kinerja karyawan; 2). Uji signifikasi simultan:
etika kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan tidak
124 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
PENDAHULUAN
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan pengembangan sumber
daya manusia yang berfungsi melakukan perencanaan sumber daya manusia,
penerapan, perekrutan, pelatihan, pengembangan karir karyawan atau pegawai serta
melakukan inisiatif terhadap pengembangan organisasional sebuah organisasi atau
perusahaan (Novitasari, 2019). Menurut Rismayadi et al (2024), tujuan utama MSDM
adalah memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya manusia yang kompeten,
termotivasi, dan terlibat secara aktif untuk mencapai tujuan organisasi. Rahman et al
(2022), menjelaskan bahwa ruang lingkup MSDM terbagi menjadi tiga cakupan utama,
yaitu: pertama, manajemen personalia yang mencakup perencanaan tenaga kerja,
rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, orientasi, mutasi, promosi, kompensasi,
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta peningkatan produktivitas karyawan; kedua,
kesejahteraan karyawan yang berkaitan dengan kondisi dan fasilitas kerja seperti
layanan keselamatan, kesehatan kerja, jaminan sosial, dana kesejahteraan, dan layanan
medis; ketiga, hubungan industri yang menekankan pada pengelolaan hubungan antara
manajemen dan karyawan melalui penyelesaian keluhan, perundingan bersama, serta
upaya menjaga keharmonisan hubungan kerja dalam organisasi. Fungsi manajemen
sumber daya manusia menurut Assoc et al (2024), meliputi: Human Resource Planning
untuk menganalisis dan merencanakan kebutuhan tenaga kerja yang selaras dengan
strategi bisnis; Recruitment and Selection untuk menjaring dan menyeleksi kandidat secara
adil dengan berbagai metode; Assessing untuk menilai kelayakan kandidat berdasarkan
kompetensi dan kesesuaian kepribadian; Accepted and Staffing untuk menerima kandidat
yang memenuhi kriteria; Adaptation yaitu proses penyesuaian karyawan baru terhadap
pekerjaan, lingkungan, dan budaya organisasi; Development untuk meningkatkan
keahlian dan karir melalui pelatihan dan evaluasi berkelanjutan. Berkaitan dengan
uraian tersebut, tentunya setiap pengusaha memerlukan strategi yang tepat untuk
mendapatkan seorang karyawan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk memaksimalkan tujuan
perusahaan, salah satu usaha yang dapat ditempuh adalah memiliki karyawan dengan
kinerja yang baik, oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja karyawan seperti etika kerja dan disiplin kerja. Hal ini didukung
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 125
penelitian Nasution et al (2023), yang menyatakan bahwa etika kerja dan disiplin kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Menurut Hidayat et al (2018), etika kerja adalah norma-norma yang melandasi tata
krama hubungan antara seorang karyawan dengan pihak lainnya. Etika ini menjadi
dasar dalam membentuk sikap profesional di lingkungan kerja, baik dalam berinteraksi
dengan rekan kerja, atasan, maupun bahwahan. Penerapan etika kerja yang baik dapat
menciptakan suasana kerja yang harmonis, meningkatkan kepercayaan antara individu,
serta mendorong tercapainya tujuan organisasi secara lebih efektif dan
bertanggungjawab.
Menurut Yulistiyono et al (2024), disiplin kerja merupakan suatu sikap dan perilaku
seseorang yang menunjukkan ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban
pada peraturan perusahaan atau organisasi dan norma-normal sosial yang berlaku.
Disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada diri karyawan
terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan (Sunatar, 2023). Dengan demikian bila
peraturan atau ketetapan yang ada dalam perusahaan diabaikan, atau sering dilanggar,
maka karyawan mempunyai disiplin yang buruk. Sebaliknya bila karyawan tunduk
pada ketetapan perusahaan, menggambarkan adanya kondisi disiplin yang baik.
Menurut Darsana (2023), kinerja karyawan merupakan unsur paling penting dalam
manajemen, yang dimaksud dengan kinerja atau performance adalah hasil atau tingkat
keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam
melaksanakan tugas berdasarkan berbagai ukuran, seperti standar hasil kerja, target,
sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama
beberapa ahli yang sependapat bahwa kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan
dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan. Kinerja yang
optimal tidak hanya mencerminkan pencapaian individu, tetapi juga menjadi indikator
keberhasilan organisasi dalam mengelola sumber daya manusia. Keberhasilan mencapai
tujuan perusahaan tidak akan terjadi tanpa adanya kinerja yang baik dari seluruh
karyawan, oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja.
Beberapa penelitian terdahulu menyatakan adanya korelasi antara etika kerja,
disiplin kerja dengan kinerja karyawa, antara lain penelitian Nilawati (2018), Yulyanti et
al (2023), Wiliana et al (2022), dan Kobis et al (2023), yang menyatakan bahwa etika kerja
memberikan berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai. Zulfiana et al
(2024), Vallennia et al (2022), Widyakto et al (2023), Wachidah et al (2019), yang
menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan. Widnyani et al (2021), Fakhrana et al (2024), dan Riyanto et al (2023), yang
menyatakan bahwa pengaruh positif dan signifikan antara etika kerja, dan disiplin kerja
secara simultan pada kinerja karyawan.
Taru Martani 1918 Caffe & Resto Yogyakarta merupakan destinasi kuliner yang
tidak hanya berfokus pada penyajian kopi, tetapi juga menawarkan beragam pilihan
126 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
makanan dan minuman untuk memenuhi selera serta preferensi konsumen. Menu yang
tersedia mencakup perpaduan antara cita rasa tradisional dan modern, yang
menghadirkan pengalaman kuliner yang beragam. Dalam kategori minuman, resto ini
menyajikan berbagai varian, mulai dari wedang jahe jeruk dan wedang uwuh yang khas
dengan cita rasa rempah, hingga minuman berbasis kopi seperti caramel macchiato,
vanilla latte, tiramisu latte, serta kopi susu medium. Selain itu, tersedia pula minuman
lain seperti red velvet yang memberikan alternatif bagi pelanggan yang menginginkan
cita rasa berbeda. Di samping pilihan minuman, resto ini juga menghadirkan beragam
hidangan, mulai dari nasi goreng, bihun rebus, dan bihun goreng yang menjadi favorit
banyak pelanggan. Aneka camilan seperti pisang goreng, donat, tempe mendoan, juga
tersedia sebagai pelengkap. Sementara itu, untuk menu modern, terdapat pilihan seperti
oriental beef burger serta rice bowl chicken teriyaki yang menggabungkan konsep
kuliner kekinian dengan cita rasa yang lezat. Dengan variasi menu yang luas dan kualitas
sajian yang terjaga, resto ini menjadi pilihan kuliner yang menarik bagi berbagai
kalangan. Banyak pelajar dan pekerja yang memanfaatkan waktu luangnya untuk
menghabiskan waktu di Taru Martani 1918 Caffe & Resto Yogyakarta, untuk bisa
berlama-lama disana karena ada beberapa fasilitas yang yang dimiliki, seperti live music,
parkiran luas, wifi, mushola, colokan listrik dan lain-lainnya. Berdasarkan hasil
wawancara bahwa, ada beberapa hal yang harus dievaluasi terkait etika kerja, disiplin
kerja, dan kinerja karyawan, khususnya pada kelompok generasi muda. Dalam aspek
etika kerja, ditemukan adanya ketidak sesuaian antara ekspektasi perusahaan dengan
perilaku nyata yang ditunjukkan oleh karyawan. Hal ini tercermin dari rendahnya rasa
tanggung jawab, minimnya inisiatif dalam menyelesaikan tugas, serta kurangnya
komitmen terhadap standar kerja yang telah ditetapkan; Kedisiplinan kerja, banyak
karyawan yang cenderung mengabaikan aturan dan tata tertib perusahaan, termasuk
dalam hal ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap prosedur operasional; Kinerja
karyawan juga menjadi sorotan, terutama terkait dengan konsistensi dalam menjalankan
tugas, tingkat produktivitas yang masih rendah, serta keterbatasan dalam penguasaan
keterampilan teknis yang dibutuhkan. Masalah-masalah ini mengindikasikan perlunya
pendekatan manajerial yang lebih adaptif serta strategi pengembangan SDM yang lebih
terfokus untuk membentuk etos kerja yang kuat dan berkelanjutan di kalangan generasi
muda.
Etika kerja merupakan kemampuan untuk mempertahankan nilai- nilai moral yang
tepat di tempat kerja sebagai bentuk tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya,
sedangkan disiplin kerja adalah suatu keadaan yang mendorong karyawan untuk
melakukan dan melaksanakan kegiatannya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Kinerja dikatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan
baik. Kinerja karyawan menurut Silaen et al (2021), adalah merupakan prestasi kerja
seseorang berdasarkan kuantitas dan kualitas yang disepakati bersama. Dari penjelasan
di atas maka permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah apakah etika
kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan? Sedangkan tujuan
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 127
penilitian untuk mengetahui pengaruh etika kerja dan disiplin kerja secara parsial dan
simultan terhadap kinerja karyawan Taru Martani 1918 Caffe & Resto Yogyakarta.
LANDASAN TEORI
A. Etika Kerja
Etika kerja adalah norma, nilai, dan aturan yang menjadi pedoman karyawan dalam
bekerja. Isinya bisa ketentuan berpakaian, bersikap, penyelesaian tugas hingga hal-hal
yang dilarang (Christianingrum et al, 2024). Etika kerja merupakan kemampuan untuk
mempertahankan nilai- nilai moral yang tepat di tempat kerja, ini adalah sikap yang
membentuk cara seseorang melakukan tugas pekerjaannya dengan standar moral yang
tinggi, dengan adanya etika kerja, semua karyawan bisa bersikap sesuai dengan
ketentuan tersebut. Raymond et al (2024), menjelaskan bahwa etika kerja memiliki
beberapa manfaat, antara lain membangun budaya kerja yang positif melalui lingkungan
yang menyenangkan dan memotivasi, sehingga meningkatkan kreativitas dan
produktivitas karyawan; meningkatkan integritas dan reputasi perusahaan dengan
menjunjung kejujuran dan keterbukaan; menumbuhkan profesionalisme dan tanggung
jawab individu untuk menjaga kepercayaan dan integritas organisasi; serta
mengembangkan dan mempertahankan budaya kerja yang harmonis dengan
menciptakan lingkungan kolaboratif yang mendukung pencapaian tujuan bersama.
Menurut Sukhidin (2017), faktor-faktor yang memengaruhi etika kerja meliputi: agama,
yang membentuk sistem nilai dan memengaruhi pola pikir serta tindakan seseorang;
budaya, di mana masyarakat dengan nilai budaya maju cenderung memiliki etos kerja
tinggi; sosial politik, yang berkaitan dengan ada tidaknya struktur politik yang
mendorong kerja keras dan hasil yang dinikmati secara adil; pendidikan, karena kualitas
sumber daya manusia sangat menentukan etos kerja; serta struktur ekonomi, yang
memberi insentif bagi masyarakat untuk bekerja dengan giat. Adapun indikator etika
kerja menurut Darmawan et al (2023) adalah tanggung jawab terhadap pelaksanaan
pekerjaan dan hasilnya, keadilan atas pemberian kepada siapa saja yang jadi hak
miliknya, dan otonomi. Sedangkan indikator etika kerja dalam penelitian ini adalah
menyelesaikan tugas sesuai dengan tanggung jawab, pekerjaan sesuai dengan standar,
mencapai tujuan perusahaan, mencapai hasil kerja terbaik, mematuhi peraturan, hadir
tempat waktu, kualitas terbaik, berkomunasi dengan baik.
B. Disiplin Kerja
Menurut Yadnya (2022), disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai,
patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang telah ditentukan, baik yang tertulis
maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak sangksi-
sangksinya apabila seorang pegawai melanggar tugas dan wewenang yang diberikan
kepada pegawai tersebut maka disiplin berguna untuk mendidik pegawai agar
mematuhi dan menikmati peraturan, prosedur, dan kebijakan yang ada sehingga
menghasilkan kinerja yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja meliputi:
128 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
variasi kompensasi yang diberikan, keteladanan pimpinan, pedoman kehadiran yang
jelas, adanya pengawasan dari atasan, kepastian dalam pengambilan keputusan, serta
terbentuknya kebiasaan yang mendorong kepatuhan dan ketaatan (Qomariah, 2020).
Menurut Harras et al (2020), indikator disiplin kerja dapat dilihat dari beberapa sikap,
yaitu: menghargai waktu, ditunjukkan melalui ketepatan waktu dan inisiatif bekerja
tanpa harus diperintah; taat pada perintah, dengan menjalankan instruksi pimpinan
secara cepat dan tepat dalam ruang lingkup organisasi; serta taat pada Standar
Operasional Prosedur (SOP), yaitu kebiasaan mengikuti prosedur, berkoordinasi dengan
atasan, dan berhati-hati dalam bertindak sesuai kebijakan yang berlaku. Sedangkan
indikator disiplin kerja dalam penelitian ini adalah mengikuti prosedur, penerapan
sanksi, menyelesaikan pekerjaan, memberikan laporan yang jelas, produktivitas kerja,
memprioritaskan tugas-tugas, prosedur kerja, tata cara kerja, standar organisasi.kinerja
tim.
C. Kinerja Karyawan
Kinerja karyawan adalah seberapa banyak karyawan memberi kontribusi kepada
organisasi yang antara lain termasuk kuantitas output, kualitas output, jangka waktu
output, kehadiran di tempat kerja dan sikap komperatif (Sunarsi, 2022). Menurut
Dangkeng et al (2022), faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sikap disiplin,
yang berperan penting dalam menjaga konsistensi kerja demi kelancaran bisnis
perusahaan. Sedangkan cara mengukur kinerja karyawan meliputi beberapa metode:
essay, critical incident, ranking method, checklis, graphic rating scale, Behaviorally Anchor
Rating Scale (BARS), Behavior Expectation Scale (BES), Behavior Observation Scale (BOS), dan
forced distribution (Abdullah, 2019). Essay, dengan menilai kekuatan dan kelemahan tiap
indikator kinerja; Critical Incident, melalui observasi perilaku baik atau buruk; Ranking
Method, dengan mengurutkan kinerja berdasarkan observasi dan faktor relevan; Checklist,
berupa daftar indikator yang dicentang sesuai perilaku karyawan; Graphic Rating Scale,
menggunakan skala angka untuk menilai kinerja; Behaviorally Anchor Rating Scale (BARS),
mengukur kinerja berdasarkan perilaku spesifik yang disusun dari nilai tinggi ke rendah;
Behavior Expectation Scale (BES), menilai perilaku yang diharapkan organisasi seperti
kehadiran dan kepatuhan; Behavior Observation Scale (BOS), menilai frekuensi munculnya
perilaku kerja; serta Forced Distribution, yang mengelompokkan karyawan dalam kurva
normal berdasarkan tingkat kinerjanya. Silaen et al (2021), menjelaskan beberapa
indikator kinerja karyawan yang meliputi: kualitas kerja berdasarkan keterampilan dan
hasil pekerjaan; kuantitas kerja dilihat dari jumlah tugas yang diselesaikan; ketepatan
waktu dalam menyelesaikan aktivitas; efektivitas penggunaan sumber daya; serta
komitmen, yaitu tanggung jawab pegawai terhadap tugas dan perusahaan. Sedangkan
indikator kinerja karyawan dalam penelitian ini adalah bekerja secara efisien, konsisten,
bekerja dengan teliti, kinerja tim, menunjang kinerja, operasional tim. Prioritas, standar
kerja, bekerja sama, beradaptasi. bekerja dengan produktif.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 129
D. Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran bertujuan untuk mengetahui hubungan antara etika kerja dan
disiplin kerja dengan kinerja karyawan, dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 1. Kerangka Berpikir
E. Pengembangan Hipotesis
Etika kerja didalam suatu perusahaan atau organisasi memiliki peran yang sangat
penting untuk diterapkan, hal ini dilakukan agar para karyawan memiliki etika yang
sama didalam ruang lingkup kerja, sehingga dengan memiliki etika yan selaras dan
dapat diterapkan oleh masing-masing karyawan maka hal tersebut akan mempengaruhi
kinerja karyawan (Putra et al, 2024). Hal ini sejalan dengan penelitian Purnomo et al (2023),
yang menyatakan bahwa etika kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara
langsung terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis pertama
dalam penelitian ini adalah:
H
1
: Etika kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H
0
: Etika kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Disiplin kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
karyawan, disiplin kerja diciptakan untuk membuat semuanya berjalan sesuai dengan
standar operasional (Nasib et al, 2023). Hal ini sejalan dengan penelitian Rohmah et al
(2024), yang menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja
pegawai. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah:
H
1
: Disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H
0
: Disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Etika kerja dan disiplin kerja yang baik sangat berpengaruh terhadap peningkatan
kinerja karyawan (Siagian, 2020). Hal ini sejalan dengan penelitian Gerungan et al (2017),
yang menyatakan bahwa etika dan disiplin kerja secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis ketiga
dalam penelitian ini adalah:
H
1
: Etika kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H
0
: Etika kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
130 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Objek penelitian
meliputi variabel independen (etika kerja/X
1
dan disiplin kerja/X
2
), dan variabel
dependen (kinerja karyawan/Y), sedangkan subjek penelitian ini adalah seluruh
karyawan Taru Martani 1918 Caffe & Resto Yogyakarta.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
Menurut Rapingah et al (2022), bahwa sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel
bila semua anggota populasi di gunakan sebagai sampel, ini sering di lakukan bila
jumlah populasi relatif kecil, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan
kesalahan yang sangat kecil.
Data primer yang digunakan adalah hasil pengisian kuesioner oleh responden,
sedangkan data sekunder diperoleh dari bukubuku online (e-book), library research,
perpustakaan, dan datadata perusahaan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah kuesioner (angket) dengan skala likert; Variabel penelitian terdiri dari
etika kerja, disiplin kerja dan kinerja karyawan.
Teknik pengujian instrumen dengan uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik.
Teknis analisis data dengan uji regresi linear berganda dan uji koefisien determinasi
(Adjusted R
2
). Uji hipotesis dengan uji signifikansi parsial (uji T) dan uji signifikasi
simultan (uji F).
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Taru Martani 1918 Caffe & Resto
Yogyakarta yang berjumlah 50 orang. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki
sebanyak 34 orang (68 persen); Mayoritas responden berusia 24 tahun sebanyak 15 orang
(30 persen); Mayoritas responden berpendidikan SMK sebanyak 28 orang (56 persen);
Mayoritas responden bekerja selama 1 bulan 1 tahun sebanyak 25 orang (50 persen).
B. Hasil Pengukuran Variabel
Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa: persepsi
terhadap etika kerja mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata rata sebesar 73
persen. Nilai rata-rata tertinggi jawaban responden pada pernyataan “ Saya memastikan
hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan” dan ”Saya merasa pentingnya
pendidikan dalam meningkatkan kualitas pekerjan” sebesar 78 persen, sedangakan nilai
rata-rata ter rendah jawaban responden pada pernyataan “Saya merasa memiliki peran
penting dalam mencapai tujuan perusahaan” sebesar 60 persen; Persepsi terhadap
disiplin kerja mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata rata sebesar 63 persen.
Nilai rata-rata tertinggi jawaban responden pada pernyataan Saya percaya bahwa
ketaatan waktu meningkatkan produktivitas kerja” sebesar 78 persen, sedangakan nilai
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 131
rata-rata ter rendah jawaban responden pada pernyataan “Saya selalu mengikuti
prosedur kerja yang telah ditetapkan” dan Saya memastikan bahwa setiap langkah
kerja yang saya lakukan sesuai dengan SOP” sebesar 56 persen; Persepsi terhadap kinerja
karyawan mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata rata sebesar 65 persen. Nilai
rata-rata tertinggi jawaban responden pada pernyataan Kehadiran saya di tempat kerja
selalu menjadi prioritas utama kecuali dalam situasi darurat” sebesar 80 persen,
sedangakan nilai rata-rata ter rendah jawaban responden pada pernyataan Saya
mampu bekerja secara konsisten untuk mencapai jumlah pekerjaan yang telah
ditentukan dalam jangka waktu tertentu” sebesar 52 persen.
C. Hasil Pengujian Instrumen
Tabel 1. Hasil Uji Validitas
Variabel
Indikator
R
hitung
R
tabel
Keterangan
Etika Kerja (X
1
)
X1.1
0,872
0,361
Valid
X1.2
0,737
0,361
Valid
X1.3
0,599
0,361
Valid
X1.4
0,750
0,361
Valid
X1.5
0,496
0,361
Valid
X1.6
0,750
0,361
Valid
X1.7
0,872
0,361
Valid
X1.8
0,373
0,361
Valid
Disiplin Kerja (X
2
)
X2.1
0,909
0,361
Valid
X2.2
0,444
0,361
Valid
X2.3
0,904
0,361
Valid
X2.4
0,878
0,361
Valid
X2.5
0,386
0,361
Valid
X2.6
0,909
0,361
Valid
Kinerja Karyawan (Y)
Y.1
0,671
0,361
Valid
Y.2
0,543
0,361
Valid
Y.3
0,566
0,361
Valid
Y.4
0,502
0,361
Valid
Y.5
0,463
0,361
Valid
Y.6
0,673
0,361
Valid
Y.7
0,528
0,361
Valid
Y.8
0,394
0,361
Valid
Y.9
0,463
0,361
Valid
Y.10
0,680
0,361
Valid
Sumber: data primer diolah, 2025
Hasil uji validitas pada variabel etika kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan
seluruh item pernyataan dalam instrumen penelitian dinyatakan valid karena r
hitung
>
r
tabel
(0,361).
132 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Cronbach Alpha
Keterangan
Etika Kerja
0,872
Reliabel
Disiplin Kerja
0,848
Reliabel
Kinerja Karyawan
0,733
Reliabel
Sumber: data primer diolah, 2025
Pada uji reliabilitas diatas menunjukkan bahwa Cronbach Alpha seluruh variabel
independen (X
1
dan X
2
) dan variabel dependen (Y) memiliki nilai yang lebih besar dari
0,70. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan pada setiap variabel dalam
penelitian ini dapat dikatakan reliabel.
D. Hasil Pengujian Asumsi Klasik
Dari hasil uji normalitas, menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,120 maka dapat
disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena nilai Sig. > 0,05; Dari hasil
uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa koefisien variabel independen pada etika
kerja sebesar 0,739 dan disiplin kerja sebesar 0,212 maka dapat disimpulkan tidak terjadi
gelaja heteroskedastisitas karena nilai Sig. > 0,05; Dari hasil uji multikolinearitas
menunjukkan bahwa nilai VIF variabel independen pada etika kerja sebesar 1,003 dan
disiplin kerja sebesar 1,003 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gelaja multikolinearitas
karena nilai VIF <10,00.
E. Hasil Analisis Data
1. Uji Regresi Linear Berganda
Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
(Constant)
39,360
6,250
6,297
0,000
Etika Kerja
0,045
0,135
0,048
0,335
0,793
Disiplin Kerja
0,183
0,145
0,182
1,266
0,212
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: data primer diolah, 2025
Dari hasil pengujian diatas didapat persamaan: Y = 39,360 + 0,045X
1
+0,183X
2
. Dari
persamaan tersebut dapat diartikan bahwa koefisien regresi pada variabel etika kerja
sebesar 0,045 (positif) menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada
variabel etika kerja, dengan asumsi variabel independen lainnya tetap atau tidak
mengalami perubahan, akan meningkatkan nilai kinerja karyawan sebesar 0,045;
Sedangkan nilai koefisien regresi pada variabel kompensasi 0,183 (positif)
menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel disiplin kerja,
dengan asumsi variabel independen lainnya tetap atau tidak mengalami perubahan,
akan meningkatkan nilai kinerja karyawan sebesar 0,183.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 133
2. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R
2
)
Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R
2
)
Model Summary
b
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
.223
a
.050
.010
1.79863
a. Predictors: (Constant), Etika Kerja, Disiplin Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: data primer diolah, 2025
Dari hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R
2
sebesar .010 atau 1
persen hal ini menunjukkan bahwa variabel etika kerja, dan disiplin kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 1 persen, sedangkan sisanya 99
persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Uji Signifikansi Parsial (Uji T)
Tabel 5. Hasil Uji Parsial (Uji t)
Variabel
t
hitung
t
tabel
Sig.
Etika Kerja
0,335
2,010
0,793
Disiplin Kerja
1,266
2,010
0,212
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: data primer diolah, 2025
H
1
: Berdasarkan hasil perhitungan nilai t
hitung
< t
tabel
adalah 1,266<2,010, nilai Sig.
0,793>0,05. Maka H
o
diterima dan H
a
ditolak. Artinya secara parsial bahwa
variabel etika kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
kinerja karyawan.
Artinya secara parsial variabel penjualan kamar tidak memiliki pengaruh
terhadap keputusan berkunjung
H
2
: Berdasarkan hasil perhitungan nilai t
hitung
< t
tabel
adalah 0,335<2.010 dan nilai
Sig. 2.12 > 0.05. Maka H diterima, H ditolak. Artinya secara parsial bahwa
variabel disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
kinerja karyawan.
4. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Tabel 6. Hasil Uji Simultan (Uji F)
Model
Sum of Square
df
Mean Square
F
Sig.
Regression
16,827
2
8,413
0,882
0,421
Residual
448,153
47
9,535
Total
464,980
49
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
b. Predictors: (Constant), Etika Kerja, Disiplin Kerja
Sumber: data primer diolah, 2025
H
3
: Berdasarkan hasil perhitungan nilai F
hitung
< F
tabel
adalah 0,882<3,20, nilai Sig.
0,421 > 0,05 yang artinya H
o
diterima dan H
a
ditolak. Artinya secara simultan
bahwa variabel etika kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan tidak
signifikan terhadap kinerja karyawan.
134 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
PEMBAHASAN
A. Hubungan Etika Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Taru Martani Caffe & Resto
Yogyakarta
Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel etika kerja memiliki
pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. Hal ini sejalan
dengan penelitian Prasetyo et al (2022), yang menyatakan bahwa etika kerja tidak
berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya penelitian yang tidak sejalan
dengan Rum et al (2019), yang menyatakan bahwa etika kerja berpengaruh terhadap
kinerja karyawan.
Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa
persepsi terhadap etika kerja mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata-rata
sebesar 73 persen. Hal ini menunjukkan kategori sangat baik. Artinya bahwa etika kerja
yang sangat baik akan menciptakan lingkungan kerja yang positif, produktif, dan citra
perusahaan yang lebih baik. Etika kerja sangat baik merupakan yang menyadarkan
organisasi dan semua pihak dalam melaksanakan tangung jawab untuk mencapai
kesuksesan oragnisasi tersebut (Komari et al, 2024). Hal ini didukung pendapat Putra et
al (2024), bahwa etika kerja dalam organisasi adalah hal yang sangat penting diterapkan
dalam meningkatkan kinerja karyawan, etika kerja yang sangat baik apabila
menghaslkan sikap saling menghargai terutama terhadap oragnisasi dan sesama pekerja.
Hal ini menegaskan bahwa etika kerja memegang peranan penting dalam mencapai
tujuan organisasi karena tidak hanya mencerminkan disiplin dan tanggung jawab
individu, tetapi juga membentuk budaya saling menghargai antar anggota maupun
terhadap organisasi. Berdasarkan persepsi responden dalam menjawab angket
memberikan bukti bahwa kinerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh etika kerja
lebih cenderung dipengaruhi oleh tanggung jawab, komitmen kepatuhan terhadap
peraturan yang berlaku, kualitas, dan pendidikan.
B. Hubungan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Taru Martani Caffe &
Resto Yogyakarta
Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja
memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. Hal
ini sejalan dengan penelitian Sanjaya et al (2023), yang menyatakan bahwa disiplin kerja
tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya penelitian yang tidak sejalan
dengan Tambuwun et al (2021), yang menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa
persepsi terhadap disiplin kerja mayoritas memilih sangat setuju sebesar 63 persen. Hal
ini menunjukkan kategori sangat baik. Artinya bahwa karyawan yang disiplin kerjanya
sangat baik menunjukan tingkat kepatuhan dan penegakan aturan yang sangat baik
dalam suatu lingkungan kerja. Disiplin kerja yang sangat baik merupakan yang mampu
membangun keadilan seorang pegawai, memepengaruhi kepribadian sesesorang seperti
pola hidup bersama, kelompok dalam mentaati aturan selama menjalankan kewajiban
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 135
mencapai tujuan organisasi (Sudaryana et al, 2022). Hal ini didukung pendapat
Rulitawati et al (2020), bahwa disiplin kerja yang tinggi adalah kepatuhan terhadap
aturan-aturan yang berlaku, terutama dalam melaksanakan tangung jawab, selain itu
displin kerja yang tinggi adanya kesadaran diri akan tangung jawab dalam mencapai
tujuan oragnisasi tersebut. Berdasarkan persepsi responden dalam menjawab angket
memberikan bukti bahwa kinerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh disiplin kerja
melainkan lebih cenderung dipengaruhi oleh aturan kerja dalam tugas, kerja tim yang
baik, kepatuhan terhadap SOP dan efisiensi kerja.
C. Hubungan Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Taru
Martani Caffe & Resto Yogyakarta
Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa variabel etika kerja dan
disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kinerja
karyawan. Penelitian ini tidak sejalan dengan Kumaeni et al (2023), yang menyatakan
bahwa etika kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa
persepsi terhadap kinerja karyawan mayoritas memilih sangat setuju sebesar 65 persen.
Hal ini menunjukkan kategori sangat tinggi. Artinya bahwa pencapaian kinerja
karyawan yang melebihi standar yang diharapkan dan mendukung tercapainya tujuan
organisasi. Kinerja karyawan yang sangat baik apabila mampu mengembangkan suatu
organisasi secara efektif dan efisien (Wahyuni et al, 2021). Hal ini didukung pendapat
Ramlawati (2022), bahwa kinerja karyawan yang tinggi apabila mampu meningkatkan
produktivitas dan aktivitas setiap kegiatan perusahaan untuk mencapai visi dan misi
perusahaan. Hal tersebut menegaskan kinerja karyawan yang sangat baik tercermin dari
kemampuannya dalam meningkatkan produktivitas dan menjalankan aktivitas secara
efektif dan efisien untuk mendukung tercapainya visi dan misi organisasi. Berdasarkan
persepsi responden dalam menjawab angket memberikan bukti bahwa kinerja karyawan
tidak hanya dipengaruhi oleh etika kerja dan disiplin kerja melainkan lebih cenderung
dipengaruhi oleh bekerja efisien, teliti, konsisten, kehadiran, ketepatan waktu, kerja
sama, dan adaptasi lingkungan.
SIMPULAN DAN SARAN
Etika kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja
karyawan. Disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja
karyawan. Etika kerja dan disiplin kerja secara simultan memiliki pengaruh positif dan
tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Persamaan regresi linear berganda, Y =
39,360 + 0,045X
1
+ 0,183X
2
; Hasil Adjusted sebesar 0,010 atau 1 persen, hal ini
menunjukkan bahwa etika kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja
karyawan sebesar 1 persen, sedangkan sisanya 99 persen dipengaruhi oleh faktor lain
yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini adalah sampel yang
digunakan berjumlah 50 orang, 3 variabel yang diteliti (etika kerja, disiplin kerja, dan
kinerja karyawan). Harapan untuk peneliti selanjutnya menambahkan variabel-variabel
136 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
lain selain variabel yang digunakan dalam penelitian ini, menambahk jumlah responden,
dan memperluas lokasi penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah et al., (2019). Pengaruh Literasi Keuangan Dan Pengendalian Diri Terhadap
Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas
Majalengka. Jurnal Akuntansi Kompetif, 4(1), 128.
Assoc, Arifin, Y., Rizku, G., & Siswanto, A. (2024). Manajemen Sumber Daya Manusia
(Dasar- Dasar Msdm). Pt. Sonpedia Publishing Indonesia.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Manajemen_Sumber_Daya_Manusia
_Dasar_Dasa/0lqdeqaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=Fungsi Fungsi Manajemen
Sumber Daya Manusia Sumber%3a Author%2c
2024&Pg=Pa19&Printsec=Frontcover
Christianingrum, Nuhdi, A., & Mursidi, M. A. (2024). Etika Bisnis. Cv Rey Media Grafika.
Https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Etika_Bisnis/Qmkfeqaaqbaj?Hl=Id&
Gbpv=1&Dq=Pengertian Etika Kerja&Pg=Pa87&Printsec=Frontcover
Dangkeng, A., & Ramli, M. (2022). Implementation Manajemen Sumber Daya Manusia. Cv.
Azka Pustaka.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Implementation_Manajemen_Sumbe
r_Daya_Man/Lw7keaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=Pengertian Kinerja
Karyawan&Pg=Pa145&Printsec=Frontcover
Darmawan, D., Tinambunan, A. P., Sriharyati, S., Hamid, H., Estiana., R., Zulkifli, Gifari,
M., Ramli, A., Sonderig, S., Mareta, S., Marjani., Hafrida, E., & M, R. T. U. (2023).
Manajemen Sumber Daya Manusia Diera Di Gital. Pt. Sonpedia Publishing Indonesia.
https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Qnq1eaaaqbaj&Newbks=0&Lpg=Pa137&D
q=Indikator Etika Kerja&Hl=Id&Pg=Pa136#V=Onepage&Q=Indikator Etika
Kerja&F=False
Darsana, M. (2023). Kinerja Karyawan Berbasis Organizational Citizenship Behavior,
Kepribadian Dan Budaya Organisasi. Cv Intelektual Minefes Media.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Kinerja_Karyawan_Berbasis_Organiz
ational/D0vheaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=KinerjaKaryawan&Pg=Pa59&Printsec
=Frontcover
Fakhrana, G., & Sary, F. P. (2024). Pengaruh Etika Kerja Dan Displin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Rumah Sakit X. Journal Of Economic, Business And Accounting,
Volume 7, 3017.
Gerungan, D., & Mandey, S. (2017). Pengaruh Etika Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada Pt Pln (Persero) Area Manado. Jurnal Emba, Vol.5 No, 16071617.
Harras., H., Sugiarti, E., & Wahyudin. (2020). Kajian Manajemen Sumber Daya Manusia.
Unpam Press Redaksi:
Hidayat, R., & Rifa’i, M. (2018). Etika Manajemen Perspektif Islam. Lembaga Pengembangan
Pendidikan Indonesia.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 137
Kobis, N. K., Aneta, A., & Abdussamad, J. (2023). Pengaruh Etika Kerja Terhadap Kinerja
Pegawai Pada Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah Kota
Gorontalo. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol.2, 2(7).
Komari, N., & Sulistiowati. (2024). Etika Kerja: Kunci Sukses Karir Dan Kehidupan. Takaza
Inovatix.https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Xfkneqaaqbaj&Newbks=0&Lpg=
Pr6&Dq=Buku Etika Kerja&Hl=Id&Pg=Pr6#V=Onepage&Q=Buku Etika
Kerja&F=False
Kumaeni, A., Maryadi, M., & Idris, M. (2023). Pengaruh Disiplin Kerja, Etika Kerja, Dan
Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pengendalian Penduduk Dan Kb Di
Kabupaten Jeneponto. Nobel Management Review, 4(2), 268276.
https://Doi.Org/10.37476/Nmar.V4i2.4028
Nasib, F. R. A. L., Yusniar, S., & Anggraeni, D. (2023). Memahami Faktor Penentu Dalam
Meningkatkan Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan. Penerbit Adab.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Memahami_Faktor_Penentu_Dalam_
Meningkatk/_Hjceaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=Disiplin Kerja Sangat
Berpengaruh Kinerja Karyawan&Pg=Pa6&Printsec=Frontcover
Nasution, Y. I., & Harianja, H. (2023). Pengaruh Disiplin Kerja Dan Etika Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Pt. Pos Indonesia Kantor Cabang Padangsidimpuan. Jurnal Ilmu
Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan,
Vol.1(https://Doi.Org/10.58192/Wawasan.V1i1.1433), L 256-271.
Nilawati. (2018). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Pengawasan Dan Etika
Kerja Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh.
Jurnal Akmami (Akutansi, M Anajemen, Ekonomi,), Vol 2(Doi//Org), Hal 115-125.
Novitasari, E. (2019). Dasar Dasar Ilmu Manajemen. Anak Hebat Indonesia.
Prasetyo, Y. A., & Wahyudi, C. (2022). Pengaruh Budaya Organisasi, Etika Kerja, Dan
Loyalitas Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kependidikan Universitas Bhamada Slawi.
Konsentrasi: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2(2), 97105.
https://Doi.Org/10.24905/Konsentrasi.V2i2.28
Purnomo, D. T., Pono, M., & Reni, A. (2023). Pengaruh Etika Kerja Terhadap Disiplin
Kerja Dan Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Balai Penelitian Tanaman Serealia Di
Kabupaten Maros. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan, 12(2), 210221.
https://Doi.Org/10.37476/Jbk.V12i2.4035
Putra, R., Syafwandi, S., & Lusiana, L. (2024). Model Kinerja. Cv. Gita Lentera.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Model_Kinerja/Ly8teqaaqbaj?Hl=Id
&Gbpv=1&Dq=(Disiplin Kerja Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja
Karyawan&Pg=Pa51&Printsec=Frontcover
Qomariah. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Pustaka Abadi.
Rahman, A., Hakimah, Y., & Dewi, M. P. (2022). Buku Ajar Manajemen Sdm. Feniks Muda
Sejahtera.https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Buku_Ajar_Manajemen_Sd
m/3wjleaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=PengertianSdm&Pg=Pa16&Printsec=Frontc
over
Rapingah, S., Sugiarto, M., & Sabir., M. (2022). Buku Ajar Metode Penelitian. Feniks Muda
Sejahtera.
138 Pengaruh Etika Kerja Dan Disiplin Kerja Dengan….( Mutiara, Uju Suji’ah)
Ramlawati. (2022). Peran Manajemen. Epigraf Komunikata Prima.
Raymond, R., Nurmansyah, N., & Siregar, D. L. (2024). Etika Bisnis. Cv. Gita Lentera.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Etika_Bisnis/0e38eaaaqbaj?Hl=Id&G
bpv=1&Dq=Manfaat Etika Kerja&Pg=Pa40&Printsec=Frontcover
Rismayadi, B., & Maemunah, M. (2024). Manajemen Sumber Daya Manusia: Strategi Dan
Praktek Modern. Good Book Publisher, Cirebon.
https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Yhoneqaaqbaj&Newbks=0&Lpg=Pa31&D
q=Tujuan Msdm&Hl=Id&Pg=Pa31#V=Onepage&Q=Tujuan Msdm&F=False
Riyanto, K. B., Sugeng, & Wulandari, S. A. (2023). Pengaruh Etika Kerja, Disiplin Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Sinar Jaya Inti Mulya. Jurnal Manajemen Diversifikasi,
Vol. 3., Doi/Org.
Rohmah, I. N., & Suji’ah, U. (2024). Pengaruh Iklim Organisasi Dan Kepuasan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening.
Jurnal Ekonomi, Manajemen Bisnis Dn Akuntasi, 3(62293481), 149168.
Rulitawati, Ritonga, H., & Hasibuan, L. (2020). Model Pengelolaan Kinerja Guru. Unas
Gemilang Press.
Rum, B., Sendow, G., & Pandowo, M. (2019). Pengaruh Etika Kerja, Keterlibatan Kerja
Dan Kepribadian Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Telkom (Persero) Area Manado.
Jurnal Emba, 7(1), 591600.
Sanjaya, W., & Utomo, P. (2023). Pengaruh Kompetensi Dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan(Studi Kasus Pada Pt. X Gresik). Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan
Akuntansi, 2(5). https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.572349/Mufakat.V2i5.1133
Siagian. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Pt Bumi Aksara.
Silaen, N. R., Syamsuriansyah, Reni, C., Sari, M. R., Mahriani, E., Tanjung, R.,
Triwardhani, D., Haerany, A., Masyruroh, A., Satriawan, D. G., Lestari, A. S.,
Arifudin, O., Rialmi, Z., & Putra, S. (2021). Kinerja Karyawan. Penerbit Widina Bhakti
Persada Bandung. https://Doi.Org/10.52859/Jbm.V12i1.507
Sudaryana, B., & Agusiady, Hr. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Deepublish.
Sukhidin. (2017). Etika Kerja Dan Profesionalisme Guru. Pustaka Pelajar.
Sunarsi, D. (2022). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Cipta Media Nusantara.
Sunatar, B. (2023). Meningkatkan Motivasi Dan Kinerja Dosen Pada Perguruan Tinggi. Feniks
Muda Sejahtera.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Meningkatkan_Motivasi_Dan_Kinerj
a_Dosen/R7hieaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=Pengertian Disiplin
Kerja&Pg=Pa54&Printsec=Frontcover
Tambuwun, J. A., Manoppo, W., & Keles, D. (2021). Pengaruh Kedisiplinan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Hasjrat Abadi Manado. Productivity, 2(3), 224227.
Vallennia, K., & Atikah, A. (2022). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.
Jouenal Equilibium Manajemen, 1(1). http://Jurnal.Manajemen.Upb.Ac.Id
Wachidah, L. N., & Luturlean, B. S. (2019). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Mea (Manajemen,
Ekonomi, & Akuntansi), 3(2).https://Doi.Org/10.31955/Mea.Vol3.Iss2.Pp51-57
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 123 - 139 139
Wahyuni, N. W. S. A., Sitiari, N. W., & Sara, I. M. (2021). Kinerja Pegawai Pada Dinas
Kependudukan Dan Pencatatan Sipil. Scopindo Media Pustaka.
Widnyani, N. W., & Suartina, I. W. (2021). Pengaruh Etika Kerja, Budaya Organisasi Dan
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Balai Lelang Bali Di Denpasar.
Widya Amrita, 1(1), 319334. https://Doi.Org/10.32795/Widyaamrita.V1i1.1178
Widyakto, A., Nurrohmah, N., Triyani, D., & Prapti, R. L. (2023). Pengaruh Disiplin Kerja,
Lingkungan Kerja, Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Edunomika, 08(01).
Wiliana, E., & Surya, D. A. (2022). Pengaruh Kepribadian Dan Etika Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Di Pt Cimb Niaga Cabang Slipi. 1(4), 586594.
https://Doi.Org/10.55123/Mamen.V1i4.1467
Yadnya, I. D. G. S. A. (2022). Berbagai Faktor Bagi Peningkatan Kinerja Pegawai. Feniks Muda
Sejahtera.https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Berbagai_Faktor_Bagi_Peni
ngkatan_Kinerja/Cnfreaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=A.%09pengertian Disiplin
Kerja&Pg=Pa16&Printsec=Frontcover
Yulistiyono, A., Kurniawati, E., & Kustiawan, D. (2024). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Penerbit Insania.
https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Manajemen_Sumber_Daya_Manusi/
Gsk5eaaaqbaj?Hl=Id&Gbpv=1&Dq=Pengertian Disiplin
Kerja&Pg=Pa279&Printsec=Frontcover
Yulyanti, & Saadatirrohmi, S. A. (2023). Pengaruh Etika Kerja, Kemampuan Kerja Dan
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Perbankan Syariah Journal, 2(1).
Https://Journal.Uinmataram.Ac.Id/Index.Php/Jps/Index%0apengaruh
Zulfiana, S. A., Chalimah, & Ari. (2024). Pengaruh Pengembangan Karir, Disiplin Kerja
Dan Etika Kerja Terhadap Kinerjakaryawan Pada PT. Delta Dunia Tekstile
Pekalongan. Journal Of Accounting And Management’s Student (Jam’s), Volume
1.(Doi/Org), 9. Www