Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN: 3032-274X
Kinerja UMKM di Sleman: Faktor Penentu Literasi Keuangan,
dan Orientasi Kewirausahaan
Muhammad Rosyid Ridho
1
, Reza Widhar Pahlevi
2
1,2
Program Studi Kewirausahaan Fakutas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta, Kota Sleman, DIY, Indonesia
Article History
Received: 25-May-2025
Revised: 29-July-2025
Accepted: 23-September-2025
Published: 01-October-20225
Keywords:
Financial Literacy; Entrepreneurial
Orientation; Performance; MSME
Corresponding author:
mrosyidr24@gmail.com
rezawp@amikom.ac.id
DOI:
https://doi.org/10.61476/3ym6g379
A B S T R A C T
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) serve as a
fundamental pillar of the Indonesian economy. Sleman Regency,
hosting the highest population of MSMEs in the Special Region of
Yogyakarta, possesses significant economic potential, yet their
performance is often influenced by internal factors specific to the
entrepreneurs. This study aims to analyze the partial and
simultaneous influence of financial literacy (X1) and entrepreneurial
orientation (X2) on MSME performance (Y) in Sleman. Employing a
quantitative approach, primary data were gathered through
questionnaires distributed to 97 MSME respondents selected using a
purposive sampling technique. Multiple linear regression analysis
indicates that financial literacy (X1) exerts a positive and significant
effect on MSME performance (Y). Similarly, entrepreneurial
orientation (X2) was found to have a positive and significant influence
on MSME performance (Y). Furthermore, simultaneous testing
confirmed that financial literacy and entrepreneurial orientation
jointly contribute significantly to the enhancement of MSME
performance in Sleman Regency. These findings suggest that
improved financial understanding and the cultivation of proactive,
innovative, and risk-taking attitudes are important determinants for
elevating MSME performance.
A B S T R A K
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar
fundamental perekonomian Indonesia. Kabupaten Sleman,
sebagai wilayah dengan populasi UMKM tertinggi di DIY,
memiliki potensi ekonomi signifikan, namun kinerja UMKM
kerap dipengaruhi oleh faktor internal pelaku usaha.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parsial dan
simultan literasi keuangan (X1) serta orientasi kewirausahaan
(X2) terhadap kinerja UMKM (Y) di Sleman. Dengan
pendekatan kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui
kuesioner dari 97 responden UMKM yang dipilih secara
purposive sampling. Analisis regresi linear berganda
menunjukkan bahwa literasi keuangan (X1) berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM (Y). Hasil
serupa ditemukan pada orientasi kewirausahaan (X2) yang
juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
UMKM (Y). Pengujian simultan mengonfirmasi bahwa literasi
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 163
keuangan dan orientasi kewirausahaan secara bersama-sama
memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan
kinerja UMKM di Kabupaten Sleman. Temuan ini
mengindikasikan bahwa peningkatan pemahaman finansial
serta penguatan sikap proaktif, inovatif, dan keberanian
mengambil risiko merupakan determinan penting bagi
peningkatan kinerja UMKM.
©2025, Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi
This is an open access article under CC BY-SA license
PENDAHULUAN
UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) adalah pilar utama perekonomian
Indonesia. Mengutip pada artikel dari Kementerian Keuangan RI, “usaha mikro kecil
menengah di Indonesia sebagian besar terdiri dari kegiatan usaha rumah tangga yang
mampu menyerap banyak tenaga kerja. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi
dan UKM, pada tahun 2019 di Indonesia terdapat 65,4 juta UMKM. Dengan jumlah
usaha mencapai 65,4 juta, mereka dapat menampung 123,3 ribu pekerja. Ini
menunjukkan bahwa dampak dan kontribusi UMKM sangat signifikan dalam
menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Selama 10 tahun ini UMKM nyatanya
mampu terus hidup, tumbuh mengakar dan berkembang secara berkelanjutan melalui
badai krisis ekonomi, dan keberadaannya membantu pemerintah dalam penyediaan
tenaga kerja baru dan dalam rangka peningkatan volume ekspor untuk memperkuat
neraca perdagangan agar tetap stabil (Hastuti dkk 2021)
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Kabupaten Sleman menduduki ranking tertinggi atas jumlah UMKM di DIY. Badan
Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY juga menunjukkan data bahwa Kabupaten Sleman
menduduki posisi tertinggi atas jumlah UMKM yaitu 29,09 2 persen (Winarto 2023).
Akan tetapi tidak semua pelaku UMKM di Sleman, memiliki pemahaman tentang
pengelolaan keuangan yang baik.
Penelitian Naufal dan Purwanto (2022) pada UMKM di Kabupaten Jember
menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak berdampak signifikan terhadap
Keberlanjutan Usaha. Temuan ini diduga kuat dipengaruhi oleh karakteristik wilayah
Jember yang dinamis, dimana tingginya produktivitas dan maraknya usaha baru
menciptakan persaingan yang ketat. Dalam kondisi demikian, kelangsungan usaha
justru lebih ditentukan oleh kemampuan pelaku UMKM dalam membaca selera pasar
dan merespons perubahan dengan cepat, bukan semata-mata oleh pemahaman
keuangan. Hal ini bertentangan dengan penelitian Ramanti dan Astuning (2022) literasi
keuangan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Pasar Ir
Soekarno. Temuan ini didukung oleh fakta bahwa untuk mempertahankan daya saing
dan meningkatkan kinerja dalam menjalankan bisnis sebagian besar pelaku usaha di
pasar tersebut sudah memahami cara membuat pembukuan laporan keuangan dengan
benar.
164 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
Untuk mempertahankan daya saing dan meningkatkan kinerja dalam
menjalankan bisnis pelaku usaha juga perlu memiliki orientasi kewirausahaan, Seorang
pelaku usaha harus menentukan bagaimana memandang sebuah potensi, kecerdasan,
tantangan dan peluang sebagai proses yang harus diupayakan dengan tekun, kerja
keras, dan usaha untuk mencapai tujuannya. Hasil dari penelitian Fitriyah, dkk (2021)
menunjukan bahwa Orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keunggulan bersaing dan terhadap kinerja pemasaran di UKM kuliner Banten
di Kota Serang. Orientasi kewirausahaan yang tinggi dapat meningkatkan keunggulan
bersaing dan kinerja pemasaran UKM. Hal ini juga didukung oleh penelitian Safii dan
Rahayu (2020) terdapat pengaruh positif antara orientasi kewirausahaan terhadap
kinerja usaha pada pelaku UMKM di Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.
Akan tetapi ini bertentangan dari penelitian Wijaya dan Widjaja (2023) yang
memiliki hasil tidak terdapat pengaruh orientasi kewirausahaan yang positif terhadap
kinerja UMKM. Banyak sekali faktor yang menyebabkan wirausahawan tidak
menerapkan orientasi kewirausahaan seringkali terjadi dalam masyarakat. Sifat
wirausahawan UMKM umumnya lebih suka tidak mengambil resiko terlebih lagi pada
kondisi pandemi Covid-19 yang berjalan sampai saat ini. Pembentukan produk dan
pelayanan yang baru juga menjadi tantangan yang sulit bagi wirausahawan karena
nilai keaslian atau original produk yang menjadi ciri khas usaha jika diubah atau
dihilangkan dapat meningkatkan resiko perginya pelanggan tetap. Kurangnya rasa
persaingan antar penjual untuk menjaga rasa persahabatan antar pedagang membuat
usaha sulit untuk berkembang. Melalui analisis hasil dari penelitian ini, ditemukan
bahwa pemilik UMKM yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konsep
keuangan cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengelola usaha mereka.
Terdapat korelasi yang kuat antara peningkatan literasi keuangan dan praktik
manajemen keuangan yang lebih baik di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
UMKM mengalami peningkatan kinerja sebagai hasilnya. Bisnis berkembang ketika
para pemimpin mereka menunjukkan tingkat literasi keuangan yang tinggi.
UMKM di Kabupaten Sleman memiliki berbagai macam pelaku usaha, UMKM di
Kabupaten Sleman memliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, seperti batik,
kerajinan, kuliner, pariwisata, seni budaya, dan sebagainya, artikel berita “Gebyar
UMKM Kenalkan Produk Unggulan Kota Yogya Agar Dikenal Luas” Portal Berita
Pemerintah Kota Yogyakarta (https://warta.jogjakota.go.id/)(adminwarta, 2025).
Adanya hasil yang berbeda dari penelitian sebelumnya serta penulis tertarik dengan
keunikan dan keberagaman UMKM di Kabupaten Sleman, sehingga peneliti terdorong
untuk melakukan sebuah penelitian lanjutan dengan judul “Kinerja UMKM Di
Kabupaten Sleman: Faktor Penentu Literasi Keuangan, dan Orientasi Kewirausahaan”.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 165
LANDASAN TEORI
Theory Of Planned Behavior
Teori perilaku direncanakan (Theory of Planned Behavior) oleh Ajzen (1991),
merupakan pengembangan dari Teori tindakan beralasan (Theory of Reasoned Action)
yang diusulkan oleh Ajzen dan Fishbein (1980) mengasumsikan perilaku ditentukan
oleh keinginan individu untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku
tertentu atau sebaliknya. Inti dari Theory of Planned Behavior tetap pada faktor niat
berperilaku, namun faktor penentu niat tidak hanya sikap dan norma subjektif tetapi
juga aspek kontrol perilaku yang dirasakan. Namun, kontrol perilaku yang dirasakan
memiliki implikasi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memprediksi
perilaku seseorang mau melakukan sesuatu.
Resource-Based View (RBV)
Resource-Based View (RBV) merupakan sebuah teori yang menekankan
pentingnya sumber daya dan kapabilitas internal organisasi dalam menciptakan
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan Barney (2001). RBV berakar pada
pandangan bahwa perusahaan adalah kumpulan dari sumber daya yang unik dan sulit
ditiru. Sumber daya ini bisa berupa aset fisik, kapabilitas manusia, teknologi, informasi,
atau bahkan reputasi perusahaan. Menurut teori RBV, sumber daya yang berharga,
langka, sulit ditiru, dan sulit digantikan. Berikut adalah empat karakteristik utama RBV
(VRIN):
1. Bernilai (Valuable): Sumber daya dikatakan bernilai jika dapat membantu
perusahaan mencapai efisiensi dan efektivitas operasional, sekaligus memenuhi
kebutuhan pasar.
2. Langka (Rare): Kelangkaa sumber daya menjadi salah satu faktor yang
membuatnya strategis. Sumber daya yang langka menciptakan diferensiasi
yang sulit ditiru oleh kompetitor.
3. Sulit Ditiru (Inimitable): Kompleksitas, kerahasiaan, atau keunikan sumber
daya tertentu membuatnya sulit untuk ditiru oleh pesaing. Misalnya, budaya
organisasi yang kuat, pengalaman manajerial yang spesifik, atau proses bisnis
yang dirancang dengan cermat adalah elemen-elemen yang sulit direplikasi.
4. Tidak Tergantikan (Non-Substitutable): Karakteristik ini merujuk pada sumber
daya yang tidak memiliki alternatif lain dengan nilai yang setara. Sebagai
contoh, tenaga kerja dengan keahlian khusus dalam teknologi tertentu atau
proses manufaktur yang sangat spesifik sulit digantikan oleh teknologi lain
Bagian ini membahas review jurnal, artikel, buku dan sumber lain yang relevan.
Jika diperlukan, rumusan hipotesis disajikan pada bagian ini. Hipotesis yang
dirumuskan harus didasarkan pada logika yang memadai dan didukung oleh hasil
penelitian sebelumnya.
166 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
UMKM
Menurut Undang-undang (UU) No. 20 Tahun 2008, Usaha Mikro Kecil Menengah
(UMKM) adalah Sebagai Usaha Mikro, yaitu usaha produktif milik orang perorangan
dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana
diatur dalam undang-undang. Sebagai Usaha Kecil, yaitu usaha ekonomi produktif
yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang
bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha
Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang. Sebagai Usaha Menengah yaitu usaha ekonomi
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha
Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. (Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2008).
Literasi Keuangan
Literasi keuangan merupakan sesuatu yang diperlukan oleh setiap orang agar
mampu menerapkan skala prioritas dalam mengelola keuangannya dan bisa
membedakan kebutuhan dan keinginan. Literasi keuangan juga menjadi hal yang
sangat penting bagi pemahaman dan pengetahuan dalam mengelola keuangannya
dengan bijak (Arianti 2022). Literasi keuangan yang rendah di kalangan pengusaha
UMKM dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan dalam mengelola
utang, mengatur pinjaman dan merencanakan masa depan bisnis (Amelia 2022). Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Septiani dan Wuryani (2020) menunjukkan bahwa
semakin tinggi tingkat literasi keuangan maka semakin tinggi pula perkembangan
kinerja UMKM di wilayah Sidoarjo. Sehingga, tingkat literasi keuangan sangat penting
bagi perkembangan suatu usaha, karena sebuah bisnis yang baik perlu didukung
dengan pengelolaan keuangan yang baik pula.
Orientasi Kewirausahaan
Orientasi kewirausahaan menunjukkan keterkaitan terhadap performa UMKM itu
sendiri, karena UMKM memiliki kemampuan untuk merespons tantangan dan peluang
bisnis yang ada, kemampuan ini menjadi modal utama agar UMKM dapat terus
bertahan serta meningkatkan performa mereka. Semakin tinggi orientasi
kewirausahaan, maka semakin tinggi pula performa UMKM. Sebaliknya, semakin
rendah pengarahan kewirausahaan, maka performa UMKM juga akan semakin
menurun (Supriandi 2022). Pada era digital, memiliki orientasi kewirausahaan yang
kuat adalah kunci kesuksesan. Hal ini karena era digital telah mengubah sudut
pandang tentang bisnis, menghadirkan kesempatan sekaligus tantangan baru bagi para
pengusaha. Orientasi ini mengacu pada kesediaan dan kemampuan individu atau
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 167
perusahaan untuk mengambil risiko, berinovasi, dan bergerak proaktif dalam mencari
peluang baru demi pertumbuhan dan kemajuan (Zulkifli, dkk 2023). Indikator orientasi
kewirausahaan ini mengutip dari penelitian Robinson dan Stubberud (2014) yang juga
mengadaptasi dari dari tiga komponen ukuran kewirausahaan Miller (2011) tiga
variabel yang masing-masing terdiri dari beberapa variable subskala untuk
pengambilan risiko, inovasi, dan proaktif.
Kinerja UMKM
Kinerja perusahaan merupakan indikator yang mengukur sejauh mana perusahaan
dapat meningkatkan pendapatannya dibandingkan dengan total pendapatan yang
dimilikinya. Terdapat tiga asumsi umum dalam menilai kinerja UMKM. Asumsi
pertama menyatakan bahwa pengukuran kinerja UMKM biasanya dilakukan dengan
pendekatan kuantitatif. Asumsi kedua menyebutkan bahwa pada umumnya kinerja
dinilai berdasarkan indikator-indikator keuangan. Sementara itu, asumsi ketiga
menjelaskan bahwa alat ukur kesuksesan yang digunakan sering kali merupakan
metode yang diterapkan pada perusahaan besar yang telah memiliki struktur tata
kelola yang baik (Farina dan Opti 2023). Menurut Noerchoidah (2022) Keberhasilan
kinerja UKM dipengaruhi oleh faktor individu. Faktor individu ini berkaitan dengan
kompetensi yang dimiliki pelaku UKM. Kompetensi mengacu pada kemampuan untuk
mengamati lingkungan dalam memilih peluang, memiliki kemampuan berkomunikasi,
teknis, dan memiliki kemampuan konseptual.
Kerangka Pemikiran
Gambar 1 Kerangka Pemikiran
Hipotesis
Literasi keuangan yang memadai memungkinkan pelaku UMKM untuk
menerapkan praktik akuntansi dasar, seperti pencatatan transaksi yang terpisah antara
keuangan pribadi dan usaha, serta penyusunan laporan keuangan sederhana (laporan
laba/rugi, arus kas, dan neraca). Semakin bagus pencatatan keuangan sebuah bisnis
maka akan membuat bisnis menjadi lebih transparan, sehingga akan memudahkan
pemilik usaha untuk menentukan strategi apa yang akan dilakukan untuk kedepannya.
168 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
Menurut Theory of Planned Behaviour, niat merupakan prediktor utama perilaku.
Dalam konteks literasi keuangan, niat merujuk pada kesediaan seseorang untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keuangan mereka. Jika seseorang pelaku
usaha memiliki niat kuat untuk menjadi lebih baik dalam literasi keuangannya, dengan
demikian memungkinkan para pelaku usaha tersebut akan mengambil langkah-
langkah yang dapat mengoptimalkan kinerja usaha mereka dalam sektor keuangan.
Hal ini didukung oleh penelitian dari Azis dan Effendy (2024) dalam penelitiannya
didapati hasil penelitian literasi keuangan menunjukkan bahwa semakin positif sikap
pemilik UMKM terhadap manajemen keuangan, semakin tinggi kemungkinan mereka
untuk mengambil tindakan yang mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah:
H1: Literasi Keuangan Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja UMKM
Dalam dinamika pasar yang sangat kompetitif, keunggulan kompetitif UMKM
tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya finansial dan fisik, tetapi pada
kapabilitas strategis dan kognitif sang wirausaha. Orientasi Kewirausahaan
merepresentasikan pola pikir (mindset) dan manajerial yang mengarahkan suatu usaha
untuk terlibat dalam perilaku strategis tertentu agar mencapai keunggulan kompetitif.
Yanto (2021) mengatakan bahwa Orientasi kewirausahaan memotivasi perusahaan
untuk secara agresif meluncurkan inovasi produk, mengeksplorasi peluang dan
mendukung kegiatan pengembangan produk baru. Berdasarkan hal tersebut maka
hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah:
H2: Orientasi Kewirausahaan Berpengaruh Positif Terhadap Kinerja UMKM
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (2022) pengertian Literasi Keuangan adalah
pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), keyakinan (confidence) yang
mempengaruhi sikap (attitude), dan perilaku keuangan (behaviour) seseorang untuk
meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam
rangka mencapai kesejahteraan. Orientasi Kewirausahaan yang tertanam dalam diri
pelaku usaha berupa konsep atau ide-ide yang dapat menunjang usahanya akan
memiliki pengaruh baik terhadap usahanya. Hasil dari penelitian Fitriyah, dkk (2021)
menunjukan bahwa Orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keunggulan bersaing dan terhadap kinerja pemasaran di UKM kuliner Banten
di Kota Serang. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis kedua dalam penelitian ini
adalah:
H3: Literasi Keuangan dan Orientasi Kewirausahaan Berpengaruh Positif Terhadap
Kinerja UMKM
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif untuk menganalisis
pengaruh literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM di
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 169
Kabupaten Sleman. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kabupaten Sleman,
dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling sesuai kriteria yaitu domisili umkm di Sleman, Minimal usaha berjalan 1
tahun, dan responden merupakan pemilik (owner) atau manajer yang mengambil
keputusan keuangan dan strategis. Data yang digunakan merupakan data primer yang
dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 6 poin. Sebelum dianalisis,
instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data
yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier
berganda, serta uji t untuk pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan antar
variabel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Karakteristik responden penelitian ini terdiri dari 97 pelaku UMKM di Kabupaten
Sleman. Berdasarkan sektor usaha, responden didominasi oleh sektor kuliner (F&B)
sebanyak 26 responden (25%), diikuti jasa dan konsultasi sebanyak 21 responden
(20,2%), fashion dan aksesoris sebanyak 17 responden (16,3%), retail/toko sebanyak 14
responden (13,5%), pariwisata/penginapan sebanyak 11 responden (10,6%), dan sektor
lain-lain sebanyak 8 responden (14,4%). Berdasarkan jabatan, mayoritas responden
merupakan pemilik usaha (owner) sebanyak 71 responden (68,3%), sedangkan
pengelola/manajer berjumlah 26 responden (31,7%). Ditinjau dari pendidikan terakhir,
responden didominasi lulusan Sarjana (S1) sebanyak 50 responden (54,8%), diikuti
SMA/sederajat sebanyak 23 responden (22,2%), Diploma (D3) sebanyak 12 responden
(11,5%), dan Pascasarjana (S2) sebanyak 12 responden (11,5%). Berdasarkan lama
berdirinya usaha, sebagian besar UMKM telah beroperasi selama 13 tahun sebanyak
64 responden (64,4%), diikuti lebih dari 5 tahun sebanyak 17 responden (18,3%), dan 3
5 tahun sebanyak 16 responden (17,3%). Sementara itu, berdasarkan omset per bulan,
mayoritas responden memiliki omset di bawah Rp10.000.000 sebanyak 45 responden
(45,6%), diikuti omset Rp10.000.000Rp100.000.000 sebanyak 24 responden (25,2%),
Rp100.000.000Rp500.000.000 sebanyak 16 responden (17,5%), dan di atas
Rp500.000.000 sebanyak 12 responden (11,7%).
HASIL PENGUKURAN VARIABEL
Hasil literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM
menunjukkan bahwa Variabel literasi keuangan (X1) yang diukur melalui 8 indikator
memiliki nilai rata-rata total sebesar 37,56 dengan standar deviasi 6,77, serta nilai mean
per indikator berada pada rentang 4,374,85, yang menunjukkan bahwa responden
memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Variabel orientasi kewirausahaan (X2)
yang terdiri dari 8 indikator memperoleh nilai rata-rata total sebesar 37,34 dengan
standar deviasi 6,20, serta nilai mean per indikator berkisar antara 4,304,89, yang
mengindikasikan kecenderungan responden bersikap inovatif, proaktif, dan berani
170 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
mengambil risiko. Sementara itu, variabel kinerja UMKM (Y) yang diukur
menggunakan 8 indikator juga menunjukkan kategori tinggi, dengan nilai rata-rata
responden yang menggambarkan persepsi kinerja usaha yang positif secara
keseluruhan.
Hasil Pengujian Instrumen
Hasil uji validitas pada variabel literasi keuangan, orientasi kewirausahaan, dan
kinerja UMKM, seluruh item pernyataan dalam instrumen penelitian dinyatakan
valid karena rhitung > rtabel (0,199). Uji reliabilitas kuesioner adalah uji yang
dilakukan untuk mengukur suatu kehandalan dari kuesioner yang menjadi indikator
suatu variabel. Suatu instrument dikatakan reliabel apabila menunjukkan hasil bahwa
nilai Cronbach Alpha lebih besar atau sama dengan 0.6. berikut Adalah tabel Hasil Uji
Validitas:
Tabel 1 Hasil Uji Validitas
Item
r hitung
r tabel
Sig.
Kesimpulan
X1.1
0,778
0,199
0,000
Valid
X1.2
0,828
0,199
0,000
Valid
X1.3
0,848
0,199
0,000
Valid
X1.4
0,806
0,199
0,000
Valid
X1.5
0,844
0,199
0,000
Valid
X1.6
0,868
0,199
0,000
Valid
X1.7
0,620
0,199
0,000
Valid
X1.8
0,865
0,199
0,000
Valid
Item
r hitung
r tabel
Sig.
Kesimpulan
X2.1
0,798
0,199
0,000
Valid
X2.2
0,808
0,199
0,000
Valid
X2.3
0,794
0,199
0,000
Valid
X2.4
0,822
0,199
0,000
Valid
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 171
X2.5
0,855
0,199
0,000
Valid
X2.6
0,815
0,199
0,000
Valid
X2.7
0,326
0,199
0,000
Valid
X2.8
0,689
0,199
0,000
Valid
Item
r hitung
r tabel
Sig.
Kesimpulan
Y1
0,773
0,199
0,000
Valid
Y2
0,808
0,199
0,000
Valid
Y3
0,797
0,199
0,000
Valid
Y4
0,802
0,199
0,000
Valid
Y5
0,825
0,199
0,000
Valid
Y6
0,829
0,199
0,000
Valid
Sumber: Data Primer Diolah, 2025
Menunjukkan hasil bahwa nilai r hitung berada dalam range angka antara 0.326 -
0.868, sedangkan untuk r abel yaitu 0.199. Apabila r hitung > dari r tabel maka atribut
tersebut dianggap valid, begitu pula sebaliknya. Hasil uji validitas kuesioner di atas
menunjukkan r tung > 0.199. Dengan demikian, semua item pertanyaan yang
digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid.
Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas
No
Variabel
Nilai Cronbach’s Alpha
Kesimpulan
1
Literasi keuangan
0,921
Reliabel
2
Orientasi Kewirausahaan
0,866
Reliabel
3
Kinerja UMKM
0,902
Reliabel
Sumber: Data Primer Diolah, 2025
Menunjukkan hasil bahwa nilai Cronbach Alpha untuk Kemampuan Literasi
Keuangan (XI) sebesar 0.921, Orientasi Kewirausahaan (X2) sebesar 0.866, serta Kinerja
UMKM (Y) sebesar 0.902. Dengan demikian, semua item pertanyaan yang digunakan
dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
172 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
Hasil Pengujian Asumsi Klasik
Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal karena nilai Sig. untuk
persamaan Y dan Z=>0,05. nilai signifikansi yang dihasilkan dari pengujian
Kolmogorov-Smirnov adalah 0.200 lebih besar dari nilai signifikansi 0.05. Dengan
demikian, dalam penelitian ini secara keseluruhan nilai residual berdistribusi normal.
Uji heteroskedastisitas menunjukkan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas karena
semua nilai Sig.>0,05. Hasil menunjukkan bahwa variabel Kemampuan Literasi
Keuangan (XI) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.279. Sementara untuk variabel
Orientasi Kewirausahaan (X2) mempunyai nilai siginifikansi sebesar 0.498. Dengan
demikian, dalam penelitian ini tidak terjadi gejala heteroskedastisitas yang artinya
dalam regresi ini tidak terjadi ketidaksamaan varian dari antar residual. Uji
multikolinearitas menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas karena seluruh nilai
VIF<10. mempunyai nilai Tolerance sebesar 0.947 > 0.1 dan VIF 1.056 < 10. Sementara
untuk variabel Orientasi Kewirausahaan (X2) mempunyai nilai Tolerance sebesar 0.947 >
0.1 dan VIF 1.056 < 10.
HASIL ANALISIS DATA
1. Uji Regresi Linear Berganda
Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
8.167
2.795
2.922
.004
X1
.358
.057
.452
6.293
.000
X2
.419
.062
.485
6.746
.000
Sumber: Data Primer Diolah, 2025
Dari hasil pengujian diatas didapat persamaan: Y = 8.167 + 0.358 X1 + 0.419
X2. Dari persamaan tersebut dapat diartikan bahwa koefisien regresi pada
Variabel literasi keuangan mempunyai koefisien regresi bernilai positif sebesar
0.358. Hal ini berarti apabila ada kenaikan 1% pada variabel Literasi Keuangan
(X1) maka akan menyebabkan peningkatan pada kinerja UMKM (Y) sebesar
0.358 dengan asumsi variable lainnya nilainya tetap. Variabel orientasi
kewirausahaan mempunyai koefisien regresi bernilai positif sebesar 0.419. Hal
ini berarti apabila ada kenaikan 1% pada variabel Orientasi Kewirausahaan (X2)
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 173
maka akan menyebabkan peningkatan pada kinerja UMKM (Y) sebesar 0.419
dengan asumsi variabel lainnya nilainya tetap.
2. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R
2
)
Tabel 3. Hasil Uji
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.735
a
.540
.531
3.673
Sumber: Data Primer Diolah, 2025
Pada tabel diatas menunjukkan hasil bahwa nilai Adjusted R Square sebesar
0.531. Dengan demikian, variabel independen yang terdapat pada penelitian ini
memiliki kontribusi pengaruh sebesar 53,1% terhadap variabel dependen. Maka,
variabel Kemampuan Literasi Keuangan (XI) dan Orientasi Kewirausahaan (X2)
berpengaruh terhadap variabel Kinerja Keuangan UMKM (Y) sebesar 53,1%.
Sedangkan sisanya sebesar 46,9% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model
(variabel lainnya di luar penelitian ini).
3. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Tabel 4. Hasil Uji t
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardize
d
Coefficients
t
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
8.167
2.795
2.922
.004
X1
.358
.057
.452
6.293
.000
X2
.419
.062
.485
6.746
.000
Sumber: Data Primer Diolah, 2025
H1 :
Berdasarkan tabel diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi (0.000) < 0.05
dan t hitung (6.293) > t tabel (1.661). Artinya, H0 ditolak dan H1 diterima
sehingga variabel literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja
UMKM.
174 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
H2 :
Berdasarkan tabel diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi (0.000) < 0.05
dan t hitung (6.746) > t tabel (1.661). Artinya, H0 ditolak dan H2 diterima
sehingga variabel orientasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja
UMKM.
4. Uji Statistik F (Simultan)
Tabel 5. Hasil Uji F
Model
Sum of
Squares
df
Mean
Square
F
Sig.
1
Regression
1491.016
2
745.508
55.246
.000
b
Residual
1268.469
94
13.494
Total
2759.485
96
Sumber: Data Primer Diolah, 2025
H3 :
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas menunjukkan hasil
bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai F hitung sebesar 55.246.
Dengan demikian, diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi (0.000) < 0.05.
Artinya H0 ditolak dan H3 diterima sehingga variabel literasi keuangan
dan orientasi kewirausahaan secara simultan berpengaruh terhadap
kinerja keuangan UMKM.
PEMBAHASAN
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM
Hasil pengujian empiris menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini dibuktikan oleh nilai signifikansi 0,000
< 0,05 dan t hitung 6,293 > t tabel 1,661, sehingga H diterima. Nilai koefisien regresi
positif sebesar 0,358 mengindikasikan bahwa peningkatan literasi keuangan
berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja UMKM. Temuan ini menegaskan
bahwa kapabilitas finansial merupakan determinan penting dalam pencapaian kinerja
usaha. Secara deskriptif, pengaruh tersebut diperkuat oleh indikator keterampilan dan
sikap keuangan yang menunjukkan nilai mean tertinggi sebesar 4,85, menandakan
bahwa pelaku UMKM tidak hanya memiliki pemahaman keuangan, tetapi juga secara
aktif menerapkannya dalam praktik manajerial. Temuan ini sejalan dengan Theory of
Planned Behavior, yang menjelaskan bahwa perilaku aktual pelaku usaha dipengaruhi
oleh niat dan sikap yang kuat terhadap pengelolaan keuangan. Selain itu, hasil
penelitian ini mendukung Resource-Based View, yang memandang literasi keuangan
sebagai sumber daya internal strategis yang mampu menciptakan keunggulan kinerja.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 175
Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Septiani dan Wuryani (2020) serta
Azis dan Effendy (2024) yang menyatakan bahwa semakin tinggi literasi keuangan dan
sikap positif terhadap manajemen keuangan, semakin besar peluang UMKM
meningkatkan kinerjanya. Namun demikian, temuan ini berbeda dengan Naufal dan
Purwanto (2022) yang menemukan ketidaksignifikanan literasi keuangan terhadap
keberlanjutan usaha, yang diduga dipengaruhi oleh karakteristik wilayah dan tingkat
persaingan pasar. Dalam konteks Sleman, dominasi responden berpendidikan sarjana
memberikan kapasitas yang lebih baik dalam mengadopsi konsep keuangan yang
relatif kompleks. Meskipun sebagian besar UMKM masih berada pada fase awal usaha
(13 tahun) dengan omset relatif rendah, literasi keuangan berperan penting sebagai
fondasi strategis untuk validasi pasar, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan
keberlanjutan pertumbuhan usaha. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan
terbukti menjadi faktor kunci dalam mendorong kinerja UMKM secara berkelanjutan.
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Hal ini dibuktikan oleh nilai signifikansi 0,000
< 0,05 dan t hitung 6,746 > t tabel 1,661, sehingga H diterima. Nilai koefisien regresi
positif sebesar 0,419 mengindikasikan bahwa peningkatan orientasi kewirausahaan
secara langsung mendorong peningkatan kinerja UMKM, menjadikan variabel ini
sebagai determinan penting dalam pencapaian kinerja usaha. Temuan ini sejalan
dengan Theory of Planned Behavior, yang menegaskan bahwa niat dan sikap
kewirausahaan yang kuat akan terwujud dalam perilaku bisnis yang proaktif dan
inovatif, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja. Selain itu, hasil penelitian ini
mendukung Resource-Based View, yang memandang orientasi kewirausahaan sebagai
kapabilitas internal yang bersifat non-substitutable, berperan strategis dalam
menciptakan keunggulan kompetitif dan keberlanjutan usaha.
Hasil ini konsisten dengan penelitian Safii dan Rahayu (2020) yang menemukan
bahwa orientasi kewirausahaan yang tercermin melalui inovasi, proaktivitas, dan
keberanian mengambil risiko mampu mendorong peningkatan kinerja UMKM. Namun,
temuan ini berbeda dengan studi Wijaya dan Widjaja (2023) yang tidak menemukan
pengaruh signifikan, terutama dalam konteks kondisi krisis seperti pandemi, di mana
pelaku usaha cenderung menghindari risiko dan menahan ekspansi. Hasil deskriptif
menunjukkan bahwa indikator keberanian mengambil risiko finansial, khususnya
terkait pengajuan pinjaman modal, memperoleh skor terendah. Hal ini
mengindikasikan adanya sikap kehati-hatian pelaku UMKM, khususnya yang
berpendidikan tinggi, yang cenderung memilih strategi pertumbuhan organik
dibandingkan ekspansi berbasis utang. Meskipun demikian, secara keseluruhan
orientasi kewirausahaan tetap terbukti sebagai faktor fundamental yang
memungkinkan UMKM menangkap peluang, beradaptasi dengan dinamika pasar, dan
mempertahankan daya saing di era digital.
176 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
Pengaruh Literasi Keuangan Dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja
UMKM
Hasil pengujian simultan menunjukkan bahwa literasi keuangan dan orientasi
kewirausahaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM.
Temuan ini dibuktikan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan F hitung sebesar 55,246,
sehingga H3 diterima. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja UMKM tidak
hanya ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh sinergi antara kapabilitas
keuangan dan orientasi kewirausahaan. Secara empiris, hubungan simultan ini
mengindikasikan bahwa UMKM di Kabupaten Sleman telah bergerak menuju praktik
bisnis yang lebih profesional dan matang. Literasi keuangan memungkinkan pelaku
usaha mengelola arus kas, menyusun anggaran, dan mengambil keputusan finansial
secara rasional, sementara orientasi kewirausahaan mendorong sikap proaktif, inovatif,
serta keberanian mengambil risiko yang terukur. Kombinasi kedua aspek tersebut
menciptakan fondasi strategis yang kuat dalam meningkatkan kinerja usaha dan
menjaga keberlanjutan bisnis. Temuan ini sejalan dengan penelitian Irham et al. (2024)
yang menunjukkan pengaruh signifikan literasi keuangan terhadap keberlangsungan
UMKM, serta didukung oleh studi Mahardika et al. (2023) dan Chow dan Utama (2023)
yang menegaskan peran strategis orientasi kewirausahaan dalam meningkatkan kinerja
UMKM di berbagai sektor. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bukti empiris
bahwa sinergi literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan merupakan determinan
utama peningkatan kinerja dan pertumbuhan UMKM.
SIMPULAN DAN SARAN
Penelitian ini membuktikan bahwa literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Sleman, baik
secara parsial maupun simultan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan
pemahaman dan pengelolaan keuangan, serta sikap kewirausahaan yang inovatif,
proaktif, dan berani mengambil risiko, merupakan faktor penting dalam meningkatkan
kinerja UMKM. Dengan demikian, penguatan aspek keuangan dan kewirausahaan
menjadi strategi kunci untuk mendorong keberhasilan dan keberlanjutan UMKM.
Pelaku UMKM disarankan untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya dalam
pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha, serta mengembangkan orientasi
kewirausahaan yang lebih inovatif dan proaktif. Pemerintah dan instansi terkait
diharapkan dapat memperkuat program pelatihan literasi keuangan dan
kewirausahaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan
untuk menambahkan variabel lain serta memperluas wilayah penelitian guna
memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 177
DAFTAR PUSTAKA
Adminwarta (2025). Gebyar UMKM Kenalkan Produk Unggulan Kota Yogya Agar
Dikenal. Available At:
Https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/39993/gebyar-umkm-kenalkan-
produk-unggulan-kota-yogya-agar-dikenal-luas-2025-05-21
Ajzen, I. and Fishbein, M. (1980). Understanding attitudes and predicting social
behavior. Englewood Cliffs, NJ: Prentice.Hall.
Amelia, Amelia. 2022. “Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, dan Kepribadian
terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan pada Pelaku UMKM Kelurahan
Gedong, Jakarta Timur.” Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan
Entrepreneurship 12(1): 129.
Arianti, Baiq Fitri. 2022. Literasi Keuangan (Teori dan Implementasinya). Penerbit CV.
Pena Persada.
Azis, Muhammad Aulia Hibatullah, dan Lukman Effendy. 2024. “Pengaruh Literasi
Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Teknologi Keuangan Terhadap Kinerja
UMKM.” Jurnal Akuntansi Manado (JAIM) 5(1): 116– 32.
Barney, Jay B. 2001. Is The Resource Based "View" A Useful Perspective Startegic For
management Research? Yes. Academy of Management. The academy of
Management review. Vol. 26. No. 1. Page: 41-56.
Chow, Vincent, dan Louis Utama. 2023. “Terhadap Kinerja Umkm Kain Ulos.” Jurnal
Manajerial dan Kewirausahaan 05(02): 51928.
Elsa Dwi Ramanti, dan Astuning Saharsini. (2022). Pengaruh Pemahaman Informasi
Keuangan dan Mindset Entrepreneur Terhadap Kinerja UMKM di Pasar Ir
Soekarno Sukoharjo (Studi Pasar Ir Soekarno Sukoharjo 2021). Juremi: Jurnal Riset
Ekonomi 1(6): 66782.
Farina, Khoirina, dan Sri Opti. 2023. “Pengaruh Pemanfaatan Sistem Informasi
Akuntansi Dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Umkm.” Jesya
6(1): 70413.
Fitriyah, Sri, Meutia Meutia, dan Dian Anggraeni. (2021). Pengaruh Orientasi
Kewirausahaan Dan Adaptasi Lingkungan Bisnis Terhadap Kinerja Pemasaran
Ukm Kuliner Banten Di Kota Serang. Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa 3(2): 293
310.
Irham, Muhammad, Agustina Mutia, dan Fauzan Ramli. 2024. “Pengaruh Literasi
Keuangan Dan Mitigasi Risiko Terhadap.” 17(1): 52–66.
Mahardika, Galia Intan Suri, Angga Kurniawan, dan Elmira Febri Darmayanti. 2023.
“Pengaruh Literasi Keuangan, Orientasi Pasar Dan Inovasi Produk Terhadap
Kinerja Umkm Pada Pelaku Usaha Kuliner Di Kota Metro.” RISTANSI: Riset
Akuntansi 4(1): 5367.
Miller, Danny. 2011. “Miller (1983) revisited: A reflection on EO research and some
suggestions for the future.” Entrepreneurship: Theory and Practice 35(5): 873–94.
Naufal, Muhammad Ilham, dan Eko Purwanto. (2022). Dampak Literasi Keuangan
terhadap Kinerja Keberlanjutan UMKM (Studi Kasus Industri F & B Kecamatan
Sumbersari Jember). Profit: Jurnal Administrasi Bisnis 16(2): 20915.
Noerchoidah, Nurdina, Tri Ariprabowo. 2022. “Penguatan Kompetensi Kewirausahaan
Dan Inovasi ProdukSebagai Penentu Kinerja Ukm.” Buletin Bisnis & Manajemen
8(01): 11324.
178 Kinerja UMKM di Sleman: Faktor….( Muhammad Rosyid Ridho, Reza Widhar Pahlevi)
Otoritas Jasa Keuangan. 2022. “Infografis Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi
Keuangan Tahun 2022.” Ojk.Go.Id: Info terkini: Berita dan Kegiatan.
Puji Hastuti, Agus Nurofik, Agung Purnomo, Abdurrozzaq Hasibuan, Handy Aribowo,
Annisa Ilmi Faried, Tasnim, Andriasan Sudarso, Irwan Kurniawan Soetijono,
Didin Hadi Saputra, Janner Simarmata. (2021). Kewirausahaan Dan UMKM.
Penerbit Yayasan Kita Menulis.
Robinson, Sherry, dan Hans Anton Stubberud. 2014. “Elements Of Entrepreneurial
Orientation And Their Relationship To Entrepreneurial Intent.” Journal of
Entrepreneurship Education 17(2): 112.
Safii, Abdul, dan Susilowati Rahayu. (2020). The Role of Social Capital and Owner
Cosmopolitanism on Marketing Performance of Jonegoroan Batik MSMEs. 1st
International Conference on Business and Social Sciences 2(2): 110.
http://icobuss-stiesia.ac.id/prod/index.php/icobuss1st/article/view/3.
Septiani, Risa Nadya, dan Eni Wuryani. 2020. “Pengaruh Literasi Keuangan Dan Inklusi
Keuangan Terhadap Kinerja Umkm Di Sidoarjo.” E-Jurnal Manajemen Universitas
Udayana 9(8): 3214.
Supriandi. 2022. Pengaruh Modal Sosial, Kapabilitas Finansial, Orientasi
Kewirausahaan Terhadap Daya Saing Bisnis Berkelanjutan Serta Implikasinya
Pada Kinerja Umkm Industri Kuliner Di Kota Sukabumi Skripsi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun. 2008. “Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008.” (1).
Wijaya, Wilson, dan Oey Hannes Widjaja. (2023). Pengaruh Penggunaan Aplikasi E-
Commerce dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM. Jurnal
Manajerial Dan Kewirausahaan 5(1): 8493
Winarto, Heri. (2023). Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen
UMKM di Kabupaten Sleman. Jurnal sosial dan sains 3(1): 49 55.
Yanto, Juli. 2021. “Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM di
Jabodetabek dengan Individualisme sebagai Variabel Moderasi.” Jurnal
Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan 5(2): 207.
Zulkifli et al. 2023. “Kesuksesan Wirausaha di Era Digital dari Perspektif Orientasi
Kewirausahaan (Study Literature).” Sanskara Ekonomi dan Kewirausahaan 1(02):
8196.