Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 3 No. 2 October 2025, Page 162 - 178 169
Kabupaten Sleman. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kabupaten Sleman,
dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling sesuai kriteria yaitu domisili umkm di Sleman, Minimal usaha berjalan 1
tahun, dan responden merupakan pemilik (owner) atau manajer yang mengambil
keputusan keuangan dan strategis. Data yang digunakan merupakan data primer yang
dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 6 poin. Sebelum dianalisis,
instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data
yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier
berganda, serta uji t untuk pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan antar
variabel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Karakteristik responden penelitian ini terdiri dari 97 pelaku UMKM di Kabupaten
Sleman. Berdasarkan sektor usaha, responden didominasi oleh sektor kuliner (F&B)
sebanyak 26 responden (25%), diikuti jasa dan konsultasi sebanyak 21 responden
(20,2%), fashion dan aksesoris sebanyak 17 responden (16,3%), retail/toko sebanyak 14
responden (13,5%), pariwisata/penginapan sebanyak 11 responden (10,6%), dan sektor
lain-lain sebanyak 8 responden (14,4%). Berdasarkan jabatan, mayoritas responden
merupakan pemilik usaha (owner) sebanyak 71 responden (68,3%), sedangkan
pengelola/manajer berjumlah 26 responden (31,7%). Ditinjau dari pendidikan terakhir,
responden didominasi lulusan Sarjana (S1) sebanyak 50 responden (54,8%), diikuti
SMA/sederajat sebanyak 23 responden (22,2%), Diploma (D3) sebanyak 12 responden
(11,5%), dan Pascasarjana (S2) sebanyak 12 responden (11,5%). Berdasarkan lama
berdirinya usaha, sebagian besar UMKM telah beroperasi selama 1–3 tahun sebanyak
64 responden (64,4%), diikuti lebih dari 5 tahun sebanyak 17 responden (18,3%), dan 3–
5 tahun sebanyak 16 responden (17,3%). Sementara itu, berdasarkan omset per bulan,
mayoritas responden memiliki omset di bawah Rp10.000.000 sebanyak 45 responden
(45,6%), diikuti omset Rp10.000.000–Rp100.000.000 sebanyak 24 responden (25,2%),
Rp100.000.000–Rp500.000.000 sebanyak 16 responden (17,5%), dan di atas
Rp500.000.000 sebanyak 12 responden (11,7%).
HASIL PENGUKURAN VARIABEL
Hasil literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM
menunjukkan bahwa Variabel literasi keuangan (X1) yang diukur melalui 8 indikator
memiliki nilai rata-rata total sebesar 37,56 dengan standar deviasi 6,77, serta nilai mean
per indikator berada pada rentang 4,37–4,85, yang menunjukkan bahwa responden
memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Variabel orientasi kewirausahaan (X2)
yang terdiri dari 8 indikator memperoleh nilai rata-rata total sebesar 37,34 dengan
standar deviasi 6,20, serta nilai mean per indikator berkisar antara 4,30–4,89, yang
mengindikasikan kecenderungan responden bersikap inovatif, proaktif, dan berani