Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16
Journal of Economics, Business, Accounting and Management
(JEBAM)
Journal homepage:https://kurniajurnal.com/index.php/jebam
E-ISSN: 3032-274X
Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di
Yogyakarta
Marcella Devana Julianti
1
, Reza Widhar Pahlevi
2
1,2,
Prodi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Amikom Yogyakarta
Article History
Received : 17-April-2026
Revised : 5-May-2026
Accepted : 20-June-2026
Published : 13-July-2026
Keywords:
financial literacy, religiosity,
hedonistic lifestyle, student financial
management.
Corresponding author:
marcelladevana@students.amikom.ac.id
DOI:
https://doi.org/10.61476/19fqn733
A B S T R A C T
This study aims to examine the influnce of financial literacy, religiosity,
and a hedonistic lifestyle on the financial management of private university
students ini Yogyakarta. Using a quantitative approch, primary data were
collected through questionnaires distributed to 185 respondents selected
using a purposive sampling technique. The data were analyzed using
multiple linier regression with the assistance of SPSS software. The results
indicate that financial literacy has a positive effect on the financial
management of private university students ini Yogyakarta. A hedonistic
lifestyle are factors that influence the financial management of private
university students ini Yogyakarta, while religiosity is not proven to have
a significant effect on the financial management of private university
students in Yogyakarta.
A B S T R A K
Penelitian ini bertujuan untuk mengeahui pengaruh literasi
keuangan, religiusitas, dan gaya hidup hedonisme terhadap
pengelolaan keuangan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS)
di Yogyakarta. Dengan pendekatan kuantitatif, data primer
diperoleh melalui penyebaran kuesioner dari 185 responden,
menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang
digunakan yaitu regresi linier berganda dengan menggunakan
bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi
keuangan berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan
mahasiswa PTS di Yogyakarta. Gaya hidup hedonisme juga
berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa
PTS di Yogyakarta. Dengan demikian, literasi keuangan (X1) dan
gaya hidup hedonisme merupakan faktor yang mempengaruhi
pengelolaan keuangan mahasiswa PTS di Yogyakarta, sedangkan
religiusitas tidak terbukti mempengaruhi pengelolaan keuangan
mahasiswa PTS di Yogyakarta.
©2026, Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi
This is an open access article under CC BY-SA license
PENDAHULUAN
Perkembangan globalisasi dn digitalisasi menjadikan kemampuan pengelolaan
keuangan sebagai keterampilan yang penting bagi individu. Pengelolaan keuangan yang
baik membantu individu untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran, serta
menghindari permasalahan di masa depan. Namun tingkat literasi keuangan masyarakat
2 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
indonesia masih tergolong rendah. Menurut (Pradiningtyas et al., 2019) kondisi
geografis indonesia menjadi faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat litersi
keuangan dengan sekitar 60% penduduk indonesia tinggal di wilayah pedesaan,
akibatnya terbatasanya akses terhadap informasi dan layanan keuangan. Mahasiswa
merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah pengelolaan keuangan karena
berada pada fase transisi menuju kemandirian keuangan. Di Yogyakarta, perkembangan
pusat kuliner, hiburan, dan kemudahan transaksi digital medorong mahasiswa
mengikuti tren konsumsi, sehingga banyak mahasiswa lebih mementingkan keinginan
dari pada kebutuhan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pengelolaan keuangan adalah literasi
keuangan. Literasi keuangan merupakan tingkat pengetahuan, pemahaman, dan
kemampuan individu dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak, terencana, dan
mampu mengambil keputusan keuangan yang tepay agar mencapai kesejahteraan
keuangan Ciptani & Asni Anggraeni, (2023). Mahasiwa yang memiliki tingkat literasi
keuangan yang baik cenderung mampu menyusun anggaran, mengendalikan
pengeluaran, dan mengelola keuangan seara efektif Suyanto (2022). Oleh karena itu,
semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dimiliki mahasiswa, maka semakin baik
pula kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan, baik dari meyusun anggaran,
mengendalikan pengeluaran hingga mengambil keputusan yang tepat.
Selain itu, religiusitas juga berperan dalam membentuk perilaku keuangan melaui
nilai-nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, dan pengendalian diri dalam menggunakan
uang Cahyadi & Sujana (2020). Dengan demikian, religiusitas dapat menjadi pedoman
bagi individu dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bijaksana, dan
sesuai dengan nilai-nilai dianut. Di sisi lain, gaya hidup hedonisme mendorong perilaku
konsumtif yang berpotensi menurunkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola
keuangan. Meskipun sebagian besar mahasiswa masih bergantung pada uang saku dari
orang tua, tetapi mahasiswa berupaya mengikuti gaya hidup yang sedang berkembang
melalui aktivitas belanja, baik daring maupun luring Widyaningsih (2024) dan Suyanto
(2022).
Penelitian mengenai pengelolaan keuangan mahasiswa telah banyak dilakukan,
namun hasilnya masih menunjukkan inkonsistensi. Suwardi et all (2024) Menemukan
bahwa literasi keuangan berepngaruh signifikan sedangkan menurut Syahputra (2025)
menyatakan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan. Perbedaan tersebut
juga ditemukan pada variabel religiusitas dan gaya hidup hedonisme, sehingga masih
terdapat kesenjangan penelitian (research gap) yang perlu dikaji lebih lanjut.
Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
literasi keuangan, religiusitas, dan gaya hidup hedonisme terhadap pengelolaan
keuangan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam pengembangan perilaku keuangan
mahasiswa dan dapat dimanfaatkan sebagai referensi atau acuan penelitian selanjutnya,
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 3
baik dengan menggunakan variabel yang sama maupun dengan menambahkan variabel
lainnya.
LANDASAN TEORI
Theory Of Planned Behavior (TPB)
Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action
(TRA) yang diperkenalkan oleh Ajzen & Fishbein (1980). Ajzen (1991) menambahkan
konstruk perceived behavioral control sehingga TPB menjelaskan bahwa individu
melakukan suatu perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu, attitude, subjective
norm, dan percevied behavioral control. Ketiga faktor tersebut membentuk behavioral
intention yang mempengaruhi perilaku aktual Mahyarni (2013). Pada penelitian ini
Theory of Planned Behavior digunakan sebagai landasan untuk menjelaskan perilaku
pengelolaan keuangan mahasiswa.
Pengelolaan Keuangan
Pengetahuan keungan dasar merupakan pemahaman mengenai konsep dan prinsip-
prinsip pengelolaan keuangan yang menjadi dasar dalam mengelola keuangan pribadi
secara efektif Anggraini & Cholid (2022). Bagi mahasiswa, pengelolaan keuangan
menjadi tanggung jawab dalammenyusun anggaran, mengendalikan keuangan, dan
mengambil kepuetusan keuangan secara bijak Febri Aulia et all (2023). Kemampuan ini
penting karena mahasiswa dituntut mampu mengelola sumber dana yang terbatas agar
terhindar dari masalah keuangan Putra et all (2020). Menurut Warsono (2010)
pengelolaan keuangan meliputi penggunaan dana, manajemen risiko, dan perencanaan
keuangan dimasa depan.
Literai Keuangan
literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami konsep keuangan
dan menerapkannya dalam pengambilan keputusan keuangan yang tepat sehingga
mampu mengelola keuangan secara efektif Kristina et al (2021). Otoritas jasa keuangan
(OJK) menyatakan bahwa literasi keuangan bertujuan meningkatkan kulitas
pengambilan keputusan dan membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang baik.
Menurut Chen dan Volepe dalam Litamahuputty et al (2020) literasi keuangan meliputi
empat aspek, yaitu pengetahuan keuangan dasar, tabungan dan pinjaman, asuransi, dan
investasi.
Religiusitas
Religiusitas merupakan bentuk penghayatan jaran agama yang tercermin dalam
kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam melaksanakan ibadah, tetapi juga dalam sikp,
pola pikir, dan tindakan individu, termasuk dalam pengambilan keputusan seperti
menabung, mengelola pengeluaran, berutang, dan berinfak Marotain & Jufri (2025),
penerapan nilai-nilai religiusitas mendorong individu untuk bertindak lebih
bertanggung jawab, mandiri, dan bijaksana dalam mengelola keuangan segingga
mendukung tercapainya kesejahteraan keuangan Agustin & Prapanca (2023). Menurut
(Huber & Huber, 2012), religiusitas terdiri atas lima dimensi, yaitu dimensi intelektual,
ideologi, praktikpublik, praktik pribadi dan pengalaman religius.
4 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
Gaya hidup hedonisme
Gaya hidup hedonisme dapat didefinisikan sebagai pola hidup yang berorientasi pada
mancari kesenangan, dimana kesenangan dipandang sebgai tujuan utama dalam
kehidupan Rafly Satrio et al., (2024). Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh faktor internal
dan eksternal. Faktor internal seperti sikap, pengalaman, dan motivasi, sedangkan faktor
eksternal seperti keluarga, kelas sosial, dan kelompok referensi Arinda (2021). Gaya
hidup hedonisme diukur melalui tiga indikator yaitu, aktivitas (activity), minat (interest).
Dan opini (opinion), yang menggambarkan kecenderungan individu dalam menjalani
gaya hidup Novi Fadhila (2025).
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan pemahaman individu dala mengelola
keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan di masa depan (Resmi et al., 2023).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif
terhadap pengelolaan keuangan seperti yang dikatakan oleh (Mulyati, 2021) dan
(Pradiningtyas et al., 2019). Namun, (Syahputra, 2025) menemukan bahwa literasi
keuangan tidak berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan. Berdasarkan theory
of planned behavior Ajzen (1991) mengungkapka bahwa individu yang memiliki
pengetahuan keuangan yang baik cenderung memiliki sikap dan niat yang lebih positif
dalam pengambilan keputusan keuangan, sehingga literasi keuangan diperkirakan
berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan. Maka hipotesis pertama yaitu:
H1= Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan
mahasiswa
Pengaruh Religiusitas Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Inidividu dengan tingkat religiusitas yang tinggi cenderung lebih berhati-hati dalam
mengelola keuangan serta menghindari perikalu konsumtif. Penelitian ( Yuniasih et al.,
2023) dan (Ratih, 2021) menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap
pengelolaan keuangan mahasiswa. Hal tersebut mengindikasi bahwa semakin tinggi
tingkat religiusitas individu, maka semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangan
yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Maka hipotesis kedua yaitu
H2= Religiusitas berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa
Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), hedonisme merupakan pandangan yang
menganggap kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan utama dala hidup. Gaya hidup
tercermin pada kecenderungan individu untuk mencari kepuasan melalui konsumsi,
mengikuti tren, dan mengutamakan kesenangan. (Juliyanti, 2023) Menemukan bahwa
gaya hidup hedonisme tidak berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan.
Sebaliknya, (Fajrina et al., 2025) dan (Kristina et al., 2021) menyatakan bahwa
berpengaruh positif terhadp pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, gaya hidup sebagai
bentuk kecenderungan perilaku dapat mempengaruhi keputusan individu dalam
mengelola keuangan. Maka hipotesisi ketiga yaitu:
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 5
H3= Gaya hidup hedonisme berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan
mahasiswa
Pengaruh Literasi Keuangan, Religiusitas, Dan Gaya Hidup Hedonisme Terhadap
Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (2022) literasi keuangan merupakan pengetahuan,
keterampilan, dan keyakinan dalam mengambil keputusan keuangan. Indeks literasi
keuangan pada tahun 2022 mencpai 49,68%, meningkat dibandingkan tahun
sebelumnya. Fajrina et al (2025) Membuktikn bahwa literasi keuangan berpengaruh
positif terhadap penglolaan keuangan mahasiswa. Selain literasi keuangan, religiusitas
juga turut berperan dalam membentuk perilaku keuangan. (Wardani & Susanti, 2019)
Menemukan bahwa religiusitas berengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan.
Dengan demikian semakin tinggi tingkat religiusitas mahasiwa, maka semakin baik
perilaku terhadap pengelolaan keuangan. Di sisi lain gaya hidup hedonisme
mencerminkan pola aktivitas, minat, dan pandangan individu dalam menggunakan
waktu maupun sumber daya keuangan(Azizah, 2020). (Yunisa, Sulistyandari, 2025)
Menemukan bahwa gaya hidup hedonis tidak memiliki hubungan yang signifikan
dengan pengelolaan keuangan mahasiswa, dengan demikian, kemampuan mahasiswa
dalam mengelola keuangan lebih mungkin dipengaruhi oleh faktor lain di luar gaya
hidup. Bertentangan dengan (Deccasari et al., 2023) menemukan bahwa gaya hidup
hedonisme berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa. Maka
hipotesisi 4 yaitu
H4= Literasi keuangan, Religiusitas, dan gaya hidup hedonisme berpengaruh secara
signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa
Kerangka Perpikir
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Desain
kausalitas digunakan untuk menganalisis hubungan variabel independen terhadap
variabl dependen.
Populasi
Populasi penelitian adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta
6 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
yang berasar dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Islam
Indonesia (UII), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas ‘Aisyiyah yogyakarta
(UNISA), Universitas Atma Jaya (UAJY), Universitas Sanata Darma (USD), Universitas
Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Universitas Kristen Immanuel (UKRIM).
Sampel
Sampel merupakan bagian dari poulasi yang memilikikrakteristik tertentu. Sampel
adalah bagian populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang jelas dan lengkap
yang dianggap bisa mewakili populasi M. M. Sari et al. (2023). Penentuan pengambilan
saampel ini menggunakan rumus slovin dikarenakan jumlah populasi yang diketahui
yaitu 22.085 mahasiswa. Rumus slovin menentukan sampel sebagai berikut :
Keterangan:
n: Jumlah Sampel
N: Jumlah Populasi
e: tingkat kesalahan sampel (sampling error), biasanya 5%
󰇛󰇜

󰇛󰇜


  maka dibulatkan menjadi 394 responden
jadi, jumlah sampel pada penelitian ini adalah 393,35 dan dibulatkan menjadi 394
mahasiswa.
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan metode Convenience
sampling. yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kemudahan penelitian dalam
memperoleh responden (Sugiyono, 2023). Data yang digunakan merupakan data primer.
(Soesana et al., 2023) Menurut data primer adalah data yang diperoleh secara langsung
dari sumber pertama sesuai tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan
penyebaran kuesioner menggunakan Google Form. Instrumen penelitian menggunakan
skala likert empat poin, yaitu sangat tidak setuju (1), tidak setuju (2), setuju (3), sangat
setuju (4). Analisis data dilakukan menggunakan IMB SPSS.
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, religiusitas dan
gaya hidup hedonisme terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa PTS di Yogyakarta.
Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesiober terhdap responden. Jumlah
sampel yang di targetkan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 394 responden, namun
kuesioner yang berhasil terkumpul sebanyak 185 responden. Kondisi tersebut
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 7
disebabkan oleh keterbatasan waktu dalam proses pengumpulan data serta rendahnya
tingkat partisipasi sebagian responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner penelitian.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data pada variabel independen dan
variabel dependen dalam penelitian distribusi yang normal. Pengujian ini merupakan
salah satu asumsi yang harus dipenuhi sebelum melakukan analisis regresi dan
pengujian hipotesisi menggunakan statistik parametik, seperti uji t. apabila data
berdistribusi normal, maka hasil pengujian statistik dapat memberikan kesimpulan yang
lebih akurat. Sebaliknya, jika asumsi normalitas tidak terpenuhi maka pengujian statistik
parametik menjadi kurang tepat ssehingga diperluka metode analisis alternatif. Pada
penelitian ini, uji normalitas dilakukan menggunakan grafik normal probability plot
(Normal P-P Plot) pada model regresi. Hasil pengujian normalitas melalui grafik Normal
P-P Plot tersebut dapat dilihat pada Gambar 1:
Gambar 2. Hasil Uji Normalitas
Sumber: Data primer diolah, 2026
Berdasarkan gambar 2. menunjukkan hasil uji normalitas menggunakan Normal P-P
Plot, terlihat bahwa titik-titik residual menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti
arah garis tersebut. Kondisi ini mengindikasikan bahwa residual dalam model regresi
telah berdistribusi normal. Hal ini menunjukkan bahwa data pada penelitian layak
digunakan untuk analisis regresi lebih lanjut menggunakan uji t.
Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdpat hubungan atau
korelasi yang tinggi antar variabel independen dan variabel dalam model regresi.
Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa masing-masing variabel bebas dapat
menjelaskan variabel terikat secara independen tanpa adanya hubungan linear yang kuat
dengan variabel bebas lainnya. Keberadaan multikolinearitas dapat menyebabkan hasil
8 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
estimasi regresi menjadi kurang akurat dan menyulitkan dalam menginterpretasikan
pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pada
penelitian ini, uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai Tolarance dan
Variance Inflation Factor (VIF) yang di peroleh melalui SPSS. Kriteria yang dipakai
apabila memiliki nilai Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10.
Tabel 1. Hasil uji multikolinearitas
Variabel
Tolerance
VIF
(Varians Inflaion
Factor)
Keterangan
Literasi Keuangan
(X1)
0.411
2.432
Tidak Terjadi
Multikolinieritas
Religiusitas
(X2)
0.411
2.435
Tidak Terjadi
Multikolinieritas
Gaya Hidup
Hedonisme
(X3)
0.998
1.002
Tidak Terjadi
Multikolinieritas
Sumber: Data primer diolah, 2026
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4.10, diketahui bahwa variabel literasi
keuangan (X1) memiliki nilai Tolerance sebesar 0.411 dan nilai VIF 2.432. Variabel
religiusitas (X2) memiliki nilai Tolerane 0.411 dan nilai VIF 2.435. Sementara itu, variabel
gaya hidup hedonisme (X3) memiliki nilai Tolerance 0.998 dan nilai VIF 1.002. seluruh
variabel independen memiliki nilai Tolerance > 0.10 dan nilai VIF < 10. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antarvariabel independen dalam
model regresi linier berganda yang digunakan. Dengan demikian, variabel literasi
keuangan, religiusitas, dan gaya hidup hedonisme tidak memiliki hubungan yang kuat
satu sma lain sehingga masing-masing variabel dapat digunakan untuk menjelaskan
pengaruh terhadap pengelelolaan keuangan. Oleh karena itu, layak digunakan untuk
analisis selanjutnya.
Uji Heteroskedasitas
Uji heteroskedasitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan
varians dari residual pada setip pengamatan dalam model regresi. Heteroskedasitas
terjadi apabila varians residual tidak konstan pada seluruh variabel independen, yang
dapat menyebabkan hasil estimasi regresi menjadi kurang efisien. Oleh karena itu,
pengujian heteroskedasitas perlu dilakukan untuk memastikan regresi asumsi klasik.
Pada penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan menggunakan grafik Scatterplot,
yaitu mengamati pola penyebaran titik-titik residual terhadap nilai prediksi. Apbila titik-
titik menyebar secara acak dan dibawah angka nol sumbu y serta tidak membentuk pola
tertentu, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas
menggunakan grafik Scatterplot dapat dilihat pada Gambar 3 berikut ini:
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 9
Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedasitas
Sumber: Data primer diolah, 2026
Berdasarkan Gambar 3. menunjukkan hasil uji heteroskedastisitas terlihat bahwa
titik-tirik residual menyebar secara acak di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y.
hasil tersebut mengindikasikan bahwa varians residual cenderung konstan pada seluruh
tingkat prediksi, sehingga tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi.
Oleh karena itu, layak diunakaan untuk analisis lebih lanjut.
Uji Regresi Berganda
Uji t
Tabel 2. Hasil uji t
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
T
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
6.668
1.773
3.760
0.000
X1
0.417
0.101
0.394
4.108
0.000
X2
0.167
0.99
0.162
1.682
0.094
X3
0.128
0.45
0.174
2.826
0.005
Sumber: Data primer diolah, 2026
Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa dengan nilai koefisien sebesar
0,417, nilai t
hitung
4,108, dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan demikian hipotesisi
pertama (H1) diterima. Sedangkan variabel religiusitas memiliki koefisin sebesar 0,167
dengan nilai t
hitung
1,682 dan signifikansi sebesar 0,094 > 0,05. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa religiusitas tidak berpengaruh seginifikan terhadap pengelolaan
keuangan mahasiswa, sehingga hipotesis (H2) ditolak. Sementara itu, variabel gaya
hidup hedonisme memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,128 dengan nilai t
hitung
2,826
dan signifikansi 0,005 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa gaya hidup hedonisme
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa,
sehingga hipotesisi ketiga (H3) diterima.
10 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
Uji F dan Koefisien Determinasi (R
2
)
Untuk membuktikan apakah variabel independen secara simultan memiliki pengaruh
terhadap variabel depeden, digunakan uji f. uji f bertujuan untuk mengatahui apakah
seluruh variabel dependen dalam model penelitian. Dengan kata lain, uji ini digunakan
untuk melihat pengaruh gabungan dari semua variabel bebas terhadap variabel terikat.
Adapun hasil pengujian secara simultan (Uji f) dalam penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Uji f
Model
Sum of
Squares
df
Mean Square
f
Sig.
1
Regression
550.152
3
183.384
27.711
0.000
b
Residual
1197.794
181
6.618
Total
1747.946
184
a. Dependent variabel: Y1
b. Predictors (Constant), X1,X2,X3
Sumber: Data primer diolah, 2026
Hasil uji simultan (f) menunjukkan nilai f
hitung
sebesar 27,711 dengan nilai signifikansi
0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H4 diterima, sehingga
dapat disimpulkan bahwa secara simultan literasi keuangan, religiusitas, dan gaya hidup
hedonisme berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa PTS di
Yogyakarta.
Untuk mengetahui seberapa besar konstribusi variabel literasi keuangan, religiusitas,
dan gaya hidup hedonisme terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa, digunakan
koefisien determinasi berganda yang dinyatakan dalam nilai Adjusted R-Square.
Koefisien ini berfungsi untuk mengukur kemampuan seluruh variabel independen
dalam menjelaskan variabel dependen secara keseluruhan. Dengan demikian, semakin
tinggi nilai Adjusted R-Square, maka semakin besar kemampuan variabel independen
dalam menjelaskan perubahan pada variabel pengelolaan keuangan mahasiswa, adapun
hasil koefisien detrminasi berganda ditunjukkan pada 4:
Tabel 4. Koefisien determinasi
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
Durbin-
Watson
1
0.561
0.315
0.303
2.572
1.680
Predictors: (Constant), X1, X2, X3
Dependent Variabel: Y1
Sumber: Data primer diolah, 2026
Berdasarkan Tabel 4., diperoleh nilai Adjusted R
2
sebesar 0,303. Hasil tersebut
menunjukkab bahwa variabel literasi keuangan, religiusitas, dan gaya hidup hedonisme
mampu menjelaskan 30,3% variasi pengelolaan keuangan mahasiswa. Sementara itu,
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 11
69,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian yang tidak diteliti
Pembahasan
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Hasil uji t menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap
pengelolaan keuangan mahsiswa dengan nilai t
hitung
4,108 dan signifikanis 0,000 < 0,05.
Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan, maka semakin
baik dalam mengelola keuangan. Hal ini sejalan dengan temuan (Kristina et al., 2021)
menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan pengetahuan dan pemahaman yang
membantu individu mengambil keputusan keuangan seara efektif (Sayekti et al., 2026).
Mahasiswa yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung mamapu menyusun
anggaran, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan tabungan dan investasi
secara lebih bijaksana. Hasil ini juga mendukung temuan (Suyanto, 2022) yang
menyatakan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan
mahasiswa.
Pengaruh Religiusitas Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Hasil uji t menunjukkan bahwa religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap
pengelolaan keuangan mahsiswa dengan nilai t
hitung
1,682 dan signifikanis 0,094 > 0,05.
Dengan demikian, religiusitas masih belum mampu mempengaruhi perilaku
pengelolaan keuangan mahasiswa secara langsung. Secara teori, religiusitas merupakan
penghayatan nilai-nialia agama yang tercermin dalam sikap dan perilaku individu
(Marotain & Jufri, 2025) . Namun pada penelitian ini keputusan keuangan mahsiswa
lebih di pengaruhi oleh faktor praktis, seperti kebutuhan, kondisi ekonomi, uang saku,
dan lingkungan pergaulan. Religiusitas lebih berperan dalam membentuk nilai moral,
seperti kejujuran dan tanggung jawab, daripada kemampuan teknis dalam mengelola
keuangan. Hal ini berbeda dengan penelitian (Feriz, 2025) yang menemukan bahwa
religiusitas berpengaruh signifikan terhadap pengelolaa keuangan mahasiswa.
Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Hasil uji t menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap
pengelolaan keuangan mahsiswa dengan nilai t
hitung
2,826 dan signifikanis 0,005 < 0,05.
Hasil ini menunjukkan bahwa gaya hidup hedonisme menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki
kecenderungan gaya hidup hedonisme akan lebih sering melakukan pengeluaran untuk
hal-hal konsumtif dan kesenangan sesaat, sehingga dapat mempengaruhi cara
mahasiswa tersebut dalam mengelola keuangan. Pada kondisi ini pengelolaan keuangan
menjadi tidak optimal apabila tidak di imbangi dengan perencanaan yang baik. Gaya
hidup hedonimse juga mencerminkan kondii psikologis individu, di mana keputusan
keuangan tidak hanya di dasarkan pada kebutuhan rasional, melainkan dipengaruhi
oleh emosi, keinginan, dan dorongan untuk mendapatkan pengakuan sosial Lestari et al.
(2023). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
12 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
Diskhamarzaweny et al. (2022) gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku
manajemen keuangan mahasiswa. Hal ini menunjukkab bahwa semakin baik gaya hidup
mahasiswa, maka semakin baik pula perilaku pengelolaan keuangannya.
SIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang “Faktor Penentu Tingkat
Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS di Yogyakarta”, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan
keuangan mahasiswa PTS di Yogyakarta, dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05.
Artinya, H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga variabel litersi keuangan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa PTS di
Yogyakarta.
2. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara religiusitas terhadap pengelolaan
keuangan mahasiswa PTS di Yogyakarta, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi
0.094 > 0.05. Artinya, H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga teligiusitas tidak
berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa PTS di Yogyakarta
3. Terdapat gaya hidup hedonisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap
pengelolaan keuangan mahasiswa PTS di Yogyakarta, dengan nilai signifikansi 0.005
< 0.05. Artinya, H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga variabel litersi keuangan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa PTS
di Yogyakarta.
KETERBATASAN
Penelitian ini memiliki keterbatasan diantaranya sebagai berikut:
1. Objek penelitian hanya mencangkup mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di
Yogyakarta sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan pada seluruh
mahasiswa di indonesia.
2. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring maupun luring sehingga
jawaban responden berpotensi mengandung bias akibat kurangnya ketelitian atau
pemahaman dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar tiga minggu, sehingga
cangkupan responden yang diperoleh masih terbatas.
SARAN
Berdasarkan hasil yang telah dilakukan, maka penelitian ini memberikan saran sebagai
berikut:
1. Bagi Mahasiswa
Dihararapkan untuk meningkatkan literasi keuangan melalui berbagai sumber yang ada
seperti, seminar, pelatihan, maupun media adukasi keuangan lainnya. Sehingga mampu
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 13
untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat dan mengelola keuangan secara
efektif. Selain itu, mahasiswa juga perlu mengendalikan gaya hidup hedonisme mampu
membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar terhindar dari perilaku konsumtif
yang dapat menganggu kondisi keuangan.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Disaranakan untuk menambah variabel lain atau mengganti yang bisa mempengaruhi
pengelolaan keuangan mahasiswa, seperti kontrol diri, pendapatan, uang saku, dan
lainnya. Hal ini dikarenakan variabel yang digunakan pada penelitian ini mampu
menjelaskan pengelolaan keuangan mahasiswa sebesar 30.3%, sedangkan sisanya
sebesar 69,7% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Pengembangan Ilmu Manajemen Investasi
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi refernsi dalam pengembangan ilmu manajemen
investasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian mengenai
pengaruh faktor psikologis, perilaku komsumsi, dan literasi investasi terhadap
keputusan investasi dan pengelolaan keuangan individu.
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, A., & Prapanca, D. (2023). Dampak Gaya Hidup Hedonisme dan Kecerdasan
Spiritual Terhadap Perilaku Keuangan Anak Muda dengan Locus of Control sebagai
Variabel Intervening. Indonesian Journal of Islamic Economics and Business, 8(2), 303
320. https://doi.org/10.30631/ijoieb.v8i2.1957
Anggraini, P. S., & Cholid, I. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan , Tingkat Pendidikan ,
Pendapatan , Perencanaan Keuangan Dan Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan
Pada Pengrajin Tempe Di Kecamatan Plaju. 3(2), 178187.
Arinda, D. (2021). Konformitas Dengan Gaya Hidup Hedonisme Pada Mahasiswa. 9(3), 528
534. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Azizah. (2020). Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup Pada Perilaku Keuangan Pada
Generasi Milenial. Prisma (Platform Riset Mahasiswa Akuntansi), 01(02), 92101.
https://ojs.stiesa.ac.id/index.php/prisma
Cahyadi, M. F., & Sujana, E. (2020). Pengaruh Religiusitas , Integritas , dan Penegakan
Peraturan Terhadap Fraud pada Pengelolaan Keuangan Desa. 10(2), 136145.
Ciptani, M. K., & Asni Anggraeni. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan Dan Gaya Hidup
Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Di Cikarang. JAMER: Jurnal Akuntansi
Merdeka, 4(2), 7583. https://doi.org/10.33319/jamer.v4i2.102
Deccasari, D. D., Janan, S. S., & Marli, M. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya
Hidup, Lingkungan Sosial, Dan Kontrol Diri Terhadap Pengelolaan Keuangan
Mahasiswa Ekonomi (Studi Kasus Pada Mahasiswa Stie Malangkucecwara).
Dinamika Ekonomi: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 16(2), 343360.
https://doi.org/10.53651/jdeb.v16i2.449
14 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
Dewi, Pramita, Yuniasih, N. K. (2023). Pengaruh Religiusitas, Keadilan Organisasi, dan
Asimetri Informasi Terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud) dalam Pengelolaan
Keuangan LPD. April, 318329.
Didi Suwardi, Fitria Permata Cita, dan S. O. (2024). Dampak Literasi Keuangan , Literasi
Ekonomi , dan Pendapatan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Generasi Z ( Studi
Kasus Pada Mahasiswa FEB UTS ). 10(2022), 874884.
Diskhamarzaweny, Irwan, M., & Sari, D. K. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap
Keuangan, Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa
Program Studi …. Jurnal Ekonomi Al-Khitmah, 3549.
http://www.ejournal.uniks.ac.id/index.php/KHITMAH/article/view/2514
Fajrina, N., Syamsuddin, S., & Sari, N. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan , Gaya Hidup
Hedonisme dan Financial Distress Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa Akuntansi. 9,
927938.
Febri Aulia et all, 2023. (2023). Pengaruh literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan sikap
keuangan terhadap pengelolaan keuangan pribadi. 19(1), 19.
Feriz, A. (2025). Pengaruh Gaya Hidup, Religiusitas, Financial Technology, Dan Locus Of
Control Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa. 5(2), 344350.
Huber, S., & Huber, O. W. (2012). The Centrality of Religiosity Scale (CRS). 710724.
https://doi.org/10.3390/rel3030710
Juliyanti. (2023). SEIKO: Journal of Management & Business Literasi Keuangan , Kecerdasan
Spiritual , Dan Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi. 6(2), 423
433.
Keuangan, O. J. (2022). Otoritas Jasa Keuangan. https://ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-
perlindungan-konsumen/Pages/literasi-keuangan.aspx
Kristina, N. L. P., Gama, A. W. S., Yeni, N. P., & Astiti. (2021). Pengaruh Literasi Keuangan,
Gaya Hidup Hedonisme, Dan Pendapatan Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa
Unmas. 2, 7486.
Lestari, D., Ilato, R., & Radia, A. (2023). Pengaruh Kecakapan Hidup ( life skill ) Dan Gaya
Hidup ( life style ) Terhadap Pola Hidup Konsumtif Mahasiswa. 16.
Lisa Virdinarti Putra et all, 2020. (2020). Penerapan Financial LiteracyDalam Pengelolaan
Keuangan Siswa. 4, 132135.
Litamahuputty, J. V., Akuntansi, J., & Negeri, P. (2020). Tingkat literasi keuangan mahasiswa
politeknik negeri ambon. 02(01), 8389.
Mahyarni, D. (2013). Theory Of Reasoned Action Dan Theory Of Planned Behavior (Sebuah
Kajian Historis tentang Perilaku).
Marotain, P., & Jufri, A. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Religiusitas Terhadap
Perilaku Konsumtif Mahasiswa FEB Universitas Mataram. 10(02), 423437.
https://doi.org/10.37366/jespb.v10i02.2870
Journal of Economics, Business, Accounting and Management (JEBAM)
Volume 4 No. 1 April 2026, Page 1 - 16 15
Novi Fadhila, A. P. K. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan Dan Gaya Hidup Terhadap
Pengelolaan Keuangan Mahasiswa. 4(1), 236245.
Pradiningtyas, T. E., Lukiastuti, F., Bank, S., Jateng, B. P. D., Abstrak, S., Semarang, K., &
Kunci, K. (2019). Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Sikap Keuangan Terhadap Locus
Of Control Dan Perilaku Pengelolaan Keuangan. 6(1), 96112.
Rafly Satrio, Kiki Anggar Wati, Anardia Destiyana, & Rudi Sanjaya. (2024). Pengaruh
Gaya Hidup Hedonisme terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa.
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen, 3(4), 2635.
https://doi.org/10.55606/jupiman.v3i4.4468
Rescy, Ratih, I. (2021). Literasi Keuangan, Religiusitas Dan Pengaruhnya Terhadap
Pengelolaan Keuangan Mahasiswa. Jurnal Ilmu Manajemen Dan Akuntansi Terapan
(JIMAT), 12(1), 8796. https://doi.org/10.36694/jimat.v12i1.302
Resmi, S., , Reza Widhar Pahlevi, Indarto, M. R., & Prasetyo, T. U. (2023). Mapping Of
SMEs Digital Financial Transformation Research: A Bibliometric Analysis. Wahana:
Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 26(1), 1630.
https://doi.org/10.35591/wahana.v26i1.783
Sari, M. M., Nengsih, T. A., & Sayhrizal, A. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan Dan Gaya
Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah
Angkatan 2018-2019. Journal of Creative Student Research, 1(2), 143.
http://www.ejournal.uniks.ac.id/index.php/KHITMAH/article/view/2514
Sayekti, F., Resmi, S., & Pahlevi, R. W. (2026). Financial Literacy , Governance
Mechanisms , and Innovation Capability in Explaining SME Performance: The
Moderating Role of Organizational Culture. 4(2), 1330.Soesana, A., Subakti, H.,
Salamun, S., Tasrim, I. W., Karwanto, K., Falani, I., Bukidz, D. P., & Pasaribu, A. N.
(2023). Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Sri Mulyati1, R. P. H. (2021). Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Sikap Keuangan Terhadap
Locus Of Control Dan Perilaku Pengelolaan Keuangan. 4(2).
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Suyanto, Y. maria. (2022). Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup Dan Lingkungan Sosial
Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa. 2(2), 8699.
Syahputra, Z. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan , Sikap Keuangan , Kemampuan Akademik ,
Gender , Pengelolaan Uang Saku , dan Pendidikan Keluarga Terhadap Perilaku Pengelolaan
Keuangan. 2(4), 481493.
Wardani, P. D., & Susanti. (2019). Pengaruh Kontrol Diri, Religiusitas, Literasi Keuangan,
Inklusi Keuangan terhadap Perilaku Menabung di Bank Syariah. Jurnal Pendidikan
Akuntansi, 7(2), 189196.
Warsono. (2010). Prinsip-Prinsip dan Praktik Keuangan Pribadi. Jurnal Salam, 13(2), 137
151.
Widyaningsih, I. U. (2024). Literasi Keuangan , Lifestyle-Hedonism Terhadap Perilaku
Keuangan Mahasiswa. 19(1).
16 Faktor Penentu Tingkat Pengelolaan Keuangan Pada Mahasiswa PTS Di Yogyakarta
(Marcella Devana Julianti, Reza Widhar Pahlevi)
Yunisa, Sulistyandari, M. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan, Financial Technology Dan
Gaya Hidup Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Program Studi
Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau Muhammadiyah Riau. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Merdeka EMBA, 4(1), 235248.