Karakter merupakan salah satu nilai yang paling mendasar yang membentuk jati diri
seseorang yang kemudian diwujudkan melalui sikap dan tingkah laku dalam kehidupan sehari
– hari (Apriliyanti et al., 2021). Kemampuan seseorang dalam bermasyarakat tergantung dari
karakter yang dimilikinya, karena itu karakter tidak akan lepas dari nilai dan norma yang
berlaku dilingkungan masyarakat. Pendidikan dan karakter ini memiliki irisanyang sangat besar
karena keduanya saling berkaitan. Esensi dari pendidikan ini harus memiliki karakter
didalamnya. Akan tetapi pada saat ini esensi tersebut kurang dirasakan karena pendidikan saat
ini lebih mengedepankan hasil bagaimana seorang anak harus mendapatkan nilai akademik
yang besar. Pendidikan karakter merupakan kolaborasi dari orang tua, guru dan masyarakat
(Prasanti & Fitrianti, 2018). Pemerintah melalui beberapa rancangan konsep kurikulumnya
selalu menitik beratkan pada penerapan pendidikan karakter. Namun, yang sering kita lihat
penerapan pendidikan karakter di lembaga pendidikan sebagian besar hanya sebatas
implementasi belum pada tahap pengaplikasian. Pendidikan karakter ini tidak hanya teori –
teori yang disampaikan disekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar saja, tetapi
lebih kepada pembiasaan penerapan nilai – nilai keagamaan, disiplin, jujur, toleran, kerjasama,
tanggung jawab dan sebagainya.
Dalam aktivitas kesehariannya selalu menerapkan nilai – nilai karakter dan keteladanan
K. H. Ahmad Dahlan yang dimana tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, akan tetapi
juga membangun integritas dan kepribadian siswanya (HM Masrudin Anshory, 2010). Konsep
yang dibentuk yaitu memadukan pendidikan akhlak dan pendidikan budi pekerti. Konsep ini
menjadi sebuah alternatif untuk menemukan sebuah konsep pendidikan karakter yang ideal.
Penelitian ini di fokuskan pada anak kelas 2 SD Negeri Sadang. Alasannya karena penanaman
karakter yang baik sejak dini akan menghasilakan karakter yang baik pula untuk anak dimasa
mendatang. Beberapa bentuk pembiasaan yang dilakukan di SD Negeri Sadang yaitu di pagi
hari pada saat masuk pukul 09.30 siswa dibiasakan untuk melaksanakan shalat dhuha
berjamaah pada saat jam istirahat, dimana imam dipilih dari siswa secara bergantian setiap
harinya dan dibimbing oleh guru. Setelah shalat dhuha siswa bermusyafahah dengan sesama
teman dan guru secara tertib, hal ini dilakukan untuk menjaga silaturahmi diantara sesamanya.
Fokus pendidikan karakter di SD Negeri sadang adalah berdasarkan karakter yang
diterapkan oleh K. H. Ahmad Dahlan, dan di SD tersebut menerapkan program yang bernama
The Nine Golden Habits yaitu Sholat dengan tertib, berpuasa sunah, berinfaq, beradab islami,
membaca AlQur’an, membaca, menghadiri pengajian, berorganisasi, berfikir positif (Ahmad
Dahlan, 1985). Yang diimplementasikan melalui kegiatan-kegiatan siswa, diantaranya seperti
mengaji, sholat berjamaah, kepemimpinan, literasi.
Kepala sekolah, dimana guru selalu memantau, memperhatikan juga bisa sebagai role
model dan teladan bagi para siswa serta kepala sekolah sebagai supervisor. Nilai-nilai karakter
dan keteladanan yang diimplementasikan pada siswa kelas 2 sebelum dan setelah
melaksanakan kegiatan contohnya berdoa sebelum dan sesudah belajar, melaksanakan ibadah
di sekolah yaitu sholat duha dan sholat dzuhur yang dibiaskan setiap harinya sebelum
melaksanakan pembelajaran siswa diarahkan untuk melaksanakan sholat duha berjamaah
dimana salah satu siswa menjadi imam yang sudah dijadwalkan sehingga semua siswa laki-laki
akan secara bergantian menjadi imam sesuai jadwal yang telah di tentukan, kegiatan ini selain
menanamkan sifat religius bagi anak namun jugamengajarkan anak untuk memiliki sifat
sebagai pemimpin dan bertanggung jawab. Siswa juga dibiasakan setelah sholat untuk
mushafahah yaitu bersalam-salaman baik kepada guru maupun siswa kegiatan ini merupakan
upaya yang dilakukan sekolah agar siswa memiliki sikap sopan santun, saling menghargai atau
toleransi, Selain itu juga siswa dibiasakan untuk menyisihkan uangnya untuk infaq, dimana
setelah melaksanakan sholat duha siswa masuk ke kelasnya masing-masing sebelum
melaksanakan pembelajaran siswa di arahkan untuk menyisihkan uang jajannya untuk di
infaqkan kegiatan ini dimaksudkan agar siswa memiliki sifat peduli, ikhlas, menumbuhkan rasa