JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
30
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan Media
Gunung Meletus dari bubur kertas Materi Mitigasi
Bencana untuk Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar
Amelia Putri Wulandari
a,1
, Nurul Istiq’faroh
c,2
, Nuni Maryana Andini
b,3
a,b,c
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya
1
24010644090@unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644091@unesa.ac.id
*
24010644091@unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
berupa model gunung meletus dari bubur kertas pada materi mitigasi
bencana yang terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas
IV Sekolah Dasar, serta menguji tingkat kevalidan dan kepraktisannya.
Indonesia sebagai negara rawan bencana gunung meletus
membutuhkan media pembelajaran yang konkret dan interaktif agar
siswa kelas IV yang berada pada tahap operasional konkret dapat
memahami proses letusan gunung berapi serta upaya mitigasinya.
Media dibuat dari bubur kertas yang murah, mudah diperoleh, ramah
lingkungan, dan dilengkapi mekanisme simulasi sederhana untuk
menggambarkan keluarnya lava akibat tekanan magma. Penelitian
menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan
tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan prototipe,
validasi ahli, revisi, dan uji coba terbatas. Validasi dilakukan oleh guru
kelas IV menggunakan lembar validasi skala 14 mencakup lima aspek
(kepraktisan, tampilan, kelayakan, keamanan, dan kesesuaian materi).
Kepraktisan diuji melalui observasi guru dan angket siswa pada 23
siswa kelas IV. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 4,00 (Sangat
Valid) pada seluruh aspek. Kepraktisan media mencapai 95% (Sangat
Praktis) menurut guru, dan rata-rata skor 3,8 (Sangat Praktis) menurut
siswa. Media ini terbukti layak digunakan tanpa revisi, mudah
dioperasikan dalam waktu 2 × 35 menit, serta mampu meningkatkan
keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi mitigasi bencana
secara konkret dan menyenangkan. Penelitian ini memberikan alternatif
media berbahan lokal yang ekonomis dan kontekstual bagi guru di
daerah rawan bencana.
Kata Kunci:
Bubur Kertas
Gunung Meletus
Kepraktisan
Kevalidan
Mitigasi Bencana
ABSTRACT
Keywords:
Paper Porridge
Volcanic Eruption
Practicality
Validity
Disaster Mitigation
This study aims to develop a learning medium in the form of a paper pulp
model of a volcanic eruption for disaster mitigation lessons integrated into
fourth-grade Indonesian language classes in elementary school, as well as
to test its validity and practicality. As a country prone to volcanic eruptions,
Indonesia requires concrete and interactive learning media so that fourth-
grade students, who are at the concrete operational stage, can understand
the process of volcanic eruptions and mitigation efforts. The model is made
from paper pulp, which is inexpensive, easily obtainable, and
environmentally friendly, and is equipped with a simple simulation
mechanism to depict the flow of lava caused by magma pressure. The study
employed a Research and Development (R&D) approach, comprising the
following stages: needs analysis, design, prototype development, expert
validation, revision, and limited testing. Validation was conducted by fourth-
grade teachers using a 14 scale validation sheet covering five aspects
(practicality, appearance, feasibility, safety, and content
appropriateness).Practicality was assessed through teacher observations
and student questionnaires administered to 23 fourth-grade students. The
validation results showed an average score of 4.00 (Highly Valid) across all
aspects. The practicality of the media reached 95% (Highly Practical)
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
31
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
according to teachers, and an average score of 3.8 (Highly Practical)
according to students. This media proved suitable for use without revision,
easy to operate within 2 × 35 minutes, and capable of increasing student
engagement and understanding of disaster mitigation material in a concrete
and enjoyable way. This study provides an economical and contextual
alternative media made from local materials for teachers in disaster-prone
areas.
©2026, Amelia Putri Wulandari, Nurul Istiq’faroh, Nuni Maryana Andini
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan mitigasi bencana pada jenjang sekolah dasar merupakan kebutuhan mendesak
karena Indonesia termasuk negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, khususnya
bencana gunung meletus dan kekeringan yang sering terjadi di berbagai wilayah dan berdampak
langsung terhadap kehidupan Masyarakat (Nugroho, 2018). Anak usia sekolah dasar berada pada
tahap perkembangan operasional konkret sehingga mereka lebih mudah memahami konsep
melalui pengalaman langsung dan visualisasi nyata dibandingkan penjelasan abstrak yang bersifat
teoritis semata. Pembelajaran mengenai mitigasi bencana tidak cukup hanya disampaikan dalam
bentuk bacaan atau ceramah, melainkan perlu didukung oleh media yang mampu menghadirkan
gambaran situasi secara konkret agar siswa dapat memahami proses terjadinya bencana secara
runtut dan logis (Syarif et al., 2025). Ketika siswa memperoleh pemahaman yang baik tentang
tanda-tanda letusan gunung berapi, dampak yang ditimbulkan, serta langkah keselamatan yang
perlu dilakukan, mereka akan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi
kemungkinan bencana di lingkungan sekitarnya. Penanaman sikap peduli lingkungan dan
kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam juga dapat dibangun melalui pembelajaran
yang mengaitkan konsep kebencanaan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penguatan
pengetahuan sejak dini berperan dalam membentuk karakter tanggap bencana yang tidak hanya
bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas tempat tinggalnya. Sekolah
dasar sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab untuk menyediakan
pembelajaran yang relevan dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat Indonesia (Rahmawati
& Saputra, 2024). Pentingnya nilai sosial dan budaya dalam membentuk kesadaran dan karakter
siswa sejak dini (Lestari et al., 2023).
Materi mitigasi bencana dalam penelitian ini terintegrasi dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia kelas IV yang berfokus pada kemampuan memahami informasi, mengidentifikasi unsur
penting teks, serta menyampaikan kembali pesan yang diperoleh melalui kegiatan mendengar dan
berdiskusi. Integrasi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya memahami
fenomena gunung meletus dan kekeringan secara konseptual, tetapi juga melatih keterampilan
berbahasa melalui kegiatan mengidentifikasi tokoh, waktu, tempat, dan peristiwa dalam teks yang
berkaitan dengan bencana (Susetyo, 2023). Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam
modul rujukan mengacu pada model Problem Based Learning dan pendekatan saintifik yang
mendorong siswa untuk mengamati, menanya, menyimak, mencoba, menalar, serta
mengkomunikasikan hasil pemikirannya secara aktif. Pembelajaran berbasis masalah memberi
ruang bagi siswa untuk terlibat dalam diskusi kelompok mengenai cara menghadapi dan mencegah
dampak bencana sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada
proses berpikir kritis dan kolaboratif (Riska & Puspita, 2025). Kegiatan simulasi menggunakan
media fisik gunung meletus dirancang untuk memperkuat tahap mengamati dan mencoba,
sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan tidak mudah dilupakan.
Penguatan dimensi profil pelajar seperti penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
32
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
terhadap lingkungan dapat berkembang melalui aktivitas diskusi, presentasi, dan refleksi yang
terstruktur. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial budaya yang melibatkan partisipasi aktif
dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Putri et al., 2025).
Beberapa penelitian telah mengembangkan media mitigasi bencana berbasis simulasi gunung
meletus (Nugroho, 2018; Syarif et al., 2025; Sophian et al., 2025). Namun, belum ditemukan
pengembangan media simulasi gunung meletus berbahan bubur kertas yang murah, ramah
lingkungan, dan terintegrasi langsung dengan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV. Oleh
karena itu, penelitian ini mengusung kebaruan berupa media tiga dimensi interaktif dari bahan
lokal yang dapat direplikasi oleh guru SD di daerah rawan bencana tanpa memerlukan anggaran
besar.
Pengembangan media gunung meletus dari bubur kertas dipilih karena bahan tersebut mudah
diperoleh, ramah lingkungan, serta memungkinkan pembentukan model tiga dimensi yang
menyerupai bentuk gunung berapi secara proporsional. Media berbahan bubur kertas juga
memiliki keunggulan dari segi biaya produksi yang relatif rendah sehingga dapat direplikasi oleh
guru lain tanpa memerlukan anggaran besar atau peralatan khusus. Model yang dirancang tidak
hanya menampilkan bentuk fisik gunung, tetapi juga dilengkapi label bagian-bagian seperti
kawah, magma, dan lava dengan ukuran huruf yang jelas serta sesuai dengan karakteristik siswa
kelas IV. Mekanisme sederhana seperti dorongan balon atau ruang tersembunyi untuk
mensimulasikan keluarnya lava dirancang agar siswa dapat melihat proses letusan secara visual
dan interaktif. Interaktivitas ini membantu siswa memahami bahwa letusan terjadi akibat tekanan
magma dari dalam bumi yang meningkat, bukan sekadar peristiwa tiba-tiba tanpa sebab.
Pengalaman melihat simulasi secara langsung dapat memperkuat daya ingat siswa karena mereka
menghubungkan informasi teks dengan representasi visual yang konkret. Media fisik juga
memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan praktik
sehingga pembelajaran terasa lebih hidup dan menyenangkan (Sophian et al., 2025; Newman et
al., 2018). Hal ini dapat dikatakan bahwa peran lingkungan sosial dan budaya dapat memperkuat
pemahaman konsep melalui pengalaman langsung (Koimah et al., 2025).
Meskipun media telah dirancang dengan mempertimbangkan aspek tampilan, keamanan, dan
kesesuaian materi, setiap produk pembelajaran tetap memerlukan proses validasi sebelum
dinyatakan layak digunakan secara luas. Validasi dilakukan untuk memastikan bahwa isi materi
yang disajikan telah sesuai dengan capaian pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV, bukan hanya
dari sisi konten kebencanaan tetapi juga dari ketepatan bahasa, struktur informasi, dan kejelasan
pesan. Lembar validasi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup beberapa aspek penting
seperti kepraktisan media, tampilan, kelayakan penyajian, keamanan penggunaan, dan kesesuaian
materi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Proses validasi yang melibatkan guru sebagai
validator memberikan gambaran nyata mengenai kesesuaian media dengan kebutuhan
pembelajaran di kelas. Guru sebagai pengguna langsung media memiliki pengalaman praktis
dalam mengelola waktu, mengkondisikan siswa, serta menilai apakah media tersebut mudah
dioperasikan dalam alokasi 2 x 35 menit. Penilaian berbasis skala empat memungkinkan
diperolehnya data kuantitatif yang dapat dianalisis untuk menentukan tingkat kevalidan secara
objektif.
Kepraktisan media menjadi aspek penting selain kevalidan karena media yang baik secara
konsep belum tentu mudah diterapkan dalam situasi pembelajaran nyata di kelas. Pengujian
kepraktisan dilakukan melalui observasi langsung saat media digunakan dalam proses
pembelajaran, sehingga dapat diketahui sejauh mana guru mampu menyiapkan, merakit, dan
mengoperasikan media tanpa kendala berarti. Aspek kepraktisan juga mencakup kemudahan siswa
dalam memahami cara kerja media, keterlibatan mereka selama simulasi berlangsung, serta
kesesuaian penggunaan media dengan alokasi waktu yang tersedia. Observasi dilakukan
menggunakan lembar pengamatan yang sistematis agar setiap indikator dapat dinilai secara
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
33
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
terstruktur dan terdokumentasi dengan baik. Data observasi yang diperoleh tidak hanya berupa
skor, tetapi juga catatan deskriptif mengenai respons siswa dan hambatan teknis yang mungkin
muncul. Informasi tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai kelebihan dan
kekurangan media dalam praktik pembelajaran sesungguhnya. Evaluasi kepraktisan membantu
memastikan bahwa media tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif dan efisien dalam
mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Kesesuaian antara hasil validasi dan hasil observasi
kepraktisan menjadi indikator bahwa media telah memenuhi standar kelayakan untuk digunakan.
Hal ini sejalan dengan Zahra et al. (2024) yang menunjukkan bahwa pelestarian nilai dan konteks
lingkungan dalam pembelajaran dapat meningkatkan kebermaknaan dan penerapan materi oleh
siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kevalidan dan kepraktisan media
meletus dari bubur kertas pada materi mitigasi bencana untuk siswa kelas IV sekolah dasar dalam
konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada
pengembangan prototipe media, proses validasi oleh guru, serta uji coba penggunaan di kelas
untuk menilai aspek operasionalnya. Penelitian tidak membahas secara mendalam pengaruh media
terhadap peningkatan hasil belajar kuantitatif siswa, melainkan menitikberatkan pada kelayakan
produk sebagai sarana pembelajaran. Data yang diperoleh dari lembar validasi dan observasi
dianalisis untuk menentukan kategori kelayakan serta rekomendasi perbaikan yang diperlukan.
Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi guru sekolah dasar dalam
mengembangkan media pembelajaran yang sederhana namun bermakna. Produk media yang telah
tervalidasi dan terbukti praktis dapat menjadi alternatif pembelajaran tematik yang
mengintegrasikan pengetahuan kebencanaan dengan keterampilan berbahasa. Pengembangan
media berbasis bahan lokal seperti bubur kertas juga menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu
membutuhkan teknologi tinggi untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas. Temuan
penelitian ini diharapkan mendorong lahirnya inovasi serupa yang relevan dengan kebutuhan
siswa dan kondisi lingkungan tempat mereka belajar.
2. Metode
a. Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development)
/R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran model gunung
meletus dari bubur kertas serta menguji tingkat kevalidan dan kepraktisannya sebelum digunakan
secara luas. Metode penelitian (Research and Development / R&D) adalah metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut
(Sugiyono,2011). Pendekatan ini dipilih karena penelitian tidak hanya berfokus pada pengujian
teori, tetapi pada proses sistematis dalam merancang, merevisi, dan mengevaluasi suatu produk
pendidikan agar layak digunakan dalam pembelajaran. Desain pengembangan dilakukan secara
bertahap mulai dari analisis kebutuhan berdasarkan modul pembelajaran dan media rujukan,
perancangan desain media, pembuatan prototipe, validasi oleh guru, uji coba terbatas di kelas,
hingga revisi akhir. Penelitian ini tidak mengukur efektivitas hasil belajar secara kuantitatif,
melainkan menitikberatkan pada aspek kelayakan produk dari segi isi, tampilan, keamanan, dan
kemudahan penggunaan. Evaluasi dilakukan melalui penilaian validator dan observasi langsung
selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil dari setiap tahap digunakan sebagai dasar
perbaikan produk sebelum masuk ke tahap berikutnya. Desain ini memungkinkan media yang
dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa kelas IV sekolah dasar.
b. Subjek dan Setting Penelitian
Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas IV sekolah dasar yang berperan sebagai
validator sekaligus pengguna media dalam pembelajaran, serta satu kelas IV yang berjumlah
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
34
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
antara 23 siswa sebagai partisipan uji coba terbatas. Guru dipilih sebagai validator karena memiliki
pengalaman langsung dalam mengelola pembelajaran Bahasa Indonesia serta memahami
karakteristik siswa kelas IV. Setting penelitian dilaksanakan di ruang kelas reguler pada semester
genap tahun ajaran 2025/2026 sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran 2 x 35 menit
sebagaimana tercantum dalam modul rujukan. Uji coba dilakukan dalam satu kali pertemuan
pembelajaran pada materi mitigasi bencana yang terintegrasi dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia. Lingkungan pembelajaran dibuat senatural mungkin tanpa perlakuan khusus agar hasil
observasi mencerminkan kondisi pembelajaran nyata. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai
langkah yang telah dirancang dalam modul, mulai dari kegiatan awal, inti, hingga penutup dengan
memanfaatkan media gunung meletus. Peneliti bertindak sebagai pengamat yang mencatat
keterlaksanaan penggunaan media. Data yang diperoleh mencerminkan kondisi autentik
penggunaan media di kelas.
c. Prosedur Pengembangan Media
Prosedur pengembangan media dilakukan melalui beberapa tahap sistematis. Tahap pertama
adalah analisis kebutuhan yang dilakukan dengan mengkaji modul pembelajaran, capaian
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV, serta karakteristik materi mitigasi bencana. Tahap kedua
adalah perancangan desain media berupa model tiga dimensi gunung berapi dari bubur kertas yang
dilengkapi label bagian gunung dan mekanisme sederhana simulasi lava. Tahap ketiga adalah
pembuatan prototipe sesuai desain yang telah dirancang dengan mempertimbangkan aspek
keamanan dan ketahanan bahan. Tahap keempat adalah validasi media oleh guru menggunakan
lembar validasi untuk menilai aspek kepraktisan, tampilan, keamanan, dan kesesuaian materi.
Tahap kelima adalah revisi media berdasarkan skor dan komentar validator. Tahap keenam adalah
uji coba terbatas dalam pembelajaran di kelas untuk mengukur kepraktisan penggunaan media.
Tahap terakhir adalah revisi akhir berdasarkan hasil observasi dan refleksi guru.
d. Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian dikumpulkan melalui validasi guru menggunakan lembar validasi, observasi
langsung saat pembelajaran berlangsung, serta dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan.
Validasi dilakukan sebelum uji coba untuk memastikan media memenuhi kriteria kelayakan awal.
Observasi dilakukan saat media digunakan dalam pembelajaran untuk mengetahui tingkat
kepraktisan penggunaan di kelas. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung untuk
memperkuat hasil penilaian. Seluruh data dikumpulkan secara sistematis dan terdokumentasi
dengan baik.
e. Teknik Analisis Data
Data kuantitatif dari lembar validasi dianalisis dengan menghitung rata-rata skor tiap aspek
menggunakan rumus:
Rata-rata = Jumlah skor yang diperoleh/ Jumlah indikator
Hasil rata-rata kemudian dikonversi ke kategori:
3,26 4,00 = Sangat Valid
2,51 3,25 = Valid
1,76 2,50 = Cukup Valid
1,00 1,75 = Kurang Valid
Data observasi kepraktisan dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase
keterlaksanaan setiap indikator. Data kualitatif berupa komentar dan catatan lapangan dianalisis
dengan mengelompokkan saran perbaikan dan menarik kesimpulan mengenai kelebihan serta
kekurangan media. Hasil analisis digunakan sebagai dasar penentuan kelayakan akhir media.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
35
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kevalidan dan kepraktisan media
gunung meletus dari bubur kertas pada materi mitigasi bencana untuk siswa kelas IV sekolah
dasar. Data kevalidan diperoleh melalui lembar validasi yang diisi oleh satu orang guru kelas IV
yang sekaligus berperan sebagai validator. Data kepraktisan diperoleh melalui lembar observasi
kepraktisan guru dan lembar angket kepraktisan siswa yang diisi oleh 23 siswa kelas IV. Berikut
adalah media yang telah di kembangkan:
a. Hasil Validasi Media
Berdasarkan lembar validasi pada penelitian, validator memberikan penilaian terhadap media
pembelajaran gunung meletus dari bubur kertas. Penilaian dilakukan dengan skala 1-4 (4 = Sangat
Baik, 3 = Baik, 2 = Cukup, 1 = Kurang) yang mencakup lima aspek utama. Berikut adalah rincian
penilaian dari validator:
Tabel 1. Hasil Validasi Media
No
Aspek yang Dinilai
Jumlah
Indikator
Rata-rata
Katagori
1.
Kepraktisan Media
4
4,00
Sangat
Valid
2.
Tampilan Media
4
4,00
Sangat
Valid
3.
Kelayakan/Kejelasan
4
4,00
Sangat
Valid
4.
Keamanan Penggunaan
4
4,00
Sangat
Valid
5.
Kesesuaian Materi
4
4,00
Sangat
Valid
Total
20
4,00
Sangat
Valid
Berdasarkan Tabel 1, seluruh aspek yang dinilai oleh validator memperoleh skor maksimal 4
(Sangat Baik). Hal ini menunjukkan bahwa media gunung meletus dari bubur kertas dinilai sangat
baik dari segi kepraktisan, tampilan, kelayakan/kejelasan, keamanan penggunaan, dan kesesuaian
materi. Validator juga memberikan kesimpulan bahwa media ini “layak dikembangkan tanpa
revisi”. Hasil ini mengindikasikan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi standar
kelayakan yang ditetapkan dalam penelitian ini. Penggunaan media konkret dalam pembelajaran
sekolah dasar mampu meningkatkan kualitas dan kelayakan pembelajaran (Putri et al., 2023).
b. Hasil Kepraktisan Media
Lembar kepraktisan diisi oleh guru kelas IV. Dari 15 indikator yang dinilai dengan skala 1
4, terdapat 12 indikator memperoleh skor 4 dan 3 indikator memperoleh skor 3. Skor maksimal
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
36
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
adalah 60, skor yang diperoleh adalah 57. Persentase kepraktisan mencapai 95% dan masuk dalam
kategori Sangat Praktis. Guru menyatakan media sangat relevan dengan tujuan pembelajaran,
mudah disiapkan, dioperasikan, dan sesuai dengan alokasi waktu 2 × 35 menit, meskipun terdapat
sedikit catatan pada aspek kekuatan media dan kondisi kelas yang beragam. Media pembelajaran
yang sederhana dan kontekstual cenderung lebih mudah digunakan serta efektif dalam mendukung
pembelajaran di kelas dasar (Widyalistyorini et al., 2023).
c. Hasil Kepraktisan Siswa
Data kepraktisan siswa diperoleh melalui lembar angket yang diisi oleh 23 siswa kelas IV.
Angket menggunakan skala 1-4 (4 = Sangat Setuju, 3 = Setuju, 2 = Kurang Setuju, 1 = Tidak
Setuju) yang mencakup lima aspek: ketertarikan terhadap media, kejelasan media, pemahaman
materi, penggunaan media, dan manfaat media. Berdasarkan rekapitulasi data dari 23 lembar
angket siswa yang terkumpul diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Kepraktisan Siswa
No
Aspek
Rata-rata
Skor
Katagori
1.
Ketertarikan terhadap Media Kejelasan Media,
Pemahaman Materi, Penggunaan Media,
Manfaat Media.
3,8
Sangat Praktis
Berdasarkan Tabel 2, seluruh aspek yang dinilai oleh siswa memperoleh skor rata-rata 3,8
(Sangat Praktis). Hal ini menunjukkan bahwa media gunung meletus dari bubur kertas dinilai
sangat praktis dari segi ketertarikan terhadap media, kejelasan media, pemahaman materi,
penggunaan media, dan manfaat media. Dengan melibatkan 23 siswa kelas IV sebagai responden,
hasil ini mengonfirmasi bahwa media tersebut tidak hanya menarik dan mudah digunakan, tetapi
juga efektif dalam meningkatkan pemahaman materi mitigasi bencana secara keseluruhan. Siswa
memberikan penilaian tinggi pada semua indikator, menandakan kesiapan media untuk diterapkan
secara luas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV. Hal ini juga diperkuat oleh Koimah
et al. (2024) yang menekankan bahwa pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa
dapat meningkatkan pemahaman dan kebermaknaan belajar.
Penelitian ini menghasilkan temuan utama bahwa media pembelajaran gunung meletus dari
bubur kertas pada materi mitigasi bencana untuk siswa kelas IV sekolah dasar dinyatakan sangat
valid dan sangat praktis. Tingkat kevalidan media mencapai skor 4 (Sangat Baik) pada seluruh
aspek penilaian validator, tingkat kepraktisan media mencapai rata-rata 95% (Sangat Praktis)
berdasarkan penilaian guru. Hal ini memperkuat pentingnya media konkret berbahan lokal dalam
pendidikan mitigasi bencana di sekolah dasar. Media bubur kertas berhasil menghadirkan simulasi
letusan secara visual dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami proses letusan secara nyata
dan tidak lagi bersifat abstrak. Hal ini sangat sesuai dengan tahap perkembangan operasional
konkret siswa kelas IV. Keberhasilan media ini tidak terlepas dari desain yang mempertimbangkan
karakteristik siswa dan kondisi sekolah dasar di Indonesia. Guru sebagai pengguna langsung
menyatakan media sangat mudah disiapkan, dioperasikan, dan sesuai waktu pembelajaran,
meskipun terdapat sedikit catatan pada kekuatan media dan kondisi kelas yang beragam.
Sementara itu, siswa merasa media menarik, jelas, dan membantu mereka memahami materi serta
membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Kedua perspektif ini saling mendukung dan
menunjukkan bahwa media tidak hanya valid secara konsep, tetapi juga sangat operasional di
lapangan. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas dan
pengalaman belajar (Wulandari dan Hadi, 2023).
Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan media pembelajaran di sekolah
dasar. Media berbahan bubur kertas yang mudah diperoleh, murah, dan ramah lingkungan dapat
menjadi alternatif bagi guru di daerah rawan bencana yang memiliki keterbatasan anggaran. Proses
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
37
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
validasi dan uji kepraktisan yang sistematis juga dapat menjadi model bagi pengembangan media
serupa pada materi pembelajaran lainnya. Sebagaimana dinyatakan dalam pendahuluan, inovasi
tidak selalu membutuhkan teknologi tinggi untuk menciptakan pengalaman belajar yang
berkualitas.
Pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa media gunung meletus dari bubur kertas
memiliki tingkat kevalidan yang sangat tinggi pada seluruh aspek penilaian. Hal ini
mengindikasikan bahwa media telah memenuhi standar kelayakan dari segi tampilan, isi,
keamanan, dan kepraktisan penggunaan di kelas. Kevalidan yang tinggi menunjukkan bahwa
desain media telah selaras dengan kebutuhan pembelajaran siswa sekolah dasar. Media konkret
seperti ini sangat sesuai dengan karakteristik siswa yang berada pada tahap operasional konkret.
Penggunaan bahan sederhana juga memperkuat relevansi media dengan kondisi sekolah. Temuan
ini sejalan dengan penelitian yang menekankan pentingnya media konkret dalam pembelajaran
dasar. Oleh karena itu, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran mitigasi
bencana (Nugroho, 2018; Chintya & Andriani, 2025).
Selain itu, kevalidan media juga didukung oleh kesesuaian materi dengan capaian
pembelajaran Bahasa Indonesia. Media tidak hanya menyajikan informasi kebencanaan, tetapi
juga melatih keterampilan memahami teks. Integrasi ini membuat pembelajaran menjadi lebih
bermakna. Siswa dapat menghubungkan konsep kebencanaan dengan kemampuan berbahasa. Hal
ini memperkuat pembelajaran lintas disiplin. Pendekatan seperti ini penting dalam Kurikulum
Merdeka. Dengan demikian, media mampu mendukung pembelajaran kontekstual (Susetyo, 2023;
Setiawan et al., 2023). Kepraktisan media yang mencapai kategori sangat praktis menunjukkan
bahwa media mudah digunakan oleh guru. Guru dapat menyiapkan dan mengoperasikan media
tanpa kesulitan berarti. Hal ini penting dalam kondisi kelas yang memiliki keterbatasan waktu.
Media yang praktis akan lebih mudah diimplementasikan secara berkelanjutan. Selain itu,
kemudahan penggunaan meningkatkan peluang adopsi oleh guru lain. Kepraktisan juga berkaitan
dengan efisiensi pembelajaran. Oleh karena itu, media ini memiliki potensi besar untuk digunakan
secara luas (Hendratno et al., 2025; Istiq'faroh & Aliyah, 2022).
Dari perspektif siswa, media ini dinilai sangat menarik dan mudah dipahami. Tingginya skor
kepraktisan siswa menunjukkan bahwa media mampu meningkatkan keterlibatan belajar. Siswa
lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Interaksi langsung dengan media memberikan
pengalaman belajar yang menyenangkan. Hal ini berdampak pada peningkatan motivasi belajar.
Pembelajaran menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Dengan demikian, media ini efektif dalam
menciptakan pembelajaran aktif (Sophian et al., 2025; Riska & Puspita, 2025). Media ini juga
mendukung pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Siswa dapat melihat simulasi letusan
gunung secara nyata. Hal ini dapat membantu mereka memahami proses yang sebelumnya abstrak.
Visualisasi konkret memperkuat daya ingat siswa. Pengalaman belajar langsung juga
meningkatkan pemahaman konsep. Pendekatan ini sangat penting dalam pendidikan mitigasi
bencana. Oleh karena itu, media ini relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini (Toyyib,
2024; Chintya & Andriani, 2025).
Penggunaan bubur kertas sebagai bahan utama memberikan nilai tambah dari segi
keberlanjutan. Bahan ini mudah diperoleh dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan konsep
pendidikan berbasis lingkungan. Selain itu, biaya produksi yang rendah memungkinkan replikasi
media. Guru dapat membuat media sendiri tanpa bergantung pada teknologi tinggi. Hal ini penting
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
38
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
bagi sekolah dengan keterbatasan sumber daya. Dengan demikian, media ini mendukung inovasi
pembelajaran yang inklusif (Fadharis et al., 2023; Victory, 2023).
Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa media dapat meningkatkan kesadaran siswa
terhadap mitigasi bencana. Siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga sikap tanggap
bencana. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini penting
dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Pendidikan mitigasi bencana harus dimulai sejak
dini. Media ini menjadi sarana yang efektif untuk tujuan tersebut (Rahmawati & Saputra, 2024;
Syarif et al., 2025).
Dari sisi teori pembelajaran, media ini mendukung pendekatan konstruktivisme. Siswa
membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Interaksi dengan media membantu siswa
memahami konsep secara mandiri. Proses ini meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu,
siswa juga belajar melalui diskusi kelompok. Hal ini memperkuat pembelajaran kolaboratif.
Dengan demikian, media ini mendukung pembelajaran aktif (Listiana et al., 2025; Riska &
Puspita, 2025). Media ini juga sejalan dengan teori pembelajaran bermakna. Informasi yang
disajikan dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa. Hal ini membuat pembelajaran lebih mudah
dipahami. Siswa dapat mengingat informasi dalam jangka panjang. Penggunaan media konkret
memperkuat hubungan antara konsep dan pengalaman. Pembelajaran menjadi lebih efektif. Oleh
karena itu, media ini memiliki nilai pedagogis yang tinggi (Sophian et al., 2025; Susetyo, 2023).
Keberhasilan media ini tidak terlepas dari peran guru sebagai fasilitator. Guru mampu
mengelola pembelajaran dengan baik menggunakan media. Hal ini menunjukkan pentingnya
kompetensi guru dalam inovasi pembelajaran. Guru perlu memiliki kemampuan untuk
mengembangkan media sederhana. Pelatihan dan pendampingan guru menjadi penting. Hal ini
akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan profesional guru
perlu diperhatikan (Hendratno et al., 2025; Yanti et al., 2023). Penelitian ini juga menunjukkan
bahwa media dapat mendukung penguatan profil pelajar Pancasila. Siswa dilatih untuk berpikir
kritis, kreatif, dan peduli lingkungan. Nilai-nilai ini penting dalam pendidikan abad 21. Media
menjadi sarana untuk menanamkan karakter positif. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada
kognitif. Aspek afektif dan psikomotor juga berkembang. Oleh karena itu, media ini memiliki
kontribusi holistik (Damayanti et al., 2023; Dewi & Istiq’faroh, 2023).
Dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, media ini memiliki keunggulan dari segi bahan
dan desain. Penggunaan bubur kertas menjadikannya lebih ekonomis. Selain itu, media ini telah
melalui proses validasi yang sistematis. Hal ini meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas
media. Penelitian sebelumnya belum banyak menguji kepraktisan secara mendalam. Oleh karena
itu, penelitian ini memberikan kontribusi baru (Nugroho, 2018; Syarif et al., 2025). Meskipun
demikian, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Media masih memiliki kekurangan
dari segi kekuatan bahan. Hal ini dapat menjadi perhatian untuk pengembangan selanjutnya.
Selain itu, penelitian hanya dilakukan pada skala terbatas. Generalisasi hasil masih perlu diuji
lebih lanjut. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas terhadap hasil belajar.
Dengan demikian, penelitian ini masih memiliki ruang pengembangan (Sugiyono, 2011;
Kurniasih et al., 2021).
Implikasi praktis dari penelitian ini sangat luas. Guru dapat mengembangkan media serupa
sesuai kebutuhan. Sekolah dapat mengintegrasikan pembelajaran mitigasi bencana dalam
kurikulum. Media ini juga dapat digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, media dapat
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
39
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
menjadi alat edukasi bagi masyarakat. Hal ini memperluas dampak pembelajaran. Dengan
demikian, media memiliki nilai guna yang tinggi (Rahmawati & Saputra, 2024; Fernando et al.,
2025). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa media gunung meletus dari bubur
kertas sangat valid dan praktis. Media ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran mitigasi
bencana. Siswa menjadi lebih aktif dan memahami materi dengan baik. Guru juga terbantu dalam
menyampaikan pembelajaran. Media ini dapat menjadi inovasi yang relevan dengan kondisi
sekolah dasar. Pengembangan media sederhana seperti ini perlu terus didorong. Dengan demikian,
pendidikan dasar dapat menjadi lebih bermakna dan kontekstual (Afiah et al., 2025; Zainovi et al.,
2025).
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini
berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Media gunung meletus dari bubur kertas pada
materi mitigasi bencana untuk siswa kelas IV sekolah dasar dinyatakan sangat valid dengan skor
rata-rata 4 dari skala 1-4 pada seluruh aspek penilaian validator, meliputi kepraktisan media,
tampilan media, kelayakan/kejelasan, keamanan penggunaan, dan kesesuaian materi. Validator
menyimpulkan bahwa media ini layak dikembangkan tanpa revisi. Selain itu, tingkat kepraktisan
media dinyatakan sangat praktis, baik menurut penilaian guru (95%) maupun siswa (rata-rata skor
3,8 dari skala 1-4). Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan media
pembelajaran di sekolah dasar. Media berbahan bubur kertas yang mudah diperoleh, murah, dan
ramah lingkungan dapat menjadi alternatif bagi guru di daerah rawan bencana yang memiliki
keterbatasan anggaran. Proses validasi dan uji kepraktisan yang sistematis juga dapat menjadi
model bagi pengembangan media serupa pada materi pembelajaran lainnya. Sebagaimana
dinyatakan dalam pendahuluan, inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi tinggi untuk
menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas.
5. Daftar Pustaka
Afiah, N., Dayu, D. P. K., & Istiq'faroh, N. (2025). Utilization of Digital Learning Media in Arts
and Culture Education in Indonesian Schools Abroad. Journal of Innovation and Research
in Primary Education, 4(2), 203210.
Anawaty, M. F. (2025). EKSPLORASI STEAM ANAK USIA DINI. Bayfa Cendekia Indonesia.
Chintya, P., & Andriani, A. (2025). Mempelajari Proses Letusan Gunung Berapi melalui
Eksperimen. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(2), 643655.
Damayanti, M. I., Istiq'faroh, N., Hendratno, H., Rukmi, A. S., Abidin, Z., & Solihin, A. (2023).
Refleksi penguatan profil pelajar Pancasila melalui strategi menulis jurnal syukur. Jurnal
Elementaria Edukasia, 6(4), 17611772.
Dewi, K. R., & Istiq’faroh, N. (2023). Pendidikan dalam pemikiran KH Ahmad Dahlan. Journal
of Contemporary Issues in Primary Education, 1(2), 95106.
Dwi Indah Lestari, Kurnia, H. ., & Khasanah, I. L. (2023). Menyelusuri kearifan budaya Suku
Osing warisan tradisi dan keunikan identitas lokal. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya
Indonesia, 1(2), 65-71.
Fadharis, I. A., Supriadi, M. N., Safitri, D., Afifah Umah, D. N., & Dwi Rahayu, A. C. (2023).
Pemanfaatan limbah kertas sebagai kartu permainan edukasi kesiapsiagaan bencana gempa
bumi. Jurnal Sosial dan Sains (SOSAINS), 3(10).
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
40
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
Fernando, F., Malik, K., & Fuad, S. M. (2025, August). Pengembangan desain masker N95 dengan
filter vulkanik berbahan alami (kulit jagung) untuk mitigasi bencana gunung Merapi
Sumatera Barat. Dalam SERENADE: Seminar on Research and Innovation of Art and
Design (Vol. 3, No. 1).
Haerani, S., KM, M., Haidah, N., KM, S., Kasim, K. P., ST, S., ... & KM, S. (2025). Buku Ajar
Surveilans Media Lingkungan. Nas Media Pustaka.
Hendratno, H., Amalia, E., Istiq'faroh, N., Siswanto, B. E., & Mufidah, Z. R. (2025). Pelatihan
literasi digital Canva untuk guru sekolah dasar. Kontribusi: Jurnal Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 222231.
Humairo, M. V., Ramadhan, A., Laksana, D. P., Al-Irsyad, M., & Afni, L. F. (2023). Pengukuran
Kualitas Lingkungan. PT LIMAJARI INDONESIA.
Istiq'faroh, N., & Aliyah, A. (2022). Pengembangan media flipbook pada pembelajaran bahasa
Indonesia materi fabel pada siswa kelas IV sekolah dasar. Jurnal Muassis Pendidikan
Dasar, 1(1), 19.
Kurniasih, Y., Rahman, T., & Mulyana, E. H. (2021). Dasar kebutuhan pengembangan asesmen
alternatif pada permainan sains sub tema gejala alam untuk memfasilitasi keterampilan
sosial anak kelompok B. Jurnal PAUD Agapedia, 5(2), 191201.
Koimah, S. M., et al. (2024). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi
kebutuhan belajar siswa yang beragam. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 8(1).
Koimah, S. M., Salam, F. F., & Zahra, N. A. (2025). Peran Tokoh Adat dalam Sistem Sosial dan
Budaya Tolaki di Tengah Tantangan Globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya
Indonesia, 3(2), 150-157.
Kusumiyati, S. P. (2024). Sistem hortikultura: Desain pascapanen dan pengendalian kualitas
berkelanjutan. Gramedia Pustaka Utama.
Lestari, D. I., Kurnia, H., & Hendri. (2025). Kearifan lokal suku Madura dalam menjaga tradisi
nilai sosial dan identitas budaya modern. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 3(2),
124-133.
Listiana, D., Puspita, A. M. I., Setyowati, R. R. N., Istiq'faroh, N., & Gunansyah, G. (2025).
Implementation of the project-based learning model to enhance collaborative skills of
elementary school students. Journal of Innovation and Research in Primary Education,
4(2), 179186.
Mardhiyah, U. R., & Sudikan, S. Y. (2022). Kearifan lingkungan dalam Surat dari Samudra
antologi puisi anak. Bapala, 9(4), 3446.
Maulidina, R., & Zaini, I. (2021). Karya seni rupa anak tunanetra (studi kasus pada anak tunanetra
SLB Raharja Sejahtera Kandangan, Kediri). Sakala Jurnal Seni Rupa Murni, 2(2), 116.
Newman, D. L., Stefkovich, M., Clasen, C., Franzen, M. A., & Wright, L. K. (2018). Physical
models can provide superior learning opportunities beyond the benefits of active
engagements. Biochemistry and molecular biology education : a bimonthly publication of
the International Union of Biochemistry and Molecular Biology, 46(5), 435444.
Nugroho, A. (2018). Pengembangan model pembelajaran mitigasi bencana gunung meletus di
sekolah dasar lereng Gunung Slamet. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 1(2),
131137.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
41
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
Putri, A., Santoso, B., & Lestari, R. (2023). Penggunaan media konkret dalam pembelajaran
sekolah dasar. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 7(2), 123130.
Putri, L. A., Maghfira, A., Esy, M. L., Rahmawati, S. S., & Fitria, R. (2025). Observasi
Perkembangan Tradisi Ngabuburit di Kalangan Generasi Muda. Jurnal Ilmu Sosial Dan
Budaya Indonesia, 3(1), 63-72.
Rahmawati, R., & Saputra, D. W. (2024). Meningkatkan kesadaran peserta didik dengan model
pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dalam membentuk karakter peduli
lingkungan sekitar di SDN Pondok Cabe Ilir 01. SEMNASFIP.
Ratnawati, E., & Istiq’faroh, N. (2023). Pemikiran pendidikan KH Ahmad Dahlan dan
relevansinya dengan dunia pendidikan modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia,
1(2), 4350.
Riska, R., & Puspita, R. D. (2025). Pembelajaran berbasis masalah dalam mengembangkan
berpikir kritis dan kreatif siswa untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Jurnal Perseda:
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(1), 7786.
Saputra, L., Par, S. T., Yuliantoro, N., & Sos, S. (2025). Harmoni dan Kreasi Gastronomi
Berkelanjutan. PENERBIT KBM INDONESIA.
Setiawan, R., Muhimmah, H. A., Subrata, H., Istiq'faroh, N., Abidin, Z., & Noerdiana, A. F.
(2023). Metode pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif tingkat sekolah dasar dengan
teori belajar sibernetika. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan
Hasil Penelitian, 9(2), 117122.
Sirojudin, H. A. (2024). Dasar-dasar Pembangunan Pertanian. Yayat Sudrajat Edwin Basmar Ade
Elza Surachman Husni Ahmad Sirojudin Iin Solihin, 42.
Sophian, S. K., Hidayah, R. R., Fia, A., Safitri, D., & Suryanda, A. (2025). Model pembelajaran
SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, dan Intellectually) untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 17.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susetyo, S. (2023, January). Optimalisasi peran pembelajaran bahasa Indonesia untuk
menanamkan wawasan mitigasi bencana. Dalam Prosiding Seminar Nasional PIBSI ke-44
Yogyakarta (Vol. 1, No. 1, pp. 4866).
Syarif, E., Hasriyanti, H., & Alam, S. (2025). Mitigasi bencana berbasis case based method. CV
Eureka Media Aksara.
Toyyib, M. (2024). Pengenalan fenomena alam melalui eksperimen miniatur gunung berapi di TK
Plus Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Wawasan Belajar Anak Usia Dini, 2(1), 2641.
Victory, B. L. V. (2023). Pembuatan media pembelajaran kreatif migupi menggunakan bubur
kertas dan hasil pengolahan sampah laut di SD Kristen Wangel. ABDI UNISAP: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 17.
Widyalistyorini, D., Istiq’faroh, N., & Hendratno. (2023). Implementasi teori pendidikan Ki Hajar
Dewantara: Tinjauan praktik pembelajaran dan dampaknya pada peningkatan kualitas
pendidikan dasar. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 7(2).
Yanti, W. F., Hendratno, H., & Istiq'faroh, N. (2023). Analisis implementasi teori Ki Hajar
Dewantara: Mengungkap praktik-praktik pendidikan inovatif di sekolah dasar. Jurnal Ilmu
Sosial dan Budaya Indonesia, 1(1), 2835.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 30-40
E-ISSN: 3031-2957
42
Amelia Putri Wulandari et.al (Kevalidan dan kepraktisan Pengembangan....)
Zainovi, P. S., Mariana, N., Istiq'faroh, N., Wiryanto, W., & Muhimmah, H. A. (2025). Integrating
ethnomathematics in geometry learning to enhance primary students’ numeracy skills: A
systematic literature review. Journal of Innovation and Research in Primary Education,
4(3), 10441053.
Zahra, N. A., Koimah , S. M., Nugroho, F. T., Ardiansyah, S. S., & Pricillia, K. (2024). Konservasi
Makam Keramat Solear Sebagai Warisan Budaya. Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya
Indonesia, 2(2), 105-109.