JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
22
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
Keefektifan LKPD Berbasis Cerita "Pesut Mahakam"
Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Kelas
II Sekolah Dasar
Khanah Fitazkirah
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Nimas Fara Andriana Putri
c,3
a,b,c
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya
1
24010644089@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiq’faroh@unesa.ac.id;
3
24010644086@mhs.unesa.ac.id
*
24010644089@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Keterampilan menyimak siswa kelas II sekolah dasar masih rendah karena
pembelajaran bersifat pasif dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji keefektifan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
cerita suku Dayak “Pesut Mahakam” dalam meningkatkan keterampilan
menyimak siswa kelas II. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek
penelitian adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri di Surabaya yang
berjumlah 25 orang, dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan
melalui tes menyimak (pretest dan posttest), observasi, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan rumus N-Gain untuk mengukur peningkatan
keterampilan menyimak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
nilai posttest siswa meningkat dibandingkan pretest, dengan nilai N-Gain
sebesar 0,4644 yang termasuk dalam kategori sedang. LKPD yang
dilengkapi dengan cerita rakyat, ilustrasi menarik, dan barcode video
animasi terbukti membantu siswa memahami informasi lisan secara lebih
baik serta meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar. Simpulan
penelitian ini adalah bahwa LKPD berbasis cerita suku Dayak “Pesut
Mahakam” efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas
II sekolah dasar. Produk ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar
kontekstual yang memadukan kearifan lokal dengan media audiovisual.
Kata Kunci:
Keterampilan Menyimak
LKPD
Cerita Rakyat
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Listening Skills
Student Worksheet
Folklore
Elementary School
Listening skills of second-grade elementary school students are still low due to
passive and less contextual learning. This study aims to examine the
effectiveness of the Student Worksheet (LKPD) based on the Dayak tribe story
"Pesut Mahakam" in improving listening skills of second-grade students. The
research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-
group pretest-posttest design. The subjects were all 25 second-grade students
of State Elementary School in Surabaya , selected using total sampling
technique. Data were collected through listening tests (pretest and posttest),
observation, and documentation. Data analysis used the N-Gain formula to
measure the improvement of listening skills. The results showed that the
average posttest scores increased compared to the pretest, with an N-Gain
value of 0.4644, which falls into the medium category. The LKPD, equipped
with folklore, attractive illustrations, and a barcode for animated video,
proved to help students understand oral information better and increase their
engagement and learning motivation. The study concludes that the LKPD
based on the Dayak tribe story "Pesut Mahakam" is effective in improving
listening skills of second-grade elementary school students. This product can
serve as an alternative contextual teaching material that integrates local
wisdom with audiovisual media.
©2026, Khanah Fitazkirah, Nurul Istiq’faroh, Nimas Fara Andriana Putri
This is an open access article under CC BY-SA license
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
23
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
1. Pendahuluan
Keterampilan menyimak merupakan fondasi dasar pemerolehan bahasa siswa sekolah dasar
yang harus dirancang secara menarik dan kontekstual melalui integrasi kearifan lokal (Rahayu,
2021). Penggunaan bahan ajar kontekstual sangat krusial karena materi yang sistematis akan
mempermudah siswa dalam proses belajar (Aristya et al., 2023). Selain membantu pemahaman
instruksi lisan, pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan sekitar juga terbukti memperkaya
pemahaman nyata siswa terhadap materi (Kurniawan et al., 2025). Namun, fakta di lapangan
menunjukkan kemampuan menyimak siswa masih rendah akibat proses pembelajaran satu arah
yang pasif (Aditya et al., 2025). Masalah tersebut diperparah karena generasi muda saat ini
cenderung kurang mendalami nilai filosofis dari tradisi lokal mereka (Koimah et al., 2025), sehingga
penguatan identitas budaya sangat penting agar nilai tradisional tidak tergerus modernisasi (Lestari
et al., 2025). Rendahnya efektivitas ini juga menegaskan perlunya keteladanan karakter agar siswa
lebih fokus dan disiplin dalam mengikuti aktivitas kelas (Purwanti et al., 2022). Oleh karena itu,
penguatan karakter berbasis tradisi menjadi fondasi moral penting bagi generasi di era teknologi
(Alfi et al., 2024).
Sebagai solusi, pengembangan LKPD berbasis cerita rakyat "Pesut Mahakam" dilakukan
untuk meningkatkan imajinasi sekaligus literasi budaya siswa (Ngangga Saputra et al., 2023).
Inovasi ini sejalan dengan prinsip pendidikan modern yang memadukan pengetahuan umum dengan
nilai moral (Ratnawati et al., 2024). Upaya pelestarian budaya dalam bahan ajar ini efektif untuk
memperkenalkan identitas bangsa sekaligus sebagai media hiburan edukatif (Susilawati & Kurnia,
2024). Hal ini sangat mendasar karena tradisi lokal merupakan warisan leluhur yang harus
dipertahankan keberlangsungannya (Ardhianto et al., 2024). Apalagi, kekayaan tradisi yang
beragam di Indonesia memberikan pemahaman mendalam tentang cara hidup masyarakat asli yang
perlu terus dikaji (Fahrurrozhi & Kurnia, 2024). Dengan demikian, LKPD ini diharapkan mampu
meningkatkan hasil belajar kognitif siswa secara signifikan.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen. Desain yang
diterapkan adalah one-group pretest-posttest (O1 X O2). Menurut Herawati, Saefurohman, dan
Juhji (2019), desain ini cocok untuk mengukur efektivitas suatu perlakuan karena membandingkan
hasil sebelum dan sesudah intervensi pada satu kelompok subjek tanpa kelompok kontrol. Sejalan
dengan itu, Noviyanti (2023) juga menjelaskan bahwa desain pra-eksperimen banyak digunakan
dalam penelitian pendidikan untuk melihat peningkatan kemampuan tertentu, seperti kecerdasan
naturalis atau hasil belajar. Subjek penelitian adalah seluruh siswa Kelas II di SDN Kandangan
III/621 yang dipilih melalui teknik total sampling. Data utama bersumber dari skor tes menyimak
yang diperoleh melalui pretest dan posttest, sementara data pendukung bersumber dari dokumen
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan catatan
observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu tes menyimak, observasi
terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen tes menyimak disusun berdasarkan indikator kelas II yang
meliputi identifikasi tokoh, latar, informasi penting, sebab-akibat, serta pesan moral. Agus dan
Sholahudin (2023) menegaskan bahwa penyusunan instrumen harus sesuai dengan indikator
pembelajaran agar data yang diperoleh valid secara konstruk. Observasi terstruktur dilakukan untuk
memantau jalannya proses pembelajaran dengan LKPD, sedangkan dokumentasi digunakan untuk
mengumpulkan arsip perangkat pembelajaran. Teknik analisis data dalam penelitian ini berfokus
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
24
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
pada pengukuran besaran peningkatan hasil belajar. Data yang dianalisis adalah skor selisih antara
pretest dan posttest, yang kemudian dihitung menggunakan rumus N-Gain. Setyorini,
Rahayuningsih, dan Setiati (2022) menyatakan bahwa analisis N-Gain efektif untuk
mengkategorikan tingkat peningkatan kemampuan kognitif siswa, baik dalam kategori rendah,
sedang, maupun tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian dapat diinterpretasikan secara objektif
berdasarkan kriteria gain ternormalisasi tanpa memerlukan uji statistik lanjutan.
3. Hasil dan Pembahasaan
Hasil Pengembangan Produk LKPD Berbasis Cerita Suku Dayak "Pesut Mahakam"
Produk LKPD berbasis cerita suku Dayak “Pesut Mahakam” yang telah dikembangkan
memiliki tampilan yang menarik dan disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas II sekolah dasar.
Berikut merupakan tampilan awal produk LKPD yang dikembangkan.
Gambar 1. Tampilan Halaman Produk LKPD
Produk LKPD “Menyimak” kelas II SD yang dikembangkan terdiri atas tiga komponen
utama: 1) cover 2) petunjuk pengerjaan dan scan barcode cerita rakyat, serta 3. Struktur LKPD
yang sistematis dan ilustratif ini dirancang untuk menarik perhatian siswa dan memudahkan
mereka memahami alur pembelajaran. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa LKPD yang
menyertakan ilustrasi visual dan alur instruksional yang jelas dapat meningkatkan fokus dan
partisipasi siswa sekolah dasar (Nurbiana et al., 2022; Safitri & Ardianti, 2021). Cerita rakyat
“Pesut Mahakam” dipilih sebagai bahan utama karena narasinya dekat dengan kehidupan budaya
masyarakat Kalimantan Timur. Berdasarkan Putri (2023) dan Nugroho & Lestari (2021),
integrasi budaya lokal dalam LKPD terbukti mendukung keterhubungan emosional siswa dan
meningkatkan motivasi belajar melalui konteks yang relevan (Putri et al., 2023; Nugroho &
Lestari, 2021). Selain itu, halaman petunjuk LKPD dilengkapi barcode untuk menonton video
animasi terkait legenda tersebut. Menurut Muniroh & Istiq’faroh (2025), media video
pembelajaran berbasis IKA (Interaktif, Kreatif, dan Aktif) dirancang agar siswa tidak hanya
menyimak, tetapi juga terlibat secara aktif melalui tampilan visual menarik dan penyajian materi
yang kreatif, sehingga mampu meningkatkan keaktifan, keterlibatan, dan pemahaman siswa.
Penelitian Fadhilah & Istiq’faroh (2025) juga menunjukkan bahwa media PowerPoint
interaktif (POINTIF) yang dikembangkan dengan model ADDIE memperoleh persentase
kevalidan 88% (ahli media) dan 87,2% (ahli materi), serta kepraktisan 92,8% (respons siswa)
dan 91,1% (respons guru), dengan peningkatan hasil belajar N-gain 0,712 (kategori tinggi). Hal
ini sejalan dengan temuan Istiq’faroh, Damayanti, Hendratno, Rukmi, Murni, & Wibowo (2025)
bahwa pengembangan buku cerita anak berbasis AI dengan analisis keterbacaan Fry
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
25
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
mendapatkan validasi ahli materi 92,5% dan ahli media 94,5%, serta mampu meningkatkan
minat baca anak dan membantu guru memberikan dukungan sesuai kompetensi siswa. Selaras
dengan itu, penelitian Sayuti, Berliani, Lestari, Saputra, Amalia, Istiq’faroh, & Zahroh (2025)
tentang media pembelajaran digital LiBeRu membuktikan bahwa media interaktif berbasis QR
code sangat efektif (90%) dan sangat praktis (93,33%) dalam menciptakan lingkungan belajar
yang interaktif dan menyenangkan, serta mampu meningkatkan motivasi dan kemandirian
belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan media audiovisual (video animasi) dalam LKPD
ini diperkuat oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kombinasi visual, audio, dan
interaktivitas efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak anak usia sekolah dasar
(Wijayanti & Setiawan, 2023; Purnamasari et al., 2022).
Lembar soal LKPD terdiri atas sepuluh pertanyaan yang mencakup identifikasi tokoh,
latar, alur cerita, tindakan tokoh, hingga pesan moral. Penyusunan soal-soal ini mengacu pada
indikator keterampilan menyimak dasar untuk siswa kelas rendah. Penelitian terdahulu
menunjukkan bahwa latihan soal berbasis cerita lokal mampu meningkatkan kemampuan
menangkap informasi penting dan kemampuan inferensi siswa SD (Hapsari & Yuniarti, 2022;
Fitriyani & Dewi, 2021). Bagian akhir LKPD memuat daftar pustaka yang menunjukkan sumber
rujukan cerita, video legenda, dan buku ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka, sehingga
memastikan validitas konten pembelajaran. Secara keseluruhan, LKPD yang dikembangkan
telah memadukan unsur visual, budaya lokal, media video, dan latihan terstruktur sehingga
sesuai karakteristik perkembangan siswa kelas II SD. Berdasarkan Rukmi, Istiq’faroh, Zuhdi, &
Damayanti (2025), buku dongeng digital yang menggabungkan elemen visual, audio, dan
interaktivitas mampu merangsang berbagai area otak yang berperan dalam pemrosesan bahasa,
seperti korteks auditori, korteks visual, dan area Broca serta Wernicke, sehingga meningkatkan
pemahaman dan keterlibatan siswa dalam proses menyimak. Dengan demikian, pengembangan
bahan ajar berbasis konteks lokal terbukti mampu membentuk pengalaman belajar yang
bermakna, meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya daerah, dan memperkuat literasi
menyimak siswa (Sundari & Fitriani, 2021; Wulandari et al., 2022).
Hasil Keefektifan Produk LKPD Berbasis Cerita Suku Dayak "Pesut Mahakam"
Keefektifan LKPD berbasis cerita suku Dayak “Pesut Mahakam” diukur melalui
peningkatan kemampuan menyimak siswa yang dianalisis menggunakan nilai N-Gain. Adapun
hasil perhitungan N-Gain siswa dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1. Hasil N-Gain Siswa
Keterangan
Nilai
Jumlah Siswa (N)
25
Nilai Minimum
0,00
Nilai Maksimum
1,00
Rata-rata N-Gain
0,4644
Standar Deviasi
0,34022
Tabel 2. Kategori N-Gain
Rentang N-Gain
g > 0,7
0,3 ≤ g ≤ 0,7
g < 0,3
Berdasarkan hasil pretest dan posttest kemampuan menyimak siswa menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa memperoleh skor di bawah optimal, misalnya beberapa siswa mendapat
nilai 1030. Kondisi ini mengindikasikan bahwa siswa memerlukan media pendukung yang
menarik dan kontekstual dalam pembelajaran menyimak. Temuan ini sejalan dengan penelitian
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
26
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
yang menyebutkan bahwa pembelajaran menyimak di kelas rendah sering kurang difasilitasi
sehingga siswa kesulitan memahami informasi yang disampaikan guru (Ramadhani & Yuliasari,
2021; Sari & Puspitasari, 2020). Setelah menggunakan LKPD berbasis cerita suku Dayak, terjadi
peningkatan cukup signifikan pada nilai posttest, di mana sebagian besar siswa memperoleh nilai
80100. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media LKPD yang memadukan cerita lokal dan
video pendukung dapat membantu siswa menangkap informasi secara lebih jelas. Penggunaan
media berbasis budaya lokal diketahui efektif meningkatkan pemahaman kognitif siswa karena
mendekatkan materi pada pengalaman keseharian mereka (Pramesthi & Firmansyah, 2021;
Setyorini et al., 2022).
Berdasarkan perhitungan N-Gain, rata-rata peningkatan kemampuan menyimak siswa
adalah 0,4644 sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 1 dan termasuk kategori “sedang” (0,3
g < 0,7) berdasarkan Tabel 2 Kategori N-Gain. Hal ini berarti LKPD yang dikembangkan
memiliki efektivitas cukup baik dalam meningkatkan hasil belajar. Hasil ini konsisten dengan
penelitian lain yang menemukan bahwa LKPD interaktif dapat meningkatkan penguasaan
konsep siswa secara bertahap dan terukur (Suhery & Hidayat, 2023; Oktavia & Apriyanti, 2021).
Dengan demikian, peningkatan nilai posttest serta kategori N-Gain sedang menunjukkan bahwa
LKPD berbasis cerita rakyat Suku Dayak Pesut Mahakam berhasil membantu siswa
meningkatkan keterampilan menyimak sekaligus memperkuat literasi budaya. Pembelajaran
yang relevan secara lokal serta didukung media ilustratif dan audiovisual dapat menciptakan
suasana belajar yang lebih bermakna dan efektif bagi siswa kelas II (Lestari et al., 2023; Atmojo
& Lukitoaji, 2020).
4. Kesimpulan
Pengembangan LKPD berbasis cerita rakyat suku Dayak dengan legenda “Pesut Mahakam”
terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas II sekolah dasar. Hal ini
ditunjukkan oleh adanya peningkatan signifikan pada nilai posttest serta hasil N-Gain sebesar
0,4644 yang berada pada kategori sedang. LKPD yang dirancang secara sistematis, kontekstual,
serta didukung media audiovisual mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap informasi lisan
sekaligus menumbuhkan literasi budaya. Dengan demikian, penggunaan bahan ajar berbasis
kearifan lokal dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik dan bermakna untuk
meningkatkan kemampuan menyimak siswa.
5. Ucapan Terima Kasih
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun
tidak langsung dalam pembuatan artikel ini terkhusus untuk Ibu dosen pembimbing serta salah satu
Kelas 2 SD Negeri yang ada di Surabaya yang bersedia dijadikan tempat untuk penelitian.
6. Daftar Pustaka
Abdullah, M., Fadillah, R., & Wicaksono, A. (2020). Pengembangan bahan ajar berbasis budaya
lokal untuk sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 5(2), 120130.
Aditya, I. W., Wulandari, S., & Putra, M. P. (2025). Analisis kemampuan menyimak siswa sekolah
dasar dengan media audiovisual. Jurnal Pendidikan Bahasa, 13(1), 1426.
Agus, F., & Sholahudin, S. (2023). Validitas konstruk instrumen menyimak pada siswa sekolah
dasar. Jurnal Bahtera Bahasa, 9(1), 2231.
Alfiansyah, M., & Raharjo, S. (2020). The use of culturally responsive teaching materials in
elementary schools. International Journal of Instruction, 13(4), 745760.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
27
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
Alfi, N., Koimah, S. M., & Zahra, N. A. (2024). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi
Pesantren di Pesantren An Nuqthah: Upaya Membangun Generasi Berakhlak Mulia. JISBI:
Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 2(2), 110115.
Anharuddin, M., & Prastowo, A. (2023). Pembelajaran berbasis budaya lokal dalam meningkatkan
identitas nasional siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 7(2), 8897.
Ardhiani, A., & Rini, M. (2022). LKPD digital berbasis multimedia pada pembelajaran bahasa
Indonesia. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(2), 150162.
Ardhianto, F. W., Widodo, W., & Istiq’faroh, N. (2024). Tradisi Arak Manten Kucing Di Desa
Sumberejo Kabupaten Malang. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 2(2), 125
131.
Aristya, D., Istiq’faroh, N., & Hendratno. (2023). Meningkatkan kemandirian siswa SD melalui
pembelajaran metode montesorri. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 1(2), 51
57.
Atmojo, E., & Lukitoaji, B. (2020). Pembelajaran berbasis cerita rakyat untuk membangun karakter
siswa SD. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 3548.
Eko Atmojo, S., & Lukitoaji, B. (2020). Cerita rakyat sebagai media literasi budaya siswa SD.
Jurnal Edukasi, 14(2), 110121.
Fadhilah, F. N., & Istiq'faroh, N. (2025). Pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif
(POINTIF) berbantuan Canva pada materi kalimat efektif untuk kelas IV sekolah dasar. Jurnal
Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 13(10), 2640-2654.
Fahrurrozhi, A., & Kurnia, H. (2024). Memahami Kekayaan Budaya dan Tradisi Suku Bali di Pulau
Dewata Yang Mnakjubkan. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 2(1), 3950.
Fitria, E., & Nugroho, S. (2023). Model pembelajaran literasi menyimak di kelas rendah sekolah
dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 25(3), 233244.
Hakim, R., & Wahyuni, L. (2022). Evaluasi pembelajaran menggunakan N-Gain pada pembelajaran
tematik. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 6(1), 5567.
Hartati, T., & Dewi, S. (2023). LKPD berbasis audio-visual untuk meningkatkan keterampilan
menyimak. Journal of Primary Education Research, 5(2), 6778.
Hidayat, F., & Amalia, R. (2020). Pengembangan instrumen evaluasi keterampilan menyimak siswa
SD. Jurnal Penilaian Pendidikan, 4(1), 2234.
Istiq'faroh, N., Damayanti, M. I., Hendratno, Rukmi, A. S., Murni, A. W., & Wibowo, A. H. (2025).
Developing artificial intelligence (AI)-based children's story-books through Fry readability
for elementary students. In Proceedings of the 8th International Conference on Education
Innovation (ICEI 2024). Atlantis Press.
Koimah, S. M., Salam, F. F., & Zahra, N. A. (2025). Peran Tokoh Adat dalam Sistem Sosial dan
Budaya Tolaki di Tengah Tantangan Globalisasi. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya
Indonesia, 3(2), 150157.
Kristin, F., & Wahyudi, A. (2022). Pengaruh ilustrasi visual pada buku cerita terhadap motivasi
membaca siswa SD. Jurnal Media Pendidikan, 6(1), 5667.
Kurniawan, H., Widodo, W., & Gunansyah, G. (2025). Semanggi Surabaya Sebagai Sumber Belajar
Berbasis Kearifan Lokal Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di SDN
Kandangan II/620 Surabaya. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 3(1), 1321.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
28
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
Lathifah, A., & Koesnandar, A. (2021). Media pembelajaran berbasis budaya lokal dalam
pendidikan dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(2), 8899.
Lestari, D. (2021). Efektivitas media visual dalam pembelajaran tematik di SD. Jurnal Pendidikan
Dasar Nusantara, 7(2), 98107.
Lestari, D. I., Kurnia, H., & Hendri. (2025). Kearifan lokal suku Madura dalam menjaga tradisi nilai
sosial dan identitas budaya modern. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 3(2),
124133.
Mansur, M., & Samad, A. (2022). Integrasi cerita rakyat dalam literasi membaca dan menyimak.
Jurnal Kajian Bahasa, 13(1), 5871.
Muniroh, I. L., & Istiq'faroh, N. (2025). Pengembangan video pembelajaran berbasis IKA
(Interaktif, Kreatif, dan Aktif) materi majas kelas V SD. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan
Riset Pendidikan, 4(2), 11381-11387.
Ngangga Saputra, D., Mulyani, A., & Pratiwi, L. (2023). Cerita rakyat lokal sebagai media
penguatan literasi budaya. Jurnal Kajian Literasi, 4(1), 112.
Noviyanti, R. (2023). Refleksi diri sebagai strategi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal
Pengajaran Bahasa, 5(2), 145157.
Pramesthi, W. M., & Firmansyah, A. (2021). LKPD kontekstual untuk meningkatkan pemahaman
konsep siswa SD. Jurnal Inovasi Pembelajaran SD, 5(1), 3342.
Purwanti, M. D., Hendratno, & Istiq’faroh, N. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Karakter dan
Keteladanan. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 6(4), 25062518.
Rahayu, R., & Sudarmanto, H. (2021). Penggunaan cerita daerah untuk meningkatkan keterampilan
menyimak. Jurnal BASASTRA, 9(2), 4452.
Ramdani, D., & Haryanto, H. (2023). Metakognisi dalam pembelajaran menyimak siswa sekolah
dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(2), 100112.
Ratnawati, E., Hendratno, & Istiq’faroh, N. (2024). Pemikiran Pendidikan Islam K . H . Ahmad
Dahlan dan. JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 3(1), 4350.
Rukmi, A. S., Istiq'faroh, N., Zuhdi, U., & Damayanti, M. I. (2025). Inovasi pembelajaran
menyimak dengan buku dongeng digital untuk mengoptimalkan neurolinguistik siswa di
sekolah dasar. JANACITTA: Journal of Primary and Children’s Education, 8(1), halaman.12-
21
Rohimah, S., & Anjasari, D. (2021). Efektivitas lembar kerja digital dalam pembelajaran daring
bahasa Indonesia. Jurnal Learning Innovation, 5(2), 112121.
Salsabila, R., & Yuniarti, S. (2020). Strategi penyusunan narasi sederhana untuk siswa kelas rendah.
Jurnal Pembelajaran Bahasa Indonesia, 4(1), 5564.
Sari, P., & Puspitasari, L. (2020). Analisis kesulitan menyimak siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi
Pendidikan Dasar, 4(2), 7785.
Sayuti, A. S. L., Berliani, M. K., Lestari, S., Saputra, D. D., Amalia, H., Istiq'faroh, N., & Zahroh,
U. A. (2025). Efektivitas media pembelajaran digital LiBeRu dalam membangun lingkungan
belajar yang interaktif dan menyenangkan. Tumoutou Social Science Journal (TSSJ), 2(1), 27-
41.
Setyorini, D., Widodo, S., & Arifin, Z. (2022). Efektivitas LKS kontekstual terhadap hasil belajar
siswa. Jurnal Pedagogia, 14(1), 112.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 22-29
E-ISSN: 3031-2957
29
Khanah Fitazkirah et.al (Keefektifan LKPD Berbasis Cerita....)
Sundari, W., & Fitriani, R. (2021). Bahan ajar bermuatan budaya lokal untuk pembelajaran tematik
SD. Jurnal Basicedu, 5(4), 25332544.
Susilawati, E., & Kurnia, H. (2024). Nilai Kearifan Lokal pada Kesenian Budaya Ondel-ondel di
Tanah Betawi (Studi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta). JISBI: Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya
Indonesia, 2(2), 6774.
Suwandi, J., & Hartono, W. (2023). Pengembangan bahan ajar bilingual berbasis kearifan lokal.
Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(1), 3748.
Tania, K., & Yusri, F. (2020). Students’ listening comprehension improvement through storytelling.
Journal of Language Teaching, 12(2), 90103.
Utami, N., & Wibowo, A. (2021). Media video animasi untuk meningkatkan keterampilan
menyimak siswa SD. Jurnal Pena Edukasi, 6(1), 4456.
Wulandari, S., Pratiwi, T., & Anwar, Y. (2022). Pembelajaran menyimak dengan pendekatan
berbasis cerita lokal. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(1), 110.
Yuliasari, N., Purnama, D., & Kinasih, I. (2021). Pengembangan soal literasi menyimak siswa SD.
Jurnal Bahasa & Sastra, 8(1), 2131.