JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
43
Firyal Amelia Mufidah et.al (Efektivitas Implementasi LKPD Bahasa....)
Efektivitas Implementasi LKPD Bahasa Indonesia
Berbasis Kearifan Lokal Sedekah Bumi bagi
Peningkatan Kompetensi Berbahasa Siswa Kelas V
Neila Aulya Iskandari
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Firyal Amelia Mufidah
c,3
a,b,c
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya 60231, Indonesia
1
24010644301@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulisqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644288@mhs.unesa.ac.id
*
24010644301@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas pembelajaran
Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih didominasi oleh metode
konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan
nyata siswa. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan,
kemandirian, serta hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Sedekah Bumi dalam
meningkatkan kompetensi berbahasa siswa kelas V. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental
tipe One Group PretestPosttest Design. Subjek penelitian terdiri dari 19
siswa kelas V SDN Karangpuri 2. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui tes pretest dan posttest serta angket respons siswa terhadap
pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji
normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian
menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pretest
dan posttest dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai rata-
rata N-Gain sebesar 0,5444 termasuk dalam kategori sedang, yang
menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis kearifan lokal cukup
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, hasil analisis
menunjukkan bahwa aspek bahasa berada pada kategori sangat baik,
sedangkan aspek struktur, isi, dan keefektifan berada pada kategori
baik. Integrasi kearifan lokal dalam LKPD mampu menciptakan
pembelajaran yang kontekstual, meningkatkan motivasi, serta
mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. Dengan demikian,
LKPD berbasis kearifan lokal terbukti efektif sebagai inovasi
pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Kata Kunci:
Bahasa Indonesia,
Efektivitas,
Hasil Belajar,
Kearifan Lokal,
LKPD
ABSTRACT
Keywords:
Indonesian Language,
Effectiviness,
Learning Outcomses,
Local Wisdom,
Student Worksheet (LKPD)
This study is motivated by the low effectiveness of Indonesian language
learning in elementary schools, which is still dominated by conventional
teaching methods and lacks connection to students’ real-life contexts. This
condition affects students’ engagement, learning independence, and
overall achievement. Therefore, this study aims to analyze the effectiveness
of implementing student worksheets (LKPD) based on the local wisdom of
Sedekah Bumi in improving fifth-grade students’ language competencies.
This research employed a quantitative approach with a pre-experimental
design using the One Group PretestPosttest Design. The subjects of this
study were 19 fifth-grade students of SDN Karangpuri 2. Data were
collected through pretest and posttest, as well as student response
questionnaires. The data were analyzed using descriptive statistics,
normality test, paired sample t-test, and N-Gain test. The results showed a
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
44
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
significant improvement between pretest and posttest scores, with a
significance value of 0.000 < 0.05. The average N-Gain score was 0.5444,
which falls into the moderate category, indicating that the use of LKPD
based on local wisdom is sufficiently effective in improving students’
learning outcomes. In addition, the language aspect achieved a very good
category, while the structure, content, and effectiveness aspects were
categorized as good. The integration of local wisdom into LKPD creates
contextual learning, increases student motivation, and facilitates
understanding of the material. Thus, LKPD based on local wisdom is
proven to be an effective innovation in Indonesian language learning at
the elementary school level.
©2026, Firyal Amelia Mufidah, Nurul Istiq’faroh, Firyal Amelia Mufida
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang menjadi salahsatu ciri khas bangsa
Indonesia dan digunakan sebagai bahasa nasio-nal. Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan
salah satu mata pelajaranyang harus diajarkan di Sekolah Dasar. Hal ini yang merupakan
salahsatu sebab mengapa pelajaran bahasa Indonesia harus diajarkan padasemua jenjang
pendidikan, terutama di SD/ MI karena merupakan dasardari semua pembelajaran. Tujuan
mata pelajaran tersebut jika dipa-hami oleh guru akan memberi dampak kepada kegiatan
pembelajaran yang mengarah kepada siswa mampu berkomunikasi melalui
bahasaIndonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan oleh guru untuksiswa mampu
memahami dan menggunakan bahasa Indonesia secaraefektif dan efisien baik lisan maupun
tulisan (Farhrohman, 2017). Membaca merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting
untuk dikuasai siswa. Membaca memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan maupun
sosial. Membaca sangat penting untuk bekal dalam keberhasilan di masa mendatang. Membaca
juga dapat mengembangkan literasi seseorang, artinya secara tidak langsung orang tersebut
ikut berkontribusi dalam memajukan bangsa Indonesia ke depannya. Membaca termasuk
didalam satu dari empat keterampilan (Muhaimin et al., 2023).
Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali menggunakan buku
teks yang kurang memanfaatkan sumber-sumber belajar yang relevan dengan kehidupan siswa,
sehingga proses belajar menjadi tidak efektif. Salah satu langkah yang dapat diambil untuk
mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan
siswa. Berdasarkan beberapa penelitian, ditemukan bahwa dalam kegiatan pembelajaran
bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan, yang
berdampak pada rendahnya kemandirian dalam belajar (Arumdyahsari & Susanto, Widodo Hs,
2016). Rendahnya kemandirian belajar dalam pelajaran Bahasa Indonesia terlihat dari hasil
atau laporan beberapa peneliti, yang menunjukkan bahwa kurangnya kemandirian peserta
didik disebabkan oleh minimnya keterlibatan mereka dalam proses belajar. Belajar mandiri
bukanlah belajar individual,akan tetapi belajar yang menuntut kemandirian seorang siswa
untuk belajar, belajar mandiri upaya untuk mengembangkan kebebasan kepada siswa
dalam mendapat informasi dan pengetahuan yang tidak dikendalikan oleh orang lain
(Rahmadin & Rahmawati, 2025).
Salah satu cara untuk meningkatkan makna pembelajaran adalah dengan
mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam materi ajar. Melalui kegiatan yang berbasis pada
kearifan lokal, diharapkan proses belajar akan lebih bervariasi dan dapat meningkatkan
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
45
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
keterampilan siswa dalam membaca dan memahami materi Bahasa Indonesia. Pemanfaatan
bahan bacaan yang mencerminkan nilai-nilai budaya setempat diharapkan dapat mendukung
pengembangan karakter dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Penanaman
budaya lokal dalam pendidikan penting untuk membentuk identitas dan jati diri sebuah bangsa.
Ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang berkarakter. Salah satu cara
yang dapat dilakukan yaitu dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam bentuk LKPD
(lembar kerja peserta didik). Keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran
berbasis kearifan lokal sangat penting untuk ditingkatkan. Oleh karena itu diperlukan
pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan LKPD Terpadu terintegrasi kearifan lokal
(Lubis et al., 2022) . Kebanyakan guru masih menggunkan metode ceramah dan menggunakan
buku paket BSE dan LKPD yang beredar di pasaran kurang memberikan pengalaman pada
peserta didik (Dermawati et al., 2019).
Untuk itu, diperlukan sarana yang digunakan dalam pelaksanaan pengajaran Bahasa
Indonesia. Dalam hal ini, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu alat yang
dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung aktivitas pengajaran di kelas dan juga dapat
memenuhi kebutuhan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.LKPD juga salah satu
sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga akan
terbentuk interaksi yang efektif antara peserta didik (Umbaryati, 2013). Di samping itu, LKPD
sangat diperlukan dalam kegiatan belajar agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang
diajarkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kemauan dan imajinasi dari guru untuk
mengembangkan LKPD dalam proses belajar mengajar. Tingkat efektifitas LKPD berbasis
lingkungan dilihat dari angket respon peserta didiksangat baik terhadap LKPD karena
memperoleh nilai persentase respon peserta didik sebesar 95% (Dermawati et al., 2019).
Dengan penerapan LKPD ini, diharapkan siswa dapat membangun literasi dan pendidikan
karakter. LKPD ini wajib ada dalam proses pembelajaran karena dapat membantu siswa dalam
belajar, maka penting untuk mengembangkan LKPD lebih lanjut.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-
eksperimen, penelitian pre-experimental ini design penelitian hanya melibatkan satu
kelompok subjek tanpa adanya kelompok kontrol. Dalam pre-experimental design terdapat
beberapa alternatif rancangan, yaitu One-Shot Case Study, One Group PretestPosttest
Design, dan Static-Group Comparison. Berdasarkan karakteristik penelitian pre-experimental
bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa sebelum dan sesudah penerapan
LKPD berbasis kearifan lokal, maka rancangan yang digunakan adalah One Group Pretest
Posttest Design. Rancangan ini memberikan tes awal (pretest) sebelum perlakuan dan tes akhir
(posttest) setelah perlakuan, sehingga perubahan kemampuan siswa dapat diketahui secara
lebih jelas (Dahlan, 2024) Data penelitian berupa data kuantitatif hasil tes pemahaman teks
kearifan lokal dan kemampuan menyusun teks laporan hasil observasi, serta data respons siswa
terhadap penggunaan LKPD. Sumber data penelitian adalah siswa kelas V SDN Karangpuri 2
yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal.
Teknik pengumpulan dilakukan melalui tes pretest dan posttest, pretest diberikan sebelum
pelaksanaan pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal siswa sedangkan posttest
diberikan setelah penerapan LKPD kearifan lokal untuk mengetahui peningkatan pemahaman
siswa, jadi, pretest dan posttest merupakan bentuk evaluasi formatif yang berfungsi untuk
mengetahui kemajuan atau perkembangan belajar siswa (Siregar & Nikmah Royani Harahap,
2023). Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas V, di mana 4 siswa di antaranya merupakan
siswa inklusi yang memerlukan pendekatan pembelajaran yang terdiferensiasi. Hasil pretest
menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh capaian awal pada kisaran 5065%,
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
46
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
yang menunjukkan kemampuan awal siswa dalam memahami teks kearifan lokal dan
menyusun teks laporan hasil observasi yang berada pada kategori cukup. Setelah pelaksanaan
pembelajaran menggunakan LKPD berbasis kearifan lokal, hasil posttest menunjukkan adanya
peningkatan capaian belajar siswa dengan persentase 8095%. Peningkatan hasil belajar juga
terlihat pada siswa inklusi yang menunjukkan perkembangan kemampuan setelah mengikuti
proses pembelajaran menggunakan LKPD yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar mereka.
Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata pretest dan
posttest untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut
dihitung menggunakan perhitungan N-Gain untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan
LKPD dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini dilaksankan di SDN Mojorangaung dengan melibatkan siswa kelas 5 sebagai
subjek penelitian. Seluruh siswa kelas 5 dijadikan populasi penelitian. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul dan LKPD dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket pretest dan posttest dan
penyebaran instrumen kepuasan siswa terhadap pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS. Data yang
terkumpul kemudian diolah menjadi sebagai berikut:
Tabel 1. Descriptive Statistics
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif menggunakan SPSS, diperoleh data bahwa
jumlah responden sebanyak 26 siswa menunjukkan bahwa aspek struktur memiliki nilai rata-
rata sebesar 3,04 yang termasuk dalam kategori baik. Aspek isi memperoleh rata-rata sebesar
2,85 yang juga berada dalam kategori baik. Selanjutnya, aspek bahasa memperoleh nilai rata-
rata tertinggi yaitu sebesar 3,92 yang termasuk dalam kategori (Amay, n.d.) sangat baik. Hal ini
menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam penggunaan bahasa sudah sangat baik. Adapun
aspek keefektifan memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,15 yang termasuk dalam kategori baik.
Secara keseluruhan, hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan modul dan LKPD dalam
pembelajaran memberikan hasil yang baik terhadap kemampuan siswa.
Sebelum dilakukan analisis lebih lanjut, instrumen penelitian terlebih dahulu diuji
kualitasnya melalui uji validitas. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana setiap
item dalam instrumen mampu mengukur aspek yang seharusnya diukur. Pengujian validitas
dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS melalui korelasi antara skor item
dengan skor total.
Tabel 2. Uji Normalitas
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
47
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
Hasil nilai signifikansi (Sig.) uji normalitas menunjukkan lebih besar dari 0,05 dengan data
pretest dan posttest nya berdistribusi normal, dan dapat disimpulkan data penelitian memenuhi
asumsi normalitas
Tabel 3. Uji T
Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan
post-test. Dengan demikian, penggunaan LKPD berbasis kearifan lokal pada materi Sedekah
Bumi terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Tabel 4. Uji N-Gain
hasil uji N-Gain, diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,5444 yang termasuk dalam kategori
sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis kearifan lokal pada materi
Sedekah Bumi cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.Selain itu, nilai N-
Gain yang relatif merata pada setiap siswa menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan
mampu memberikan dampak positif secara keseluruhan.
Analisis data penelitian untuk menguji keefektifan LKPD meliputi uji statistik deskriptif,
uji normalitas, uji paired sample t-test, serta uji N-Gain, diperoleh ada peningkatan hasil belajar
peserta didik setelah penerapan LKPD berbasis kearifan lokal pada materi sedekah bumi.
analisis uji keefektifan menunjukkan adanya perubahan yang signifikan baik dari segi rata-rata
nilai maupun tingkat efektivitas pembelajaran. Rata-rata nilai pada aspek struktur sebesar 3,04
yang termasuk kategori baik, aspek isi sebesar 2,85 dengan kategori baik, aspek bahasa sebesar
3,92 yang termasuk kategori sangat baik, serta aspek keefektifan sebesar 3,15 yang berada pada
kategori baik. Tingginya nilai pada aspek bahasa menunjukkan bahwa siswa memiliki
kemampuan yang sangat baik dalam penggunaan bahasa setelah mengikuti pembelajaran
menggunakan LKPD berbasis kearifan lokal. Siswa juga merasa antusias ketika mengetahui hal-
hal baru dalam materi kearifan lokal yang sebelumnya belum mereka ketahui. Sebelum
penerapan LKPD, proses pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional berupa
ceramah dan penugasan, sehingga keterlibatan siswa masih terbatas. Setelah LKPD
diimplementasikan, terjadi peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan dari hasil evaluasi
yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD lebih efektif dibandingkan
metode pembelajaran sebelumnya dan menunjukkan bahwa LKPD tidak hanya berfungsi
(Rahayuningsih et al., 2018)sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang
mampu meningkatkan kualitas pemahaman siswa secara bertahap.
integrasi kearifan lokal dalam LKPD memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
peningkatan pemahaman siswa. Materi yang dikaitkan dengan tradisi Sedekah Bumi menjadikan
pembelajaran lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kondisi ini
memudahkan siswa dalam memahami isi teks serta meningkatkan minat dan motivasi belajar.
Pembelajaran yang kontekstual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa karena mereka
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
48
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
merasa materi yang dipelajari memiliki relevansi dengan lingkungan mereka. Temuan ini
sejalan dengan penelitian sebelumnya yang juga menunjukkan bahwa LKPD memiliki peran
signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. (Rahayuningsih et al., 2018) dalam
penelitiannya yang berjudul Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Dengan
Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ips Bagi Siswa Kelas
Iv Sekolah Dasar menunjukkan bahwa Pembelajaran menggunakan LKPD dengan pendekatan
saintifik yang telah dilakukan dapat membantu siswa dalam membangun pemahamannya sendiri
dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Dalam penelitian tersebut, diperoleh
adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas yang menggunakan LKPD dan yang
tidak menggunakan LKPD, di mana kelas yang menggunakan LKPD memiliki peningkatan
hasil belajar yang lebih tinggi. Kesamaan dengan penelitian ini terletak pada efektivitas LKPD
dalam meningkatkan hasil belajar, meskipun konteks yang digunakan berbeda. Pada penelitian
ini, efektivitas diperkuat dengan integrasi kearifan lokal, sedangkan penelitian sebelumnya
menggunakan pendekatan saintifik.
hasil penelitian ini juga relevan dengan penelitian (Dewi Sulasriani, Ahmad Samawi, Lilis
Sunarti, 2023) menyatakan LKPD IPAS berbasis experiential learning dapat meningkatkan
hasil belajar peserta didik kelas IV pada pembelajaran IPAS dan mampu meningkatkan hasil
belajar peserta didik dibandingkan melalui metode ceramah, menjelaskan penjelasan guru, dan
membaca buku maupun mengerjakan tugas-tugas saja. Dalam Penelitian oleh (Trapada et al.,
2025) dengan judul “Pengembagan LKPD Jeraya” menjelaskan Berdasarkan hasil penelitian dan
pengembangan LKPD JERAYA (Jelajah Surabaya) berbasis local wisdom untuk meningkatkan
pemahaman budaya lokal pada materi keragaman budaya Indonesia kelas V sekolah dasar
diperoleh kesimpulan bahwa proses pengembangan LKPD JERAYA (Jelajah Surabaya)
berbasis local wisdom menggunakan model pengembangan ADDIE yang melalui beberapa
tahapan yaitu analisis, rancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.Diketahui
bahwasannya dari ketiga validasi tersebut LKPD JERAYA (Jelajah Surabaya) berbasis local
wisdom pada materi keragaman budaya Indonesia sangat valid digunakan dalam aktivitas
pembelajaran. Praktisitas LKPD JERAYA (Jelajah Surabaya) berbasis local wisdom pada
materi keragaman budaya Indonesia memenuhi kriteria sangat praktis ditunjukkan dari angket
tanggapan peserta didik pada skala kecil besar dengan presentase 95% dan 94% dan presentase
angket tanggapan guru skala kecil dan skala besar 100% dan 94,6% . Dengan demikian LKPD
JERAYA (Jelajah Surabaya) berbasis local wisdom pada materi keragaman budaya Indonesia
sangat praktis digunakan dalam aktivitas Diketahui bahwasannya dari ketiga validasi tersebut
LKPD JERAYA (Jelajah Surabaya) berbasis local wisdom pada materi keragaman budaya
Indonesia sangat valid digunakan dalam aktivitas pembelajaran.
Dari permasalahan yang ada dalam jurnal “Pengembangan LKPD Berbasis
Kearifan Lokal Pembelajran IPAS Materi Indonesiaku Kaya Budaya dikelas IV SDN
06 Sitiung” ,
(Eliza et al., 2025)
melakukan terobosan baru berupa pengembangan LKPD
berbasis kearifan lokal sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan
LKPD berbasis kearifan lokal merupakan salah satu sumber belajar yang bisa dijadikan
rujukan bagi peserta didik. Dalam membuat media pembelajaran sebagai panduan belajar
peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan aktif . Lembar
kerja peserta didik (LKPD) berbasis kearifan lokal dapat menunjang proses pembelajaran
menjadi optimal, yang baik dan valid sehingga layak diggunakan dalam pembelajaran.
Berdasarkan pengembangan yang telah dilakukan terhadap media pembelajaran LKPD
pada pelajaran IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya di kelas IV SDN 06 Sitiung dapat
disimpulkan bahwa Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis
Kearifan Lokal Pembelajaran IPAS Materi Indonesiaku Kaya Budaya di Kelas IV SDN
06 Sitiung menggunakan model ADDIE dengan hasil validasi yang dilakukan oleh
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
49
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
validator Media/Desain yakni Ibuk Trinindi Eriswan Fitri, M. Pd, mendapatkan skor
penilaian 88% dengan kategori valid, validator bahasa oleh Bapak Aprimadedi, M. Pd
mendapatkan skor penilaian 95% dengan kategori sangat valid, serta validator isi dan
materi mendapatkan skor penialian 102% dengan kategori sangat valid.
Perbedaannya terletak pada pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan saintifik,
experiential learning, dan kearifan lokal. Namun demikian, keempatnya menunjukkan hasil yang
konsisten bahwa LKPD mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini mengindikasikan bahwa
efektivitas LKPD tidak hanya bergantung pada bentuknya, tetapi juga pada bagaimana LKPD
tersebut dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Selain itu, integrasi
kearifan lokal dalam LKPD juga memperkuat pendekatan kontekstual dalam pembelajaran.
Materi yang dikaitkan dengan budaya lokal seperti Sedekah Bumi menjadikan pembelajaran lebih
bermakna karena siswa dapat menghubungkan materi dengan pengalaman nyata mereka. Hal ini
sejalan dengan prinsip pembelajaran kontekstual yang menekankan bahwa pembelajaran akan
lebih efektif jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa, adalah sebagai berikut:
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
50
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
Gambar, LKPD & Kegiatan Penelitian
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan LKPD yang
berlandaskan kearifan lokal dalam pengajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar
terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Ini terlihat dari adanya
peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, dan juga didukung oleh hasil uji
statistik (uji t dan N-Gain) yang menunjukkan adanya peningkatan. Selain itu, kemampuan
siswa dalam aspek bahasa dan efektivitas pembelajaran berada pada kategori baik hingga
sangat baik, dengan aspek bahasa menjadi yang paling menonjol. Integrasi kearifan lokal,
terutama melalui topik Sedekah Bumi, mampu menjadikan pembelajaran lebih kontekstual,
menarik, dan berhubungan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Hal ini berkontribusi pada
peningkatan motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. LKPD
juga membantu siswa untuk belajar dengan lebih mandiri, aktif, dan mengembangkan
keterampilan berpikir kritis serta kerjasama. Dengan demikian, pengembangan dan
implementasi LKPD yang berbasis kearifan lokal sangat dianjurkan sebagai inovasi dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, karena selain meningkatkan prestasi belajar,
juga menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter pada siswa.
5. Daftar Pustaka
Amay, S. (N.D.). Komponen-Komponen Dlam Proses Pendidikan. Retrieved March 11, 2026,
From
Https://Books.Google.Co.Id/Books?Hl=Id&Lr=&Id=0icieqaaqbaj&Oi=Fnd&Pg=PA85&
Dq=Hidayat,+R.,+%26+Abdillah.+(2021).+Ilmu+Pendidikan:+Konsep,+Teori+Dan+Apl
ikasinya.+Medan:+LPPPI.&Ots=Cfvtm5hopu&Sig=Rct-Uxtuha7dbx1-
Chox6oxdtwi&Redir_Esc=Y#V=Onepage&Q=Hidayat%2C R.%2C %26 Abdillah.
(2021). Ilmu Pendidikan%3A Konsep%2C Teori Dan Aplikasinya. Medan%3A
LPPPI.&F=False
Arumdyahsari, S., & Susanto, Widodo Hs, G. (2016). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING ( BIPA ) TINGKAT MADYA. 1, 828834.
Dahlan, A. (2024). Desain Penelitian Pre Eksperimen. Https://Pendidikan.Matamu.Net/Desain-
Penelitian-Pre-Eksperimen
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 43-51
E-ISSN: 3031-2957
51
First Author et.al (Title of paper shortly, 3-5 first-words)
Dermawati, N., Suprapta, & Muzakkir. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik
(Lkpd) Berbasis Lingkungan. Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 1, Maret 2019, 7(1),
7478.
Dewi Sulasriani, Ahmad Samawi, Lilis Sunarti, E. L. (2023). PENGGUNAAN LKPD IPAS
BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
MATERI PENGARUH GAYA TERHADAP BENDA PESERTA DIDIK KELAS IV SD Dewi.
08.
Eliza, E., Asmaryadi, A. I., & Filahanasari, E. (2025). PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA
PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KEARIFAN LOKAL PEMBELAJARAN IPAS
MATERI INDONESIAKU KAYA BUDAYA DI KELAS IV SDN 06 SITIUNG. Journal
Binagogik, 12(2), 235245.
Farhrohman, O. (2017). Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SD / MI. Implementasi
Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SD/MI Oleh:, 1, 2334.
Lubis, N. A., Oktaviani, O., Putri, M. D., & Ilhami, A. (2022). Pelatihan Dan Pendampingan
Guru SMP Dalam Penyusunan LKPD IPA Terpadu Terintegrasi Kearifan Lokal Aceh.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, September 2022, 8 (15), 444-454, 8(September), 444
454.
Muhaimin, M. R., Ni’mah, N. U., & Listryanto, D. P. (2023). PERANAN MEDIA
PEMBELAJARAN KOMIK TERHADAP. 4(1), 339-45.
Rahayuningsih, D. I., Mustaji, & Subroto, W. T. (2018). SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS BAGI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Mahasiswa Program Pascasarjana , Prodi Pendidikan Dasar , Universitas Negeri
Surabaya , Dosen Pascasarjana , Prodi Pendidikan Dasar , Universitas Negeri Suraba.
4(2).
Rahmadin, B., & Rahmawati, P. (2025). Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning
Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 3 SDN
Munggangsari. 2(1), 110116. Https://Doi.Org/10.62947/Jkpi.V2i1.53
Siregar, N. A., & Nikmah Royani Harahap, H. S. H. (2023). HUBUNGAN ANTARA PRETEST
DANN POSTEST DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII B DI MTS
ALWASHLIYAH PANTAI CERMIN. 07(01).
Trapada, M., Nurcahyani, A., Metalin, A., Puspita, I., Guru, P., Dasar, S., Surabaya, U. N., &
Info, A. (2025). PENGEMBANGAN LKPD JERAYA ( JELAJAH SURABAYA ) BERBASIS
LOCAL WISDOM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BUDAYA LOKAL PADA
MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA. 13(7), 18691882.
Umbaryati. (2013). Pentingnya LKPD Pada Pendekatan Scientific Pembelajaran Matematika.
1, 217225.