keterampilan siswa dalam membaca dan memahami materi Bahasa Indonesia. Pemanfaatan
bahan bacaan yang mencerminkan nilai-nilai budaya setempat diharapkan dapat mendukung
pengembangan karakter dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Penanaman
budaya lokal dalam pendidikan penting untuk membentuk identitas dan jati diri sebuah bangsa.
Ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang berkarakter. Salah satu cara
yang dapat dilakukan yaitu dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam bentuk LKPD
(lembar kerja peserta didik). Keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran
berbasis kearifan lokal sangat penting untuk ditingkatkan. Oleh karena itu diperlukan
pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan LKPD Terpadu terintegrasi kearifan lokal
(Lubis et al., 2022) . Kebanyakan guru masih menggunkan metode ceramah dan menggunakan
buku paket BSE dan LKPD yang beredar di pasaran kurang memberikan pengalaman pada
peserta didik (Dermawati et al., 2019).
Untuk itu, diperlukan sarana yang digunakan dalam pelaksanaan pengajaran Bahasa
Indonesia. Dalam hal ini, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu alat yang
dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung aktivitas pengajaran di kelas dan juga dapat
memenuhi kebutuhan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.LKPD juga salah satu
sarana untuk membantu dan mempermudah dalam kegiatan belajar mengajar sehingga akan
terbentuk interaksi yang efektif antara peserta didik (Umbaryati, 2013). Di samping itu, LKPD
sangat diperlukan dalam kegiatan belajar agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang
diajarkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kemauan dan imajinasi dari guru untuk
mengembangkan LKPD dalam proses belajar mengajar. Tingkat efektifitas LKPD berbasis
lingkungan dilihat dari angket respon peserta didiksangat baik terhadap LKPD karena
memperoleh nilai persentase respon peserta didik sebesar 95% (Dermawati et al., 2019).
Dengan penerapan LKPD ini, diharapkan siswa dapat membangun literasi dan pendidikan
karakter. LKPD ini wajib ada dalam proses pembelajaran karena dapat membantu siswa dalam
belajar, maka penting untuk mengembangkan LKPD lebih lanjut.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-
eksperimen, penelitian pre-experimental ini design penelitian hanya melibatkan satu
kelompok subjek tanpa adanya kelompok kontrol. Dalam pre-experimental design terdapat
beberapa alternatif rancangan, yaitu One-Shot Case Study, One Group Pretest–Posttest
Design, dan Static-Group Comparison. Berdasarkan karakteristik penelitian pre-experimental
bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa sebelum dan sesudah penerapan
LKPD berbasis kearifan lokal, maka rancangan yang digunakan adalah One Group Pretest–
Posttest Design. Rancangan ini memberikan tes awal (pretest) sebelum perlakuan dan tes akhir
(posttest) setelah perlakuan, sehingga perubahan kemampuan siswa dapat diketahui secara
lebih jelas (Dahlan, 2024) Data penelitian berupa data kuantitatif hasil tes pemahaman teks
kearifan lokal dan kemampuan menyusun teks laporan hasil observasi, serta data respons siswa
terhadap penggunaan LKPD. Sumber data penelitian adalah siswa kelas V SDN Karangpuri 2
yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal.
Teknik pengumpulan dilakukan melalui tes pretest dan posttest, pretest diberikan sebelum
pelaksanaan pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal siswa sedangkan posttest
diberikan setelah penerapan LKPD kearifan lokal untuk mengetahui peningkatan pemahaman
siswa, jadi, pretest dan posttest merupakan bentuk evaluasi formatif yang berfungsi untuk
mengetahui kemajuan atau perkembangan belajar siswa (Siregar & Nikmah Royani Harahap,
2023). Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas V, di mana 4 siswa di antaranya merupakan
siswa inklusi yang memerlukan pendekatan pembelajaran yang terdiferensiasi. Hasil pretest
menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh capaian awal pada kisaran 50–65%,