JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
52
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
Efektivitas Video Interaktif Keragaman Makanan
Tradisional Sumatera dalam Meningkatkan
Keterampilan Menyusun Kata pada Siswa Fase A
Nur Imama Dwi Agustin
a,1
Nurul Istiq’faroh
b,2
Rachma Adila Herdiansyah
c,3
a,b,c
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya
1
24010644274@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644278@mhs.unesa.ac.id
*
24010644274@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan video
interaktif berbasis keragaman makanan tradisional Sumatera dalam
meningkatkan keterampilan menulis permulaan pada siswa Fase A sekolah
dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas I SDN
Lidah Wetan 4 Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes
berupa pretest dan posttest, sedangkan analisis data menggunakan uji
normalitas, uji Wilcoxon Signed Ranks Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan uji
non-parametrik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0,002 (< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
pretest dan posttest. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata
sebesar 0,8047 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan
bahwa penggunaan video interaktif efektif dalam meningkatkan
keterampilan menulis permulaan siswa. Dengan demikian, media video
interaktif berbasis konteks budaya lokal dapat menjadi alternatif
pembelajaran yang inovatif, menarik, dan bermakna dalam mendukung
perkembangan literasi awal siswa sekolah dasar.
Kata Kunci:
Video Interaktif
Menulis Permulaan
Literasi Awal
Budaya Lokal
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Interactive Video
Early Writing
Early Literacy
Local Culture
Elementary School
This study aims to analyze the effectiveness of using interactive videos based
on the diversity of traditional Sumatran foods in improving the early writing
skills of elementary school students in Phase A. This study used a quantitative
approach with a One Group Pretest-Posttest design. The subjects were 12
first-grade students of Lidah Wetan 4 Elementary School, Surabaya. Data
collection techniques were carried out through pretests and posttests, while
data analysis used normality tests, Wilcoxon Signed Rank Tests, and N-Gain
tests. The results showed that the data were not normally distributed, so non-
parametric tests were used. The Wilcoxon test results showed a significance
value of 0.002 (<0.05), indicating a significant difference between the pretest
and posttest results. In addition, the N-Gain test results showed an average
value of 0.8047, which is included in the high category. This indicates that
the use of interactive videos is effective in improving students' early writing
skills. Thus, interactive video media based on local cultural contexts can be
an innovative, interesting, and meaningful learning alternative to support the
development of early literacy in elementary school students.
©2026, Nur Imama Dwi Agustin, Nurul Istiq’faroh, Rachma Adila Herdiansyah
This is an open access article under CC BY-SA license
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
53
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
1. Pendahuluan
Ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia SD terdapat
empat keterampilan berbahasa diantaranya menyimak, berbicara, membaca dan menulis
menurut (Hartati dalam Fatihah Hendayana et al., 2024). Menulis permulaan merupakan
keterampilan berbahasa dasar pada siswa sekolah dasar, khususnya Fase A dalam Kurikulum
Merdeka. Keterampilan ini berperan penting dalam membantu siswa mengenal huruf,
mengaitkan bunyi dengan simbol, serta menyusun kata sederhana. Pada tahap awal, siswa mulai
membedakan huruf vokal dan konsonan serta menuliskannya dengan tepat. Oleh karena itu,
diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif agar siswa dapat
memahami konsep bahasa secara lebih konkret. Media pembelajaran audio visual interaktif
esensial dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik serta mempermudah pendidik
dalam menyampaikan materi untuk meningkatkan pemahaman peserta didik (Aisah Purwandini
& Istiq’faroh, 2025; Auria et al., 2023). Pemanfaatan teknologi juga terbukti dapat memperkuat
motivasi dan semangat belajar siswa karena menciptakan interaksi edukatif yang lebih fleksibel
(Samili et al., 2024). Penelitian menurut (Septiana Sholikhah et al., 2024) menunjukkan bahwa
media pembelajaran interaktif berbasis teknologi mampu meningkatkan keterlibatan dan
pemahaman siswa karena menggabungkan unsur visual, audio, dan aktivitas interaktif. Salah
satu bentuknya adalah video, yang dapat membantu siswa memahami materi yang bersifat
abstrak dengan menyajikan pesan secara lebih konkret.
Penggunaan metode pengajaran yang tidak tepat dapat menimbulkan kejenuhan dan
kurangnya pemahaman siswa, sehingga hasil belajar cenderung rendah (Istiq, 2023). Hal ini
didukung oleh penelitian dari (Barokah et al., 2024) menunjukkan bahwa di lapangan masih
terdapat guru yang menggunakan media pembelajaran konvensional seperti buku dan gambar,
yang kurang mampu menarik minat siswa karena sulit memvisualisasikan materi. Padahal di sisi
lain media pembelajaran memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan individu peserta
didik, sehingga penggunaannya harus dirancang secara efektif dan efisien sesuai dengan
karakteristik serta kebutuhan belajar siswa (Zai et al., 2024). Sejalan dengan pernyataan tersebut,
berbagai permasalahan masih ditemukan dalam pembelajaran menulis permulaan pada siswa
Fase A. Banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf b, d, dan p. Pernyataan
ini di dukung oleh penelitian dari (Mitra & Febrina, 2021) yang membahas mengenai siswa yang
belum mengenal dan membedakan huruf yang bunyinya hampir sama seperti huruf, b, dan d,
huruf f dan v, huruf m dan w, serta saat membaca apa yang diucapkan siswa tidak sesuai dengan
rangkaian huruf. Selain itu, siswa juga sering melakukan kesalahan dalam mengeja dan menulis
kata dasar, sehingga hasil tulisannya kurang tepat. Kondisi ini membuat siswa menjadi ragu dan
kurang percaya diri saat membaca maupun menulis di depan kelas, serta dapat menghambat
perkembangan literasi awal jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu penggunaan media
pembelajaran interaktif dapat membantu siswa memahami hubungan antara huruf dan bunyi
secara lebih jelas serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan (Yulianto
& Buchori, 2025). Selain itu, media pembelajaran berbasis video juga dapat meningkatkan
keterampilan bahasa siswa karena materi disajikan secara menarik dan mudah dipahami
(Agustini et al., 2024).
Berbagai penelitian telah mengkaji penggunaan media pembelajaran interaktif dalam
meningkatkan literasi siswa sekolah dasar. Media berbasis teknologi seperti video interaktif,
multimedia digital, dan animasi terbukti efektif membantu pemahaman siswa karena penyajian
materi yang visual dan kontekstual (Fitriya et al., 2024; Oktariani et al., 2024). Penggunaan video
interaktif juga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan (Wati et al.,
2024), serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi (Adawiyah et al., 2024). Temuan
tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berpotensi besar dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga penggunaan media yang tepat dapat
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
54
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
menghasilkan siswa yang kreatif, produktif, dan berpengetahuan lebih baik (Setiawan et al.,
2023). Media pembelajaran digital dapat diterapkan pada berbagai disiplin ilmu, namun Bahasa
Indonesia berperan penting sebagai dasar ilmu pengetahuan sehingga perlu dirancang menarik
untuk meningkatkan pemahaman, hasil belajar, dan rasa bangga siswa (Auria et al., 2023b).
Meskipun demikian, penelitian sebelumnya masih banyak berfokus pada peningkatan hasil
belajar secara umum, sementara kajian tentang penggunaan video interaktif untuk keterampilan
menulis permulaan pada siswa Fase A masih terbatas. Pengembangan video berbasis interaktif,
kreatif, dan aktif (IKA) terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami
materi (Ika Lailiyatul Muniroh & Nurul Istiq’faroh, 2025). Selain itu, integrasi budaya lokal
dalam media pembelajaran masih kurang, padahal konteks budaya dapat membuat pembelajaran
lebih bermakna. Nilai kearifan lokal juga berperan penting dalam menjaga tatanan sosial dan
identitas bangsa, seperti pada masyarakat Suku Tolaki dengan sistem 'Sara' dan simbol 'Kalosara'
(Mariyatul Koimah et al., 2025). Oleh karena itu, diperlukan pengembangan video interaktif
berbasis budaya lokal agar pembelajaran lebih menarik dan kontekstual (Agustini et al., 2024;
Tri Susanti et al., 2024).
Penelitian ini mengembangkan dan menguji video interaktif berbasis keragaman makanan
tradisional Sumatera sebagai konteks pembelajaran menulis permulaan. Media ini tidak hanya
membantu siswa mengenal huruf dan menyusun kata, tetapi juga memperkenalkan budaya
Indonesia secara kontekstual. Integrasi teknologi dan budaya lokal memberikan pengalaman
belajar yang lebih bermakna bagi siswa (Natharani et al., 2024; Saputri et al., 2024; Kurniawan
et al., 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas video interaktif dalam
meningkatkan keterampilan menulis permulaan siswa Fase A (Oktariani et al., 2024; Saputri et
al., 2024). Media ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mengenal huruf,
mengurangi kesalahan menulis, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa (Awaliyah et al.,
2024; Tri Susanti et al., 2024). Selain itu, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan
media pembelajaran inovatif berbasis teknologi dan budaya lokal serta menjadi referensi bagi
guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif penelitian ini menggunakan desain
One-Group Pretest-Posttest. Menurut (Sugiyono dalam Tohir & Mashari, 2020) one group
pretest and posttest design adalah suatu teknik untuk mengetahui efek sebelum dan sesudah
pemberian perlakuan, yang dimana kelompok tersebut akan diukur dan diteliti dengan
membandingkan nilai sebelum (pretest) dan sesudah diberikan perlakuan (Treatment) atau biasa
disebut dengan (posttest) . Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan video
interaktif keragaman makanan tradisional Sumatera dalam meningkatkan keterampilan
menyusun kata pada siswa Fase A Sekolah Dasar. Dengan desain ini, siswa diberikan pretest
untuk mengetahui kemampuan awal dalam mengidentifikasi huruf vokal dan konsonan serta
menuliskan kata secara benar mengenai keragaman makanan tradisional Sumatera, kemudian
diberikan perlakuan berupa pembelajaran menggunakan media video, dan selanjutnya diberikan
posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah diberikan perlakuan
(Treatment), seperti pada gambar berikut ini:
Gambar 1 The One-Group Pretest-Posttest Design
Keterangan:
O1 : Nilai pre-test (sebelum diberi treatment)
O2 : Nilai post-test (setelah diberi treatment)
X : Treatment
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
55
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
Data tersebut diperoleh melalui tes peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi
vokal dan konsonan serta menuliskan kata secara benar, kemudian dianalisis secara kuantitatif.
Penelitian dilaksanakan di kelas I Sekolah Dasar Negeri Lidah Wetan 4 Surabaya. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas I dengan jumlah 12 siswa dalam satu kelas
utuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, yaitu pretest dan posttest
yang berisi soal mengidentifikasi huruf vokal dan konsonan serta menyusun kata. Teknik
analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui
perbandingan nilai Pretest dan Posttest guna melihat tingkat peningkatan pemahaman siswa
setelah pembelajaran. Perolehan data yang akan dianalisis adalah data skor test yang merupakan
hasil belajar pengetahuan peserta didik dalam pelajaran Bahasa Indonesia pada materi huruf
vokal, konsonan dan menyusun kata sederhana yang dilakukan secara berurutan sebagai berikut:
1) Memberi skor pada pretest dan posttest. 2) Uji Normalitas. 3) Uji non-parametrik Wilcoxon
Signed Ranks Test. 4) Uji N-Gain Score. Analisis data ini digunakan untuk melihat hasil apakah
media pembelajaran memiliki pengaruh atau tidak dalam hasil belajar siswa mata pelajaran
Bahasa Indonesia materi huruf vokal, konsonan dan menyusun kata sederhana.
3. Hasil dan Pembahasan
Gambar 2. Penjelasan materi awal Gambar 3. Contoh analisis materi
Media video merupakan salah satu jenis media audio visual. Media audio visual
adalah media yang menggunakan indera pendengaran dan indera penglihatan (Yuliani &
Susilo, 2023) Media Video Interaktif yang sudah kita kembangkan memiliki keunggulan dalam
menyajikan materi secara visual, menarik, dan kontekstual. Dengan menggunakan berbagai
gambar makanan khas daerah Sumatera, dapat membantu siswa mengaitkan huruf vokal dan
konsonan serta menyusun kata sederhana melalui materi yang sudah dijelaskan dalam video.
Sebagai pengembang media video interaktif, kami berharap bahwa penggunaan media ini dapat
memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa, khususnya
dalam memahami huruf vokal, konsonan, serta keterampilan menyusun kata sederhana. Media
yang dirancang secara visual, menarik, dan kontekstual ini diharapkan mampu membantu siswa
membangun pemahaman secara lebih mendalam dan bermakna. Hal ini sejalan dengan pendapat
dari (Umi Wuryanti dalam (Muna & Wardhana, 2021) menyatakan bahwa media video animasi
dapat meningkatkan motivasi belajar dan karakter kerja keras peserta didik, sehingga peserta
didik lebih mudah dalam memahami materi. Oleh karena itu, kami menargetkan adanya
peningkatan hasil belajar yang signifikan dan berada pada kategori tinggi, sehingga media ini
tidak hanya menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga efektif dalam
mendukung perkembangan kemampuan berpikir siswa secara optimal. Selain itu, efektivitas
pembelajaran ini juga ditentukan oleh sejauh mana media mampu memenuhi kebutuhan belajar
siswa yang beragam melalui fleksibilitas materi yang disajikan (Koimah et al., 2024).
Berdasarkan observasi yang dilakukan selama penelitian di sekolah dasar, proses
pembelajaran menggunakan media video interaktif "Keragaman Makanan Tradisional Sumatera"
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
56
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
pada siswa Fase A memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan
menyusun kata pada siswa Fase A. Hal ini dibuktikan melalui serangkaian uji statistik yang
mencakup uji Peningkatan Keterampilan (Uji N-Gain Score) dan Uji Signifikansi (Wilcoxon
Signed Ranks Test).
Tabel 1. Data hasil Pretest dan Posttest
Siswa
Nilai
Pretest
IBR
29
SHL
28
MUT
95
NIN
18
IZY
6
SHE
97
NAU
91
FIN
31
YAZ
28
BIL
35
NAT
90
FEB
97
Hasil dari pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi
yang cukup besar dari siswa. Sebagian besar siswa berhasil mencapai nilai sempurna (100) pada
sesi posttest, termasuk mereka yang memiliki nilai awal tinggi seperti MUT, SHE, NAU, NAT,
dan FEB. Selain itu, keberhasilan signifikan terlihat pada kelompok siswa yang memulai dari
nilai rendah namun mampu meraih nilai maksimal di akhir sesi, seperti yang ditunjukkan oleh
FIN, YAZ, dan BIL. Lonjakan performa nilai yang paling mencolok juga dialami oleh SHL,
yang berhasil meningkatkan nilainya secara drastis dari 28 menjadi 98. Meskipun seluruh siswa
mengalami kenaikan nilai, terdapat beberapa catatan khusus mengenai kecepatan progres
individu. NIN menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan meningkatkan nilainya dari
18 menjadi 48, sementara IZY berhasil keluar dari nilai satu digit (6) menuju angka 28. Di sisi
lain, IBR mencatatkan kenaikan yang paling tipis, yakni dari 29 menjadi 35. Secara keseluruhan,
data ini menggambarkan bahwa proses pembelajaran telah berhasil memberikan dampak
peningkatan nilai bagi seluruh peserta, walaupun dengan tingkat pencapaian yang bervariasi.
Gambar 4 Diagram batang hasil pretest dan posttest
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
57
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
Tabel 2. Uji Normalitas
Data tersebut menunjukan data posttest lebih besar dari hasil data pretest berdasarkan
penelitian yang sudah dilakukan di SDN Lidah Wetan 4. Namun berdasarkan hasil uji normalitas
menggunakan teknik Shapiro-Wilk dengan jumlah sampel (N = 12), diperoleh nilai signifikansi
pretest sebesar 0,009 dan posttest sebesar < 0,001. Kedua nilai tersebut lebih kecil dari 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa pada variabel pretest maupun posttest
tidak berdistribusi normal. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa uji normalitas merupakan
syarat dalam menentukan penggunaan uji statistik, dan apabila data tidak berdistribusi normal
maka tidak dapat menggunakan uji parametrik (Sianturi, 2025). Oleh karena itu, sebagai
alternatifnya pengujian hipotesis untuk mengukur efektivitas media video interaktif dilakukan
menggunakan statistik non-parametrik, yaitu Uji Wilcoxon Signed Rank Test yang digunakan
untuk data berpasangan yang tidak memenuhi asumsi normalitas (Wahyuni et al., 2025).
Tabel 3. Uji Wilcoxon
Uji Wilcoxon dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan nilai antara
sebelum dan sesudah diberikan treatment. Mengingat distribusi data yang tidak normal, maka
pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test.
Uji ini dipakai untuk menganalisis perbedaan antara dua nilai yang berpasangan (Puspita et al,
dalam (Tobuhu et al., 2024). Hasil statistik menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,002.
Karena nilai signifikansi tersebut jauh lebih kecil dari standar 0,05, maka hipotesis nol (Ho)
ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini memberikan bukti ilmiah yang kuat bahwa
terdapat perbedaan yang nyata dan signifikan antara keterampilan menyusun kata siswa sebelum
dan sesudah menggunakan video interaktif. Hal ini sebanding dengan pendapat yang menyatakan
bahwa penggunaan video pembelajaran efektif untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran Front Office di Kelas XI Akomodasi Perhotelan SMKN 3 Garut. (I. Irwanto
dalam (Rahmawati et al., 2021).
Tabel 4. Uji N-Gain
Test of Normality
Shapiro - Wilk
Satistic
df
sig
Nilai Pretest
.797
12
.009
Nilai Postest
.596
12
<,001
Test Statistics
Nilai posttest
Nilai pretest
Z
-3601
Asymp.sig. (2-tailed)
.002
Descriptive Statistics
N
Minimun
Maximum
Mean
Std.Deviation
N-gain
12
.08
1.00
.8047
.35292
Valid N (listwise)
12
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
58
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
Berdasarkan uji N-Gain yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan
atau efektivitas penggunaan media video interaktif dalam meningkatkan keterampilan siswa
Hasil penghitungan Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,8047.
Berdasarkan kriteria Hake, Merujuk pada kriteria pembagian skor N-Gain, nilai tersebut berada
pada rentang (g > 0,7), yang berarti peningkatan keterampilan siswa masuk dalam Kategori
Tinggi. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa video interaktif tersebut efektif membantu siswa
Fase A dalam menjembatani pemahaman awal mereka (pretest) menuju penguasaan materi yang
optimal (posttest). Hasil uji penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian dari (Rosyada et
al., 2025) yang menunjukkan bahwa penggunaan media video interaktif dalam pembelajaran
Maharah Kalam terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa. Hal ini dibuktikan
melalui uji statistik yang menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta hasil uji-t
yang signifikan. Selain itu, nilai rata-rata N-Gain sebesar 71,34 termasuk dalam kategori efektif,
yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan siswa setelah penggunaan media video
interaktif berbasis kontekstual. Menurut penelitian dari (Hardiyansyah, 2025) juga membahas
mengenai efektivitas penggunaan media pembelajaran video interaktif dan power point. video
interaktif memperoleh nilai sebesar 0,7898 dengan penilaian efektif, sedangkan power point
mendapatkan nilai sebesar 0,5969 dengan keputusan efektif penuh dengan
memperhatikan tingkat kategori interpretasi N Gain Score. Berdasarkan hasil uji N Gain, teknik
pembelajaran video lebih berhasil dibandingkan teknik pembelajaran visual seperti PowerPoint.
Berdasarkan hasil implementasi di kelas dan analisis data yang dilakukan, ditemukan
fakta mengenai efektivitas penggunaan video interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Adintya, 2020) hasil penelitian tersebut
membahas mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis video dengan model Direct
Instruction terbukti lebih efektif meningkatkan hasil belajar SBdP materi mozaik dibandingkan
model PPSI. Hal ini diperkuat secara statistik melalui uji independent sample menggunakan
independent sample t-test dan nilai t hitung sebesar 4,39 lebih besar dari t tabel 2,00 (4,39 < 2,00)
yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga media pembelajaran berbasis video dengan
model Direct Instruction lebih efektif dibandingkan model PPSI terhadap hasil belajar mozaik
kelas IV SDN Ki Hajar Dewantara Kabupaten Semarang. Sinergi antara teknologi video yang
interaktif dengan konteks kearifan lokal terbukti tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif
siswa, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.
Hal ini sejalan dengan pendapat (Rahmawati et al., 2021) bahwa media pembelajaran video dapat
meningkatkan kemampuan berpikirnya karena siswa melibatkan indera pendengaran dan
penglihatannya dalam memperoleh informasi daripada hanya sekedar menggunakan media
berupa teks.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa kelas I SD dalam
membedakan huruf vokal, konsonan, serta menyusun kata sederhana dapat diminimalkan
melalui penggunaan media video interaktif. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji Wilcoxon yang
menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest, serta didukung oleh
nilai N-Gain sebesar 0,8047 yang berada pada kategori tinggi. Media video interaktif mampu
membantu siswa dalam mengenal huruf vokal dan konsonan, mengurangi kesalahan dalam
mengeja dan menulis kata, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam kegiatan menulis.
Selain itu, integrasi konteks budaya lokal dalam media pembelajaran memberikan pengalaman
belajar yang lebih bermakna dan kontekstual bagi siswa. Oleh karena itu, media video interaktif
dapat dijadikan sebagai alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan
kemampuan literasi awal siswa sekolah dasar.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
59
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan
arahan dan masukan selama proses penyusunan artikel ini. Ucapan terima kasih juga
disampaikan kepada pihak bersangkutan yang telah memberikan izin serta memfasilitasi
pelaksanaan observasi dan pengumpulan data di lapangan. Selain itu, penulis menghargai
dukungan dari semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam
kelancaran penelitian ini.
6. Daftar Pustaka
Adawiyah, E. R., Winarno, A., & Onia, S. I. (2024). Effectiveness of Interactive Learning Media
Development Based on Articulate Storyline 3 in Elementary School Education.
EDUCARE: Journal of Primary Education, 5(2), 105118.
https://doi.org/10.35719/educare.v5i2.253
Adintya, N. (2020). Keefektifan Media Pembelajaran Berbasis Video terhadap Hasil Belajar
Mozaik Kelas Iv Sdn Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Semarang.
Agustini, S., Heriyawati, D. F., & Mustofa, M. (2024). The Use of ICT-Based Interactive Video
to Enhance Students’ Engagement and Descriptive Writing Skills. Journal of Foreign
Language Teaching and Learning, 9(2), 201221. https://doi.org/10.18196/ftl.v9i2.22960
Aisah Purwandini, S., & Istiq’faroh, N. (2025). PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL
BERBASIS ARTICULATE STORYLINE 3 DALAM MATERI MENENTUKAN IDE POKOK
PADA TEKS BACAAN KELAS VI DI SDN BULUSARI I GEMPOL KABUPATEN
PASURUAN. 13(5), 11981216.
Auria, V., Arif, M., & Ningsih, P. R. (2023a). Pengaruh Model Pembelajaran Project Based
Learning Dengan Pendekatan TPACK Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jaringan
WLAN. Jurnal Ilmiah Edutic : Pendidikan Dan Informatika, 10(1), 8087.
https://doi.org/10.21107/edutic.v10i1.22942
Auria, V., Arif, M., & Ningsih, P. R. (2023b). Pengaruh Model Pembelajaran Project Based
Learning Dengan Pendekatan TPACK Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jaringan
WLAN. Jurnal Ilmiah Edutic : Pendidikan Dan Informatika, 10(1), 8087.
https://doi.org/10.21107/edutic.v10i1.22942
Awaliyah, S. E. R., Nurhasanah, A., & Hakim, Z. R. (2024). PENGEMBANGAN VIDEO
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN APLIKASI CAMTASIA PADA
PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Pendidikan Dasar, 15(2),
272290. https://doi.org/10.21009/jpd.v15i2.46224
Barokah, A., Diva, K. M., Fuji, L., Aliifah, S. N., Vanny, & Saphira5, N. (2024). STUDI
LITERATUR : PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDIO INTERAKTIF TERHADAP
MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN IPA.
10(September), 306312.
Fatihah Hendayana, A., Hartati, T., & Fauzi Giwangsa, S. (2024). ANALISIS KESULITAN
MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA FASE A DI SEKOLAH DASAR KOTA
BANDUNG.
Fitriya, A. P., Rahmawati, N. D., Saadah, K., & Siswanto, J. (2024). PEMANFAATAN
MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS TEKNOLOGI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
KELAS IV SEKOLAH DASAR. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5(3).
https://doi.org/10.55681/nusra.v5i3.3232
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
60
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
Hardiyansyah. (2025). Efektivitas Media Pembelajaran Vidio Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas
VII di SMP Unggulan Darul Anwar Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan
Kewirausahaan, 3(1), 2025.
Ika Lailiyatul Muniroh, & Nurul Istiq’faroh. (2025). Pengembangan Video Pembelajaran
Berbasis IKA (Interaktif, Kreatif, dan Aktif) Materi Majas Kelas V SD. Jurnal Pengabdian
Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 1138111387.
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3645
Istiq, N. (2023). Artikel Nusantara Educational Review Pengaruh Model Pembelajaran Problem
Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perkalian di Kelas III SDN
Sidoklumpuk. In NER (Number 1). https://journal.unusida.ac.id/index.php/ner/
Koimah, S. M., Zahra, N. A., Prasitini, E., Sasmita, S. K., & Sari, N. (2024). Implementasi
Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Siswa yang Beragam.
Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya Indonesia, 2(2), 5866. https://doi.org/10.61476/49j96838
Mariyatul Koimah, S., Febri Salam, F., Amalia Zahra, N., Pamulang, U., Raya Puspitek, J.,
Pamulang, K., Tangerang Selatan, K., & Kode Pos, B. (2025). Peran Tokoh Adat dalam
Sistem Sosial dan Budaya Tolaki di Tengah Tantangan Globalisasi. JISBI: Jurnal Ilmu
Sosial Dan Budaya Indonesia, 3(2), 150157.
Mitra, R., & Febrina, D. (2021). ANALISIS KEULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA
SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR. Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Agama, 13(2), 397
410.
Muna, K. N., & Wardhana, S. (2021). Edustream: Jurnal Pendidikan Dasar PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI DENGAN MODEL ADDIE PADA
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI PERKENALAN DIRI DAN
KELUARGA UNTUK KELAS 1 SD Khofifah Naila Muna 1) , Surya Wardhana 2).
Edustream: Jurnal Pendidikan Dasar, V(2), 175183.
Natharani, C. I. D., Agung, A. A. G., & Ambara, D. P. (2024). Optimizing Student Engagement
in Primary Science and Social Learning: The Feasibility of Contextual Interactive Video
Media. Jurnal Edutech Undiksha, 12(2), 372379.
https://doi.org/10.23887/jeu.v12i2.91672
Oktariani, R., Gading, I. K., & Wibawa, I. M. C. (2024). Media Video Pembelajaran Interaktif
Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Sekolah
Dasar. Jurnal Media Dan Teknologi Pendidikan, 4(3), 470479.
https://doi.org/10.23887/jmt.v4i3.77773
Rahmawati, F., Fatimah, V., Buraidah, N. L., Wa’fa, A. R. El, Faizah, S. N., & Mukaromah, A.
(2021). Efektivitas Video Belajar Dalam Pembelajaran Daring Matematika Materi
Transformasi Pada Siswa Smp the Effectiveness of Learning Videos in Online
Mathematics Learning Materials of Transformation At Junior High School. The Original
Research of Mathematics), 5(2), 202211.
Rosyada, M., Imron, K., Irmansyah, I., & Putri, T. (2025). Efektivitas Media Pembelajaran
Maharah Kalam Melalui Video Interaktif Berbasis Kontekstual. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu
Pendidikan, 8(6), 56005607. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i6.7983
Samili, A. O., Adjam, S., Ibrahim, F., & Hasim, J. (2024). Pengaruh Media Sosial Terhadap
Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 12 Kota Tidore Kepulauan. Jurnal Ilmu Sosial Dan
Budaya Indonesia, 2(1), 1017. https://doi.org/10.61476/pwx7sk29
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 52-61
E-ISSN: 3031-2957
61
Nur Imama Dwi Agustin et.al (Efektivitas Video Interaktif Keragaman....)
Saputri, N. A., Purwanti, K. Y., & Putra, L. V. (2024). Pengaruh Model Discovery Learning
Berbantuan Media Video Interaktif terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa SD.
Jurnal Basicedu, 8(4), 30173025. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i4.8285
Septiana Sholikhah, Sri Suwartini, & Isna Rahmawati. (2024). Pengaruh Penggunaan Video
Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDIT Permata Bangsa Tahun
Pelajaran 2023/2024. Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial,
2(4), 0113. https://doi.org/10.61132/nakula.v2i3.875
Setiawan, R., Muhimmah, H. A., Subrata, H., Istiq’faroh, N., Abidin, Z., Firdha Noerdiana, A.,
& Surabaya, U. N. (2023). Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian. Jurnal Review
Pendidikan Dasar, 9(2). http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD
Sianturi, R. (2025). Test Normality As a Condition of Hypothesis Testing. Jurnal Pembelajaran
Dan Matematika Sigma (Jpms), 11(1), 114.
Tobuhu, S. J., Otaya, L. G., & Akolo, I. R. (2024). Pengaruh Model Discovery Learning
Menggunakan Media Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Kelas Iv. AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI, 5(1), 3243.
https://doi.org/10.35719/akselerasi.v5i1.673
Tohir, A., & Mashari, A. (2020). Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 27 Tegineneng. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(1), 48.
https://doi.org/10.23887/jisd.v4i1.23015
Tri Susanti, I., Nofita Sari, E., Merkuri, A., & Wahyudi, A. (2024). Penggunaan Media Video
Animasi Interaktif Guna Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD. 7(2), 121128.
Wahyuni, R., Mukhbita, G. A., Masti, I., Fazila, N. I., Azzahwa, Y. W., & Putri, H. E. (2025).
Perbandingan Nilai Uts Dan Uas Matematika Siswa Kelas Iv Sdn Rawa Badak Utara 23
Menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan
Matematika, 4(2), 8387. https://doi.org/10.47662/jkpm.v4i2.978
Wati, C. A. Y., Jampel, I. N., & Suartama, I. K. (2024). Active and Fun Learning with Edpuzzle
Interactive Learning Video in Elementary School. Journal for Lesson and Learning
Studies, 7(2), 250258. https://doi.org/10.23887/jlls.v7i2.83582
Yuliani, B., & Susilo, M. J. (2023). Pemanfaatan Media Video untuk Peningkatan Prestasi
Belajar PAI Siswa Kelas III SD Negeri Punukan Wates Kulon Progo Tahun Pelajaran
2022/2023. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 8(3), 676.
https://doi.org/10.28926/briliant.v8i3.1239
Yulianto, E., & Buchori, A. (2025). The Development of Tri N-Based Interactive Learning
Media to Improve Early Reading and Writing Skills of Elementary School Students.
Journal of Educational Sciences, 9(6), 59165930.
https://doi.org/10.31258/jes.9.6.p.5916-5930
Zai, Y. P., Lase, A., Lahagu, A., & Harefa, Y. (2024). Pengembangan Video Pembelajaran
Interaktif Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Dan
Teknologi Informasi (JIPTI), 5(2), 407417. https://doi.org/10.52060/jipti.v5i2.2378