JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
62
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
Keefektifan Inovasi Media Interaktif Whack A Mole
dan Flip Tiles Berbasis LKPD dalam Pembelajaran
Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan
Membaca Pemahaman Pada Siswa Kelas 3 SDN
Rungkut Kidul I Surabaya
Aida Syafa Fu’ada
a,1
, Nurul Istiq'faroh
b,2
, Ghania Maisa Siantoro
c,3
a,b,c
Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Surabaya, Jl.
Lidah Wetan, Surabaya, 60213, Indonesia
1
24010644310@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644315@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca
pemahaman siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh penggunaan media
pembelajaran yang kurang interaktif dan kurang kontekstual. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media interaktif
Whack A Mole dan Flip Tiles berbasis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
dalam pembelajaran kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan
membaca pemahaman siswa kelas III SDN Rungkut Kidul I Surabaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 2030 siswa kelas III sekolah
dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pre-test dan post-test)
serta angket. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji
homogenitas, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
data berdistribusi normal dan homogen dengan nilai signifikansi lebih dari
0,05. Hasil analisis N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen
memperoleh nilai rata-rata sebesar 69,46 (kategori sedangtinggi),
sedangkan kelas kontrol sebesar 27,80 (kategori rendah). Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif Whack A Mole dan Flip
Tiles berbasis LKPD efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca
pemahaman siswa. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran
interaktif berbasis permainan dan kearifan lokal dapat meningkatkan hasil
belajar siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik,
bermakna, dan kontekstual.
Kata Kunci:
Kearifan Lokal
Media Interaktif
Membaca Pemahaman
Sekolah Dasar
Whack A Mole
ABSTRACT
Keywords :
Interactive Media
Local Wisdom
Reading Comprehension
Elementary School
Whack A Mole
This study is motivated by the low reading comprehension skills of
elementary school students due to the lack of interactive and contextual
learning media. This study aims to determine the effectiveness of interactive
media, namely Whack A Mole and Flip Tiles based on Student Worksheets
(LKPD), in local wisdom-based learning to improve reading comprehension
skills of third-grade students at SDN Rungkut Kidul I Surabaya. This study
employed a quantitative approach with a descriptive method. The subjects
consisted of 2030 third-grade students. Data collection techniques included
tests (pre-test and post-test) and questionnaires. Data were analyzed using
normality tests, homogeneity tests, and N-Gain analysis. The results showed
that the data were normally distributed and homogeneous with significance
values greater than 0.05. The N-Gain analysis indicated that the
experimental class achieved an average score of 69.46 (moderate to high
category), while the control class obtained 27.80 (low category). These
findings indicate that the use of Whack A Mole and Flip Tiles interactive
media based on LKPD is effective in improving students’ reading
comprehension skills. This, interactive learning media based on games and
local wisdom can enhance students’ learning outcomes and create more
engaging, meaningful, and contextual learning.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
63
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
©2026, Aida Syafa Fu’ada, Nurul Istiq'faroh, Ghania Maisa Siantoro
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
akademik siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial, budaya, dan karakter dalam
kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan
mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Kearifan lokal merupakan nilai,
norma, dan praktik budaya yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan secara turun-
temurun sebagai bagian dari identitas budaya suatu daerah (Sibarani, 2018). Integrasi kearifan
lokal dalam pembelajaran dapat membuat materi lebih kontekstual sehingga siswa mampu
menghubungkan konsep yang dipelajari dengan lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya
(Setiawan, 2020). Selain itu, pembelajaran yang berbasis kearifan lokal juga dapat membantu
siswa memahami realitas kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari lingkungan mereka
(Wahyuni, 2019).
Salah satu daerah yang memiliki kekayaan kearifan lokal yang kuat adalah Ponorogo,
yang dikenal dengan kesenian Reog Ponorogo serta berbagai cerita rakyat dan tradisi
masyarakatnya. Kearifan lokal tersebut mengandung nilai-nilai sosial seperti kerja sama,
keberanian, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap budaya daerah (Koentjaraningrat, 2016).
Integrasi nilai-nilai budaya tersebut dalam pembelajaran dapat membantu siswa memahami
budaya daerah sekaligus menumbuhkan sikap menghargai warisan budaya sejak usia dini
(Suyitno, 2018). Dalam konteks ini, penggunaan cerita rakyat sebagai materi pembelajaran
terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman sekaligus motivasi belajar
siswa kelas IV sekolah dasar secara signifikan (Istiq'faroh et al., 2020a). Pemanfaatan budaya
lokal dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan relevansi materi pembelajaran dengan
kehidupan siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna (Prasetyo, 2021).
Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan dasar yang
sangat penting bagi siswa sekolah dasar. Membaca pemahaman tidak hanya berkaitan dengan
kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami makna bacaan, menemukan
informasi penting, serta menarik kesimpulan dari teks yang dibaca (Dalman, 2017; Anderson &
Pearson, 1984; Nation, 2009). Kemampuan ini menjadi dasar bagi siswa untuk memahami
berbagai materi pelajaran lainnya (Abidin, 2018). Rendahnya keterampilan membaca
pemahaman siswa kelas IV sekolah dasar sering disebabkan oleh keterbatasan media
pembelajaran yang belum bersifat interaktif, kurang menarik, serta belum terintegrasi dengan
teknologi digital secara optimal (Herlina & Istiq'faroh, 2025). Oleh karena itu, pengembangan
kemampuan membaca pemahaman perlu menjadi perhatian penting dalam proses pembelajaran
di sekolah dasar (Susanto, 2020).
Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan
dalam memahami isi bacaan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti
penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional (Prastowo, 2017).
Kurangnya variasi media pembelajaran juga dapat membuat kegiatan membaca menjadi kurang
menarik bagi siswa (Hidayat, 2020). Selain itu, proses pembelajaran yang masih berpusat pada
guru sering kali membuat siswa kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar (Abidin,
2018; Slavin, 2015). Kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca
pemahaman siswa.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas III sekolah dasar, ditemukan
bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari
hasil nilai pretest yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
64
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
dalam memahami isi bacaan, menemukan informasi penting, serta menjawab pertanyaan
berdasarkan teks yang dibaca. Selain itu, penggunaan media pembelajaran di kelas masih
terbatas sehingga pembelajaran membaca kurang menarik bagi siswa (Susanto, 2020). Upaya
mengoptimalkan literasi budaya melalui gerakan literasi sekolah yang mengintegrasikan nilai-
nilai kearifan lokal terbukti dapat meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa terhadap
materi (Rusanti et al., 2024; Sari & Wulandari, 2021). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya
inovasi media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar
serta membantu mereka memahami materi bacaan dengan lebih baik (Hidayat, 2020).
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah
dengan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis permainan edukatif. Media
interaktif dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan,
serta mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran (Arsyad, 2017;
Mayer, 2009; Clark & Mayer, 2016). Penerapan media interaktif berbasis kearifan lokal
terbukti efektif meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar, sebagaimana ditunjukkan
dalam penelitian yang menggunakan aplikasi Articulate Storyline berbasis kearifan lokal di
wilayah Papua Barat (Istiq'faroh et al., 2024). Penggunaan permainan edukatif dalam
pembelajaran juga dapat membantu siswa memahami materi secara lebih efektif karena
melibatkan aktivitas belajar yang lebih variatif dan menantang (Prastowo, 2017). Selain itu,
media pembelajaran yang menarik juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa (Hidayat,
2020).
Dalam penelitian ini, media yang digunakan adalah media interaktif Whack A Mole dan
Flip Tiles yang dipadukan dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) (Tomlinson, 2013).
Media Whack A Mole merupakan permainan interaktif yang mengajak siswa memilih jawaban
yang tepat secara cepat dan menyenangkan (Arsyad, 2017). Sementara itu, Flip Tiles
merupakan permainan yang memungkinkan siswa membuka kartu yang berisi pertanyaan atau
informasi tertentu (Prastowo, 2017). Penggunaan media digital interaktif dalam pembelajaran
terbukti dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar,
sehingga mendukung terciptanya proses belajar yang lebih aktif dan menyenangkan (Istiq'faroh
et al., 2020b). Kedua media tersebut digunakan untuk melatih kemampuan membaca
pemahaman siswa melalui aktivitas menjawab pertanyaan berdasarkan teks bacaan yang
berkaitan dengan kearifan lokal Ponorogo (Hidayat, 2020). Berdasarkan uraian tersebut,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media interaktif Whack A
Mole dan Flip Tiles berbasis LKPD dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman
siswa kelas III sekolah dasar melalui analisis nilai pretest dan posttest.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Metode
deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi atau fenomena yang terjadi
berdasarkan data numerik yang diperoleh dari hasil penelitian (Sugiyono, 2019). Pendekatan
kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang berbentuk angka melalui prosedur statistik
tertentu (Creswell, 2018). Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan
untuk menganalisis peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui
perbandingan nilai pre-test dan post-test setelah penggunaan media pembelajaran interaktif
(Arikunto, 2018). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III sekolah dasar yang berjumlah
sekitar 2030 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran yang
memanfaatkan media interaktif Whack A Mole dan Flip Tiles berbasis LKPD dalam materi
yang berkaitan dengan kearifan lokal Ponorogo. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana penggunaan media tersebut dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman
siswa (Sugiyono, 2019). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
65
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
angket. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa melalui
pemberian pre-test dan post-test (Arikunto, 2018). Pre-test diberikan sebelum pembelajaran
menggunakan media interaktif untuk mengetahui kemampuan awal siswa (Sugiyono, 2019).
Sementara itu, post-test diberikan setelah pembelajaran untuk mengetahui peningkatan
kemampuan membaca pemahaman siswa (Creswell, 2018). Selain itu, angket digunakan untuk
mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran yang diterapkan dalam
proses pembelajaran (Riduwan, 2020). Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan
analisis deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dari hasil pre-test dan post-test dianalisis
dengan menghitung nilai rata-rata serta persentase peningkatan hasil belajar siswa (Sugiyono,
2019). Selain itu, dilakukan juga uji statistik seperti uji normalitas, uji homogenitas, dan
analisis N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa
setelah penggunaan media pembelajaran interaktif (Creswell, 2018). Analisis tersebut bertujuan
untuk memberikan gambaran mengenai tingkat peningkatan hasil belajar siswa setelah
penerapan media pembelajaran yang digunakan (Riduwan, 2020).
3. Hasil dan Pembahasan
Uji Homogenitas dan Normalitas
Hasil uji homogenitas berdasarkan uji Levene menunjukkan bahwa nilai signifikansi
pada pretest (HOMO FIKS) sebesar 0,688 dan posttest (HOMO POST) sebesar 0,781. Kedua
nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data antara
kelompok eksperimen dan kontrol adalah homogen. Kondisi ini menunjukkan bahwa
kemampuan awal siswa pada kedua kelompok relatif sama, sehingga perbedaan hasil yang
muncul setelah perlakuan dapat diatribusikan pada penggunaan media pembelajaran. Secara
metodologis, homogenitas varians penting untuk memastikan bahwa perbandingan antar
kelompok dilakukan secara adil dan tidak bias (Sugiyono, 2019).
Hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk
menunjukkan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,108 dan 0,159. Kedua nilai tersebut
lebih besar dari 0,05, sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. Hal ini menunjukkan
bahwa data hasil pretest dan posttest kemampuan membaca pemahaman siswa telah
memenuhi asumsi normalitas dan layak digunakan dalam analisis statistik parametrik.
Temuan ini mengindikasikan bahwa sebaran data tidak mengalami penyimpangan yang
berarti, sehingga hasil analisis dapat mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Secara
teoretis, distribusi normal menunjukkan bahwa kemampuan siswa tersebar secara
proporsional, sehingga memungkinkan dilakukan pengujian lebih lanjut secara akurat
(Ghozali, 2018). Untuk memudahkan melihat hasil homogenitas dan normalitas disajikan
pada Gambar 1. Dan Gambar 2. Dengan terpenuhinya uji homogenitas dan normalitas, maka
analisis N-Gain dapat digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan membaca
pemahaman siswa secara lebih valid.
Hasil N-Gain
Hasil analisis N-Gain menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca
pemahaman siswa setelah penggunaan media pembelajaran interaktif. Rata-rata nilai N-Gain
pada kelas eksperimen sebesar 69,46 yang termasuk dalam kategori sedang menuju tinggi,
sedangkan pada kelas kontrol sebesar 27,80 yang berada pada kategori rendah. Selain itu,
data menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rentang nilai dari 17 hingga 100,
sedangkan kelas kontrol memiliki rentang nilai dari -40 hingga 75. Hal ini menunjukkan
bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi dan lebih konsisten
dibandingkan kelas kontrol. Untuk memudahkan pembacaan, hasil uji homogenitas dan N-
Gain disajikan pada Tabel 1. Dan untuk memudahkan melihat hasil N-Gain disajikan pada
Gambar 3.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
66
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif Whack A Mole dan Flip Tiles
berbasis LKPD efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Hal ini
dibuktikan melalui nilai N-Gain kelas eksperimen yang lebih tinggi (69,46) dibandingkan
kelas kontrol (27,80), serta didukung oleh terpenuhinya uji normalitas dan homogenitas.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar terjadi secara signifikan setelah
penggunaan media interaktif. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
menyatakan bahwa media interaktif dan berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan literasi
membaca siswa (Istiq’faroh et al., 2020a; Istiq’faroh et al., 2024; Rahmawati & Ridwan,
2022). Selain itu, Hidayat (2020) juga mengungkapkan bahwa media interaktif dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa yang berdampak pada hasil belajar. Kesamaan ini
memperkuat bahwa penggunaan media pembelajaran yang menarik dan kontekstual memiliki
peran penting dalam meningkatkan pemahaman siswa.
Secara teoretis, temuan ini sesuai dengan teori konstruktivisme yang menekankan
bahwa siswa belajar secara aktif melalui pengalaman. Media interaktif memungkinkan siswa
terlibat langsung dalam pembelajaran, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam. Selain
itu, penggunaan kearifan lokal dalam media pembelajaran membantu siswa memahami materi
secara kontekstual (Abidin, 2018; Arsyad, 2017). Dengan demikian, penelitian ini
menunjukkan bahwa media interaktif berbasis permainan dan kearifan lokal tidak hanya
meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membuat pembelajaran lebih menarik, bermakna, dan
relevan dengan kehidupan siswa. Hal ini sekaligus menjawab tujuan penelitian bahwa
penggunaan media interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman
siswa sekolah dasar.
Table 1. Ringkasan Hasil Uji Homogenitas dan N-Gain
Variabel
Kelompok
Sig.
Homogenitas
Rata - rata
N-Gain
Kategori
Pre-test
Eksperimen &
Kontrol
0,688
-
Homogen
Post-test
Eksperimen &
Kontrol
0,781
-
Homogen
N-Gain
Eksperimen
-
69,46
Sedang
Tinggi
N-Gain
Kontrol
-
27,80
Rendah
Berdasarkan Tabel 1. terlihat bahwa kedua kelompok memiliki varians yang homogen, namun
peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
67
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media interaktif Whack A
Mole dan Flip Tiles berbasis LKPD efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman
siswa kelas III sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis N-Gain yang menunjukkan
peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, penggunaan
media pembelajaran berbasis permainan dan kearifan lokal mampu meningkatkan keterlibatan
siswa dalam proses pembelajaran serta membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan
bermakna. Media interaktif juga membantu siswa memahami materi secara lebih kontekstual
sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Penelitian ini memberikan implikasi
bahwa guru dapat memanfaatkan media interaktif berbasis kearifan lokal sebagai alternatif
strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar.
5. Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih ini disampaikan kepada Ibu Nurul Istiq’faroh selaku dosen mata
kuliah Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia atas bimbingan dan arahannya dalam
penyusunan karya ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak guru SDN
Rungkut Kidul 1 Surabaya serta peserta didik kelas 1A dan 1B yang telah memberikan
kesempatan, dukungan, serta berpartisipasi dengan aktif dan antusias dalam mengikuti seluruh
rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Terakhir kami ucapkan terima kasih kepada
teman-teman Kelompok 5 atas kerja sama dan kontribusinya dalam menyelesaikan tugas ini.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
68
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
6. Daftar Pustaka
Abidin, Y. (2018). Desain sistem pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013. Refika
Aditama.
Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Rajawali Pers.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods
approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dalman. (2017). Keterampilan membaca. Rajawali Pers.
Herlina, N., & Istiq'faroh, N. (2025). Pengembangan media buku digital cerita fabel bergambar
menggunakan aplikasi PicsArt untuk keterampilan membaca pemahaman pada siswa
sekolah dasar kelas IV. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPPGSD),
13(12), https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/74032
Hidayat, R. (2020). Inovasi media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan motivasi
belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 4558
Istiq'faroh, N., Suhardi, S., Mustadi, A., & Ahdhianto, E. (2020a). The effect of Indonesian
folktales on fourth-grade students' reading comprehension and motivation. İlköğretim
Online (Elementary Education Online), 19(4), 21492160.
https://doi.org/10.17051/ilkonline.2020.763772
Istiq'faroh, N., Suhardi, S., & Mustadi, A. (2020b). Improving elementary school students'
creativity and writing skills through digital comics. Elementary Education Online, 19(2),
426435. https://doi.org/10.17051/ilkonline.2020.689661
Istiq'faroh, N., Rabia, S. F., Abidin, Z., Hendratno, H., Wibowo, A. H., & Hoang, M. T. T.
(2024). Local wisdom-based Articulate Storyline application: A new way to improve
reading literacy for elementary school students in the West Papua region. Journal of
Innovation in Educational and Cultural Research, 5(2), 180187.
https://jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/1114
Koentjaraningrat. (2016). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Prasetyo, B. (2021). Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran sebagai upaya
meningkatkan relevansi materi bagi siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(1), 12
25
Prastowo, A. (2017). Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tematik terpadu.
Kencana.
Riduwan. (2020). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.
Rusanti, M., Subroto, W. T., & Istiq'faroh, N. (2024). The implementation of SLEEK
(Students' Literacy Week) to optimize the cultural literacy for students in elementary
school. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 11(8),
https://ijmmu.com/index.php/ijmmu/article/view/5838
Setiawan, D. (2020). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran kontekstual di sekolah dasar.
Jurnal Pendidikan Nusantara, 3(1), 7890
Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi
Lisan.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 62-69
E-ISSN: 3031-2957
69
Aida Syafa Fu’ada et.al (Keefektifan Inovasi Media Interaktif.)
Susanto, A. (2020). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Kencana.
Suyitno, I. (2018). Implementasi nilai budaya dalam pembelajaran untuk menumbuhkan sikap
menghargai warisan budaya siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 3447
Wahyuni, S. (2019). Pembelajaran berbasis kearifan lokal: Upaya membantu siswa memahami
realitas kehidupan masyarakat. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 4(2), 101115
Anderson, R.C.,&Pearson, P. D. (1984). A schema-theoretic view of basic processes in reading
comprehension. Handbook of Reading Research, 1, 255291.
Clark, R. C., & Mayer, R. E. (2016). E-learning and the science of instruction: Proven
guidelines for consumers and designers of multimedia learning (4th ed.). Wiley.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
https://doi.org/10.1017/CBO9780511811678
Nation, I. S. P. (2009). Teaching ESL/EFL reading and writing. Routledge.
https://doi.org/10.4324/9780203891643
Rahmawati, Y., & Ridwan, A. (2022). The effectiveness of interactive learning media in
improving elementary students’ reading comprehension skills. Jurnal Pendidikan Dasar,
13(2), 123134.
Sari, N. P., & Wulandari, F. (2021). Local wisdom-based learning media to enhance students’
literacy skills in primary school. Journal of Primary Education, 10(3), 215224.
https://doi.org/10.15294/jpe.v10i3.45678
Slavin, R. E. (2015). Educational psychology: Theory and practice (11th ed.). Pearson
Education.
Tomlinson, B. (2013). Developing materials for language teaching (2nd ed.). Bloomsbury
Publishing.