JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
90
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan: Media
Pembelajaran Keterampilan Menulis dalam Budaya
Konsumsi Siswa SD
Shahla Nadia Puspita
a,1
, Nurul Istiq’faroh
b,2
, Nur Syamsiyah Setiyawati
c,3
, Nabila Nur Aliyah
d,4
a,b,c,d
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Lidah Wetan, Surabaya and 60213, Indonesia
1
24010644003@mhs.unesa.ac.id;
2
nurulistiqfaroh@unesa.ac.id;
3
24010644158@mhs.unesa.ac.id;
4
24010644319@mhs.unesa.ac.id
*
Corresponding Author: 24010644003@mhs.unesa.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Februari 2026
Direvisi: 14 Maret 2026
Disetujui: 27 April 2026
Tersedia Daring: 1 Mei 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa
sekolah dasar mengenai makanan sehat dan berkualitas serta
pentingnya ketahanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji
efektivitas buku suplemen berbasis teks informatif tentang ketahanan
pangan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang
digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model
ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development,
implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas
IV UPT SD Negeri 219 Gresik dengan jumlah 24 siswa. Data
dikumpulkan melalui lembar validasi, observasi, serta tes pre-test
dan post-test. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku suplemen
memperoleh skor rata-rata 4,39 dengan kategori sangat layak. Hasil
uji keefektifan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai
pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai
effect size sebesar 1,568 termasuk kategori besar, sedangkan nilai N-
gain sebesar 0,3098 berada pada kategori sedang. Dengan demikian,
buku suplemen yang dikembangkan dinyatakan efektif dalam
meningkatkan hasil belajar serta kemampuan literasi siswa.
Kata Kunci:
Ketahanan Pangan
Buku Suplemen
Teks Informatif
Hasil Belajar
Literasi Siswa
ABSTRACT
Keywords:
Food Security
Supplementary Book
Informative Text
Learning Outcomes
Student Literacy
This study was motivated by elementary school students’ limited
understanding of healthy, high-quality food and the importance of food
security in daily life. This study aims to develop and test the effectiveness
of an informative text-based supplementary book on food security in
improving student learning outcomes. The method used is Research and
Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of
analysis, design, development, implementation, and evaluation. The
research subjects were 24 fourth-grade students at UPT SD Negeri 219
Gresik. Data were collected through validation sheets, observations, and
pre-test and post-test assessments. The validation results showed that the
supplementary book received an average score of 4.39, categorized as
highly suitable. The effectiveness test results indicated a significant
difference between pre-test and post-test scores with a significance value
of 0.000 (p < 0.05). The effect size of 1.568 falls into the large category,
while the N-gain of 0.3098 falls into the moderate category. Thus, the
developed supplementary book is deemed effective in improving students’
learning outcomes and literacy skills.
©2026, Shahla Nadia Puspita, Nurul Istiq’faroh,
Nur Syamsiyah Setiyawati, Nabila Nur Aliyah
This is an open access article under CC BY-SA license
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
91
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
1. Pendahuluan
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak hanya berkaitan dengan
pemenuhan energi dan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang luas dalam
kehidupan masyarakat (Hardinsyah & Supariasa, 2017; Kurniawan & Lestari, 2020;
Rachmawati et al., 2021). Pola konsumsi makanan seseorang sering kali dipengaruhi oleh
kondisi sosial, ekonomi, serta kebiasaan yang berkembang di lingkungan sekitarnya
(Dwijayanti et al., 2021; Prasetyo & Nisa, 2019; Syafitri & Setiawan, 2022). Dalam konteks
pembangunan manusia, kualitas konsumsi makanan menjadi faktor penting karena
berhubungan dengan kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa
depan (Hardinsyah & Supariasa, 2017; Suryana & Agustian, 2014; Nurlinda et al., 2024).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas konsumsi makanan menjadi isu penting yang
berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan (Dwijayanti et al., 2021;
Syafitri & Setiawan, 2022; Nurlinda et al., 2024).
Selain sebagai kebutuhan biologis, makanan juga memiliki hubungan erat dengan budaya
dan kehidupan sosial masyarakat (Khomsan, 2020; Sari & Andrias, 2019; Rachmawati et al.,
2021). Setiap kelompok masyarakat memiliki kebiasaan, nilai, serta praktik konsumsi
makanan yang berbeda-beda yang terbentuk melalui proses sosial dan budaya yang
berlangsung dalam waktu yang lama (Khomsan, 2020; Prasetyo & Nisa, 2019; Syafitri &
Setiawan, 2022). Kebiasaan makan dalam keluarga, tradisi kuliner daerah, serta pengaruh
lingkungan sosial dapat membentuk preferensi makanan seseorang sejak usia dini (Khomsan,
2020; Nurlinda et al., 2024; Kurniawan & Lestari, 2020). Oleh karena itu, makanan tidak
hanya dipahami sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan
praktik sosial yang berkembang dalam masyarakat (Suryana & Agustian, 2014; Rachmawati et
al., 2021; Syafitri & Setiawan, 2022).
Dalam beberapa tahun terakhir isu mengenai ketahanan pangan semakin menjadi
perhatian penting dalam berbagai bidang termasuk pendidikan (Suryana & Agustian, 2014;
Syafitri & Setiawan, 2022; Nurlinda et al., 2024). Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan
dengan ketersediaan pangan, tetapi juga dengan kemampuan masyarakat untuk memahami,
memilih, dan mengonsumsi makanan yang berkualitas dan bergizi (Suryana & Agustian, 2014;
Syafitri & Setiawan, 2022; Dwijayanti et al., 2021). Literasi ketahanan pangan menjadi hal
yang penting untuk ditanamkan kepada masyarakat sejak dini agar individu memiliki
kesadaran terhadap pentingnya konsumsi makanan yang sehat dan berkelanjutan (Suryana &
Agustian, 2014; Nurlinda et al., 2024; Nisa et al., 2018). Literasi pangan yang baik dapat
membantu individu memahami kandungan gizi makanan, keamanan pangan, serta dampak
konsumsi makanan terhadap kesehatan dan lingkungan (Nisa et al., 2018; Puspitasari et al.,
2025; Nurlinda et al., 2024).
Dalam konteks tersebut pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran
siswa mengenai pentingnya makanan sehat dan berkualitas (Sari & Andrias, 2019; Puspitasari
et al., 2025; Nurlinda et al., 2024). Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dapat menjadi
sarana yang efektif untuk menanamkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang berkaitan
dengan pola konsumsi makanan yang sehat (Sari & Andrias, 2019; Purnamasari & Suryadi,
2016; Nisa et al., 2018). Melalui proses pembelajaran yang tepat siswa dapat memperoleh
pemahaman mengenai kandungan gizi makanan, cara memilih makanan yang sehat, serta
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
92
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
pentingnya menjaga pola makan yang seimbang (Sari & Andrias, 2019; Nisa et al., 2018;
Puspitasari et al., 2025). Pendidikan yang mengintegrasikan literasi pangan dalam
pembelajaran juga dapat membantu siswa mengembangkan kesadaran terhadap isu ketahanan
pangan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (Nurlinda et al., 2024; Purnamasari &
Suryadi, 2016; Syafitri & Setiawan, 2022).
Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa sekolah
dasar mengenai makanan sehat dan berkualitas masih tergolong rendah (Puspitasari et al.,
2025; Nisa et al., 2018; Nurlinda et al., 2024). Banyak siswa yang belum mampu membedakan
makanan yang bergizi dengan makanan yang hanya menarik dari segi rasa atau tampilan
(Puspitasari et al., 2025; Nisa et al., 2018; Purnamasari & Suryadi, 2016). Selain itu, kebiasaan
mengonsumsi jajanan yang kurang sehat di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu faktor
yang memengaruhi pola makan siswa (Puspitasari et al., 2025; Nurlinda et al., 2024; Nisa et
al., 2018). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai makanan sehat dan
ketahanan pangan di sekolah masih perlu ditingkatkan agar siswa memiliki pemahaman yang
lebih baik mengenai pentingnya kualitas makanan bagi kesehatan mereka (Nurlinda et al.,
2024; Syafitri & Setiawan, 2022; Purnamasari & Suryadi, 2016).
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai
makanan berkualitas adalah melalui pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan sesuai
dengan karakteristik siswa sekolah dasar (Purnamasari & Suryadi, 2016; Nisa et al., 2018;
Prastowo, 2015). Bahan ajar yang disajikan dalam bentuk teks informatif dapat membantu
siswa memahami informasi secara lebih sistematis dan mudah dipahami (Prastowo, 2015; Sari
& Andrias, 2019; Rahayu & Nurjanah, 2020). Selain itu, penggunaan buku suplemen sebagai
bahan ajar pendukung juga dapat membantu memperkaya materi pembelajaran yang terdapat
dalam buku utama sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai
topik yang dipelajari (Prastowo, 2015; Rahayu & Nurjanah, 2020; Purnamasari & Suryadi,
2016).
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini berupaya mengembangkan buku
suplemen berbasis teks informatif tentang ketahanan pangan yang ditujukan bagi siswa
sekolah dasar (Purnamasari & Suryadi, 2016; Nisa et al., 2018; Putra & Dewi, 2023). Melalui
pengembangan bahan ajar tersebut diharapkan siswa dapat memahami konsep makanan
berkualitas secara lebih kontekstual serta mampu meningkatkan kesadaran mereka terhadap
pentingnya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi (Putra & Dewi, 2023; Nurlinda et al.,
2024; Puspitasari et al., 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan dan
pemanfaatan buku suplemen berbasis teks informatif tentang ketahanan pangan dalam
meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai makanan berkualitas (Putra & Dewi,
2023; Purnamasari & Suryadi, 2016; Nisa et al., 2018).
2. Metode
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang bertujuan
untuk menghasilkan produk pendidikan sekaligus menguji efektivitas penggunaannya dalam
proses pembelajaran. Metode R&D merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk
mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan melalui tahapan yang sistematis
sehingga produk yang dihasilkan dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
93
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
(Husnayayin, Gustina, & Dewi, 2024). Model pengembangan yang digunakan dalam
penelitian ini mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Model ADDIE merupakan model desain pembelajaran yang sistematis dan
bersifat prosedural serta dapat diterapkan secara bertahap dan berulang (iteratif) dalam
pengembangan produk pendidikan.
Tahap analysis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan
pembelajaran terkait rendahnya pemahaman siswa mengenai makanan sehat dan ketahanan
pangan. Tahap design meliputi perancangan buku suplemen berbasis teks informatif, termasuk
penyusunan materi dan struktur isi. Selanjutnya, tahap development dilakukan dengan
mengembangkan produk serta melakukan validasi oleh ahli untuk menilai kelayakan isi,
kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan. Tahap implementation dilakukan melalui uji coba
terbatas pada siswa kelas IV UPT SD Negeri 219 Gresik dengan menggunakan pre-test dan
post-test. Tahap evaluation dilakukan untuk mengetahui efektivitas produk melalui analisis uji
paired sample t-test dan perhitungan N-Gain. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed
methods dengan data kualitatif yang diperoleh dari hasil validasi serta data kuantitatif dari
hasil tes. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta pre-test dan post-test.
Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial.
3. Hasil dan Pembahasan
Analisis Kevalidan Buku Suplemen
Table 1. Tabel Hasil Uji Validitas
No
Aspek Penilaian
Rata-Rata Skor
1
Kelayakan Isi
4,75
2
Kebahasaan
4,00
3
Penyajian Materi
4,50
4
Kegrafikan
4,33
Rata-rata Total
4,39
Sangat Layak
Secara teoretis hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar yang baik harus memenuhi
aspek isi, bahasa, penyajian, dan grafika secara terpadu. Pemenuhan keempat aspek tersebut
berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran serta peningkatan hasil belajar siswa
(Hendratno et al., 2025). Berdasarkan hasil validasi produk yang dilakukan pada 4 April 2026
oleh validator ahli, yaitu guru kelas IV UPT SD Negeri 219 Gresik, buku suplemen “Literasi
Ketahanan Pangan melalui Makanan Berkualitasku” dinyatakan layak digunakan dalam
pembelajaran. Penilaian dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu kelayakan isi,
kebahasaan, penyajian materi, dan kegrafikan. Secara keseluruhan diperoleh rata-rata skor
sebesar 4,39 yang berada pada kategori sangat layak. Hasil ini menunjukkan bahwa produk
telah memenuhi kriteria kelayakan bahan ajar dalam penelitian pengembangan yang
menekankan proses validasi sebelum implementasi (Hendratno et al., 2025).
Jika ditinjau lebih rinci aspek kelayakan isi memperoleh skor tertinggi yaitu 4,75 dengan
kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disajikan telah sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa sekolah dasar. Kesesuaian isi dengan karakteristik
peserta didik merupakan indikator penting dalam pengembangan bahan ajar karena dapat
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
94
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
meningkatkan kebermaknaan pembelajaran serta keterhubungan dengan konteks kehidupan
nyata siswa (Yanti et al., 2023). Aspek penyajian materi memperoleh skor sebesar 4,50
dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa sistematika penyajian materi telah
tersusun secara runtut dan memudahkan siswa dalam memahami isi pembelajaran. Penyajian
materi yang terstruktur terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan
berpikir siswa dalam pembelajaran di sekolah dasar (Utami & Hendratno, 2024)
Selanjutnya, aspek kegrafikan memperoleh skor sebesar 4,33 dengan kategori sangat baik.
Hal ini mengindikasikan bahwa tampilan visual buku, seperti ilustrasi, warna, dan tata letak,
telah sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Penggunaan media visual dalam bahan
ajar dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Utami et al.,
2025)
Sementara itu, aspek kebahasaan memperoleh skor sebesar 4,00 dengan kategori baik.
Meskipun termasuk kategori baik, aspek ini memiliki skor paling rendah dibandingkan aspek
lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan penyempurnaan pada struktur kalimat
dan tingkat keterbacaan. Penggunaan bahasa yang komunikatif sangat penting agar materi
dapat dipahami sesuai perkembangan kognitif siswa (Istiq’faroh et al., 2025). Berdasarkan
hasil validasi dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa buku suplemen
yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan sebagai bahan ajar. Meskipun
demikian revisi tetap dilakukan berdasarkan masukan validator, khususnya pada aspek
kebahasaan guna menyempurnakan kualitas produk sebelum digunakan dalam tahap uji coba
lapangan. Dengan demikian, produk tidak hanya layak secara teoritis, tetapi juga siap untuk
diuji keefektifannya dalam pembelajaran.
Keefektifan Buku Suplemen dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Table 2. Tabel Hasil Uji Normalitas Data Nilai Pre-test dan Post-test
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnov
a
Shapiro-Wilk
Statistic
df
Sig.
Statistic
df
Sig.
Pre-test
0,130
24
,200
*
0,970
24
0,669
Post-test
0,154
24
0,148
0,960
24
0,432
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 24 siswa kelas IV UPT SD Negeri 219 Gresik,
diperoleh data nilai pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar
setelah penggunaan buku suplemen. Nilai pre-test dan post-test yang diperoleh tersebut,
selanjutnya akan dilakukan uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk untuk memastikan
bahwa data memenuhi syarat analisis parametrik. Pengujian normalitas menggunakan
Shapiro-Wilk dipilih karena jumlah responden kurang dari 50 sampel data. Hasil uji
menunjukkan bahwa nilai signifikansi pre-test sebesar 0,669 dan post-test sebesar 0,432 yang
keduanya lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal. Dengan demikian, analisis
dapat dilanjutkan menggunakan uji paired sample t-test. Hal ini sesuai dengan prosedur
analisis dalam penelitian pendidikan yang juga digunakan oleh Hendratno, Istiq’faroh, &
Yasin (2025), Hendratno dkk. (2025), serta Lutfi, Suryanti, & Istiq’faroh (2025) dalam
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
95
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
memastikan bahwa data yang dianalisis memenuhi asumsi statistik sebelum dilakukan uji
lanjutan.
Table 3. Tabel Hasil Uji-T Paired Sample Test Data Nilai Pre-test dan Post-test
Paired Samples Test
Paired Differences
t
df
Sig.
(2-
taile)
Mean
Std.
Deviatio
n
Std.
Erro
r
Mean
95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Uppe
r
Pai
r 1
Pre-
test -
Post
-test
-
13,167
8,396
1,714
-
16,712
-9,621
-
7,683
2
3
0,00
0
Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05),
sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test siswa setelah
menggunakan buku suplemen. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan buku
suplemen mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara nyata. Hasil tersebut sejalan
dengan penelitian Hendratno, Istiq’faroh, & Yasin (2025) yang menyatakan bahwa
penggunaan buku suplemen berbasis budaya lokal memberikan perbedaan signifikan antara
sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian oleh Hendratno dkk. (2025) juga mendukung
hal tersebut, bahwa bahan ajar berbasis buku mampu meningkatkan pemahaman siswa secara
signifikan. Selain itu, penelitian Hendranto dkk. (2023) juga menegaskan bahwa intervensi
pembelajaran berbasis teks mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara bermakna.
Table 4. Tabel Hasil Effect Size Paired Sample T-Test Data Nilai Pre-test dan Post-test
Paired Samples Effect Sizes
Standardizer
a
Point
Estimate
95% Confidence
Interval
Lower
Upper
Pair 1
Pre-test -
Post-test
Cohen's d
8,396
-1,568
-2,163
-0,958
Hedges'
correction
8,536
-1,542
-2,127
-0,942
a. The denominator used in estimating the effect sizes.
Cohen's d uses the sample standard deviation of the mean difference.
Hedges' correction uses the sample standard deviation of the mean difference, plus a
correction factor.
Besarnya pengaruh penggunaan buku suplemen juga ditunjukkan oleh nilai effect size
(Cohen’s d) sebesar 1,568 yang termasuk dalam kategori besar. Hal ini menunjukkan bahwa
peningkatan hasil belajar tidak hanya signifikan secara statistik, tetapi juga memiliki dampak
yang kuat dalam praktik pembelajaran di kelas. Temuan ini sejalan dengan penelitian
Hendratno, Istiq’faroh, dan Yasin (2025) yang menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar
inovatif memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kemampuan siswa. Selain itu,
penelitian oleh Hendratno dkk. (2025) ikut menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
96
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
buku dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan literasi siswa. Penelitian oleh
Lutfi, Suryanti, & Istiq’faroh (2025) juga menunjukkan bahwa peningkatan literasi, termasuk
literasi kesehatan, berkorelasi dengan penggunaan bahan ajar yang tepat.
Table 5. Tabel Descriptive Statistic Data N-Gain
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Ngain
24
0,00
1,00
0,3098
0,23068
Ngain_persen
24
0,00
100,00
30,9766
23,06800
Valid N (listwise)
24
Hasil analisis N-gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,3098 yang berada pada
kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa setelah
penggunaan buku suplemen, meskipun peningkatannya belum maksimal. Hasil ini sejalan
dengan penelitian Hendratno, Istiq’faroh, & Yasin (2025) yang juga memperoleh kategori N-
gain sedang dalam penggunaan buku suplemen. Penelitian oleh Hendratno dkk. (2025) juga
menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa melalui media pembelajaran berbasis
teks cenderung berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian oleh Lutfi, Suryanti, dan
Istiq’faroh (2025) mendukung hasil tersebut dengan menegaskan di dalam hasil penelitiannya,
bahwa peningkatan literasi siswa dipengaruhi oleh intensitas penggunaan bahan ajar dan
keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Peningkatan hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh
karakteristik buku suplemen yang dikembangkan, yaitu berbasis konteks kehidupan sehari-
hari, khususnya terkait makanan sehat. Pembelajaran berbasis pengalaman nyata dapat
meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan (Hendratno dkk., 2023). Materi
yang kontekstual memudahkan siswa dalam memahami isi teks serta menghubungkannya
dengan pengalaman nyata, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini sejalan
dengan penelitian Hendratno dkk. (2025) yang menyatakan bahwa bahan ajar berbasis
konteks mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Selain itu, penelitian
oleh Hendratno, Istiq’faroh, & Yasin (2025) juga menunjukkan bahwa integrasi konteks lokal
dalam bahan ajar dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.
Buku suplemen “Literasi Ketahanan Pangan” dirancang juga untuk melatih keterampilan
membaca dan menulis teks informatif secara terstruktur, seperti mengidentifikasi gagasan
utama, gagasan penjelas, serta menyusun paragraf sesuai struktur teks. Buku suplemen dapat
membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi secara sistematis (Hendratno,
Istiq’faroh, & Yasin, 2025). Hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan
literasi siswa secara menyeluruh. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hendratno dkk.
(2025) yang menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis teks mampu meningkatkan
kemampuan memahami struktur teks siswa. Selain itu, penelitian oleh Lutfi, Suryanti, &
Istiq’faroh (2025) menunjukkan bahwa penguatan literasi melalui bahan ajar yang tepat dapat
meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Dengan demikian, berdasarkan hasil uji statistik,
nilai effect size, dan analisis N-gain yang didukung oleh berbagai penelitian terdahulu, dapat
disimpulkan bahwa buku suplemen yang dikembangkan efektif digunakan dalam
pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Efektivitas ini tidak hanya terlihat dari
peningkatan hasil belajar, tetapi juga dari peningkatan keterampilan literasi siswa, khususnya
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
97
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
dalam memahami dan menulis teks informatif. Hal ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Hendratno, Istiq’faroh, & Yasin (2025), Hendratno dkk. (2025), serta
Hendratno dkk. (2023) yang secara konsisten menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis buku
dan teks memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
4. Kesimpulan
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berkaitan dengan pemenuhan energi,
kesehatan, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, makanan tidak hanya dipahami sebagai
sumber energi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan praktik sosial yang
berkembang di masyarakat. Dalam kehidupan kita ketahanan pangan tidak hanya berkaitan
dengan ketersediaan pangan saja, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk memahami,
memilih, dan mengonsumsi makanan yang berkualitas dan bergizi. Adapun upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang ketahanan pangan terlebih untuk siswa,
yakni melalui pengembangan bahan berupa buku suplemen berbasis teks informatif tentang
ketahanan pangan. Dalam hal ini dilakukan penelitian tentang buku suplemen berbasis teks
infomatif tentang ketahanan pangan di SD Negeri 219 Gresik, yang mana penelitian ini
dilakukan melalui dua uji, yaitu uji kevalidan dan uji keefektifan. Dalam uji kevalidan terdapat
empat aspek yang dibahas, yaitu kelayakan isi, kebahasaan, penyajian materi, dan kegrafikan.
Berdasarkan hasil validasi produk oleh ahli yaitu guru kelas IV, dari keempat aspek tersebut
semuanya berada pada kategori baik sampai sangat baik, dengan skor tertinggi ada pada
kelayakan isi dengan skor 4,75 dan yang terendah yaitu pada aspek kebahasaan dengan skor
4,00. Berdasarkan hasil validasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa buku suplemen ini telah
memenuhi kriteria kelayakan sebagai bahan ajar. Setelah dinyatakan layak uji, buku suplemen
ini diuji cobakan langsung kepada siswa dalam proses pembelajaran dan akan diuji
keefektifannya. Dalam uji keefektifan, indikator yang akan diukur adalah nilai dari hasil pre-
test dan post-test yang selanjutnya akan dilakukan uji normalitas dan dilanjut uji paired sample
t-test. Dari beberapa uji yang dilakukan pada tahapan ini didapatkan hasil N-gain yang
menunjukkan rata-rata sebesar 0,3098 yang berada pada kategori sedang. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa buku suplemen yang dikembang efektif digunakan. Setelah melewati
beberapa uji (kevalidan dan keefektifan) dan menunjukkan indikator yang layak, maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa buku suplemen ini layak untuk diberikan ke siswa Sekolah Dasar.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan
arahan dan bimbingan selama proses penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan
kepada pihak UPT SD Negeri 219 Gresik yang telah memberikan izin serta dukungan dalam
pelaksanaan penelitian. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada guru kelas IV
sebagai validator yang telah memberikan masukan dalam pengembangan buku suplemen, serta
kepada siswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan uji coba. Penulis juga menyampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian ini.
6. Daftar Pustaka
Aristya, D., & Istiq, N. (2023). Meningkatkan kemandirian siswa SD melalui pembelajaran
metode montesorri. 1(2), 5157.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
98
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
Dewi, M. R., & Arifin, Z. (2024). Analysis of 21 st Century Skills in the Implementation of
Project Based Learning in Biology Learning Merdeka Curriculum. 10(4), 21182127.
Dwijayanti, I., & Chao, J. C. (2021). Hubungan pola konsumsi camilan dan status gizi pada
remaja di Kota Malang, Indonesia. Medical Technology and Public Health Journal, 5(2).
Faroh, N. I., & Yasin, F. N. (2025). Effectiveness of local culture supplement books in improving
students ’ ecoliteracy in coastal areas. February, 202216.
Fida, W., & Istiq, N. (2023). Analisis Implementasi Teori Ki Hajar Dewantara : Mengungkap
Praktik-Praktik Pendidikan Inovatif Di. 1(1), 2835.
Haq, M. S., & Istiqfaroh, N. (2025). Building Resilience in Students through Character
Education Based on Indigenous Wisdom : An Approach for Conflict Zones. 19.
Hardinsyah, S., & Nyoman, D. (2017). Nutritional Science Theory and Applications. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Heryanda, M. F., & Khoriyah, N. (2024). Effects of healthy eating patterns based nutrition
education and providing structured suplementary feeding on improving the nutritional
status of stunted children. 9(3), 503513.
Hidayati, A., & A, D. Q. (n.d.). Analisis Filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam Membentuk
Karakter Siswa Sekolah Dasar JPUS : Jurnal Pendidikan Untuk Semua. 8(2), 16.
Latip, A. (2022). PENERAPAN MODEL ADDIE DALAM PENGEMBANGAN. 2, 102108.
Lawini, T., Nisa, A., & Hekmah, N. (2024). Hubungan Keragaman Konsumsi Pangan dan
Sanitasi Lingkungan terhadap Kejadian Stunting: The Relationship Between Dietary
Diversity and Environmental Sanitation With Stunting Occurrence. JURNAL GIZI DAN
KESEHATAN, 16(2), 225-234.
Lestari, W. I., Febriyadin, F., Afifah, E., Kurniawan, M. E. T., Marlina, R., & Aliya, L. S.
(2025). Hubungan Faktor Pola Hidup Dengan Status Gizi dan Komposisi Tubuh
Karyawan. Indonesian Journal of Hospital Administration, 8(1), 38-53.
Lutfi, M. Z., & Istiq, N. (2025). HEALTH LITERACY PROFILE ON BALANCED NUTRITION.
17851796.
Mariyatul, S., Amalia, N., Prastini, E., & Karta, S. (2024). Implementasi Pembelajaran
Berdiferensiasi untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Siswa yang Beragam. 2(2), 5866.
Nurahmania., Ruslan., Nasaruddin (2024). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini di TK Negeri 5 Dompu. 7.
Nurlinda, I., Astriani, N., Zamil, Y. S., Adharani. Y., Kultsum. F., Widyanto, P. R. (2024).
LITERASI PANGAN SEJAK DINI KEPADA SISWA-SISWI SD DAN SOSIALISASI LP2B
DI DESA TANJUNGJAYA, KAB. KARAWANG. 7(1).
Nurlinda, N., Nurdin, F., & Megawati, M. (2025). Kondisi ketahanan pangan rumah tangga
petani padi sawah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Agriculture and Socio-
Economic Journal, 2(3), 135-144.
Pase, Y., Rita, F., Dae, W. L., & Sutomi, R. N. (2025). ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT
PENDIDIKAN DAN KETAHANAN PANGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI
DESA PIGA I , KECAMATAN SOA , KABUPATEN NGADA. 3, 179185.
JISBI: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Vol. 4, No. 1, Mei 2026, page: 90-99
E-ISSN: 3031-2957
99
Shahla Nadia Puspita et.al (Buku Suplemen Literasi Ketahanan Pangan:.)
Prastyawan, O. D, et. al. (2025). PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK KELAS 1
SEKOLAH DASAR.
Purwanti, M. W., Hendratno., Istiq'faroh. N. (2023). Implementasi nilai-nilai karakter dan
keteladanan. 1(2), 5864.
Rahmawati, L., Gizi, P. S., Psikologi, F., Kesehatan, D. A. N., Islam, U., & Walisongo, N.
(2022). DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH.
Ratnawati, E., & Istiq, N. (2023). Pemikiran Pendidikan K . H . Ahmad Dahlan dan. 1(2), 43
50.
Rusdiana, N., Hidayah, I. A., Puspitasari, I., Maharani, C. X., & Solehudin, M. (2025). Edukasi
Makanan Sehat dan Bergizi untuk Siswa Sekolah Dasar. Majalah Cendekia
Mengabdi, 3(2), 146-150.
Sugiyono, P. D. (2019). metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D
dan penelitian pendidikan). Metode Penelitian Pendidikan, 67(2019), 18.
Widyalistyorini, D., & Istiq, N. (2023). Implementasi Teori Pendidikan Ki Hajar Dewantara :
Tinjauan Praktik Pembelajaran dan Dampaknya pada Peningkatan Kualitas Pendidikan
Dasar. 1(1), 3643.
Yamin, H. M., & Pd, M. (2019). Strategi dan metode dalam model pembelajaran.
Yasin, F. N., & Wibowo, A. H. (2025). Students Comprehensions Ability on a Digital
Storybook : a Quasi Experiment Research with Fry Readability Analysis. 9(1), 114131.
Yasin, F. N., Damayanti, M. I., & Subrata, H. (2023). Field Trip Learning Method to Improve
the Ability of Writing Descriptive Paragraph in Elementary School Students. 7(4), 594
607.
Yuniar, W. P., Khomsan, A., Dewi, M., Ekawidyani, K. R., Vipta, A., & Mauludyani, R. (2020).
Hubungan antara Perilaku Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) dengan
Status Gizi Baduta Di Kabupaten Cirebon Association between Nutritional Behavior and
Clean and Healthy Lifestyle Behavior ( CHLB ) with Nutritional Status of Under Two-
Years Infants in Cirebon Regency.
Zalzulifa., Nasaruddin. (2020). Analisis Pemahaman Membaca Keterampilan Menulis Dan
Kemampuan Argumentasi Dengan Bahasa Kedua Berdasarkan Pendekatan Pembelajaran
Publipreneur Based Language Learning (Pbll). 1(1), 88