Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
8
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Analisis Program Makan Siang Gratis terkait
Implementasi, Respon Masyarakat, dan Tantangan
Pelaksanaan
Pat Kurniati
a,1
, Rizky Bintang Setiawan
b,2
, Tias Sil Romansyah
c,3
, Muhammad Rizal Fahmi
d,4
,
Matang
e,5
a
Institut Pendidikan Indonesia Garut, Indonesia
b,c,e
Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, Indonesia
d
Universitas Tangerang Raya
1
patkurnia@institutpendidikan.ac.id;
2
setiawanrizkybintang@gmail.com;
3
tiassilr@ummah.ac.id;
4
rizalljr83@gmail.com;
5
matang@ummah.ac.id
*
Corresponding Author: patkurnia@institutpendidikan.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 28 Januari 2026
Direvisi: 25 April 2026
Disetujui: 19 Mei 2026
Tersedia Daring: 1 Juni 2026
Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis Program Makan Siang Gratis
(MBG) di Indonesia yang menjadi salah satu janji kampanye dari Presiden
terpilih. MBG menjadi salah satu program unggulan dari bapak Prabowo
Subianto. Hampir genap satu tahun pemerintahan berjalan bagaimana
implementasinya, respon masyarakat, dan apa saja tantangan yang dihadapi
dari program tersebut. Penelitian ini didasarkan pada telaah 150 artikel yang
diperoleh melalui Google Scholar dengan 53 artikel jurnal terpilih yang
dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi
program MBG memiliki dampak terhadap peningkatan gizi, kehadiran, dan
prestasi akademik siswa. Program tersebut berkontribusi terhadap ketahanan
pangan dan pembangunan sumber daya manusia. Respons masyarakat cukup
beragam mulai dari sentimen positif yang mendukung tujuan program hingga
kritik terhadap potensi penyalahgunaan anggaran dan efektivitas program.
Framing media juga turut membentuk persepsi masyarakat terhadap program
MBG. Adapun tantangan pelaksanaan program pada aspek anggaran,
koordinasi lintas sektor, dan keberlanjutan program tersebut setelah lima
tahun menjabat. Penelitian ini merekomendasikan agar studi selanjutnya
mengkaji efektivitas program MBG melalui pendekatan kuantitatif yang
berbasis data lapangan mengingat masih minimnya penelitian terkait evaluasi
dampak kebijakan tersebut.
Kata Kunci:
Analisis Sentimen
Gizi dan Pendidikan
Kebijakan Publik
Program Makan Siang Gratis
Tantangan Implementasi
ABSTRACT
Keywords:
Sentiment Analysis
Nutrition and Education
Public Policy
Free Lunch Program
Implementation Challenges
This literature study aims to analyze the Free Lunch Program (MBG) in
Indonesia, one of the campaign promises of the President-elect. MBG is one of the
flagship programs of Mr. Prabowo Subianto. Nearing one year into his
administration, the program's implementation, public response, and challenges
are being investigated. This research is based on a review of 150 articles obtained
through Google Scholar, with 53 selected journal articles subjected to in-depth
analysis. The study results indicate that the implementation of the MBG program
has an impact on improving student nutrition, attendance, and academic
achievement. The program contributes to food security and human resource
development. Public responses are quite diverse, ranging from positive sentiment
supporting the program's objectives to criticism of potential budget misuse and
program effectiveness. Media framing also contributes to shaping public
perception of the MBG program. Challenges to program implementation include
budgeting, cross-sector coordination, and program sustainability after five years
in office. This study recommends that further studies examine the effectiveness of
the MBG program through a quantitative approach based on field data, given the
limited research related to evaluating the impact of this policy.
©2026, Pat Kurniati, Rizky Bintang Setiawan, Tias Sil Romansyah,
Muhammad Rizal Fahmi, Matang
This is an open access article under CC BY-SA license
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
9
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
1. Pendahuluan
Program makan siang gratis (MBG) telah menjadi salah satu diskursus kebijakan politik
yang menonjol di Indonesia belakangan ini. Program ini mencuat sebagai bagian dari janji
kampanye presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto dalam Pemilihan Umum 2024 (Azizi &
Vera, 2024; Maharani et al., 2024). Dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp71 triliun
sebagaimana tercantum dalam RAPBN 2025. MBG dirancang untuk menjangkau lebih dari
82,9 juta penerima manfaat termasuk siswa sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui (Andin et
al., 2024; Merlinda & Yusuf, 2025; Sarjito, 2024).
Program MBG dimaksudkan untuk perbaikan gizi sekaligus instrumen pembangunan
pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tujuan utama dari program ini meningkatkan
status gizi anak-anak sekolah dan memperkuat ketahanan pangan nasional terutama di daerah-
daerah tertinggal yang rawan stunting (Fatimah et al., 2024). Sebagaimana diungkapkan oleh
Qomarrullah et al. (2025) program MBG menurunkan angka stunting, meningkatkan kehadiran
siswa di sekolah, dan memperbaiki capaian akademik siswa.
Menurut Suardi & Purmadani (2025) MBG memiliki tujuan mulia yakni melahirkan
generasi emas tahun 2045 yang sehat, kuat, dan berkualitas. Generasi emas yang menurut
Albaburrahim et al. (2025) karena program tersebut dapat meningkatkan prestasi akademik dan
kesehatan. Sehingga memiliki nilai strategis dalam pembangunan sumber daya manusia
Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan. Lebih lanjut Sarjito (2024) menyatakan
bahwa kebijakan MBG secara holistik berkaitan langsung dengan ketahanan nasional seperti
kesehatan nasional, stabilitas sosial, dan ekonomi.
Dari sudut pandang ekonomi politik, program MBG berdampak terhadap pertumbuhan
ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Waluyo (2025) menjelaskan bahwa kebijakan makan
siang gratis mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah melalui terlibatnya para UMKM
sebagai penyedia logistik pangan. Senada dengan yang disampaikan Khoirun Nissa et al.
(2025) kebijakan tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyerapan
tenaga kerja dan peningkatan konsumsi.
Realisasi program MBG tidak lepas dari kritik dan tantangan. Salah satu isu utama yang
muncul adalah besarnya alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program
tersebut. Beberapa pihak mempertanyakan apakah dana sebesar itu akan digunakan secara
efektif dan tepat sasaran (Qomarrullah et al., 2025). Suara-suara kritis muncul dari berbagai
kalangan mulai dari akademisi hingga masyarakat umum dipotret oleh media yang menyoroti
potensi terjadinya korupsi (Attaulah & Soyusiawaty, 2025). Secara spesifik Aji (2025)
menyoroti dilema pelaksanaan program MBG dari segi pembiayaan dan prioritas kebijakan,
mengingat Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan seperti kemiskinan,
pendidikan, pengangguran dan lain sebagainnya.
Tantangan lain selain masalah anggaran adalah keterbatasan infrastruktur pendukung dan
koordinasi lintas sector (Fatimah et al., 2024). Beberapa penelitian menemukan masih terdapat
kendala dalam pendistribusian pangan, kesesuaian menu dengan standar gizi nasional, dan
rendahnya tingkat kepatuhan konsumsi dari siswa (Karomah et al., 2024). Ditambah mengenai
pengelolaan limbah makanan yang menjadi masalah tersendiri sehingga dapat mengurangi
efektivitas program MBG. Kritik dan tantangan menjadi diskusi di dalam masyarakat sendiri
terhadap aspek penolakan atau penerimaan terhadap program tersebut.
Respon masyarakat terhadap program makan siang gratis cukup beragam di berbagai
platform media sosial. Hasil analisis data yang dilakukan oleh Saputra & Hasan (2024) di
media sosial Twitter menemukan sebanyak 81,7% komentar bersifat negatif terhadap program
MBG dan hanya 11,7% yang bersifat positif. Sentimen negatif tersebut umumnya terkait
dengan kekhawatiran masyarakat terhadap efektivitas program dan kemungkinan terjadinya
penyalahgunaan anggaran. Berbeda dengan temuan sebelumnya, Nursinggah et al. (2024)
menemukan tidak semua respon masyarakat bersifat negatif. Hasil penelitiannya menunjukkan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
10
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
bahwa 53,04% respon masyarakat di Twitter bersifat positif mendukung kebijakan program
MBG dan 44,95% masyarakat merespon negatif.
Respon masyarakat tidak hanya terbentuk dari opini pribadi tetapi juga dipengaruhi oleh
framing media massa. Media memegang peranan dalam membentuk persepsi masyarakat
terhadap kebijakan program MBG. Hasil analisis framing yang dilakukan Triana & Amali
(2024) menunjukkan bahwa media seperti Liputan6.com cenderung mendukung kebijakan ini
dengan menonjolkan aspek efisiensi anggaran sedangkan Republika.co.id lebih kritis terhadap
kemungkinan menurunnya kualitas gizi yang diterima anak-anak. Pada media lain, hasil
analisis freming Vanti et al. (2024) menunjukkan bahwa media Detik.com mendukung
kebijakan MBG dengan menampilkan sisi positif dari program tersebut sedangkan media
Viva.co.id menampilkan sisi pandangan yang berseberangan.
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan menunjukkan bahwa program MBG
merupakan kebijakan yang kompleks dan multidimensi. Program tersebut menyentuh berbagai
aspek kehidupan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya.
Terlebih program MBG sebagaimana yang digadang-gadang berpotensi memiliki manfaat yang
sangat besar (Dwijayanti, 2024; Khatimah et al., 2025; Qomarrullah et al., 2025; Sarjito, 2024;
Waluyo, 2025). Untuk itu penelitian ini memandang penting untuk mengkaji secara
komprehensif berbagai perspektif yang muncul terkait program tersebut. Penelitian ini
bertujuan merumuskan pandangan yang lebih utuh tentang implementasi, respon masyarakat,
dan tantangan kebijakan makan siang gratis di Indonesia.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (Aba et al., 2023; Matang et al.,
2023) untuk menganalisis perspektif akademik terkait Program MBG di Indonesia. Studi
literatur dipilih sebagai pendekatan utama karena fokus merangkum dan mengkaji secara
kritis temuan-temuan terdahulu yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal ilmiah
(Walliman, 2022). Data dalam penelitian ini diperoleh dari Google Scholar dengan kata
kunci pencarian “Makan Siang Gratis”. Dari proses pencarian tersebut ditemukan sekitar 150
artikel jurnal, prosiding, repository dan artikel ilmiah popular lainnya. Kemudian dilakukan
proses seleksi dengan kriteria artikel fokus membahas MBG dan dapat diakses. Maka
diperoleh sebanyak 53 artikel jurnal yang dianalisis secara mendalam. Dari 53 artikel jurnal
yang telah dicermati terlihat artikrl yang paling banyak dikutip sebagaimana pada table 1,
tahun publikasi hanya terlihat dalam dua tahun terakhir pada table 2, dan metode penelitian
yang digunakan sebagaimana terlihat pada tabel 3.
Tabel 1 Sitasi Terbanyak Artikel Jurnal Tema Makan Siang Gratis
No
Nama
Tahun
Jurnal
Sitasi
1
Maharani, P. A.,
Namira, A. R., &
Chairunnisa, T.
V.
2024
Journal Of Law
And Social
Society
14
2
Sitanggang, A.,
Umaidah, Y., &
Adam, R. I.
2024
Jurnal
Informatika Dan
Teknik Elektro
Terapan
9
3
Septiani, F. I.,
Rosiana, N., &
Azzahra, A.
2024
JUPENSAL:
Jurnal
Pendidikan
9
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
11
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
(2024).
Universal
4
Zaman, F. N.,
Fadhilah, M. A.,
Ulinuha, M. A.,
& Umam, K.
2024
Just IT: Jurnal
Sistem
Informasi,
Teknologi
Informasi dan
Komputer
8
5
Vanti, M. E. D.,
Octaviani, V., &
Maryaningsih,
M.
2024
Professional:
Jurnal
Komunikasi dan
Administrasi
Publik
7
6
Saputra, R., &
Hasan, F. N.
2024
Jurnal
Teknologi Dan
Sistem Informasi
Bisnis
6
7
Merlinda, A. A.,
& Yusuf, Y.
2025
Ranah
Research:
Journal of
Multidisciplinar
y Research and
Development
5
8
Nursinggah, L.,
Mufizar, T., &
Perjuangan, U.
2024
J. Inform. dan
Tek. Elektro Ter
5
9
Fatimah, S.,
Rasyid, A.,
Anirwan, A.,
Qamal, Q., &
Arwakon, H. O.
2024
Journal of
Governance and
Policy
Innovation
4
10
Aji, W. T.
2025
NAAFI: Jurnal
Ilmiah
Mahasiswa
4
Sumber: Olahan Peneliti, 2025
Tabel 1 menyajikan sepuluh artikel dengan jumlah kutipan terbanyak menunjukkan
bahwa artikel yang mengangkat isu politik kampanye, analisis sentimen media sosial, dan
dampak kebijakan MBG terhadap pendidikan dan ekonomi cenderung lebih sering dijadikan
rujukan.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
12
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Tabel 2. Tahun Terbit Artikel Jurnal Tema Makan Siang Gratis
Tahun
Jumlah Artikel
2024
22
2025
31
Sumber: Olahan Peneliti, 2025
Tabel 2 menunjukkan sebaran tahun terbit artikel dengan dominasi artikel tahun 2025
sebanyak 31 artikel dan sisanya tahun 2024 sebanyak 22 artikel. Ini menunjukkan bahwa
program MBG merupakan topik riset yang sangat aktual dalam dua tahun terakhir.
Tabel 3 metode penelitian yang digunakan
No
Metode
Jumlah
1
Kualitatif
17
2
Kajian Pustaka
13
3
Naïve Bayes Classifier
9
4
Kualitatif model Analisis Framing Robert N. Entman
2
5
Natural Language Processing (NLP)
2
6
Support Vector Machine (SVM)
2
7
Kualitatif model Analisis framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki
1
8
Bi-LSTM
1
9
Naïve Bayes & K-Nearest Neighbor (K-NN)
1
10
Naive Bayes, SVM, and Decision Tree
1
11
KNIME (Konstanz Information Miner)
1
12
KNN (K-Nearest Neighbor)
1
13
Long Short-Term Memory (LSTM)
1
14
Kajian Pustaka & Studi Lapangan
1
15
Pengabdian Masyarakat
1
Sumber: Olahan Peneliti, 2025
Tabel 3 memetakan beragam metode penelitian yang digunakan. Metode kualitatif yang
paling banyak digunakan, diikuti kajian pustaka, dan metode analisis sentimen berbasis
algoritma Naïve Bayes. Adapun metode kuantitatif dan mixed methods terlihat belum ada
digunakan sehingga membuka peluang bagi penelitian lanjutan untuk mengisi celah tersebut
dalam kajian mengenai MBG. Selanjutnya analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi
pola, isu utama, dan hubungan antar tema yang muncul dari kumpulan artikel yang dikaji.
Temuan dari artikel dikelompokkan ke dalam beberapa tema besar. Pertama, dampak program
MBG terhadap kesehatan, pendidikan, dan sosial. Kedua, analisis sentiment terhadap program
MBG. Ketiga, framing media terhadap program MBG. Keempat, implementasi program MBG.
Kelima, tantangan dan peluang keberlanjutan program MBG. Hasil penelitian sebagaimana
dijelaskan berikut ini.
3. Hasil dan Pembahasan
Dampak Program MBG terhadap Kesehatan, Pendidikan, dan Sosial
Program MBG merupakan kebijakan yang strategis ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan gizi anak sekolah. Program serupa di negara lain telah menikmati hasilnya pada
status gizi, peningkatan indeks massa tubuh, penurunan anemia, dan perilaku anak-anak
sekolah (Desiani & Syafiq, 2025). Di Jepang program Kyushoku yang menyediakan makan
bergizi untuk anak-anak di sekolah telah lama dilaksanakan dan terbukti efektif dalam
mengatasi permasalahan gizi pada anak-anak (Auliawan & Harsiwi, 2025). Komang & Nurita
(2024) menjelaskan bahwa kyushoku di Jepang tidak hanya berfokus pada pemberian makan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
13
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
bergizi pada siswa. Awalnya Kyushoku merupakan budaya makan siang di sekolah Jepang
yang lahir karena rendahnya tingkat kehadiran murid dan menurunnya asupan gizi anak-anak
pasca perang. Akhirnya Kyushoku membawa beragam manfaat mulai dari asupan gizi pada sisi
kesehatan, kebersamaan saling membantu, dan kepedulian anak-anak pada lingkungan.
Program Kyushoku di Jepang tidak harus ditiru seratus persen. Setidaknya program MBG di
Indonesia menjadi kebijakan yang tujuannya membangun dunia pendidikan yang terus
berkelanjutan dinikmati manfaatnya oleh semua kalangan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa program MBG di Indonesia telah membawa
dampak positif pada aspek kehidupan masyarakat terutama pada anak-anak, remaja, dan
kelompok lainnya. Penelitian yang dilakukan Qomarrullah et al. (2025) menyebutkan manfaat
dari program tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting pada anak-anak,
meningkatkan kehadiran siswa di kelas, meningkatkan konsentrasi belajar, dan memperbaiki
capaian akademik. Temuan penelitian Septiani et al. (2024) menekankan manfaat dari
peningkatan mutu pendidikan dan juga alternatif untuk mencegah terjadinya stunting di
Indonesia. Penelitian Sarjito (2024) menegaskan bahwa MBG dapat meningkatkan status gizi
pada ibu hamil dan siswa sekolah. Di beberapa daerah Indonesia bagian Timur seperti Nusa
Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Manfaat dari program MBG meningkatkan status gizi
dan bagian dari penguatan ketahanan pangan (Fatimah et al., 2024). Hasil penelitian
Dwijayanti (2024) juga mencatat bahwa program MBG memiliki efek terhadap sektor
pertanian lokal. Peningkatan permintaan bahan pangan dari petani lokal dapat memperkuat
ekonomi pasar sehingga mendorong pertanian berkelanjutan yang bermanfaat bagi ekonomi
pedesaan. Pada akhirnya program tersebut bukan hanya bermanfaat bagi penerima manfaat
juga dirasakan oleh pemerintah (Welasari et al., 2025).
Bukti empiris dampak program MBG disampaikan oleh Fazri et al. (2025) melalui studi
kasus yang dilakukan di SDN 31 Palembang menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif
dan fokus di kelas setelah mendapatkan makan siang gratis. Hasil serupa ditemukan oleh Rozi
& Mukarromah (2025) di SDN 1 Karanggeger bahwa program tersebut meningkatkan motivasi
belajar siswa, nilai rata-rata siswa meningkat, membentuk lingkungan belajar yang lebih
kondusif dan program ini juga terbukti mampu mengurangi beban ekonomi bagi keluarga yang
kurang beruntung.
Studi kasus yang dilakukan oleh Nissa et al. (2025) di SMP Negeri 4 Tanjungpinang
menunjukkan bahwa program MBG berdampak pada peningkatan partisipasi siswa dalam
kegiatan belajar dan mengurangi beban ekonomi keluarga. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari
perspektif ekonomi politik, program tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional
melalui peningkatan konsumsi dan penyerapan tenaga kerja. Temuan penelitian Nissa et al.
(2025) juga menyoroti keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi antara
pemerintah pusat, daerah, UMKM lokal, dan adanya pengawasan yang ketat untuk menjamin
kebermanfaatan program tersebut.
Hasil penelitian Tambunan et al. (2025) yang dilakukan di SMK Negeri 6 Medan turut
menguatkan temuan-temuan sebelumnya. Program MBG meningkatkan kehadiran siswa,
membantu mereka makan dengan layak terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Dampak positif program MBG menjawab tantangan ketimpangan sosial yang ada di
masyarakat sehingga mendorong pemerataan terhadap kebutuhan dasar akan asupan gizi bagi
pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama juga mendapat manfaat dari
program MBG. Hasil penelitian Setiawan et al. (2025) menunjukkan bahwa program MBG
meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar santri di pondok pesantren. Meskipun terdapat
tantangan dilapangan seperti proses pendistribusian dan pelatihan tenaga dapur. Kebijakan
MBG tetap memiliki dampak positif yang telah dirasakan di pesantren.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
14
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Program MBG juga mendapat respons positif dari para guru. Sebagiama temuan
penelitian Arifin et al. (2025) yang menyatakan para guru menilai bahwa program tersebut
berdampak terhadap perilaku dan kinerja akademik siswa. Para siswa menjadi lebih aktif dalam
pembelajaran sehingga program ini dapat membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan
berkarakter. Hasil penelitian yang lain juga menyoroti berbagai keterbatasan dalam
pelaksanaan program MBG. Karomah et al. (2024) mencatat beberapa tantangan yang dihadapi
seperti rendahnya tingkat kepatuhan siswa karena ketidaksesuaian terhadap menu MBG yang
disajikan.
Secara keseluruhan program MBG memiliki manfaat dalam meningkatkan kualitas hidup
generasi muda Indonesia. Agar dampak program tersebut dapat maksimal dalam
pelaksanaannya harus ada sistem pemantauan berbasis data dan evaluasi yang baik dengan
melibatkan berbagai sektor pemerintahan dan komunitas. Oktawila et al. (2025) menambahkan
bahwa dengan tersedianya makanan bergizi secara gratis siswa dari keluarga kurang mampu
dapat terpenuhi kebutuhan gizinya tanpa terbebani biaya tambahan. Program MBG dapat
memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda karena asupan gizi yang konsisten
berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Analisis Sentimen Respon Masyarakat Terhadap Program MBG
Program MBG sebagai salah satu kebijakan dari janji kampanye Presiden terpilih Bapak
Prabowo telah menuai beragam respons dari masyarakat (Maharani et al., 2024; Sitanggang et
al., 2024; Zaman et al., 2024). Di era digital saat sekarang melihat respon masyarakat terhadap
suatu kebijakan tidak hanya hadir dalam ruang diskusi akademik dan forum-forum yang
dihadiri tatap muka. Respon masyarakat juga hadir di media sosial sebagai bagian dari
partisipasi sebagai warga negara terhadap isu yang sedang berkembang dan banyak
diperbincangkan (Matang, 2018; Matang & Samsuri, 2023). Respon masyarakat terhadap
program MBG dianalisis karena dapat mencerminkan tingkat penerimaan masyarakat yang
mengindikasikan dukungan atau penolakan terhadap program kebijakan. Hasil temuan terhadap
kebijakan program MBG dianalisis dalam beberapa pembahasan berikut.
Dinamika Sentimen Publik di Media Sosial
Berbagai studi menunjukkan bahwa sentimen masyarakat terhadap program MBG terbagi
ke dalam tiga kategori besar yaitu sentimen positif, netral, dan negatif (Amelia Br Siregar et al.,
2025; Saputra & Hasan, 2024; Wardianto et al., 2025). Platform media sosial seperti X
(sebelumnya Twitter), Instagram, dan YouTube menjadi ruang bagi masyarakat untuk
menyuarakan pendapat mereka terhadap kebijakan program MBG. Hasil penelitian Saputra &
Hasan (2024) melaporkan bahwa dari analisis data di platform X menemukan sebanyak 81,7%
sentimen terhadap kebijkan program MBG bersifat negatif, 6,6% netral, dan hanya 11,7%
respon masyarakat terhadap kebijkan tersebut yang positif. Sentimen negatif tersebut umumnya
berkaitan dengan kekhawatiran masyarakat terhadap transparansi penggunaan anggaran,
efektivitas pelaksanaan, dan kekhawatiran masyarakat akan penyelewengan dana MBG yang
berpotensi akan dikorupsi.
Temuan serupa juga diungkap oleh Vincent et al. (2024) yang menganalisis komentar
masyarakat di kanal YouTube “tempodotco” menggunakan metode K-Nearest Neighbor
(KNN) yang dikombinasikan dengan algoritma SMOTE (Synthetic Minority Over-sampling
Technique) menemukan bahwa mayoritas sentimen masyarakat terhadap program MBG
bersifat negatif. Komentar negatif umumnya berkaitan dengan efektivitas pelaksanaan
program, potensi pemborosan anggaran negara, dan ketidakpercayaan dalam pengelolaan
program skala besar yang transparan.
Hasil penelitian Putriyekti et al. (2025) menjelaskan bahwa sentiment negatif dari
masyarakat terhadap program MBG karena potensi risiko kesehatan dari makanan yang
disediakan secara massal. Kekhawatiran masyarakat bahwa tidak semua jenis makanan yang
dibagikan akan cocok dikonsumsi oleh semua siswa terutama mereka yang memiliki alergi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
15
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
makanan dan kondisi kesehatan khusus lainnya. Sentimen negatif dari masyarakat
menunjukkan kepedulian terhadap kandungan gizi, keamanan kesehatan bagi siswa yang
memiliki alergi, dan bagaimana kualitas makanan yang akan dikonsumsi oleh siswa. Temuan
penelitian Putriyekti et al. (2025) lagi-lagi menegaskan bahwa sentimen negatif terhadap
program MBG dapat bersumber dari perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan gizi para
siswa atau penerima manfaat dari program MBG.
Hasil penelitian ini juga menemukan tidak semua hasil penelitian menunjukkan sentimen
negatif terhadap kebijakan program MBG. Nursinggah et al. (2024) menunjukkan bahwa
respons masyarakat terhadap program makan siang gratis cenderung positif. Dari total 2.909
cuitan pengguna aplikasi X yang dianalisis menggunakan metode Naïve Bayes Classifier,
sebanyak 1.543 cuitan atau sekitar 53,04% menilai bahwa program MBG bermanfaat bagi
masyarakat. Temuan penelitian akan sentimen positif mencerminkan adanya harapan dari
masyarakat terhadap kebijakan program MBG sebagai langkah strategis meningkatkan
kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sebagaimana ditegaskan oleh Purwanti &
Sugiyono (2024) yang juga hasil penelitiannya menunjukkan respon positif masyarakat
terhadap program tersebut karena bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar
masyarakyat.
Sentimen Positif akan Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat
Sentimen positif yang muncul dalam diskursus masyarakat umumnya dikaitkan dengan
harapan akan keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan. Masyarakat melihat program
MBG sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap masyarakat kelompok rentan terutama
anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hasil penelitian Akmal et al. (2025) mencatat bahwa
sebagian besar responden di platform media sosial X menyambut baik program MBG karena
memberikan manfaat langsung dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hasil penelitian Tsabitah et al., (2025) juga menegaskan bahwa mayoritas sentimen
bersifat positif karena masyarakat memandang program MBG sebagai langkah konkret dalam
memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Persoalan akan gizi buruk yang selama ini berdampak
langsung pada masalah stunting dapat diminimalisir bahkan diatasi dengan adangan program
MBG (Qomarrullah et al., 2025; Septiani et al., 2024). Bukan hanya mengurangi masalah
stunting, temuan Septiani et al. (2024) menunjukkan bahwa program MBG juga berkontribusi
pada peningkatan akademik siswa di sekolah. Temuan senada juga disampaikan Qomarrullah
et al. (2025) bahwa pemenuhan kebutuhan gizi yang konsisten melalui program MBG dapat
memberikan dampak terhadap kesehatan siswa terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat
kemiskinan tinggi. Sebagaimana ditegaskan hasil penelitian Attaulah & Soyusiawaty (2025)
bahwa respon positif masyarakat terhadap program MBG karena dinilai mampu meringankan
beban keluarga kurang mampu dan menurunkan angka kemiskinan.
Respons positif masyarakat terhadap program MBG memiliki dimensi simbolik sebagai
program yang “memanusiakan manusia” terutama bagi kelompok keluarga yang kurang
mampu (Wulan et al., 2025). Hasil penelitian Andin et al. (2024) menambahkan bahwa
program tersebut mencerminkan nilai keadilan sosial karena memberikan manfaat setara tanpa
membedakan latar belakang sosial-ekonomi siswa. Berdasarkan hasil temuan sentimen positif
dari masyarakat mencerminkan hadirnya negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan
kesejahteraan bagi masyarakat. Program MBG sebagai kebijakan kepedulian terhadap gizi
masyarakat kelompok rentan sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem
pendidikan yang berkeadilan.
Sentimen Negatif terhadap Efektivitas dan Risiko Korupsi
Sentimen negatif masyarakat terhadap program MBG berasal dari skeptisisme terhadap
pemerintah dalam menjalankan program yang bebas dari penyalahgunaan (Rahmatullah et al.,
2025). Hasil penelitian Putriyekti et al. (2025) menunjukkan bahwa dominasi akan sentimen
negatif di media sosial X disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas gizi yang
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
16
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
tersaji pada makanan yang nominal anggarannya dirasa sedikit. Nada sinis akan makanan yang
disediakan tidak sesuai dengan standar gizi. Temuannya juga menitik beratkan pada komentar
masyarakat melihat potensi munculnya ladang korupsi baru pada program MBG.
Hasil penelitian Amelia Br Siregar et al., (2025) memperkuat argumen tersebut dengan
temuan bahwa mayoritas sentimen negatif di media sosial X terkait dengan keraguan
masyarakat terhadap efektivitas dan transparansi pelaksanaan program MBG. Hal ini diperkuat
oleh hasil data penelitian dari Fathoni et al., (2025) yang menunjukkan bahwa dalam klasifikasi
sentimen komentar bernada negatif lebih dominan disbanding komentar yang bernada positif.
Komentar negatif mengangkat isu penggunaan anggaran dan kekhawatiran masyarakat akan
pelaksanaan program tersebut di lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disebutkan terkait sentimen negatif masyarakat
terhadap program MBG seharusnya digunakan oleh pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan
tersebut (Tundo & Rachmawati, 2024). Sentimen negatif dapat dijadikan acuan bagi
pemerintah untuk menyempurnakan program MBG agar lebih responsif terhadap kebutuhan
masyarakat. Adanya kritik menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan program tersebut
dilakukan secara tepat, transparan, dan akuntabel.
Menariknya diatara respon positif dan negatif masyarakat terhadap program MBG juga
muncul respon dan tanggapan netral (Saputra & Hasan, 2024). Hasil penelitian Amelia Br
Siregar et al. (2025) menemukan sentimen netral di media sosial X karena adanya keraguan
atau kehati-hatian masyarakat dalam menyikapi program MBG. Posisi keraguan disebabkan
program tersebut didasarkan akan niat baik dari pemerintah dalam mengatasi masalah gizi
buruk dan pada sisi lain program tersebut akan mengeluarkan banyak anggaran yang berpotensi
terjadinya penyalahgunaan. Analisis yang dilakukan oleh Wardianto et al. (2025) terhadap
komentar masyarakat di media sosial Instagram juga menemukan tanggapan yang bersifat
netral. Komentar netral umumnya berupa pernyataan atau pengamatan yang tidak mengandung
emosi kuat. Keberadaan sentimen netral dapat menjadi indikasi bahwa sebagian masyarakat
masih belum cukup informasi atau belum membentuk opini yang jelas mengenai program
MBG. Respon netral dari masyarakat membuka ruang bagi pemerintah untuk meningkatkan
komunikasi dan memberikan informasi agar masayarakat paham dan mendukung program
MBG.
Framing Media dan Pembentukan Opini Masyarakat
Sentimen negatif dan positif pada masyarakat terkait program MBG tidak lepas dari
framing media massa karena media dapat membentuk persepsi masyarakat melalui pilihan
narasi, sudut pandang, dan orang yang disorot dalam pemberitaan. Hasil penelitian Triana &
Amali (2024) mengungkap bahwa framing dari berbagai media dapat berbeda tergantung pada
afiliasi dan sudut pandang ideologis masing-masing medianya. Misalnya pada liputan6.com
cenderung mendukung program MBG dengan menekankan narasi efisiensi anggaran
sedangkan republika.co.id lebih memilih menyoroti potensi penurunan kualitas gizi akibat
pemangkasan anggaran.
Temuan serupa juga disampaikan Nazreensyah & Zein (2024) dalam penelitiannya
melihat adanya perbedaan sudut pandang dari dua media antara Tribun dan Kompas yang
memberitakan program MBG. Media Tribun menonjolkan keberhasilan kepemimpinan politik
dalam menjalankan program sedangkan media Kompas lebih menekankan pada manfaat
praktis program bagi masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari individu.
Perbedaan framing dari kedua media tersebut dapat membuat masyarakat memahami dan
merespon program MBG dari sudut pandang yang berbeda.
Pada media lainnya, Vanti et al. (2024) menemukan freming dari dua media yang
memiliki sudut pandang yang berbeda. Media detik.com membingkai pemberitaan secara
positif dengan menonjolkan keberhasilan implementasi dan dukungan pemerintah daerah
sedangkan media viva.co.id menampilkan narasi kritis dengan memberikan ruang bagi pihak-
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
17
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
pihak yang menyuarakan keraguan atau keberatan terhadap program MBG. Framing dari dua
media yang berbeda pandangan membentuk opini masyarakat mendukung, menolak, dan atau
bersikap netral terhadap program MBG. Posisi masyarakat dalam menikmati gelombang
informasi dari media sudah seharusnya memiliki kemampuan pemahaman yang kritis akan
media itu sendiri. Pengetahuan dan pemahaman yang kritis terhadap framing media agar
masyarakat mampu menilai informasi secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi
media karena memiliki ideologis yang dapat berbeda (Triana & Amali, 2024).
Tantangan Implementasi Kebijakan Program MBG
Program MBG merupakan kebijakan dari janji kampanye yang hampir genap satu tahun
dari Preseiden terpilih. Meskipun program tersebut bertujuan mulia untuk meningkatkan
kualitas gizi dan mendukung kualitas pendidikan. Pada kenyataannya realisasi program di
berbagai daerah menghadapi hambatan dan tantangan dari aspek kualitas gizi dan alergi
makanan, alokasi anggaran, koordinasi pada tingkat bawah, dan pengawasan implementasinya
di berbagai wilayah. Dinamika terkait implementasi program MBG coba diungkap dalam
penelitian ini dibahas lebih lanjut pada bagaian berikut ini.
Tantangan Anggaran dan Efisiensi Pembiayaan Program MBG
Dari berbagai hasil penelitian menyebutkan bahwa salah satu tantangan utama dalam
implementasi program MBG adalah besarnya kebutuhan anggaran (Fatimah et al., 2024;
Khatimah et al., 2025; Ritonga & Sazali, 2025; Suardi & Purmadani, 2025). Dana sebesar
Rp71 triliun untuk mendanai program tersebut (Merlinda & Yusuf, 2025) membuat pemerintah
mengeluarkan kebijakan penghematan anggaran (Kompas.id, 2025). Meskipun tidak dipungkiri
apa yang disampaikan Pak Prabowo bahwa kebijakan penghematan anggaran bukan hanya
ditujukan buat program MBG semata (Tempo.co, 2025). Alokasi yang besar untuk program
MBG jelas menuai pertanyaan dan kritik dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak
mempertanyakan efisiensi penggunaan anggaran dalam konteks masih banyaknya kebutuhan
dana mendesak lainnya yang harus digunakan seperti pengentasan kemiskinan, perbaikan
kualitas pendidikan, dan pengurangan pengangguran.
Aji (2025) secara kritis mempertanyakan apakah MBG sebagai solusi atau bahkan akan
jadi “beban baru” bagi rakyat. Lebih lanjut disampaikan bahwa program tersebut berada dalam
dilema implementasi. Pertanyaan mendasar dari mana asal anggaran dan bagaimana
pemerintah mengelola prioritas kebijakan nasional secara rasional. Ketika negara masih
berjuang mengatasi berbagai persolan yang ada malah muncul masalah baru program berskala
masif seperti MBG yang membutuhkan anggaran yang bersar dan perlunya ada pengawasan.
Hasil penelitian Fatimah et al. (2024) menunjukkan bahwa bukan hanya kendala besaran
anggaran tetapi juga efisiensi penyalurannya ke daerah-daerah khususnya di wilayah Indonesia
Timur dan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Lebih lanjut terdapat tantangan tumpang
tindih anggaran dengan program bantuan gizi lain yang telah berjalan di kementerian atau
pemerintah daerah. Di sisi lain bagaimana program ini kental dengan kebijakan politik era
kepemimpinan Presiden terpilih yang hanya memakan waktu lima tahun (Welasari et al.,
2025), sehingga anggaran besar yang diberikan terkesan hanya sesaat bukan berkelanjutan atau
dalam jangka waktu panjang.
Ketersediaan Bahan Pangan dan Ketahanan Pasokan
Tantangan selanjutnya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan dan mekanisme
distribusi. Hasil penelitian Qomarrullah et al. (2025) menyebutkan bahwa program MBG
memiliki tantangan pada aspek rantai pasok dalam menjamin pasokan bahan pangan yang
bergizi dan terstandarisasi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa distribusi makanan di daerah
terpencil, kepulauan, dan perbatasan menjadi tantangan logistik tersendiri. Jika pasokan pangan
lokal tidak mencukupi atau tidak terdistribusi dengan baik maka keberhasilan program
sebagaimana yang diharapkan dan dicanangkan akan menjadi terhambat.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
18
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Hasil penelitian Dwijayanti (2024) menambahkan peluang sekaligus tantangan dari sisi
pertanian lokal. Temuannya menegaskan bahwa peningkatan permintaan bahan pangan unruk
program MBG harus disertai dengan penguatan kapasitas produksi petani lokal agar tidak
bergantung pada impor. Dengan meningkatnya permintaan bahan pangan membuka peluang
bagi masayarakat lokal meningkatkan produksi sehingga dapat meningkatkan ekonominya.
Tantangan yang jelas dihadapi jika terjadi peningkatan permintaan bahan pakan akan
menimbulkan kenaikan pada harga pangan jika tidak diatur dengan baik.
Tantangan implementasi program MBG juga muncul dari aspek konsumsi dan kualitas
pelaksanaan di lapangan. Karomah et al. (2024) mengidentifikasi hambatan yang ditemui
dalam pelaksanaan program tersebut antara lain rendahnya kepatuhan konsumsi dari siswa,
menu makan yang belum sesuai dengan pedoman gizi nasional, dan sisa makanan karena
ketidaksesuaian menu dengan keinginan siswa. Jika aspek konsumsi ini tidak diperhatikan
secara serius maka potensi kebermanfaatan program akan berkurang bahkan dapat
menimbulkan pemborosan anggaran.
Kelemahan Tata Kelola dan Isu Korupsi
Tantangan berikutnya terletak pada aspek koordinasi antarinstansi dan tata kelola.
Program MBG melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat,
pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM dan masyarakat. Beberapa hasil penelitian
menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi masih belum optimal. Fatimah et al. (2024)
menyatakan bahwa kurangnya koordinasi antarinstansi pada aspek perencanaan dan dari
pelaksanaan. Lebih lanjut disampaikan rendahnya partisipasi masyarakat pada program MBG.
Ritonga & Sazali (2025) menyebut adanya kesenjangan implementasi akibat lemahnya
koordinasi dan lemahnya kontrol kualitas makanan di lapangan.
Albaburrahim et al. (2025) mengungkapkan tantangan program MBG pada aspek
standarisasi dari sisi menu, sistem penyajian, dan kualitas pangan. Tantangannya di berbagai
daerah bisa bervariasi karena beberapa daerah memiliki budaya makan berbeda. Senada dengan
temuan Welasari et al. (2025) bahwa pelaksanaan program MBG belum sepenuhnya
memperhatikan kebutuhan gizi yang tepat karena masih bersifat umum. Tantangan efektivitas
program karena tidak mempertimbangkan kondisi demografis dan kebutuhan spesifik dari
setiap daerah.
Tantangan lainnya yaitu isu korupsi yang dibicarakan masyarakat terkait program MBG
(Attaulah & Soyusiawaty, 2025). Dengan besarnya anggaran yang dikelola dan luasnya
cakupan program menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penyelewengan dana. (Fitria et
al., 2024) secara eksplisit menyebut bahwa potensi pengkorupsian dana program MBG di
daerah-daerah yang lemah dalam sistem pengawasan dan transparansi masyarakat.
Sentimen masyarakat yang berkembang di media sosial juga menunjukkan kekhawatiran
yang serupa. Hasil penelitian Putriyekti et al. (2025) muncul komentar-komentar masyarakat
yang menganggap MBG sebagai ladang korupsi baru jika tidak disertai dengan sistem
pengawasan yang ketat. Penguatan sistem pelaporan keuangan program MBG, pelibatan
lembaga pengawas, dan partisipasi masyarakat menjadi kenistayaan agar mencegah terjadinya
tindakan korupsi dan pemborosan anggaran. Partisipasi dari semua kalangan mensukseskan
program MBG membuat program tersebut menjadi lebih optimal dan meminimalisir tantangan-
tantangan yang terjadi.
4. Kesimpulan
Program MBG merupakan kebijakan yang membawa harapan besar bagi peningkatan
gizi peserta didik, penguatan ketahanan pangan, dan pembangunan sumber daya manusia
menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program MBG memiliki
dampak positif terhadap aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial terutama bagi
kelompok rentan di masyarakat. Program ini telah terbukti mendorong peningkatan kehadiran
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
19
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
siswa, meningkatkan konsentrasi belajar, capaian akademik yang meningkat, dan partisipasi
dari berbagai komunitas. Program MBG juga memperkuat ketahanan pangan melalui
partisipasi petani lokal dan mendorong pemerataan gizi di seluruh wilayah termasuk daerah 3T.
Pelaksanaan program MBG tidak lepas dari tantangan seperti besarnya anggaran yang
dibutuhkan, lemahnya koordinasi antarinstansi, risiko terjadinya korupsi, dan keterbatasan
distribusi di daerah terpencil. Kiftiyah et al. (2025) menyarankan program MBG di prioritaskan
di daerah-daerah 3T agar lebih mencerminkan sisi keadilan. Keberlanjutan program MBG juga
diprediksi menjadi kendala karena pemerintah sekarang memiliki batas waktu memerintah
sehingga stabilitas kebijakan MBG menjadi persoalan. Terlebih faktor alokasi anggaran yang
banyak disorot karena berimplikasi pada program kebijakan lainnya. Dibutuhkan strategi
kebijakan yang lebih kuat, terukur, berkelanjutan, dan memperluas partisipasi masyarakat
melalui edukasi program MBG (Aryanto et al., 2025).
Saran untuk penelitian selanjutnya lebih menekankan studi kuantitatif berbasis data
primer guna mengukur efektivitas program MBG secara lebih akurat. Pada penelitian ini belum
menemukan penelitian kuantitaif sebagai rujukan utama melihat bagaimana program tersebut
dijalankan. Penelitian longitudinal juga disarankan agar mengevaluasi dampak program MBG
terhadap indikator kesehatan, pendidikan, dan sosial-ekonomi secara langsung. Kebijakan
program MBG relatif masinh sangat baru di Indonesia. Berbagai penelitian sangat dibutuhkan
memberi masukan kepada pemerintah untuk memastikan keberhasilan dan kebermanfaatan
program MBG dapat dirasakan oleh semua pihak.
5. Daftar Pustaka
Aba, A., Suryadi, K., & Matang, M. (2023). Pendidikan Politik di Partai Politik yang Impoten:
Kajian Kritis Fenomena Calon Tunggal pada Pilkada. PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi
Pembelajaran, 8(2), 920. https://doi.org/10.29407/PN.V8I2.19593
Aji, W. T. (2025). Makan Bergizi Gratis di Era Prabowo-Gibran: Solusi untuk Rakyat atau
Beban Baru? NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 215226.
https://doi.org/10.62387/NAAFIJURNALILMIAHMAHASISWA.V2I2.134
Akmal, M. L., Pernadi, D., & Kusumaningrum, J. (2025). Analisis Sentimen Program Makan
Siang Gratis Menggunakan Multinomial Naive Bayes. Jurnal Ilmiah SINUS, 23(1), 117
126. https://doi.org/10.30646/SINUS.V23I1.899
Albaburrahim, Putikadyanto, A. P. A., Efendi, A. N., Alatas, M. A., Romadhon, S., &
Wachidah, L. R. (2025). Program Makan Bergizi Gratis: Analisis Kritis Transformasi
Pendidikan Indonesia Menuju Generasi Emas 2045. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 767780.
https://doi.org/10.19105/EJPIS.V1I.19191
Amelia Br Siregar, R., Ramadhan Manik, A., Syahri, A., Akbar, M. B., & Ramadhani, F.
(2025). Penerapan Naïve Bayes Untuk Analisis Sentimen Netizen Terhadap Program
Makan Siang Gratis Pada Media Social X. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika),
9(4), 56215628. https://doi.org/10.36040/JATI.V9I4.13870
Andin, A., Risti, D., Latifah, I., Panuntun, M., Nur, M., Selviani, R., & Saptatiningsih, R. I.
(2024). Penerapan Nilai Pancasila Melalui Program Makan Bergizi Gratis. Indonesian
Journal of Education and Development Research, 3(1), 370383.
https://doi.org/10.57235/IJEDR.V3I1.4684
Arifin, M. N., Rifa’i, M., & Pratama, H. D. (2025). Perspektif Guru Terhadap Program Makan
Bergizi Dalam Meningkatkan Kualitas Warga Negara. Menulis: Jurnal Penelitian
Nusantara, 1(5), 2025. https://doi.org/10.59435/MENULIS.V1I5.226
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
20
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Aryanto, D. A., Rifky, M., & Harani, N. H. (2025). Sosialisasi Inovasi Teknologi: Teknologi
Sistem Informasi Untuk Program Makan Siang Gratis. MERPATI, 6(2), 9095.
https://doi.org/10.36618/MERPATI.V6I2.4084
Attaulah, D. T., & Soyusiawaty, D. (2025). Analisis Sentimen Program Makan Siang Gratis di
Twitter/X menggunakan Metode BI-LSTM. Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika,
9(1), 294303. https://doi.org/10.29408/edumatic.v9i1.29725
Auliawan, A. G., & Harsiwi, W. (2025). Kyushoku di Jepang Sebagai Referensi Program
Makan Bergizi Gratis di Indonesia. KIRYOKU, 9(1), 184197.
https://doi.org/10.14710/KIRYOKU.V9I1.184-197
Azizi, A. D., & Vera, N. (2024). Analisis resepsi khalayak terhadap pemberitaan makan siang
gratis di media massa. NIVEDANA : Jurnal Komunikasi Dan Bahasa, 5(4), 522536.
https://doi.org/10.53565/NIVEDANA.V5I4.1422
Desiani, N., & Syafiq, A. (2025). Efektivitas Program Makan Gratis pada Status Gizi Siswa
Sekolah Dasar: Tinjauan Sistematis. Malahayati Nursing Journal, 7(1), 2748.
https://doi.org/10.33024/MNJ.V7I1.17497
Dwijayanti, A. (2024). Policy Spillover: Analisis Jaringan Dampak Kebijakan Makan Siang
Bergizi Gratis terhadap Sektor Pertanian. Jurnal Administrasi Publik, 20(2), 281308.
https://doi.org/10.52316/JAP.V20I2.435
Fathoni, Alfandy, T. M., Faiq, A. I., Zaki, I. S., & Dwiansyah, O. (2025). Deteksi Sentimen
Pengguna Aplikasi X Terhadap Program Kerja Makan Siang Gratis Menggunakan
Metode Long Short Term Memory. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(4),
65876591. https://doi.org/10.36040/JATI.V9I4.14145
Fatimah, S., Rasyid, A., Anirwan, A., Qamal, Q., & Arwakon, H. O. (2024). Kebijakan Makan
Bergizi Gratis di Indonesia Timur: Tantangan, Implementasi, dan Solusi untuk
Ketahanan Pangan. Journal of Governance and Policy Innovation, 4(1), 1421.
https://doi.org/10.51577/JGPI.V4I1.641
Fazri, M. Al, Nabila, P., & Suwandi. (2025). The Impact of the Free Meal Program on the
Improvement of Academic Achievement of Elementary School Students: A Case Study
at SDN 31 Palembang. TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(4), 866874.
https://doi.org/10.61445/TOFEDU.V4I4.512
Fitria, Z. N., Rizkiyah, N. S., & Bilqis, Z. M. (2024). Pengurangan Subsidi BBM untuk Makan
Siang Gratis: Apakah Solusi yang Tepat? Journal of Indonesian Social Studies
Education, 2(1), 3338. http://103.23.102.168/journals/JISSE/article/view/22719
Karomah, U., Wahyuni, C. F., & Trisnasari, D. Y. (2024). Program Penyelenggaraan Makan
Siang Sekolah: Studi Literatur tentang Dampak Kesehatan, Hambatan dan Tantangan.
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, 4(1), 91103.
https://doi.org/10.55480/SALUSCULTURA.V4I1.188
Khatimah, A. W. N., Kamaruddin, S. A., & Tenri Awaru, A. O. (2025). Rasionalisme Dalam
Kebijakan Publik: Analisis Dampak Program Makan Bergizi Gratis Terhadap
Kesejahteraan Pelajar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4),
19691976. https://doi.org/10.31004/JERKIN.V3I4.815
Kiftiyah, A., Ayu Palestina, F., Ulul Abshar, F., & Rofiah, K. (2025). Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) dalam Perspektif Keadilan Sosial dan Dinamika Sosial Politik.
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 5(1), 101112. https://doi.org/10.52738/PJK.V5I1.726
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
21
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Komang, Y. K., & Nurita, W. (2024). NilaiNilai Yang Terkandung Dalam Implementasi
Budaya Kyuushoku (Makan Siang di Sekolah) , 4(02), 113-124. Jurnal Daruma:
Linguistik, Sastra Dan Budaya Jepang, 4(2), 113124.
Kompas.id. (2025). Efisiensi Anggaran Dipakai untuk MBG dan Danantara, Apa Dampaknya
ke Rakyat? https://www.kompas.id/artikel/efisiensi-anggaran-dipakai-untuk-mbg-dan-
danantara-apa-dampaknya-ke-rakyat
Maharani, P. A., Namira, A. R., & Chairunnisa, T. V. (2024). Peran makan siang gratis dalam
janji kampanye prabowo gibran dan realisasinya. Journal Of Law And Social Society,
1(1), 110. https://doi.org/10.70656/JOLASOS.V1I1.79
Matang. (2018). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Partisipasi Politik Aktivis
Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Yogyakarta. Thesis (S2).
Yogyakarta: PPS Universitas Negeri Yogyakarta.
Matang, & Samsuri. (2023). Partisipasi Politik Ala Mahasiswa: Kajian Empiris Peran Media
Sosial Sebagai Sarana Partisipasi Politik Aktivis Mahasiswa. Jawa Tengah: CV.
Defamedia Pustaka.
Matang, Suryadi, K., Darmawan, C., & Anggraeni, L. (2023). Sport fans using social media: A
study on celebrity sports fans. Sport and Tourism Central European Journal, 6(3), 99-
116199116. https://doi.org/10.16926/SIT.2023.03.06
Merlinda, A. A., & Yusuf, Y. (2025). Analisis Program Makan Gratis Prabowo Subianto
Terhadap Strategi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Tinjauan dari
Perspektif Sosiologi Pendidikan. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary
Research and Development, 7(2), 13641373. https://doi.org/10.38035/RRJ.V7I2.1360
Nazreensyah, F. P., & Zein, T. T. (2024). Different view of news media on covering Prabowo’s
‘free lunch program’: A discourse analysis. Jurnal Studi Humaniora Interdisipliner,
8(12), 8895. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jshi/article/view/7196
Nissa, A. K., Candra, M., Humairoh, T., & Gusyuliandari, S. (2025). Kebijakan Makanan
Bergizi Gratis: Analisis Ekonomi Politik dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan
Masyarakat Studi Kasus: SMP Negeri 4 Tanjungpinang. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-
Ilmu Sosial, 2(11), 3337. https://doi.org/10.5281/ZENODO.15521260
Nursinggah, L., Ruuhwan, R., & Mufizar, T. (2024). Analisis Sentimen Pengguna Aplikasi X
Terhadap Program Makan Siang Gratis Dengan Metode Naïve Bayes Classifier. Jurnal
Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 12(3), 28307062.
https://doi.org/10.23960/JITET.V12I3.4336
Oktawila, D., Bagijo, H. E., & Tanudjaja, T. (2025). Kedudukan Lembaga Negara Dalam
Makan Bergizi Gratis. Jurnal Media Informatika, 6(3), 15951602.
https://doi.org/10.55338/JUMIN.V6I3.5915
Purwanti, Z., & Sugiyono. (2024). Pemodelan Text Mining untuk Analisis Sentimen Terhadap
Program Makan Siang Gratis di Media Sosial X Menggunakan Algoritma Support Vector
Machine (SVM). Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 5(3),
30653079. https://doi.org/10.35870/JIMIK.V5I3.1001
Putriyekti, A., Sulistiawati, D., Khairani, N., Rizky, R., & Kusuma, A. (2025). Analisis
Multidimensional Sentimen Masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis pada
Media Sosial X. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(01 Februari),
10041024. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/142
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
22
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Qomarrullah, R., Suratni, Wulandari, L., & Sawir, M. (2025). Dampak Jangka Panjang
Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan.
Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(2), 130137.
https://doi.org/10.51577/IJIPUBLICATION.V5I2.660
Rahmatullah, B., Saputra, S. A., Budiono, P., & Wigandi, D. P. (2025). Sentiment Analysis of
Free Nutritious Meals Using Naive Bayes Algorithm. Journal of Information
Technology, 5(1), 259264. https://doi.org/10.46229/JIFOTECH.V5I1.978
Ritonga, A. R., & Sazali, H. (2025). Analisis Komunikasi Pembangunan Terhadap Regulasi
dan Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis. Vijnana: Jurnal Hasil Penelitian
Multidisiplin, 1(1), 3240.
Rozi, F., & Mukarromah, L. M. (2025). Program Makan Siang Gratis; School Efforts to
Improve Learning Concentration and Academic Achievement. PALAPA: Jurnal Studi
Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 13(1), 6174.
https://doi.org/10.36088/palapa.v13i1.5697
Saputra, R., & Hasan, F. N. (2024). Analisis Sentimen Terhadap Program Makan Siang & Susu
Gratis Menggunakan Algoritma Naive Bayes. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi
Bisnis, 6(3), 411419. https://doi.org/10.47233/JTEKSIS.V6I3.1378
Sarjito, A. (2024). Free Nutritious Meal Program as a Human Resource Development Strategy
to Support National Defence. International Journal Administration, Business &
Organization, 5(5), 129141. https://doi.org/10.61242/IJABO.24.454
Septiani, F. I., Rosiana, N., & Azzahra, A. (2024). Dampak Makan Siang Gratis Pada Kondisi
Keuangan Negara Dan Peningkatan Mutu Pendidikan. In JUPENSAL : Jurnal
Pendidikan Universal (Vol. 1, Issue 2, pp. 191196).
https://journalwbl.com/index.php/jupensal/article/view/176
Setiawan, A., Purwanti, H., Maulani, H. C., Anggraeni, F. N., & Gaffar, M. A. (2025). Analisis
Kebijakan SE Dirjen Pendis No. 10 Tahun 2024 Panduan Program Makan Bergizi Gratis
di Lingkungan Pesantren: Implikasi terhadap Motivasi Belajar Santri. Khatulistiwa:
Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 5(2), 341355.
https://doi.org/10.55606/KHATULISTIWA.V5I2.5796
Sitanggang, A., Umaidah, Y., & Adam, R. I. (2024). Analisis sentimen masyarakat terhadap
program makan siang gratis pada media sosial X menggunakan algoritma Naïve Bayes.
Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 12(3), 28307062.
https://doi.org/10.23960/JITET.V12I3.4902
Suardi, & Purmadani, A. S. (2025). Makan bergizi gratis dan dampak bagi pertumbuhan
ekonomi. Bisnis-Net Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 8(1), 323327.
https://doi.org/10.46576/BN.V8I1.6450
Tambunan, K. A. H., Nababan, R., Siagian, R. A., Naiborhu, R., Harianti, S., & Jamaludin, J.
(2025). Tinjauan Kritis Tentang Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Produktivitas
Belajar Siswa. Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 21
31. https://doi.org/10.62383/KATALIS.V2I2.1428
Tempo.co. (2025). Tak Hanya untuk Makan Bergizi Gratis, Prabowo Sebut Pemangkasan
Anggaran untuk Danantara. https://www.tempo.co/ekonomi/tak-hanya-untuk-makan-
bergizi-gratis-prabowo-sebut-pemangkasan-anggaran-untuk-danantara-1208512
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik (JPKP)
Vol. 4, No. 1, Juni 2026, page: 8-23
E-ISSN: 3025-9843
23
Pat Kurniati et.al (Analisis Program Makan Siang Gratis terkait....)
Triana, F. R. D., & Amali, M. T. (2024). Analisis Framing Pemberitaan Program Kerja Makan
Siang Gratis Prabowo-Gibran Dalam Media Online Liputan6.Com Dan Republika.co.id.
Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (JISIP), 13(3), 603614.
https://doi.org/10.33366/JISIP.V13I3.3231
Tsabitah, L., Karima, A. D., Munaspin, Z. D. P., Titiana, N. M., & Fathoni. (2025). Analisis
Sentimen Program Makan Siang Gratis dalam Mendukung SDGS Menggunakan Naïve
Bayes. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(4), 62886294.
https://doi.org/10.36040/JATI.V9I4.14060
Tundo, & Rachmawati, D. N. (2024). Implementasi Algoritma Naive Bayes untuk Analisis
Sentimen Terhadap Program Makan Siang Gratis. Jurnal Indonesia : Manajemen
Informatika Dan Komunikasi, 5(3), 29252939.
https://doi.org/10.35870/JIMIK.V5I3.978
Vanti, M. E. D., Octaviani, V., & Maryaningsih. (2024). Analisis Framing Pemberitaan
Program Makan Gratis Prabowo Subianto Di Media Online. Professional: Jurnal
Komunikasi Dan Administrasi Publik, 11(1), 427436.
https://doi.org/10.37676/PROFESSIONAL.V11I1.6396
Vincent, V., Irsansaputra, V. H., & Udjulawa, D. (2024). The Sentiment Analysis of Public
Comments on “Program Makan Siang Gratis” Using KNN (K-Nearest Neighbor) and
SMOTE Algorithm. [CEPAT] Journal of Computer Engineering: Progress, Application
and Technology, 3(02), 29636728. https://doi.org/10.25124/CEPAT.V3I02.7734
Walliman, N. (2022). Research Methods: The Basics. New York: Routledge.
Waluyo, S. D. (2025). Kebijakan Makanan Bergizi Gratis: Tinjauan Ekonomi Politik Dalam
Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan. Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Negara, 12(1), 144151. https://doi.org/10.25157/dak.v12i1.18223
Wardianto, Jakak, P. M., & Rohman, M. (2025). Analisis Sentimen Public Program Makan
Bergizi Gratis Platform Instagram dengan Algoritma Support Vector Machine.
SMARTICS Journal, 11(1), 1420. https://doi.org/10.21067/SMARTICS.V11I1.11852
Welasari, Gunadi, A. G., Raharjo, J. S., Setianingsih, S., & Amazihono, M. (2025). Analisis
Kemanfaatan Kebijakan Program Makan Siang Gratis bagi Peserta Didik dan
Pemerintahan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 74037411.
http://jptam.org/index.php/jptam/article/view/25675
Wulan, N., Dawud, D., & Basuki, I. A. (2025). Representasi Ideologi Humanisme dalam Tagar
#MakanBergiziGratis pada Platform Media Sosial Twitter X. Jurnal Onoma: Pendidikan,
Bahasa, Dan Sastra, 11(1), 953967. https://doi.org/10.30605/ONOMA.V11I1.5332
Zaman, F. N., Fadhilah, M. A., Ulinuha, M. A., & Umam, K. (2024). Menganalisis Respons
Netizen Twitter Terhadap Program Makan Siang Gratis Menerapkan Nlp Metode Naïve
Bayes. Just IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Dan Komputer, 14(3),
201208. https://doi.org/10.24853/JUSTIT.14.3.201-208