PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
116
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam Pengembangan
Destinasi Wisata Air Terjun Batu Manarus
Kecamatan Pahae Julu
Rut Irmawati Gultom
a,1
, Benny Siringoringo
b,2
a
Rut Irmawati Gultom, Kec. Tarutung, Kab. Tapanuli Utara, 22411, Indonesia
b
Benny Siringoringo, Kec. Siborong-borong, Kab. Tapanuli Utara, 22474, Indonesia
1
gultomrut997@gmail.com;
2
bennysiringoo@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 28 Februari 2026
Direvisi: 13 April 2026
Disetujui: 26 Mei 2026
Tersedia Daring: 29 Juni 2026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa pariwisata
dalam pengembangan Destinasi Wisata Air Terjun Batu Manarus di
Kecamatan Pahae Julu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa, pengelola destinasi,
pemerintah setempat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat
sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran
strategis sebagai inovator, fasilitator, promotor, dan agen konservasi.
Sebagai inovator, mahasiswa menghasilkan gagasan kreatif dalam
pengembangan produk wisata dan promosi digital. Sebagai fasilitator,
mahasiswa menjembatani kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan
pengelola destinasi melalui kegiatan pendampingan dan edukasi. Sebagai
promotor, mahasiswa memanfaatkan media sosial dan berbagai media
komunikasi untuk meningkatkan citra serta daya tarik Air Terjun Batu
Manarus. Sebagai agen konservasi, mahasiswa berkontribusi dalam menjaga
kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya pariwisata berkelanjutan.
Kata Kunci:
Peran Mahasiswa Pariwisata
Pengembangan Destinasi
Wisata
Air Terjun Batu Manarus
Kecamatan Pahae Julu
ABSTRACT
Keywords:
Role of Tourism Students
Tourism Destination
Development
Batu Manarus Waterfall
Pahae Julu District
This study aims to analyze the role of tourism students in the development of
the Batu Manarus Waterfall tourist destination in Pahae Julu District. The
research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data
were collected through observation, in-depth interviews, and documentation
involving students, destination managers, local government officials, the
Tourism Awareness Group (Pokdarwis), and the local community. The findings
indicate that students play strategic roles as innovators, facilitators,
promoters, and conservation agents. As innovators, students generate creative
ideas for tourism product development and digital promotion. As facilitators,
they bridge collaboration among the community, the government, and
destination managers through mentoring and educational activities. As
promoters, students utilize social media and various communication channels
to enhance the image and appeal of Batu Manarus Waterfall. As conservation
agents, they contribute to environmental preservation and raise public
awareness regarding the importance of sustainable tourism.
©2026, Rut Irmawati Gultom, Benny Siringoringo
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Destinasi wisata merupakan kawasan geografis yang sering dikunjungi oleh wisatawan,
baik wisatawan lokal hingga wisatawan luar yang memiliki daya tarik khusus dari kawasan
tersebut. Destinasi wisata menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki oleh suatu daerah
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
116
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
sehingga dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja
baru di sektor akomodasi dan trasportasi, peningkatan pendapatan masyarakat setempat serta
memajukan industri kreatif dan pelestarian budaya. Namun dalam hal ini, destinasi wisata
sangat membutuhkan peran-peran penting yang dapat membantu perkembangan suatu wisata
agar wisata tersebut dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.
Pengembangan pariwisata menurut Swarbrooke (dalam Soeda dkk 2017) merupakan
suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber
daya parawisata dan mengintegrasikan segala bentuk aspek di luar parawisata yang berkaitan
secara langsung akan kelangsungan pengembangan parawisata. Kemudian Pengembangan
pariwisata berkelanjutan menurut Arida dan Sunarta (2017) Pembangunan pariwisata
berkelanjutan adalah pembangunan pariwisata yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa
mengurangi kemampuan generasi masa depan dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.
Menurut Isdarmanto (2017) menjelaskan bahwa pengelolaan destinasi wisata bertumpu pada
konsep pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan tiga pilar utama: kelestarian
lingkungan, kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat lokal, dan pengalaman berwisata.
Keberadaan suatu wisata sangat memberikan peluang besar terkhususnya bagi masyarakat
lokal dan secara tidak langsung menggerakkan berbagai sektor usaha seperti penginapan,
kuliner, transportasi hingga kerajinan tangan. Kabupaten Tapanuli Utara khususnya Kota
Tarutung merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi alam yang beragam seperti
pegunungan, air panas, air soda hingga air terjun.
Salah satu destinasi wisata yang dimaksud adalah Air Terjun Batu Manarus. Air Terjun
Batu Manarus berada di Dusun Lobutalpe, Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten
Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Disamping itu, destinasi ini menunjukkan panorama
alam yang masih asri, fenomena air yang jernih serta memiliki nilai sejarah bahwa disekitar air
terjun terdapat gua alami yang diyakini masyarakat lokal menjadi tempat persembunyian pada
zaman dahulu. Hingga saat ini, tingkat pengunjung Air Terjun Batu Manarus masih sangat
sedikit dan jarang dikunjungi oleh wisatawan lokal serta mancanegara. Hal tersebut
dikarenakan lokasi tersembunyi, akses jalan yang ekstrem, kurangnya fasilitas penunjang
wisata serta minimnya promosi akan wisata tersebut. Sehingga dalam hal ini, dibutuhkan peran
yang dapat mendukung dalam pengembangan Air Terjun Batu Manarus yaitu mahasiswa
pariwsiata.
Menurut Siswoyo (dalam Hulukati & Djibran, 2018) mahasiswa dapat didefinisikan
sebagai individu yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun
swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai memiliki
tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan kerencanaan dalam
bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang cenderung
melekat pada diri mahasiswa, merupakan prinsip yang saling melengkapi. Mahasiswa
pariwisata merupakan mahasiswa khusus mempelajari pengelolaan, perencanaa, dan
pengembangan suatu kawasan wisata dan berfokus pada tata kelola destinasi, kebijakan,
pemberdayaan masyarakat dan penciptaan pariwisata berkelanjutan. Melalui mahasiswa
pariwisata, besar kemungkinan pengembangan wisata akan berjalan dengan baik melalui
strategi yang akan diterapkan. Keterlibatan mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata
terhadap destinasi wisata melalui penerapan ilmu pengetahuan yang didapat, inovasi serta
pendampingan kepada masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa memiliki banyak peran sebagai
inovator, fasilitator, promotor dan agen konservasi.
Peran sebagai inovator adalah mahasiswa yang merancang konsep seperti menyusun
paket wisata yang menarik bagi pengunjung. Kemudian peran mahasiswa sebagai fasilitator
adalah mahasiswa berperan dalam mendampingi masyarakat lokal dalam pelatihan manajemen
destinasi, pelayanan dan kesadaran lingkungan. Sedangkan sebagai promotor, mahasiswa
sebagai bagian promosi destinasi wisata melalui dokumentasi visual (Foto dan Video) serta
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
117
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
menciptakan narasi kreatif di media sosial. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperluas
jangkauan promosi destinasi secara efektif melalui potensi yang dimiliki. Selain itu, peran
mahasiswa sebagai agen konservasi adalah untuk mengedukasi wisatawan dan warga lokal
untuk menjaga kelestarian budaya dan kebersihan lingkungan kawasan wisata.
Air Terjun Batu Manarus memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi
wisata apabila didukung oleh sinergi pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha dan institusi
pendidikan khususnya mahasiswa pariwisata. Oleh sebab itu, keterlibatan mahasiswa
pariwisata menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat proses pengembangan destinasi
dengan pendekatan partisipatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan
impian dan harapan agar kedepannya Air Terjun Batu Manarus lebih dikenal sebagai destinasi
unggul.
Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian mengenai Peran Mahasiswa Pariwisata dalam
Pengembangan Destinasi Wisata Air Terjun Batu Manarus di Kecamatan Pahae Julu menjadi
penting untuk mengetahui sejauh mana kontribusi mahasiswa dalam mendukung
pengembangan wisata, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat
keterlibatan mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi
pemerintah daerah, pengelola destinasi, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam membangun
kolaborasi yang lebih efektif guna mewujudkan pengembangan destinasi wisata yang
berkelanjutan dan berdaya saing. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini mengangkat
judul "Peran Mahasiswa Pariwisata dalam Pengembangan Destinasi Wisata Air Terjun
Batu Manarus Kecamatan Pahae Julu" sebagai upaya untuk mengkaji kontribusi mahasiswa
dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal serta mendorong
terciptanya pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
2. Metode
Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kualitatif. Menurut
Sugiyono (2018) metode penelitian kualitatif didefinisikan sebagai metode penelitian ilmu-
ilmu sosial yang mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata (lisan maupun tulisan)
dan perbuatanperbuatan manusia serta peneliti tidak berusaha menghitung data yang di peroleh
dan dengan demikian tidak mengahasilkan angka-angka. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan
untuk memahami secara mendalam peran mahasiswa pariwisata dalam pengembangan
Destinasi Wisata Air Terjun Batu Manarus di Kecamatan Pahae Julu, serta menggambarkan
kondisi aktual berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Lokasi penelitian dilaksanakan
di Destinasi Wisata Air Terjun Batu Manarus, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli
Utara, Sumatera Utara. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi wisata alam yang cukup
besar namun masih memerlukan pengembangan dari berbagai aspek, seperti pengelolaan
destinasi, promosi, fasilitas pendukung, dan pemberdayaan masyarakat.
Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu
pemilihan informan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka mengetahui dan terlibat
langsung dalam pengembangan destinasi wisata. Informan penelitian terdiri atas mahasiswa
Program Studi Pariwisata yang pernah melakukan kegiatan akademik maupun pengabdian di
lokasi penelitian, pengelola objek wisata, aparat pemerintah desa, anggota Kelompok Sadar
Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat sekitar yang berpartisipasi dalam pengembangan
destinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi.
Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fisik destinasi,
fasilitas wisata, aktivitas wisatawan, dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan
pengembangan destinasi. Wawancara mendalam dilakukan kepada seluruh informan untuk
memperoleh informasi mengenai bentuk peran mahasiswa, manfaat yang dirasakan, serta
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
118
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan destinasi wisata. Dokumentasi
digunakan untuk melengkapi data berupa foto kegiatan, dokumen program, arsip, laporan
kegiatan, dan data pendukung lainnya.
3. Hasil dan Pembahasan
Destinasi wisata Air Terjun Batu Manarus dikenal dengan budaya dan mitos lokal yang
lekat. Potensi alam yang dimiliki wisata tersebut adalah Airnya yang jernih mengandung kapur
atau material menyerupai semen yang secara alami membentuk undakan batu, dan menurut
kepercayaan lokal, air ini akan membuat nasi menjadi hitam jika dimasak. Secara kultural,
kawasan ini berada di wilayah adat Batak Tapanuli Utara, tempat kearifan lokal seperti
menjaga kelestarian hutan dan tradisi lisan dijunjung tinggi oleh masyarakat sekitar.
Air Terjun Batu Manarus juga memiliki aspek menarik, dimulai dari asal usul nama yang
mengacu pada karakteristik airnya yang mengandung unsur mirip semen atau kapur yang
menuruni (manarus) tebing dan bebatuan. Kemudian kepercayaan tradisional yang meliputi
mitos mengenai nasi yang menjadi hitam saat dimasak menggunakan air ini telah menjadi
cerita turun-temurun di kalangan warga setempat. Selain itu, wisata ini merupakan wisata
spiritual yang dimana daerah Pahae dan sekitarnya kaya akan peninggalan budaya dan sejarah
Batak. Pengunjung sering kali diingatkan untuk menjaga tata krama dan menghormati
pantangan adat setempat saat mengunjungi wisata alam dan air terjun.
Gambar 1. Air Terjun Manarus
Sumber: trip.com
Dalam pengembangan destinasi wisata, mahasiswa pariwisata memiliki peran yang
sangat penting dan berpengaruh untuk kemajuan destinasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mahasiswa pariwisata memiliki peran yang cukup signifikan dalam mendukung
pengembangan Destinasi Wisata Air Terjun Batu Manarus. Peran tersebut diwujudkan melalui
berbagai kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan informasi
yang di peroleh, bahwa Air Terjun Batu Manarus sudah lama terbentuk secara alami sebagai
bagian kekayaan alam Tapanuli Utara. Namun keberadaan wisata ini sangat jarang diketahui
oleh masyarakat lokal dikarenakan lokasinya dikelilingi hutan lebat sehingga dijuluki sebagai
salah satu surga tersembunyi dengan paronama yang asri serta udara sejuk. Dengan demikian
keterlibatan mahsiswa dapat memberikan nilai positif kepada beberapa pihak dengan melalui
peran yang dilakukan sebagai berikut:
Mahaiswa Sebagai Inovator
Inovator adalah seseorang atau kelompok yang memperkenalkan, menciptakan, atau
menerapkan gagasan, metode, dan teknologi baru. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), inovator diartikan sebagai pembaharu atau orang yang mengenalkan hal-hal baru
untuk memberikan nilai tambah dan solusi. Mahasiswa sebagai inovator adalah agen
pembaruan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menciptakan ide, metode, atau
teknologi baru. Berdasarkan literatur pendidikan dan perilaku organisasi. Dalam konteks
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
119
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
pengembangan destinasi wisata, mahasiswa pariwisata berperan sebagai inovator dengan
mengembangkan berbagai ide kreatif yang dapat meningkatkan kualitas dan daya saing
destinasi. Inovasi yang diberikan oleh mahasiswa berupa penyusunan konsep pengembangan
wisata berbasis potensi lokal, pembuatan paket wisata yang menarik, pemanfaatan teknologi
digital untuk promosi, pengembangan produk ekonomi kreatif, penyusunan strategi pemasaran
digital berdasarkan pengalaman ilmu pengetahuan.
Melalui pengalaman ilmu pengetahuan yang diterima selama pembelajaran, mahasiswa
memiliki peran sebagai inovator yang bertujuan memberikan ide-ide serta pemikiran positif
dalam membangun destinasi wisata. Berdsarkan hasil penelitian, inovasi yang telah diberikan
oleh mahasiswa seperti memberdayakan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata,
pemasaran kreatif melalui digital seperti memanfaatkan media sosial untuk menjadi jembatan
agar masyarakat lokal dan mancanegara mengetahui wisata Air Terjun Batu Manarus.
Dengan demikian, sesuai informasi yang didapat dalam penelitian ini, bahwa masyarakat
bersedia dilibatkan dalam pengembangan destinasi ini. Namun yang menjadi kendala adalah
kurangnya dukungan dari pemerintah daerah seperti infrastruktur dari pemerintah tidak
diperhatikan. Melalui peran sebagai inovator, mahasiswa telah melakukan perannya, sehingga
pengelola di Air Terjun Batu Manarus dan masyarakat lokal menerima saran dan ide yang telah
dipaparkan oleh mahasiswa dan disisi lain mahasiswa juga memberikan penjelasan tentang
pengalaman wisata alam yang menyenangkan dan menambah pengetahuan tentang potensi
wisata alam kepada masyarakat lokal dan pengunjung.
Mahasiswa Sebagai Fasiliator
Mahasiswa sebagai fasilitator adalah individu yang berperan sebagai penghubung,
pendamping, dan pemberi kemudahan dalam proses komunikasi, kerja sama, serta
pemberdayaan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai fasilitator, mahasiswa
tidak bertindak sebagai pengambil keputusan utama, melainkan membantu berbagai pihak agar
dapat berpartisipasi secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu
program pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga berperan sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi
dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, pengelola wisata, dan perguruan tinggi. Dalam
peran ini, mahasiswa membantu mengidentifikasi potensi dan permasalahan destinasi,
memfasilitasi kegiatan pelatihan, pendampingan, maupun diskusi dengan masyarakat.
Mahasiswa turut mendorong terbentuknya kolaborasi antarpemangku kepentingan sehingga
program-program pengembangan wisata dapat berjalan lebih efektif. Kehadiran mahasiswa
sebagai fasilitator mempermudah proses transfer pengetahuan dan penerapan berbagai program
yang bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata.
Melalui peran ini, mahasiswa menjadi penghubung dan menjadi penerjemah kebijakan
atau konsep ilmiah yang rumit agar mudah dipahami oleh pihak-pihak tertentu dalam
pengembangan destinasi Air Terjun Batu Manarus. Sebagai fasiliator, mahasiswa telah
berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan pemandu atau juru kunci Air Terjun Batu
Manarus. Dengan demikian, destinasi tersebut akan semakin banyak dikunjungi oleh
masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara.
Mahasiswa Sebagai Promotor
Mahasiswa sebagai promotor adalah individu yang berperan dalam memperkenalkan,
mempublikasikan, dan meningkatkan citra suatu produk, kegiatan, atau potensi kepada
masyarakat luas melalui berbagai media dan strategi komunikasi yang efektif. Dalam peran ini,
mahasiswa memanfaatkan pengetahuan, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi untuk
menyebarluaskan informasi sehingga mampu menarik perhatian, meningkatkan kesadaran, dan
mendorong partisipasi masyarakat maupun wisatawan.
Sebagai promotor, mahasiswa juga berkontribusi dalam memasarkan potensi wisata
kepada masyarakat luas. Promosi dilakukan melalui berbagai media, terutama media digital
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
120
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
seperti Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, maupun situs web pariwisata. Selain
menghasilkan foto, video, dan artikel promosi yang menarik, mahasiswa juga dapat
menyelenggarakan kampanye sadar wisata yang mengajak masyarakat untuk menjaga
kebersihan, memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, serta membangun citra positif
destinasi.
Menurut Tjiptono (2015) promosi merupakan elemen bauran pemasaran yang berfokus
pada upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kembali konsumen akan merek
dan produk perusahaan. Strategi promosi yang diterapkan tidak akan berjalan maksimal jika
tidak melibatkan bauran promosi. Bauran promosi adalah perpaduan spesifik iklan, promosi
penjualan, hubungan masyarakat, penjual personal dan sarana pemasaran langsung yang
digunakan perusahaan untuk mengomunikasikan nilai pelanggan secara persuasif dan
membangun hubungan pelanggan (Kotler, 2016). Sarana promosi adalah alat atau platform
yang digunakan untuk menyampaikan informasi produk, jasa, atau merek kepada target
konsumen. Sarana ini dibagi menjadi media digital (media sosial, iklan digital, website) dan
media non-digital (brosur, spanduk, baliho, pameran).
Peran ini sangat penting dalam meningkatkan daya tarik Air Terjun Batu Manarus
sehingga mampu menarik banyak wisatawan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa peran
mahasiswa sebagai promotor berhasil, yang dimana masyarakat lokal di luar Kecamatan Pahae
Julu mengetahui keberadaan wisata ini. Sehingga demikian, harapan kedepannya wisata
tersebut dapat berkembang dan lebih maju lagi agar dapat memperbaiki perekonomian dan
manambah peluang kerja bagi masyarakat setempat sehingga mewujudkan kesejahteraan
melalui kekayaan alam yang dimiliki yaitu wisata Air Terjun Batu Manarus.
Mahasiswa sebagai Agen Konservasi
Agen konservasi adalah seseorang atau kelompok yang memiliki pengetahuan,
kesadaran, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Mereka berfungsi sebagai
penggerak, motivator, dan teladan yang secara sukarela mengajak masyarakat untuk menjaga
alam salah satunya adalah mahasiswa. Dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan,
mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agen konservasi yang mendorong pelestarian
lingkungan alam dan budaya lokal. Peran ini diwujudkan melalui kegiatan seperti aksi bersih
kawasan wisata, edukasi mengenai pengelolaan sampah, penanaman pohon, konservasi sumber
daya air, serta sosialisasi pentingnya menjaga kelestarian ekosistem di sekitar Air Terjun Batu
Manarus.
Selain pelestarian lingkungan, mahasiswa juga berperan dalam mendokumentasikan dan
mempromosikan nilai-nilai budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi
berikutnya. Dengan demikian, pengembangan destinasi tidak hanya berorientasi pada
peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya
alam dan budaya yang menjadi daya tarik utama destinasi. Dengan demikian, peran mahasiswa
sebagai agen konservasi dapat memberikan pandangan-pandangan positif bagi pelestarian
lingkungan di sekitar Air Terjun Batu Manarus dan budaya adat istiadat yang harus di jaga
setiap saat berkunjung ke wisata tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, kemajuan suatu destinasi wisata tidak akan dapat
berkembang jika hanya mengandalkan peran-peran mahasiswa. Namun banyak faktor-faktor
yang ikut serta menghambat perkembangan suatu wisata seperti, area parkir, pondok sebagai
tempat beristirahat, ketersediaan toilet umum dan kamar ganti pakaian, serta akses jalan yang
lebih luas dan memperbaiki jalur trekking, pemasangan pegangan tangan di titik curam serta
papan petunjuk arah. Hal ini sangat mempengaruhi keputusan berkunjung oleh wisatawan,
karena wisatawan menginginkan perjalanan yang aman menuju Air Terjun Batu Manarus.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
121
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pariwisata memiliki
peran yang penting dan strategis dalam pengembangan Destinasi Wisata Air Terjun Batu
Manarus di Kecamatan Pahae Julu. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi sebagai inovator,
fasilitator, promotor dan agen konservasi yang saling melengkapi dalam mendukung
pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Keempat peran tersebut menunjukkan
bahwa mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen perubahan
(agent of change) yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan
pariwisata. Keterlibatan mahasiswa memberikan dampak positif terhadap peningkatan
kapasitas masyarakat, penguatan promosi destinasi, serta penerapan prinsip-prinsip pariwisata
berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi,
pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar potensi Air
Terjun Batu Manarus dapat dikembangkan secara optimal, berdaya saing, dan memberikan
manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi masyarakat setempat.
Melalui keempat peran di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan destinasi wisata
akan berjalan sesuai yang diharapkan jika didukung oleh pihak-pihak yang memiliki pengaruh
dalam pengeloaan destinasi tersebut. Namun demikian keberhasilan pengembangan Destinasi
Wisata Air Terjun Batu Manarus tidak hanya ditentukan oleh potensi alam yang dimiliki, tetapi
juga oleh kolaborasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, pengelola destinasi, dan
perguruan tinggi.
Keterlibatan mahasiswa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran
masyarakat dalam mengelola destinasi, memperkuat promosi wisata, serta mendorong
penerapan prinsip-prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Peran mahasiswa tidak
cukup dalam mengembangkan destinasi wisata tersebut karena masih terdapat beberapa
kendala yang perlu diperhatikan yaitu sarana dan prasarana, minimnya promosi, keterbatasan
pendanaan serta belum program pendampingan yang berkesinambungan. Faktor tersebut
merupakan faktor utama sebelum melibatkan peran mahasiswa dalam pengembangan destinasi
agar dapat mewujudkan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.
5. Daftar Pustaka
Arida, I Nyoman Sukma, Sunarta. (2017). Priwisata Berkelanjutan. Cakra Press: Bali.
Bunga, dkk. (2023). Peranan Mahasiswa Dalam Mengoptimalisasikan Potensi Wisata Desa
Petapahan. Universitas Riau Vol. 2.
Hulukati, W., & Djibran, M. R. (2018). analisis tugas perkembangan mahasiswa fakultas ilmu
pendidikan universitas negeri gorontalo. jurnal bikotetik, 2, 73-114
Isdarmanto. (2017). Dasar-Dasar Kepariwisataan dan Pengelolaan Destinasi Pariwisata.
Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan.
Jawelery, Wahyu, dkk. (2023). Peran Mahasiswa KKN-T dalam Pengembangan Desa Wisata
Di Desa Losari, Kec. Gondang, Kab. Nganju. Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat
Indonesia Vol. 1.
Kotler dan Keller (2016), Manajemen Pemasaran, Jilid Kedua, Jakarta: Erlangga.
Lasalewo T, Hariana, Modjo M.L. (2023). Peran Mahasiswa Kkn Dalam Pengembangan Desa
Wisata. Jat 3 (1), 5 10.
Mohamad Akasah. (2025). Peran Mahasiswa Dalam Pengembangan Destinasi Wisata Lokal
Yang Berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 03.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 4, No. 2, Juni 2026, page: 116-122
E-ISSN: 3047-2288
122
Rut Irmawati Gultom et.al (Peran Mahasiswa Pariwisata Dalam....)
Mohamad Ridwan & Windra Ainai (2019). Perencanaan Pengembangan Daerah Tujuan
Pariwisata, Cv Budi Utama, Sleman Yongyakarka.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D, penerbit Alfabeta,
Bandung.
Swarbrooke. (2017). Perencanaan Dan Pengembangan Destinasi Pariwisata, Universitas Negeri
Malang, Malang.
Tangian, D., & Kumaat, H. (2020). Pengantar Pariwisata (Manado). POLIMDO PRESS.
Tjiptono, Fandy. (2015). Strategi Pemasaran, Edisi Kedua, Andi Yogyakarta, Yogyakarta.