pengembangan destinasi wisata, mahasiswa pariwisata berperan sebagai inovator dengan
mengembangkan berbagai ide kreatif yang dapat meningkatkan kualitas dan daya saing
destinasi. Inovasi yang diberikan oleh mahasiswa berupa penyusunan konsep pengembangan
wisata berbasis potensi lokal, pembuatan paket wisata yang menarik, pemanfaatan teknologi
digital untuk promosi, pengembangan produk ekonomi kreatif, penyusunan strategi pemasaran
digital berdasarkan pengalaman ilmu pengetahuan.
Melalui pengalaman ilmu pengetahuan yang diterima selama pembelajaran, mahasiswa
memiliki peran sebagai inovator yang bertujuan memberikan ide-ide serta pemikiran positif
dalam membangun destinasi wisata. Berdsarkan hasil penelitian, inovasi yang telah diberikan
oleh mahasiswa seperti memberdayakan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata,
pemasaran kreatif melalui digital seperti memanfaatkan media sosial untuk menjadi jembatan
agar masyarakat lokal dan mancanegara mengetahui wisata Air Terjun Batu Manarus.
Dengan demikian, sesuai informasi yang didapat dalam penelitian ini, bahwa masyarakat
bersedia dilibatkan dalam pengembangan destinasi ini. Namun yang menjadi kendala adalah
kurangnya dukungan dari pemerintah daerah seperti infrastruktur dari pemerintah tidak
diperhatikan. Melalui peran sebagai inovator, mahasiswa telah melakukan perannya, sehingga
pengelola di Air Terjun Batu Manarus dan masyarakat lokal menerima saran dan ide yang telah
dipaparkan oleh mahasiswa dan disisi lain mahasiswa juga memberikan penjelasan tentang
pengalaman wisata alam yang menyenangkan dan menambah pengetahuan tentang potensi
wisata alam kepada masyarakat lokal dan pengunjung.
Mahasiswa Sebagai Fasiliator
Mahasiswa sebagai fasilitator adalah individu yang berperan sebagai penghubung,
pendamping, dan pemberi kemudahan dalam proses komunikasi, kerja sama, serta
pemberdayaan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai fasilitator, mahasiswa
tidak bertindak sebagai pengambil keputusan utama, melainkan membantu berbagai pihak agar
dapat berpartisipasi secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi suatu
program pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga berperan sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi
dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, pengelola wisata, dan perguruan tinggi. Dalam
peran ini, mahasiswa membantu mengidentifikasi potensi dan permasalahan destinasi,
memfasilitasi kegiatan pelatihan, pendampingan, maupun diskusi dengan masyarakat.
Mahasiswa turut mendorong terbentuknya kolaborasi antarpemangku kepentingan sehingga
program-program pengembangan wisata dapat berjalan lebih efektif. Kehadiran mahasiswa
sebagai fasilitator mempermudah proses transfer pengetahuan dan penerapan berbagai program
yang bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata.
Melalui peran ini, mahasiswa menjadi penghubung dan menjadi penerjemah kebijakan
atau konsep ilmiah yang rumit agar mudah dipahami oleh pihak-pihak tertentu dalam
pengembangan destinasi Air Terjun Batu Manarus. Sebagai fasiliator, mahasiswa telah
berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan pemandu atau juru kunci Air Terjun Batu
Manarus. Dengan demikian, destinasi tersebut akan semakin banyak dikunjungi oleh
masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara.
Mahasiswa Sebagai Promotor
Mahasiswa sebagai promotor adalah individu yang berperan dalam memperkenalkan,
mempublikasikan, dan meningkatkan citra suatu produk, kegiatan, atau potensi kepada
masyarakat luas melalui berbagai media dan strategi komunikasi yang efektif. Dalam peran ini,
mahasiswa memanfaatkan pengetahuan, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi untuk
menyebarluaskan informasi sehingga mampu menarik perhatian, meningkatkan kesadaran, dan
mendorong partisipasi masyarakat maupun wisatawan.
Sebagai promotor, mahasiswa juga berkontribusi dalam memasarkan potensi wisata
kepada masyarakat luas. Promosi dilakukan melalui berbagai media, terutama media digital