perilaku menyimpang, sekaligus fungsi represif melalui pemberian sanksi terhadap
pelanggaran yang terjadi. Selanjutnya menurut Antony Giddens (1994) Norma adalah prinsip
atau aturan yang konkret, yang seharusnya diperhatikan oleh warga masyarakat. Dalam
kehidupan bermasyarakat, norma juga berperan sebagai alat kontrol sosial yang mengarahkan
individu untuk bertindak sesuai dengan kepentingan bersama, bukan semata-mata kepentingan
pribadi. Ketika norma dipatuhi, masyarakat akan berada dalam kondisi yang tertib, aman, dan
harmonis. Sebaliknya, ketika norma dilanggar, akan muncul ketegangan sosial, konflik, dan
ketidakteraturan yang dapat mengganggu stabilitas kehidupan sosial. Oleh karena itu, norma
menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang beradab dan
berkelanjutan.
Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” dalam bentuk tunggal yang berarti kebiasaan.
Etika merupakan dunianya filsafat, nilai, dan moral yang mana etika bersifat abstrak dan
berkenaan dengan persoalan baik dan buruk. Pengertian ini menunjukan bahwa, etika ialah
teori tentang perbuatan manusia yang ditimbang menurut baik dan buruknya, yang juga
merupakan pada inti sari atau sifat dasar manusia: baik dan buruk manusia. Menurut Amir
(Aziz, 2018) etika menyangkut nilai-nilai sosial dan budaya yang telah disepakati masyarakat
sebagai norma yang dipatuhi bersama tidak selalu sama pada semua masyarakat. Sementara itu
Zahruddin, menyatakan bahwa etika memiliki banyak makna, diantaranya: akhlak, adab,
moral, sopan santun dan budi pekerti. (Aziz, 2018). Etika tidak hanya berfokus pada apa yang
dilakukan oleh seseorang, tetapi juga memperhatikan bagaimana dan mengapa suatu tindakan
dilakukan. Dengan demikian, etika menekankan kesadaran, tanggung jawab, serta
pertimbangan rasional dalam bertindak sebagai makhluk sosial.
Selanjutnya menurut Van Hooft etika yaitu nilai-nilai, karakter dan etos dari individu
maupun kelompok dalam bertindak berlaku terbuka dan jujur tanpa menyembunyikan
kebenaran (Van Hooft, 2014). Sedangkan menurut Stanwick etika merupakan nilai-nilai yang
digunakan seseorang untuk menafsirkan apakan tindakan atau perilaku tertentu dapat diterima
dan sesuai dengan norma-norma serta kaedah berlaku (Stanwick & Stanwick, 2013).
Berdasarkan pendapat tersebut maka etika memiliki peran penting dalam pembentukan
karakter dan kepribadian individu. Etika membentuk kesadaran batin seseorang agar mampu
mengendalikan emosi, menahan diri, serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap
tindakan yang dilakukan. Dalam kehidupan bermasyarakat, etika menjadi cerminan kualitas
moral suatu individu dan sekaligus menjadi indikator tingkat peradaban suatu masyarakat.
Apabila etika melemah, maka perilaku menyimpang, konflik, dan kekerasan cenderung
meningkat, terutama di kalangan remaja yang masih berada dalam tahap pencarian jati diri.
Moral atau moralitas berasal dari kata bahasa latin mos (tunggal), mores (jamak), dan kata
moralis bentuk jamak mores memiliki makna kebiasaan, kelakuan, kesusilaan. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata moral berarti mempunyai dua makna. Pertama, ajaran
tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan
sebagainya; dan kedua, kondisi mental seseorang yang membuat seseorang melakukan suatu
perbuatan atau isi hati/ keadaan perasaan yang terungkap melalui perbuatan. Menurut Muchtar
Samad (2016), kata moral berasal dari bahasa latin mores dengan asal kata mos yang berarti
kesusilaan, tabiat dan kelakuan dengan demikian kata moral dapat diberikan makna
kesusilaan, sedangkan moralitas berarti segala hal yang berkenaan dengan kesusilaan, dengen
demikian kata Muchtar Samad moral, yaitu jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau
masyarakat yang lebih ditekankan kepada ketentuan yang bersifat sosial (Samad, 2016).
Moral berfungsi sebagai kompas batin yang membimbing individu untuk bertindak sesuai
dengan nilai-nilai kemanusiaan, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, keadilan, dan
kepedulian terhadap sesama. Moral tidak hanya mengatur hubungan antarindividu, tetapi juga
membentuk integritas dan kepribadian seseorang. Individu yang memiliki moral yang kuat