tetapi karakter juga dipengaruhi faktor eksternal seperti keluarga, sekolah, masyarakat,
pergaulan, dan lainnya. F. W. (2022) Menyebut pengertian karakter menurut F.W. Foerster
(2022) bahwa karakter adalah sesuatu yang mengualifikasi seorang individu. Karakter menjadi
identitas, ciri, serta menjadi sifat tetap seseorang, yang mengatasi pengalaman kontingen yang
berubah-ubah. Jadi karakter merupakan seperangkat nilai yang telah menjadi sifat tetap dalam
diri seseorang. Menurut Raharjo (2022), pendidikan karakter adalah proses terencana dan
sistematis untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian kepada siswa melalui
berbagai kegiatan pembelajaran maupun pembiasaan di sekolah. Artinya, karakter tidak dapat
terbentuk secara instan, tetapi harus melalui proses yang panjang dan berkesinambungan.
Dalam hal ini sesungguhnya karakter dapat diajarkan secara langsung sengaja
mengajarkan seseorang untuk berkarakter baik Anak-anak dengan karakter positif tidak dapat
tumbuh dengan sendirinya melainkan membutuhkan lingkungan positif yang sengaja dibentuk,
sehingga mendorong anak untuk dapat tumbuh optimal menjadi manusia berkarakter.
Pengalaman yang didapat sejak awal perkembangan memiliki pengaruh besar untuk
kehidupannya di masa yang akan datang. Pembentukan kepribadian anak tidak akan tercapai
jika tidak mengembangkan potensinya sejak dini. Seperti lingkungan keluarga yang penuh
kasih sayang, saling membantu, kehangatan satu sama lain memiliki pengaruh besar dalam
pembentukan kepribadian anak yang positif. Begitu juga dengan lingkungan sekolah yang
melaksanakan pendidikan dengan komunikasi yang edukatif serta pembiasaan-pembiasaan
yang baik juga dapat meningkatkan karakter anak yang positif. Dan lingkungan masyarakat
yang positif juga membantu mendorong anak berperilaku baik. Manusia yang berkarakter
merupakan orang yang memiliki kepribadian, sifat, perilaku serta watak yang baik. Karakter
merupakan ciri khas atau sifat khas yang ada pada diri seseorang yang terbentuk dari berbagai
sumber dan proses seperti dari lingkungan pendidikan, pola asuh keluarga, pergaulan,
pengalaman, serta bawaan dari diri sejak lahir.
Istilah disiplin berasal dari bahasa latin “disciplina” yang menunjuk kepada kegiatan
belajar mengajar. Dalam bahasa Inggris “disciple” yang berarti mengikuti orang untuk belajar
di bawah pengawasan seorang pemimpin. Sehingga dapat diartikan merupakan kegiatan
belajar untuk patuh dan taat pada peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemimpin. Disiplin
dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Ketiga tahun 2003 ada tiga makna: (1) tata
tertib (di sekolah, kemiliteran. (2) ketaatan kepada peraturan (tata tertib, dst); (3) bidang studi
yang memiliki objek sistem dan metode tertentu. Dari ketiga makna tersebut Hadisaputro
menyimpulkan bahwa disiplin adalah tata tertib yang seyogyanya dipatuhi, dalam hal ini oleh
pegawai negeri sipil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya (Hadisaputro, 2003:4).
Lebih lanjut disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem
yang mengharuskan orang tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang diberlakukan
bagi dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, disiplin merupakan hal yang sangat penting
karena menjadi dasar terciptanya keteraturan dan ketertiban baik dalam lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut (Lemhanas
1997:12). Tu’u (2004:33) mengemukakan bahwa, disiplin sebagai upaya mengikuti dan
menaati peraturan, nilai, dan hukum yang berlaku, serta pengikutan dan ketaatan tersebut
terutama muncul karena adanya kesadaran diri bahwa hal itu berguna bagi kebaikan dan
keberhasilan dirinya. Dari beberapa pengertian di atas, dapat dipahami bahwa disiplin adalah
suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta
dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab.
Peran Guru dalam Meningkatkan Karakter Disiplin
Guru merupakan komponen utama dalam proses pendidikan du sekolah. Dalam sistem
pendidikan nasioanl, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik
dan pembimbing. Penelitian yang dilakukan oleh Apeles Lexi Lonto menunjukkan bahwa guru
memegang peranan penting dalam membantu setiap siswa di sekolah untuk menanamkan